Genre : Fantasy, petualang, thriller, mystery
Namaku Mori, aku tinggal di sebuah desa kecil...
Hingga suatu saat, aku Bertransmigrasi ke dunia lain. Tapi yang menunggu ku, bukanlah petualangan yang seru maupun penuh romansa. Melainkan sesuatu yang lebih buruk, lebih menyeramkan, dan lebih berbahaya.
Apa kalian bisa menebak dimana aku sekarang? Aku sekarang sedang berada di sebuah laboratorium. Tapi... bukan sebagai ilmuan yang berjasa, melainkan sebagai kelinci percobaan.
ini adalah kisah dimana aku akan kabur dari laboratorium ini dan kabur dari nasib ini!
Apakah Mori dapat kabur dari laboratorium ini? Stay toon 🤭....
📷 Instagram : Cell_estria
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cellestria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15. Kebenaran yang pahit
Selama berhari-hari, seluruh peserta selalu menggunakan kemampuan mereka. Sehingga bagi aku dan Rey yang merupakan peserta terakhir, seharusnya sudah memiliki waktu yang banyak untuk memulihkan energi kembali.
"Baiklah mari kita sambut peserta berikutnya!" Seru professor James.
Aku pun mengepalkan tangan ku dan berjalan keluar dari ruangan. Sedangkan Rey hanya menatap ku sambil berjalan keluar.
Kami pun tiba di sebuah lokasi....
"Rey, apa kamu akan melawan ku?" Tanya ku kepada Rey sebelum pertandingan dimulai.
Rey hanya terdiam.
"Ia menginginkan agar kita berdua bertarung. Tapi aku tidak mau mengikuti maunya! Jadi, apakah kamu akan melawan ku!?" Tanya ku sekali
lagi.
"Apa kamu membenci professor James?" Tanya Rey kepada ku.
Aku pun langsung menatap Rey dengan mata yang tajam dan penuh amarah.
"Iya! Aku membencinya! Aku sangat membencinya!!!" Seru ku sambil mengepalkan tangan ku.
Rey yang melihat ekspresi ku langsung bertanya, "kamu dari kamar 10, kan?"
"Kamar 10?" Ulang ku.
"Iya! Kamu pasti bertemu dengan anak-anak yang lainnya dalam kamar tersebut! " Seru Rey.
"Apakah yang ia maksud adalah Rara dan yang lainnya?" Pikir ku.
"Jadi, saat aku bertemu dengan mereka. Ternyata aku sedang berada di kamar 10?" Pikir ku.
"Apa kamu mengenal anak memiliki rambut yang putih dan mata yang berwarna putih keabuan!" Tanya Rey.
"Apakah yang kamu maksud adalah Roy?" Balas ku.
Seketika itu juga mata Rey membesar dan ia mulai menurunkan wajahnya dan menatap ke bawah.
"Tunggu kalau dipikir-pikir, nama Rey dan Roy hampir mirip! Atau ini cuma kebetulan ya?" Pikir ku.
"Roy adalah kakak ku, " ujar Rey.
"Oh, kakak mu!" Balas ku.
"Eh- Tunggu k-kakak mu!??" Ujar ku dengan kaget.
"Saat aku masih berumur 4 tahun. Kakak ku yang berumur 5 tahun, ditawarkan oleh professor James untuk dibawa ke laboratoriumnya, sebagai kelinci percobaan. Ia mengatakan bahwa, ia ingin menciptakan generasi yang lebih baik lagi dan lebih kuat.
Tapi tentu saja, orangtua ku menolaknya. Tetapi professor James, tetap memaksa. Hingga akhirnya ia membunuh kedua orangtua ku.
Aku yang masih berumur 4 tahun. Hanya bisa berdiri dengan ketakutan. Disaat itu juga, ia melirik ke arah ku dan bertanya umur ku.
Aku pun menjawab bahwa umur ku adalah 4 tahun. Semenjak itu, aku dirawat oleh bibi ku, sedangkan kakak ku dibawa pergi oleh professor James.
Aku mendengar percakapan bibi dan professor James. Mereka membuat kesepakatan bahwa, jika bibi bersedia merawat ku sampai aku berumur 5 tahun, maka ia akan dibayar dengan uang yang banyak. Tapi, sebagai gantinya. Saat aku berumur 5 tahun, aku harus diberikan kepada professor James untuk dibawa ke laboratoriumnya.
Dan sesuai perjanjian mereka, aku pun dibawa ke lab ini saat aku berumur 5 tahun!" Cerita Rey.
"Aku datang ke lab ini dengan tujuan untuk membebaskan kakak dari laboratorium ini!!" Ungkap Rey.
"Mori! Apa kamu ingin bekerja sama dengan ku? Mari kita bebaskan semua anak yang ada disini dan hancurkan lab ini untuk selamanya!" Seru Rey.
"Aku-" Seru ku yang terpotong dengan suara professor James.
"Halo~ tester-tester ku! Sebelum kita memulai pertandingannya, ada sedikit perubahan di ronde terakhir ini!" Ungkap professor James.
"Sebelum aku memberi tahu apa perubahannya, aku akan menjelaskan bagi kalian yang mungkin tidak tahu tentang efek samping!" Seru professor James.
Professor James mulai menjelaskan bahwa setiap tester akan mengalami yang namanya efek samping. Dimana setiap kali tester menggunakan kekuatannya, maka jangka hidup mereka akan makin pendek. Setiap kali jangka hidup memendek maka mereka akan mengalami rasa sakit yang sangat dalam.
Tetapi berkat alat yang berhasil professor James kembangkan, yaitu kalung hitam yang dipakai oleh semua tester. Ia berhasil mengunci rasa sakitnya. Alat tersebut memiliki efek yang namanya protector, yang berfungsi untuk menghilangkan rasa sakitnya. Namun, ia belum bisa menghilangkan efek sampingnya.
Sehingga banyak terjadi kasus dimana para tester meninggal karena jangka hidupnya yang sudah habis.
"Agar pertandingan terakhir ini lebih seru, maka aku akan menghilangkan efek protector dari kalung hitam milik tester Mori dan Rey!" Sambung professor James.
"Apa!!?" Seru ku dan Rey.
Dag....
Dug....
Dag....
Seketika itu juga jantung ku berdetak kencang dan rasanya sangat sesak. Tubuhku terasa panas dan badanku terasa keram. Seluruh tubuhku dipenuhi dengan rasa sakit yang tak ada hentinya. Rasa sakit tersebut seakan merupakan sebuah pisau yang terus menerus menusuk tubuhku.
Aku dan Rey terjatuh ke tanah.
"Dapat kalian lihat bahwa, kedua tester langsung terjatuh. Hal ini dikarenakan efek sampingnya. Selama perlombaan berlangsung pasti banyak tester yang menggunakan kemampuannya, sehingga jangka hidup mereka akan makin memendek dan rasa sakitnya akan makin mendalam!" Jelas professor James.
"Jadi pemenang ronde terakhir ini akan dimenangkan oleh tester yang paling sedikit menggunakan kemampuannya! Kira-kira, siapa diantara mereka yang paling banyak menggunakan kemampuannya ya~" Ujar professor James dengan senyuman licik.
"T-tolong a-aku, " ujar ku sambil mengulurkan tangan ku ke arah layar hologram.
Aku pun mulai berpikir mungkin kemampuan ku dapat menyelamatkan ku. Disaat itu juga, aku menyentuh dadaku dan mencoba menggunakan kemampuan ku.
Tubuhku menyala dan rasa sakitnya mulai hilang.
"Aku berhasil!?" Seru ku.
Aku pun langsung berbalik ke arah Rey untuk mencoba menggunakan kemampuan ku kepadanya. Tapi di saat itu juga, aku menemukan Rey dalam keadaan tidak bernafas.
"REY!!?" Teriak ku.
"Sepertinya cuma tester Mori yang selamat dalam ronde ini!!" Ujar professor James.
"Selamat untuk tester Mori!!" Seru professor James.
Disaat itu juga semua penonton mulai bersorak meriah.
"Apa harusnya aku marah? Apa harusnya aku kesal? Apa harusnya aku dipenuhi dengan kebencian?
Apa yang bisa aku lakukan dengan semua perasaan itu!? Apa gunanya perasaan itu? Pada akhirnya walaupun aku marah maupun kesal. Selagi aku sendiri, maka aku tidak bisa berbuat apa-apa.
Di tempat yang bagai neraka ini, aku hanya sendirian." Pikir ku sambil menatap kearah semua penonton dengan putus asa.
Aku mulai teringat dengan tawaran Rey untuk bekerja sama membebaskan semua tester dan menghancurkan lab ini.
"Maafkan aku Rey, sepertinya aku tidak bisa melakukan itu.... " Gumam ku dengan putus asa sambil menghadap Rey.
"Panggilan untuk semua tester yang sudah memenangkan pertandingan terakhir! Diharapkan untuk datang ke ruangan ku sekarang juga!!" Perintah professor James.
Disisi lain tanpa aku sadari anak-anak dari kamar 10 sedang memperhatikan ku.
"Semoga kak Mori, baik-baik saja, " ujar Rara.
Aku, Liam, dan Blaze pun dipanggil ke ruangan professor James.
Bersambung....
Hai semua! Jangan lupa untuk dukung karya ini ya, baik vote, hadiah, like, rate, komen maupun favorit.
Terimakasih 😁😁🤭🤭
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
kamu lebih cocok nulis genre ini.
semangat Thorr........
pembukaan yang bagus Thor....