Ozaki Rika atau dulunya Ozaki Ryu adalah manusia buatan dari era moderen dan secara tiba-tiba muncul di abad pertengahan yang menjadi wilayah iblis, ia ada di sana karena upacara pemanggilan yang dilakukan oleh Zarathos sang raja Iblis kecil di wilayah itu, Rika dinikahi karena sang Raja Iblis tidak ingin manusia itu disakiti bawahannya, ia memikirkan kegunaan gadis yang terpanggil olehnya karena ia tidak pernah menyangka akan memanggil manusia, karena dalam upacara itu harusnya yang terpanggil adalah monster kuat dari dimensi lain untuk membantunya perang melawan manusia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azai Nagamasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 17 Hadiah untuk suamiku
Suamiku adalah Raja Iblis
Author:Azainagamasa53(Hamdi)
Episode : 17
Tak lama setelah, Rika dan Mary saling berbicara, terdengar suara memanggil Rika dari belakang.
"Dinda."
Mendengar panggilan, itu Rika dan Mary pun langsung menatap ke arah belakang, dengan cepat Rika memberikan rasa hormatnya pada sang suami.
"Punten Kanda Prabu?"
Mary yang melihat ada Zarathos langsung diam dan menundukan kepala untuk memberikan rasa hormat sembari mundur menjauh dari Rika.
"Siapkan dirimu Dinda. Kita akan pergi ke tempat Gremory untuk menghadiri pertemuan para Raja Iblis."
Rika yang mendengar perintah dari Zarathos yang memintanya untuk bersiap-siap menemani dirinya ke pertemuan langsung menyipitkan matanya.
"Kau yakin dengan keputusanmu mengajakku untuk ikut bersamamu?"
Zarathos menatap ke arah Rika, sebenarnya ia paham maksud dari pertanyaan Rika, hanya saja ia tidak ingin harga dirinya diinjak-injak oleh Lucifer yang akan mengatakkan kalau ia tidak berani membawa istrinya. Atau mungkin ia tidak ingin didekati oleh para politisi atau bangsawan iblis untuk dipertunangkan dengan anak mereka, karena ia adalah satu-satunya Iblis yang dikenal belum menikah. Meskipun sekarang ia sudah menikah, Zarathos menikah secara rahasia, hingga hanya sosok-sosok yang tinggal di kerajaannya saja yang tahu, ia merahasiakan pernikahannya, karena ia tidak mau diperangi para iblis karena menikahi manusia.
"Ya. Aku sangat yakin!"
Mendengar tanggapan dari suaminya, Rika hanya menghela nafas secara pelan dan menatap ke arah Mary yang nampaknya sedang kebingungan dan memilih tidak bicara apa-apa karena tidak ingin masuk terlalu dalam urusan asmara majikannya.
"Kapan kita akan berangkat?"
"Dua hari lagi."
"Baiklah, tapi aku harap kau tidak menyesal kalau ada sesuatu yang buruk terjadi saat pertemuan nanti."
Rika pun kembali melangkahkan kakinya untuk menjauhi Zarathos. Namun, langkah Rika harus terhenti karena tangan suaminya menahannya.
Rika langsung menatap ke arah Zarathos, seolah ia bertanya ada apa? Zarathos lalu menatap lekat mata Rika dan kembali bertanya.
"Kenapa kau berpikir akan ada sesuatu yang buruk terjadi pada kita?"
Rika kemudian merapikan rambutnya yang melambai-lambai karena ditiup angin, lalu menatap Zarathos dengan tenang.
"Raja Iblis yang bernama Lucifer itu juga hadir bukan ... tentu kau belum lupa kejadian beberapa jam lalu saat aku bicara padanya."
Rika menjelaskannya dengan tenang sembari mengikat rambut panjangnya yang tergerai tanpa penjepit rambut, karena, penjepit rambut yang ia gunakan telah ia lempar ke arah Lucifer dan menancap sangat dalam di lantai istana.
"Aku mungkin akan mempermalukan dirimu di pertemuan itu, jadi apa kau masih mau mengajakku?"
Mendengar pernyataan terakhir dari Rika, Zarathos diam beberapa detik, lalu dengan tegas menjawab dengan satu kata.
"Iya!"
Mendengar jawaban tegas dari suaminya, Rika hanya diam dan mengangguk pelan.
"Aku akan berusaha untuk tidak mempermalukanmu dalam pertemuan para Raja nanti."
Zarathos diam dan melepaskan tangan Rika dan membiarkannya pergi, Mary mencoba mengikuti Rika. Namun, sebelum benar-benar mendekati Rika Zarathos memanggil Mary.
"Mary."
"Hamba Gusti."
"Tolong jaga Rika."
Mary pun tersenyum lalu pergi menyusul Rika. Zarathos pun tersenyum kecil, sembari menatap ke arah Mary dan Rika yang berjalan menyusuri taman istana.
"Sekarang aku hanya perlu memikirkan suatu cara agar para petinggi dan tetua klan Iblis tidak membunuh Rika hanya karena ia manusia. Apalagi kalau sampai Rika merupakan gadis yang mereka cari, itu akan sangat berbahaya."
Zarathos lalu menghilang menjadi percikkan api yang bertebaran di udara. Sementara itu Rika dan Mary masih dalam perjalanan menuju kamar Rika untuk mempersiapkan beberapa barang yang diperlukan untuk bekal berguna di tempat pertemuan. Ya Rika harus mempersiapkan segala hal yang menurutnya penting dan harus dibawa untuk mencegah sesuatu yang mungkin tidak diperkirakan. Ya Rika paham betul kalau para Iblis memandang para manusia sebagai musuh, jadi meskipun para iblis di kerajaan suaminya menghormatinya, belum tentu ditanah orang.
"Mary, tolong siapkan sebuah gaun hitam yang memiliki kantong rahasia yang bisa digunakan untuk menyimpan beberapa senjata kecil. Untuk berjaga-jaga kalau aku akan diserang sewaktu di sana."
"Sendiko Gusti Ratu!"
Mary pun langsung mencari beberapa gaun yang sekiranya bisa digunakan untuk beberapa senjata kecil di bagian-bagian yang mudah dijangkau.
Bahkan beberapa dayang lainnya juga memberikan senjata rahasia di beberapa aksesoris dan pekaian yang akan Rika pakai, salah satunya sepatu hak tinggi(Sorry kalau penulisannya salah) diberikan pisau kecil yang bisa keluar secara otomatis ketika penggunannya menginginkannya pada bagian ujung dan tumit sepatu.
Setelah sudah cukup puas dengan persiapan yang ia miliki, Rika kemudian pergi menemui para Dwarf dan mempertanyakan katana pesanannya.
"Yo Paman!"
"Ah Punten Gusti Ratu. Ada perlu apa Kanjeng Ratu datang kemari?"
"Tentu saja aku datang kemari untuk katana pesananku, apakah katana itu sudah selesai."
Para Dwarf pun saling menatap lalu tersenyum kecil dan memperlihatkan dua bilah katana yang sudah selesai dan salah satunya dibungkus dengan rapi menggunakan kotak hadiah.
"Terima kasih. Oh iya berapa biayanya?"
Mendengar pertanyaan dari Rika para Dwarf kemudian saling menatap satu sama lain, lalu menjawab.
"Kami rasa 50 keping emas pun cukup untuk kedua pedang itu."
Mendengar hal itu, Rika dengan cepat memberikan uang yang ia bawa dan 50 keping emas pun diberikan pada para pengrajin besi itu. Dengan tenang Rika kemudian membawa kedua katana pesanannya.
Di ruang tahta kemudian.
Terlihat Rika berjalan ke arah Zarathos dengan membawa dua buah katana ditangannya. Rika tidak tahu kapan Zarathos berulang tahun, maka dari itu ia ingin langsung memberikannya, karena ia takut watunya sudah habis sebelum hari ulang tahun Zarathos di rayakan. Memang hadiahnya masih bisa sampai. Namun, bagi Rika jika bukan dia yang memberikannya maka itu sama sekali tidak special.
Zarathos hanya bisa diam melihat Rika berjalan mengenakan gaun biru malam dengan tangan kirinya memegang dua pedang panjang dengan bentuk yang sangat jarang terlihat. Ya pedang yang ada di tangan Rika adalah pedang yang sama dengan yang digunakan Kazuki.
"Kanda prabu, ambilah pedang ini, sebagai kenang-kenangan dariku jikalau kita akan berpisah nantinya."
Rika mulai duduk dan menunduk sembari menggunakan kedua tangannya untuk menyerahkan salah satu dari pedang yang ia bawa.
"Saya sebenarnya sangat ingin memberikan pedang ini di hari ulang tahun Kanda Prabu, tapi ... mengingat waktuku di istana kalian tidak lama bahkan mungkin aku sudah pergi sebelum hari ulang tahunmu, maka aku pun berinisiatif untuk memberikan pedang ini kepadamu. Pedang yang merupakan separuh harapanku, pedang ini berisikan keinginanku untuk melindungimu. Maka terimalah!"
Semua orang yang ada diistana terdiam dengan apa yang dilakukan Rika, hal itu juga termasuk dengan Zarathos yang kaget dengan apa yang Rika lakukan, ia tidak menyangka kalau istrinya akan menyerahkan senjata yang ia katakan merupakan keinginannya dalam melindungi, Zarathos pun mengambil pedang itu sembari menatap Rika yang berlutut sembari menundukan badan dan kepalanya dan mensejajarkannya dengan kedua tangannya yang terulur ke arah Zarathos.
"Hadiah ini aku terima, sekarang berdirilah istriku. Aku juga ingin memberikan sesuatu kepadamu."
Mendengar tanggapan dari Zarathos, Rika pun berdiri sembari menatap ke arah Zarathos, lalu dengan tenang Zarathos memegang tangan kanan Rika dan memasangkannya sebuah gelang berwarna biru malam dengan ukiran bermotif Naga melingkarinya.
"Itu adalah gelang Raja Naga, aku membuat gelang itu untuk menyamarkan bau dan aura maanusia di tubuhmu agar terasa seperti kami. Hal ini aku lakukan agar saat dipertemuan, mereka tidak menyerangmu."
Rika sedikit tersenyum mendengar, bahkan hampir tertawa karena nama gelang dan fungsinya berbeda.
"Gelangnya diberi nama Naga, tapi kenapa saat memakainya auraku malah jadi seperti iblis? Harusnya ini adalah gelang iblis."
Rika menanggapi nama gelang itu sembari tersenyum kecil, ia memberikan kalimat tanya untuk menyinggung Zarathos yang menurutnya aneh dalam menamakan suatu Item.
"Hah ... Dinda, dengarkan aku, gelang itu ku berinama Naga karena ada motif Naganya."
"Iya-iya, enggak apa-apa kok, selama fungsinya bagus aku akan menyukainya, dan ... terima kasih atas kebaikan yang telah kau berikan kepadaku selama ini."
Zarathos hanya mengangguk mendengar ucapan terima kasih dari Rika. Rika pun membawa satu pedang lagi bersamanya, pergi dari hadapan Zarathos menuju suatu tempat.
Bersambung