NovelToon NovelToon
Cinta Dari Tuan Duda

Cinta Dari Tuan Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:221.9k
Nilai: 4.7
Nama Author: Seri Melani

Dayna merasa hidup selalu menyengsarakan dirinya. Ia tak pernah berpikir usai menikah ternyata masalah hidupnya kian dibuat pelik. Ia dijual oleh suaminya sendiri.

Yuga, laki-laki yang hidup di lingkungan dunia malam, pekerjaan haram dan penuh kekerasan. Kini episode hitam yang sama kembali menggilas garis hidup Dayna. Demi melunasi hutang, Yuga menjual Dayna pada Tuan Gaza.

Dayna selalu ingin kabur dari jerat hidup Tuan Gaza, tapi sosok laki-laki di rumah Gaza membuat Dayna tertahan. Dialah Arsen. Dayna menyukainya. Tapi Gaza tak akan pernah membiarkan Dayna menyukai Arsen. Gaza hanya ingin Dayna menyukai dirinya bukan Arsen.

Hingga akhirnya sebuah fakta besar terungkap, membuat Dayna hidup dalam kebimbangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seri Melani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Melangkah Dalam Bayang-Bayang

Hari itu, langit tampak lebih kelabu dari biasanya, seolah menandakan ketegangan yang semakin menyelimuti perasaan Dayna. Arsen di sampingnya terlihat tenang, meskipun ia tahu betul bahwa segala sesuatu yang mereka hadapi semakin kompleks. Perasaan cemas menghantui Dayna, tapi ia berusaha untuk tidak menunjukkan kelemahan. Saat mereka melangkah keluar dari tempat persembunyian mereka, langkah mereka semakin mantap, karena kini mereka tahu bahwa tidak ada jalan mundur.

Dayna dan Arsen telah memutuskan untuk bergerak lebih cepat. Gaza telah mendapatkan informasi tentang pergerakan mereka, dan tidak ada waktu untuk menunggu. Jika mereka ingin keluar dari lingkaran kekerasan dan kegelapan ini, mereka harus bertindak sekarang. Mereka tahu bahwa setiap detik yang terlewat bisa berakibat fatal. Gaza tidak akan memberi mereka waktu untuk berpikir panjang.

“Arsen, kita harus bertindak dengan hati-hati,” kata Dayna, matanya menatap jalanan yang mereka lewati. Suaranya terdengar tegas, meskipun hatinya dipenuhi kecemasan. “Gaza sudah mengetahui sesuatu. Aku bisa merasakannya. Aku takut dia akan melakukan sesuatu yang lebih buruk.”

Arsen mengangguk pelan. "Aku tahu. Tapi kita tidak bisa hanya bertahan. Kita harus mencari cara untuk menggulingkannya, atau kita akan terperangkap."

Mereka berdua berjalan menyusuri gang-gang sempit, mencari tempat yang aman untuk bersembunyi sementara waktu. Keringat dingin mulai mengalir di dahi Dayna. Walaupun mereka sudah merencanakan segala sesuatunya dengan cermat, rasa takut tetap tidak bisa disingkirkan begitu saja. Gaza adalah sosok yang penuh tipu daya. Setiap gerakan mereka pasti dia awasi dengan cermat.

Setelah beberapa saat berjalan, mereka tiba di sebuah rumah tua yang sepi di pinggiran kota. Arsen memeriksa sekeliling, memastikan tidak ada orang yang mengintai mereka. Rumah itu terlihat sepi, tidak ada tanda-tanda kehidupan. Tempat itu cukup aman untuk sementara.

"Ini tempat yang cukup tersembunyi," kata Arsen, menghela napas lega. "Kita bisa merencanakan langkah selanjutnya di sini."

Dayna mengangguk, meskipun perasaan di hatinya tetap kacau. Ia tahu bahwa tinggal di tempat seperti ini tidak akan lama. Gaza pasti akan menemukan mereka cepat atau lambat. Tidak ada tempat yang benar-benar aman ketika berhadapan dengan seseorang yang memiliki banyak kekuasaan seperti Gaza.

Namun, mereka tidak punya banyak pilihan. Mereka harus mencari cara untuk keluar dari cengkeraman Gaza, dan untuk itu, mereka harus bersembunyi dan menyusun strategi.

"Kita harus mendapatkan informasi lebih banyak," kata Arsen, duduk di kursi kayu yang sudah lapuk. "Mungkin Danu bisa membantu kita lagi. Kita perlu tahu apa yang sedang dipersiapkan Gaza."

"Jangan terlalu bergantung pada Danu," jawab Dayna. "Aku tidak yakin dia benar-benar bisa dipercaya. Gaza sudah terlalu lama mengendalikan hidupnya."

Arsen menatapnya tajam, seolah mencoba memahami keraguan yang ada di dalam diri Dayna. "Aku tahu, tapi dia masih memiliki informasi yang bisa kita gunakan. Tidak ada salahnya mencoba, kan?"

Dayna menghela napas panjang. "Kau benar. Kita harus mencoba segala cara. Jika kita ingin menghentikan Gaza, kita harus tahu rencananya."

Setelah beberapa jam merencanakan langkah selanjutnya, mereka memutuskan untuk menemui Danu lagi. Dayna merasa cemas, tetapi ia tahu bahwa mereka tidak punya pilihan lain. Mereka harus mendekati Danu dengan hati-hati, mencari informasi yang bisa digunakan untuk melawan Gaza.

Ketika malam mulai merayap, mereka berdua kembali menuju ke tempat persembunyian Danu. Setiap langkah mereka terasa lebih berat daripada biasanya. Dayna merasa ada yang mengintai mereka, meskipun tidak ada tanda-tanda jelas bahwa mereka sedang diawasi.

"Apa yang kita lakukan jika Danu tidak memberi tahu kita apa-apa?" tanya Dayna, suara berat dengan kekhawatiran. "Aku takut kita hanya membuang-buang waktu."

Arsen menatapnya, lalu tersenyum kecil. "Tidak ada salahnya mencoba, Dayna. Aku tahu kau takut, tapi kita harus berjuang. Kita harus melawan ketakutan kita jika ingin keluar dari semua ini."

Mereka sampai di tempat yang disepakati, sebuah gudang tua di pinggiran kota yang hampir tidak pernah dilalui orang. Dayna merasakan detak jantungnya semakin cepat. Ia tahu bahwa pertemuan kali ini bisa menentukan hidup atau mati mereka.

Danu sudah menunggu di dalam gudang, wajahnya tampak lelah dan gelisah. "Aku tidak tahu berapa lama lagi aku bisa bertahan," kata Danu dengan suara pelan. "Gaza semakin mendekat. Dia sudah tahu bahwa aku berbicara dengan kalian."

Dayna menatapnya tajam, mencurigai ada yang disembunyikan. "Apa yang sebenarnya kau tahu, Danu? Jangan bermain-main denganku."

Danu menatapnya, matanya dipenuhi rasa bersalah. "Aku tahu rencana Gaza. Dia sudah menyiapkan pasukan. Tidak hanya itu, dia juga sudah mengatur untuk menjual kalian berdua. Tujuan utamanya adalah mengontrol kalian, membuat kalian tunduk padanya."

Arsen meremas tangannya, merasa marah dan frustasi. "Apa maksudmu menjual kami? Kami bukan barang dagangan!"

Danu menggelengkan kepala. "Aku tahu itu, tapi Gaza sudah mempersiapkan semuanya. Dia tahu bagaimana cara mengendalikan kita semua. Dia bahkan sudah mengatur transaksi dengan orang-orang yang bisa mengatur nasib kalian."

Dayna merasakan darahnya mendidih. Gaza memang seorang yang kejam, tidak ada batas yang dia tak akan lewati. Namun, ini bukan saatnya untuk marah. Mereka harus tetap tenang dan mencari cara untuk melawan.

"Jika begitu, kita tidak punya banyak waktu," kata Dayna, berusaha tetap tenang meskipun hatinya kacau. "Kita harus bergerak sekarang juga."

Danu tampak ragu. "Kalian harus hati-hati. Gaza bisa mengendalikan banyak orang. Bahkan jika kalian berhasil melarikan diri, dia akan mengejar kalian sampai ke ujung dunia."

Dayna memandang Danu dengan serius. "Jika kita tidak melawan sekarang, kita akan selamanya terperangkap dalam cengkeramannya. Kami tidak bisa mundur, Danu."

Dengan itu, pertemuan pun berakhir. Dayna dan Arsen kembali ke tempat persembunyian mereka untuk menyusun rencana lebih lanjut. Mereka tahu bahwa mereka tidak bisa menang dengan kekuatan saja, tetapi mereka harus cerdik, mencari celah yang bisa dimanfaatkan untuk melawan Gaza.

Malam itu, langit semakin gelap. Bayangan Gaza yang mengintai semakin terasa mendekat. Namun, bagi Dayna dan Arsen, satu hal yang pasti—mereka tidak akan menyerah. Mereka telah memilih jalan ini, dan mereka akan terus maju hingga akhir, apapun yang terjadi.

1
Nady Henio Usry
ceritanya msh mutar2 blm jelas thor
Sena Fiana
😃😃
Aisyah Hasan
lanjut
Ammy Rahmy
in arsen bisa g' sih g' muncul d rumh tnggax gaza....
Imelda Chua
mana kelanjutan episode 41
Imelda Chua
cdtd
Imelda Chua
episode 41
Efrida Lubis
kok aku gak suka ama karakter Dayna
wanita bodoh di jual ama laki kabur balik lagi kelaki nya
ogah baca nya 🙏🙏🙏
Halimah
lama bangét upnya, sampai lupa ceritanya..
sekali up ngulang 😔😔
Ibu Komariyah
kok d ulang lg,,, jg lama2 thor keburu lupa
Safnidewi Dewi
ko di ulang kak. ini kan sudah...
Azka Ical
kok g ada kelanjutannya ya
Sukayatin Sukayatin
up thor
Halimah
kénapa dah lama gak di lanjut ya..
Nadia Putri
lanjut
Azka Ical
Kak mana kelanjutannya kok lama up nya
Kresna Dewi
lanjutttttttt......
Anisa Al Usmani
lanjut dong....
Indrawati Indra
penasaran dilanjuttttt..........dong.
Azka Ical
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!