Nalendra Adiwijaya terpaksa menerima perjodohan dengan Kinan Artanegara, karena kekasih hatinya kabur di hari pertunangan mereka.
Kinan yang sudah lebih dulu jatuh cinta pada Nalen sejak usia remaja pun begitu bahagia saat bisa menikah dengan pria itu.
Sayang, indahnya pernikahan yang diimpikan oleh Kinan bertolak belakang dengan pernikahan yang dia jalani bersama dengan Nalen.
Karena sikap acuh Nalen, Kinan pun harus merasakan kesakitan dan kecewa yang teramat mendalam karena kerap di abaikan oleh suaminya sendiri.
Lalu, bagaimana dengan nasib pernikahan Kinan dan Nalen? Saat masa lalu Nalen kembali. Bahkan di saat Kinan belum bisa meluluhkan hati sang suami??
yukk simak kisah mereka di sini....
Bantu follow ya...
ig :author_triyani
tiktok :triyani_87
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Triyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CAS.Bab 17
...🌸🌸🌸...
...~Happy Reading~...
*
Jam di dinding sudah menunjukan pukul 21.00 saat Nalen tiba di sebuah gedung menjulang tinggi. Gedung yang sama sekali tidak pernah Nalen pikirkan sebelumnya, jika Kinan akan bersembunyi di gedung pencakar langit itu.
Terlebih, yang membuat Nalen tidak habis pikir, kini Kinan menempati sebuah unit dengan nomor 520. Unit yang dulu di miliki oleh Nalen namun Nalen jual karena sudah tidak membutuhkan tempat itu lagi setelah memiliki sebuah rumah impiannya.
Setelah seharian mencari tahu keberadaan Kinan dengan mencari informasi dari kedua teman dekatnya Kinan. Akhirnya, Nalen menemukan keberadaan istrinya saat ini.
Tidak, Nalen tidak bisa diam saja menunggu waktu mediasi yang akan di jadwalkan minggu depan. Hati nya kian hari kian tidak merasa tenang sebelum bertemu dengan Kinan secara langsung.
Dengan langkah pasti, Nalen mulai berjalan memasuki gedung apartemen itu. Tanpa bertanya pada resepaionis, Nalen langsung saja memasuki sebuah lift yang akan membawanya ke lantai 15 dimana unit miliknya dulu berada.
Bertahun tahun tinggal di dalam gedung tinggi itu, tentu saja membuat Nalen hapal betul seluk beluk dari gedung apartemen yang kini di tempati oleh Kinan yang merupakan unit yang dulu adalah unit miliknya namun sudah berpindah tangan ke tangan orang lain.
Namun Nalen tidak pernah menyangka, jika orang yang membeli unit miliknya dulu itu adalah Kinan. Wanita yang sudah dia nikahi selama hampir 6 bulan lamanya.
Ting
Tong
Nalen langsung menekan bel pintu apartemen Kinan. Dengan menggunakan topi dan juga makser untuk menutupi wajah nya, karena Nalen yakin. Jika Kinan melihat jika yang datang adalah dirinya. Maka Kinan akan kembali menghindar atau bahkan kembali lari ke tempat yang sulit di temukan oleh Nalen lagi.
Ini saja, Nalen bersusah payah membujuk Maura agar bisa menemukan dimana tempat Kinan berada saat ini. Bahkan pria itu sampai memohon agar Maura mau memberi tahunya tentang keberadaan Kinan.
Maura yang awalnya bungkam pun akhirnya luluh setelah melihat bagaimana tulusnya Nalen saat mencari keberadaan Kinan. Bahkan bisa Maura lihat sendiri bagaimana takut seorang Nalen saat ini hingga dia rela memohon agar bisa menemui Kinan.
"Maaf, siapa ya?" seru seorang wanita dari arah dalam saat Nalen menekan bel pintu unit itu.
"Ini ada paket Mbak, Maaf saya terlambat mengantar karena kendaraan saya mogok." jawab Nalen dengan berbohong. Beruntung suaranya tersamarkan oleh masker jadi orang yang di dalam unit itu tidak mengenali nya.
"Tapi saya tidak pesan apa apa Mas," jawab nya lagi.
"Tapi di sini tertera nama penerima nya Kinan Artanegara dengan alamat unit apartemen ini Mbak. Mohon lihat dulu, saya hanya bertugas ngantarkan barang saja, tolong jangan persulit pekerjaan kami,"
"Baiklah, sebentar Mas."
Akhirnya, karena merasa tidak enak pada kurir itu, Kinan pun. Hingga suara pintu yang terbuka pun terdengar dan hal itu langsungbsajammmm di manfaatkan oleh Nalen dengan sesegera mungkin.
Ceklek
Set
Bruuuggghhhh
Braaakkkkkk
"Aww, Apa yang kamu lakukan? Siapa kamu? Keluar da___,"
Set
Deg
Seketika teriakan Kinan langsung terhenti saat melihat siapa orang yang menerobos masuk ke dalam unit apartemen nya.
Pria itu langsung membuka topi serta masker yang menutupi wajah nya mana kala berhasil masuk kedalam unit apartemen itu dan bertemu langsung dengan Kinan.
"Ma_Mas Nalen?" ucap Kinan tak percaya jika pria yang menerobos masuk kedalam unit miliknya adalah Nalen.
"Iya Kinan, ini Mas. Kita harus bicara," jawab Nalen menatap sendu ke arah Kinan.
"Bukan kah sudah aku katakan, aku sudah menyerahkan semuanya pada pihak pengacaraku. Jika ada yang ingin Mas sampaikan, sampaikan saja di meja mediasi nanti," jawab Kinan yang sudah yakin dengan keputusan nya untuk melepaskan Nalen.
"Tidak, Mas tidak mau bicara di meja mediasi. Mas mau kita bicara sekarang," kekeh Nalen yang ternyata cukup nyeyelan.
"Tapi aku lelah Mas, ini sudah malam. Aku mau tidur,"
"Ya sudah kalau bagitu, kita bicara besok saja. Tidurlah, Mas akan menunggu di sini sampai besok."
"Apa? Maksud Mas apa?"
"Ya, Mas akan menginap di sini. Lagi pula, Mas juga lelah dan ingin segera beristirahat."
Tanpa merasa berdosa, Nalen pun nyelonong masuk begitu saja kedalam unit apartemen milik Kinan. Pria itu menuju ke arah sofa lalu membuka jaket yang dia kenakan saat ini dan membaringkan tubuh lelahnya.
"Tidurlah, Mas akan tidur di sini," ucapnya lagi yang terlihat begitu santai membaringkan tubuh nya di sofa, dan hal itu membuat Kinan melongo tak percaya.
"Mas pulang saja, di sini hanya ada satu kamar." ucap Kinan lagi yang di abaikan oleh Nalen karena pria itu tampaknya sudah terlelap padahal baru saja berbaring di atas sofa yang ada di dalam unit itu.
"Mas, aku lagi ngomong. Jangan pura pura tidur, ayo sana pulang," lanjut Kinan lagi yang kini mulai mendekat lalu mengguncangkan tubuh Nalen di bagian kakinya.
Namun Nalen bergeming, tidak ada pergerakan sama sekali dari pria itu. Bahkan kini, dari mulutnya sudah mulai terdengar dengkuran yang menandakan jika pria itu benar benar sudah tertidur lelap.
Melihat tingkah suaminya kini, Kinan pun hanya bisa menghela nafas panjang lalu beranjak menuju ke arah kamarnya. Namun, beberapa menit kemudian Kinan kembali keluar dari dalam kamar dengan bantal dan juga selimut di tangan nya.
"Ada apa denganmu Mas? Kenapa seperti ini? Tidak tahukah kamu bagaimana usahaku agar bisa berada di titik ikhlas melepasmu. Lalu, kenapa kamu seperti ini sekarang?" gumam Kinan setelah memberikan bantal dan selimut untuk Nalen yang berbaring di sofa nya.
Setelah itu, Kinan pun langsung kembali lagi kedalam kamarnya untuk beristirahat karena memang saat tadi bel pintu unit nya berbunyi, Kinan baru saja berbaring di ranjang untuk tidur.
Namun, hal itu urung Kinan lakukan saat bel pintu unitnya terus saja berbunyi. Hingga mau tidak mau Kinan pun kembali keluar kamar untuk melihat siapa yang datang malam malam begini ke unit apartemen nya.
Dan begitu mengejutkan, saat seorang Nalendra Adiwijaya datang menerobos masuk kedalam unit miliknya. Entah dari mana Nalen mendapatkan informasi tentang dirinya yang berada di dalam unit apartemen itu.
Yang pasti, hal itu akan Kinan pertanyakan saat mereka bicara esok harinya karena Nalen sudah lebih dulu tertidur di sofa.
Iya, pria itu bukan hanya sekedar pura pura tertidur. Melainkan benar benar tidur lelap meski di atas sofa. Sejak Kinan pergi, Nalen memang tidak bisa beristirahat dengan tenang.
Nalen bahkan kerap tidak tidur seharian karena terus saja memikirkan keberadaan Kinan. Hingga akhirnya, kini pria itu bisa tidur dengan tenang setelah menemukan sang istri.