NovelToon NovelToon
BUKAN MENANTU SAMPAH

BUKAN MENANTU SAMPAH

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / Identitas Tersembunyi / Konglomerat berpura-pura miskin / Anak Lelaki/Pria Miskin / Chicklit / Tamat
Popularitas:34.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss el

Apa jadinya jika menantu yang selama ini di benci bahkan di caci merupakan seorang yang sangat berada jauh di atasnya bahkan uang yang di gunakan foya-foya selama ini adalah uang menantunya ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss el, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BMS.17

Bukannya menemukan solusi yang baik malah Bu Asri terus berkata jika abi tidak percaya kepadanya padahal anaknya itu hanya ingin mencari kebenaran dengan caranya sendiri justru buah Asri semakin meradang atas ketidakpercayaan Abi kepadanya.

Bukan salah Abi yang tidak langsung percaya hanya saja tidak ingin bertindak gegabaah apa tapi Bu Asri malah tidak terima.

Malas berdebat terlalu panjang dan tidak mendapatkan hasil.

Abi berpamitan untuk pulang dan ini juga sudah malam bahkan dia sampai lupa mengabari istrinya.

Dan Bu Asri berkata bahwa dia akan menginap di rumah sakit menemani perempuan yang katanya sengaja dicelakai oleh Kasih.

Abi pulang dengan perasaan gelisah karena dia memikirkan bagaimana cemasnya sang istri di rumah menunggu kepulangannya yang tidak ada kabar sama sekali dan ditambah dengan otaknya yang terus berpikir "apakah benar istrinya tega melakukan hal itu? Tapi jauh dari lubuk hatinya api tidak percaya sama sekali entah apa alasannya" yang jelas hati nuraninya menolak mendengar kejahatan yang dilakukan oleh istrinya.

"Aku tahu siapa istriku dan aku tahu bagaimana sifatnya jadi sangat mustahil dia melakukan itu jika tidak ada yang memulainya lebih dulu,"

Walaupun dalam keadaan gelisah Abi harus tetap fokus karena sekarang dia mengendarai mobil sendiri karena saat di kantor tadi dia sengaja menyuruh supir pulang lebih dulu.

Tidak butuh waktu lama Abi sudah sampai di rumah dan dia turun dari mobil dengan terburu-buru karena ingin menemui istrinya.

"Mbak Kasih di mana?"

Kebetulan si mbak yang biasa menolong kasih melewati ruang tamu langsung saja Abi bertanya di mana keberadaan istrinya.

"Non Kasih ada di kamar tuan,"

Mendengar jawaban si mbak Abi langsung menuju ke kamarnya yang berada di lantai dua.

"Sayang,"

Abi membuka pintu dengan sedikit kencang karena dia mencemaskan istrinya sebab dia lupa memberi kabar jika dia mampir ke rumah sakit terlebih dulu.

"Mas Abi udah pulang? Tumben Mas Abi pulang telat? Biasanya jika mas Abi telah pulang mas Abi memberi kabar, mas nggak apa-apa kan?"

Kasih bangun dari duduknya lalu berjalan ke arah suaminya yang nampak sedang mengatur nafas mungkin berlari menuju kamar tadi pikirnya.

Meneliti keadaan suaminya dan dia bernafas lega bahwa Abi baik-baik saja tidak ada yang terluka ataupun tergores.

Sejak tadi dia cemas memikirkan suaminya yang tak kunjung pulang tapi sekarang dia sudah bisa tenang karena yang ditunggu sudah pulang dengan selamat.

"Mas nggak apa sayang maaf Mas nggak ngabari jika pulang telat nanti Mas ceritakan ya sekarang mas mau mandi,"

Kasih segera menyiapkan air mandi dan juga bagi-bagi untuk suaminya. Dia menunggu sambil duduk di tepi ranjang sambil memainkan benda pipinya.

"Mas Abi tadi kemana ya kok bisa pulang telat tanpa kabar?"

Gelisah menunggu duduk di tepi ranjang karena Abi juga belum keluar dari kamar mandi.

Matanya sesekali melihat ke pintu kamar mandi yang masih tertutup rapat dan suara air yang jatuh dari shower.

Hingga setengah jam baru Abi keluar dari sana dengan selembar handuk yang melilit di tubuh kekarnya.

"Ini mas bajunya,"

Kasih mendekati Abi dengan perasaan yang berdebar melihat pemandangan yang bisa meneteskan air liur saking menggodanya.

"Fokus sayang,"

Kasih sampai terlonjak kaget karena fokus yang terbagi melihat jajaran roti sobek yang beras baris rapi di perut suaminya.

Dia merutuki diri sendiri karena masih saja gagal fokus jika Abi keluar dari kamar mandi hanya menggunakan selembar handuk padahal ini bukanlah pertama kalinya dia melihat tetapi tetap saja pemandangan itu sulit sekali dia tolak.

Abi langsung saja mengenakan pakaian di depan istrinya dan dia sambil tersenyum miring lagi dan lagi Kasih terpesona melihat setiap gerakan yang dia lakukan.

"Ah,"

Kasih kini kian malu karena saat Abi sudah selesai menggunakan pakaiannya tetap dia masih berada di alam bawah sadar melihat suaminya.

Padahal jika dia mau kapanpun dia bisa menikmati itu tapi tetap saja pesona setelah mandi tidak bisa dia pungkiri.

"Jangan berpikir mesum lebih baik dilakukan dengan tindakan daripada cuma berangan-angan,"

Abi tergelak melihat istrinya dengan wajah merah padam lantaran ketahuan dua kali terkena kepadanya.

"Sayang sudah makan?"

Sekarang sudah menunjukkan pukul delapan lewat dan perut api sudah keroncongan minta diisi.

"Belum, tadi aku menunggu mas Abi pulang,"

"Sekarang kita makan dulu nanti saja ceritanya ya,"

Kasih mengangguk setuju atas usulan suaminya karena perut dia juga sudah meronta-ronta minta diisi sejak tadi tapi dia lebih memilih menunggu suaminya pulang daripada makan sendirian.

Sebagai seorang istri akan kurang lengkap rasanya jika makan malam tanpa suami apalagi suami kita belum tahu kabarnya bagaimana jadi mana mungkin dia memiliki selera makan.

Sampai di bawah ternyata hidangan makan malam sudah tertata rapi di atas meja tidak banyak hidanngan tersedia karena itu atas permintaan Kasih sendiri.

Kasih tidak ingin banyak menu makanan tapi tidak dimakan sama sekali jadi lebih baik sedikit asal cukup.

Selesai makan mereka duduk sebentar sambil menikmati hidangan penutup dan setelah dirasa sedikit lega baru mereka berdoa memutuskan kembali ke kamar karena akan lebih enak mengobrol sambil bersantai.

"Jadi Mas sudah bisa cerita, Kenapa Mas bisa pulang telat sampai tidak ada kabar?"

Walaupun tadi pikiran Kasih sudah bisa teralihkan sedikit dengan obrolan ringan yang mereka lakukan tapi tetap saja dalam otak kecilnya terus bertanya-tanya.

Dia tidak mungkin tenang sebelum menemukan jawabannya.

"Mas akan cerita tapi jangan dipotong ya cukup pembalap saja yang menyalip lawannya, kamu jangan,"

"Memotong ucapan seseorang itu bukan disengaja Mas tapi gerakan reflek mulut yang tidak bisa kita kontrol,"

Jujur Kasih apa adanya karena gerakan refleks kita memotong ucapan seseorang itu bukan suatu keinginan kita tapi itu terjadi secara spontan.

"Baiklah Mas mulai ya,"

Kasih mengangguk menyetujui ucapan suaminya.

"Tadi saat mas baru keluar dari ruangan Ibu mengasih kabar bahwa dia sedang berada di rumah sakit tentu saja Mas langsung cemas memikirkan ibu dan Mas takut terjadi sesuatu kepada ibu, tanpa pikir panjang Mas menuju rumah sakit yang Ibu kirimi alamatnya dan sampai di sana Ibu sedang menunggu seorang perempuan yang mana Ibu mengatakan bahwa perempuan itu adalah teman Tina dan kata ibu juga bahwa dia mengalami sakit perut karena makan cabe terlalu banyak dan itu kamu sendiri yang memberi,"

Abi menjeda ucapannya untuk melihat ekspresi wajah istrinya agar dia yakin untuk melanjutkan ucapannya tapi saat melihat ekspresi Kasih yang biasa saja Abi merasa tuduhan ibunya kepada Kasih bukan sepenuhnya benar.

1
Ros Diyah
Kecewa
Ros Diyah
Buruk
Fryuhi
kok gadis si thor,kan dh ga perawan🙃
Fryuhi
Kasih ayo bangun jangan merendah terus,balas mereka
Fryuhi
sungguh ingin aku berkata kasar
Fryuhi
yg baca, merasakan sakitnya☹️
Fryuhi
suaminya gk peka🗿
Penghargaan Pink
Up lgi yha.. bagus critanya... semoga kedepan nya gk ngebosenin😅 lope lope dah pokok nya😍
DazzledSweetie
cerita yg bagus...gak banyak part nya tp jelas,singkat n feel nya dapet banget,aku lebih suka cerita yg gak terlalu banyak part nya,ini udah ok banget Thor..tapiii sayang like kok dikit yaaa...semangat terus Thor💪💪
JellyCuddles
Aku terhibur baca ceritanya kak, monggo dilanjuuut~
flowerbean
semangat thor buat up an selanjutnya😇
Prabu Marbun
Lanjut atau aku gabisa tidur nih thor?! Haha.. pokoknya semangat kakak author
Mata Diam
Yoyo lengket diatas motor, yok diupdate thor!
PrincessFuzzie
Benar-benar deh karya ini bikin jatuh cinta :) I love you 3000 thor!
SugaryHeaven
Pokoknya author gak boleh sakit ya, supaya tetap bisa lanjutin cerita ini. Kalau sakit, bilang sama aku, siapa yang nyakitin kamu, Azekkk
vanillaatack
Aduh aku sampe tahan napas baca beberapa bagian ceritanya. Excited banget
CutieBun
Beberapa bab ini makin bikin kepo, lanjut dong!
Rahmat Emas
Semangat kak..., ditunggu lagi up terbarunya😊💪🙏
Cakrabirawa Tarihoran
Good news! Cerita author bikin aku halu..
Hulk
Tuh kan, baru juga baca udah bikin kangen aja nih cerita~
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!