Anisa Zahara adalah seorang gadis yang berasal dari keluarga sederhana.Nisa sosok gadis yang berhijab,sholeha,ramah.
Anisa berusia 18 tahun yang masih bersekolah.
Andrian Adhiguna sosok pria tampan,dingin jika dengan orang lain berusia 28 tahun.Dia adalah CEO di perusahaan miliknya.
Bagaimana kisahnya? Yuk baca...
****
Ini adalah karya pertama aku, maaf kalau masih banyak salahnya karena ini pertama kali aku menulis novel. Bantu aku ya kak memperbaiki kesalahanku dan jangan pernah bosan untuk memberikan aku saran bahkan kritik untuk novel pertama aku ini.
Budayakan untuk selalu tinggalin jejak yang berupa Like Komen Vote Rate bintang 5,dan juga tambahkan ke favorit,
Selalu dukung karya aku ya kak.
Maaf kalau masih banyak kesalahannya,karena ini juga novel pertama aku,
Mohon kasih sarannya ya kak buat aku.
Follow juga yuk kak
IG @afrida_1604.
I LOVE YOU ALL AND HAPPY READING😊
TERIMA KASIH😘🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A F R I D A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17
" Bu Nis Andrian pulang dulu ya soalnya udah hampir malam juga ni " ucap Andrian pada semuanya terutama pada Nisa dan ibunya selaku yang punya rumah.
" Loh nak andrian ngga makan dulu di sini baru pulang " ucap ibunya Nisa pada Andrian.
" Ngga papa kok buk lain kali aja Andrian makan di sini ya " ucap Andrian pada ibunya.
" Yaudah deh nak kamu hati hati ya di jalan,Nisa kamu anterin Andrian dulu gih ke pintu " ucap ibunya pada Nisa.
" Iya Bu " jawab Nisa.
" Bentar kak,kakak besok ke kantor ngga kan besok hari minggu " tanya Diana pada Andrian.
" Ngga deh Na,emangnya kenapa " tanya Andrian lagi.
" Gimana kalo kita besok jalan jalan mau ya " ucap Diana pada semuanya.
Nisa yang mendengarnya pun bingung karena selama ini ibunya tidak pernah mengizinkannya jalan jalan dengan laki laki kecuali dengan ke dua sahabatnya.Nisa pun menatap ke arah ibunya saat bersamaan ibunya pun menatap Nisa,seperti mengerti apa yang di rasakan Nisa ibunya pun mengangguk sambil tersenyum.
Nisa yang melihat ibunya mengangguk pun ikut senang karena bisa jalan jalan lagi setelah lama mereka tidak berjalan jalan lagi.
" Boleh kok,kakak setuju " jawab Andrian tersenyum senang karena dia bisa jalan jalan bareng Nisa walaupun ngga berdua,tapi dia tetap senang.
" Kita mau juga kok " jawab Vina dan dapat anggukan juga oleh Lisa.
" Baiklah kalo gitu Andrian pamit dulu ya Asslamualaikum " ucap Andrian pada mereka semua.
" Waalaikumsalam " jawab mereka serempak.
Andrian dan Nisa pun berjalan ke arah pintu karena Nisa akan mengantar Andrian sampai di pintu.
" Nis besok saya akan menunggu jawaban kamu " ucap Andrian lagi karena dia juga tidak sabar untuk menjadikan Nisa sebagai istrinya.
" InsyaAllah kak " jawabnya sambil sedikit menunduk.
" Ya udah saya pamit dulu ya Assalamualaikum " ucap Andrian.
" Hati hati ya kak,Waalaikumsalam " jawab Nisa pada Andrian.
Andrian pun hanya tersenyum mendengar Nisa berkata itu.
Andrian pun berjalan ke arah mobil dan masuk kedalamnya sesudah itu dia pun pergi meninggalkan rumah Nisa.
Nisa yang tidak lagi melihat Andrian pun kembali masuk ke dalam rumahnya.
Tak lama kemudian adzan Maghrib sudah terdengar dan mereka semua pun melakukan kewajibannya.Sesudah menyelesaikan kewajibannya mereka makan malam bersama karena saat Diana dan Andrian belum datang mereka sudah masak terlebih dahulu.Sesudah selesai makan mereka pun kembali mengobrol tapi ibunya Nisa udah duluan ke kamar karena dia udah ngantuk katanya.
" Nisa kamu ada utang cerita Lo sama kita " tanya Lisa to the point karena dia masih penasaran tentang kejadian tadi siang.
Nisa pun mulai menceritakan dari awal dia di lamar oleh Andrian dan dia memberi waktu tiga hari untuk menjawabnya Ya besok dia akan menjawabnya pada Andrian. Lisa dan Vina yang mendengarnya begitu kaget tapi tidak dengan Diana dia tidak kaget sama sekali karena dia udah tau tentang itu dari kakaknya.
" Terus kamu gimana Nis,apa kamu mau nerimanya,tapi kalo menurut aku sih kamu terima aja Nis kak Andrian itu baik terlihat lebih dewasa,pokoknya cocok deh sama kamu Nis.kalo menurut aku lebih baik kamu terima aja dia Nis " ucap Lisa pada Nisa.
" Aku belum tau Lis mau jawab apa nanti aku akan shalat dulu minta petunjuk sama Allah " jawab Nisa.
" Nisa aku harap kamu mau terima kakak aku ya,soalnya aku ingin sekali kamu jadi kakak ipar aku " Ucap Diana dengan penuh harap.
" InsyaAllah Na " jawab Nisa sambil tersenyum.
" Oia tadi di kantin kamu sama Reza ngomong apaan sih sampe kami di suruh pergi dari sana " tanya Vina saat teringat saat di kantin tadi siang.
Nisa pun kembali menceritakan tentang Reza yang kembali mengungkapkan perasaanya pada Nisa dan Nisa menolaknya.Ya walaupun Nisa menolaknya untuk kedua kalinya tapi Reza masih mau menjadi teman baik mereka.
Mereka yang mendengar cerita Nisa hanya ber oh karena rasa penasaran mereka udah terjawab.
" Kamu emangnya ngga ada rasa sama Reza ya Nis " tanya Diana penasaran,karena Reza sudah dua kali menyatakan perasaannya pada Nisa tapi Nisa juga menolaknya lagi.
" Ngga tau Na,selama ini aku hanya menganggap dia teman aja ngga lebih " jawab Nisa.
" Mungkin kamu memang di takdirkan dengan kakak aku Nis " ucap Diana sambil tersenyum. Tak lama kemudian mereka mulai mengantuk karena jam juga udah menunjukkan waktu udah malam banget.
*****
Andrian sampai di rumahnya yang udah kelihatan sepi,karena semua orang yang ada di rumah itu mungkin udah pada tidur karena waktu juga udah malam banget.
Andrian berjalan menuju ke kamarnya untuk istirahat juga,dia pun merebahkan dirinya di atas tempat tidurnya sambil memejamkan matanya.
" Semoga besok Nisa bisa terima lamaran aku,Amin " gumam Andrian pada dirinya sendiri.
Andrian pun terlelap dalam tidurnya karena dia juga sangat lelah hari ini jadi dia dengan cepat sekali terlelap dalam tidurnya.
****
pagi udah tiba Andrian yang sudah bangun semenjak subuh tadi yang juga sudah menyelesaikan kewajibannya sedang duduk di halaman belakang rumahnya.
Saat dia sedang bermain HP nya dia lupa kalau dia lupa meminta nomor hp Nisa.
" Astagfirullah Andrian Andrian,masa udah lamar tapi kamu tidak pernah meminta nomor hp nya " ucap Andrian pada dirinya sendiri sambil menepuk pelan dahinya.
Diapun berniat nanti saat mereka akan jalan jalan dia akan meminta nomer hp Nisa.
Saat sedang memainkan ponselnya tiba tiba ada sebuah panggilan masuk di hp nya yang bertulis nama di sana Diana.
Diapun mengangkat telfon dari adiknya
" iya Na ada apa kamu telfon kakak " tanya nya sesudah ada nada tersambung.
" Kak nanti jam sembilan kakak kesini jemput kita untuk kita jalan jalan ya " ucap Diana pada Andrian.
" eum oke kakak nanti akan jemput kalian di sana ya,sekarang ini baru jam setengah delapan masih awal banget ni,rencananya kalian mau kemana nanti " tanya Andrian pada Diana.
" Ngga tau kak,nanti ada sendiri kok tujuannya,pokoknya kakak jangan terlambat jemput kita ya " ucap Diana pada kakaknya.
" iya kok Na " jawab Andrian.
Mereka pun sama sama mematikan panggilan mereka.
****
Rumah Nisa.
" kita nanti mau kemana " tanya Vina pada mereka.
" Gimana kalo kita ke pantai udah lama juga kan kita tidak ke pantai " ucap Lisa memberi ide.
" eum boleh tuh,kalau kamu nis " ucap Diana sambil menanya kepada Nisa.
" Aku ikut kalian aja kok " ucap Nisa.
" Jadi kita ke pantai dulu ya " tanya Vina pada mereka.Dan mereka semua pun mengangguk sebagai jawaban.
Diana
Lisa dan Vina
Reza dan Adit
Andrian dan Nisa