gak pandai bikin deskripsi, langsung baca aja yah :)
semoga suka, jangan lupa untuk kasih like di setiap chapternya :)
Gavin Nikola Wijaya (17 tahun)
Nayara Samira Abyasa (17 tahun)
ig : a.mtmna
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andi mutmainna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
•17•
Seminggu kemudian, Gavin harus mengikuti pelatihan intensive karena dua hari lagi merupakan lomba basket antar sekolah-sekolah negeri yang berada di Jakarta pusat, tentu saja hal ini harus di persiapkan dengan matang oleh tim basket SMA Abdi Bangsa.
Sudah tiga tahun berturut-turut mereka menjadi pemenang pertama disetiap perlombaan basket antar sekolah, tentu ini bukanlah hal mudah untuk mempertahankannya, terlebih lagi untuk Gavin. Sebagai ketua tim basket yang baru, tentu saja ini merupakan kesempatannya untuk menunjukan kemampuannya dalam memimpin timnya.
°°
Sore ini seperti hari-hari sebelumnya, Naya harus sendirian di apartement, karena Gavin harus mengikuti pelatihan. Meskipun sendirian di apartement, Naya sama sekali tidak pernah merasa kesepian, karena Gavin suaminya selalu mengiriminya pesan singkat setiap lima belas menit, bahkan kadang Gavin juga mengirim fotonya yang tentu saja di penuhi keringat, maklum anak basket.
Naya selalu tersenyum senang ketika Gavin mengiriminya pesan teks seakan-akan Gavin tak melupakannya barang sedetikpun. Meskipun Naya jarang membalasnya, Gavin tetap memberikan Naya perhatian dari pesan-pesan teksnya seperti saat ini.
{Whatsapp}
'Lagi apa? Jangan tidur yah!'
'Ga boleh tidur kalau gue belum pulang! Karna kalau lo tidur nanti ga ada bidadari yang nyambut gue pulang'
"Gue kangen deh sama lo Nay, padahal tadi di kantin kita ketemu yak haha'
'Inikah yang di namakan bucin!!?'
'Yaudah gue lanjut latihan lagi, kalau udah liat pesen gue balas yah!'
Yaa itulah pesan-pesan singkat yang biasa di kirimi Gavin untuk Naya, mau tahu balasan Naya? Ini dia..
{Whatsapp}
'Iyah'
'Lagi nonton tv'
'Bucin apaan?'
'Gavin jangan lupa sholat, sholatnya harus pake baju yang bersih yah! Bajunya udah aku taruh di tas kamu'
'Pulang jam berapa?'
Dan itulah balasan yang super singkat dari Naya dan sama sekali tak ada manis-manisnya seperti le mineral, maklum Naya bukan ahli dalam ngebucin, karena yang spesialis bucin disini adalah Gavin.
°°
09 : 50 PM
Ceklek..
Pintu apartement baru saja terbuka menandakan kalau Gavin baru saja pulang. Seperti biasa tidak ada yang menyambut Gavin karena jam segini sudah bisa di pastikan bahwa Naya sudah tertidur.
Gavin langsung menuju ke kamar dan membuka pintu dengan perlahan, karena takut Naya terbangun. Dia langsung menghampiri Naya lalu duduk di tepi kasur, Gavin tersenyum ketika menatap wajah tenang Naya yang sedang tertidur.
Chup..
Gavin mencium kening Naya sekilas kemudian beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dan tak butuh waktu lama dia sudah keluar kembali dengan mengenakan kaos dan celana santai ala rumahan.
Gavin yang kelelahan memilih langsung beranjak ke kasur untuk istirahat, dia menaiki kasur perlahan lagi-lagi agar Naya tidak terbangun.
Naya yang tidur membelakanginya tersentak kaget ketika Gavin tiba-tiba menarik tubuh kecilnya agar merapat ke dekapan Gavin.
"Gavinn.." lirih Naya dengan mata yang masih tertutup.
"Iyah ini gue" balas Gavin lalu mencium pucuk kepala Naya.
Naya langsung membalikkan tubuhnya dan membalas pelukan Gavin, akhirnya orang yang dia tunggu sedaritadi datang juga.
"Kangen banget yah sama gue?!" tanya Gavin seraya mengusap lembut rambut istrinya itu.
Naya mengangguk tanpa ragu dan langsung menenggelamkan wajahnya ke dada bidang Gavin, tidak bisa di pungkiri memang kalau dia sangat merindukan Gavin meskipun hanya berpisah beberapa jam. Maklum benih-benih cinta mereka berdua sudah tumbuh sangat subur.
°°°
Dua hari kemudian perlombaan basket antar sekolah akan di adakan. Kali ini perlombaan dia adakan di SMA Abdi Bangsa yang tidak lain adalah pemenang perlombaan tahun kemarin.
Perlombaan sudah di mulai sejak tadi pagi, dan beberapa tim sudah bertanding. Tim-tim yang menang akan melaju ke babak final dan tim Gavin tentu saja menjadi salah satunya.
Tiga puluh menit lagi babak final akan di mulai, tinggal dua tim yang tersisa yaitu tim SMA Abdi Bangsa dan tim SMA Kartini.
Naya yang sedaritadi setia menonton pertandingan mulai merasa khawatir ketika melihat Gavin yang kelelahan. Bagaimana tidak kelelahan, baru saja tim Gavin bertanding sekarang malah harus bertanding lagi untuk babak final.
Kedua tim memang di berikan waktu tiga puluh menit untuk beristirahat, tapi tetap saja Naya merasa khawatir. Gavin yang menyadari raut khawatir dari Naya langsung memberikan senyumannya untuk mengisayaratkan bahwa dia baik-baik saja.
Pertandingan babak final di mulai, semua siswa dari kedua sekolah bersorak untuk memberi semangat, Naya yang menonton pertandingan dari lantai dua tak berhenti menatap Gavin yang berada di lapangan. Gavin memang tak mengizinkan Naya untuk ikut bergabung di kursi penonton di pinggir lapangan, karena dia tidak ingin istrinya itu duduk berdesakan dengan penonton lain.
Sedang asik menonton tiba-tiba tangan Naya di tarik seseorang dengan kasar, Riana yang berdiri di samping Naya bahkan tak menyadari kalau Naya sudah tidak ada di sampingnya.
Naya berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman orang yang menariknya itu, tapi tenaganya kalau jauh.
Dan akhirnya langkah orang yang menarik Naya berhenti tepat di depan pintu gudang sekolah, dan tanpa basa-basi orang itu mendorong tubuh Naya masuk ke gudang itu.
Tak sampai disitu orang yang menarik Naya ternyata juga ikut masuk, orang itu membuka hoodie yang menutup wajahnya sedaritadi dengan perlahan. Dan saat Naya melihat wajah itu dia sama sekali tak mengenalnya, yang dia tahu orang yang berdiri di hadapannya ini adalah seorang laki-laki yang berbeda sekolah dengannya, karena terlihat jelas di seragamnya tertulis 'SMA Kartini'.
"Kamu mau apa?!" tanya Naya yang mulai takut dan gemetar.
"Kalau dia mau ngerusak lo gimana?" tiba-tiba seseorang menyahut di belakang Naya, dan saat Naya menoleh ternyata itu Sesil.
"Sesil!? Kamu ngapain disini?"
"Lo mau tau gue ngapain hah?! Yang jelas gue bakal ngebales perbuatan lo sama gue!"
"Sil aku mint--"
"Maaf lo udah basi! Kemarin gua masih minta baik-baik sama lo, tapi lo ga menuhin permintaan gue.."
"Sekarang lo harus dapet balasannya kan?! Bentar lagi lo bakal malu sampe lo ga bakal punya nyali lagi buat datang ke sekolah ini!"
"Sil maksud kamu apa?!" lirih Naya.
"Ga usah belaga bego, lo pasti tau apa yang akan terjadi setelah ini" ucap Sesil menatap tajam pada Naya lalu beralih menatap laki-laki yang menarik Naya tadi.
"Gue percayaain sama lo bar, 20 menit gue bakal balik lagi kesini sama yang lainnya" ucap Sesil seraya menepuk bahu laki-laki yang bernama Bara itu lalu beranjak keluar dari gudang.
•••
Masih edisi Crazy up, harus kasih like dan komen yah guys :D
jangan lupa senyum :)
salam.