" Tuan, Kami sudah menemukan wanita yang anda cari. Wanita itu akan menggelar pesta pertunangan dua hari lagi." Lapor seorang pria yang berprofesi sebagai Asisten Pribadi itu pada Tuanya.
" What?!! Lakukan berbagai cara untuk menggagalkan pertunangan itu! Wanita itu hanya Milikku dan Hanya bisa menjadi istriku!" Perintah Pria Tampan keturunan Eropa dan Indonesia itu.
Daren Johnson pria Dewasa yang sudah berumur tiga puluh delapan tahun disaat adik perempuannya yang sudah memiliki suami dan anak. dirinya masih betah dengan kesendiriannya. Daren yang awalnya tidak berniat untuk menikah seumur hidupnya seketika berubah pikiran setelah menghabiskan malam dengan seorang gadis asing yang tidak di kenalnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nitasari Juari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepergok Rendra
*
*
*
Pesawat pribadi milik Daren mendarat dengan selamat di bandara Soekarno Hatta tepat pada pukul Lima Sore waktu setempat.
Lelah? Sudah pasti apalagi Daren terhitung pulang pergi naik pesawat dengan kurun waktu penerbangan yang tidak singkat tapi rasa lelah itu tidak terlalu terasa setelah melihat wajah damai Chloe yang masih tertidur pulas di kamar yang ada di pesawat pribadinya.
" Aku rela pulang pergi Indonesia-Finlandia sebanyak sepuluh kali asalkan aku bisa bersama mu, Baby Girl." Bisik Daren mencuri kecupan di bibir yang sedikit terbuka itu.
" Menggemaskan sekali. Istri Siapa sih ini hmm?, Ahh dia istriku." Tanya Daren yang juga di jawabnya sendiri bahkan pria yang baru saja merasakan indahnya jatuh cinta itu sampai mengigit dasinya saking gemasnya melihat Chloe yang tertidur dengan bibir sedikit terbuka.
Dan pemandangan perilaku bodoh seorang Daren Johnson yang biasanya dingin itu di saksikan Rendra yang akan memberitahu Tuannya agar segera turun dari pesawat. Tapi siapa sangka Rendra akan melihat perilaku memalukan Boss nya yang persis remaja sehabis di tembak gebetan.
" Aku baru sadar ternyata selama sepuluh tahun menjadi asisten pribadinya aku sama sekali tidak tahu jika Tuan ku sebenarnya tidak sedingin seperti yang ditunjukkan selama ini. Justru Tuan Muda saat ini sangat menggemaskan di mataku." Batin Rendra dan terkikik geli.
Mendengar ada orang yang tertawa lirih Daren segera merapikan tampilan dan menetralkan ekspresi wajahnya kembali ke mode asal, datar berwibawa.
Daren menoleh kearah pintu dan melihat Rendra yang tertawa cekikikan tanpa menyadari tatapan darinya. Daren bangkit dari berlututnya dan menghampiri Rendra yang masih belum menyadari bahaya sedang menghampirinya.
" Apa ada yang lucu hingga kau tertawa seperti itu,?" Tanya Daren berdiri di samping Rendra sembari melipat tangannya di depan dada.
" Ya Lucu sekali. Aku melihat Tuan Muda yang bertingkah seperti ABG yang baru saja jatuh cinta. Oh my godness!..Perutku sampai sakit menahan tawa agar tidak kelepasan.", Sahut Rendra membekap mulutnya agar tawanya tidak meledak dan ketahuan sang Tuan Muda tapi tanpa di sadari dirinya sudah tertangkap basah dan sudah berada di kandang singa.
" Bagian mana yang lucu menurut mu,?" Tanya Daren dengan wajah yang berubah mengerikan.
" Kau itu banyak tanya seka--- Ttt- Tuan Muda Sejak kapan anda berdiri di situ?," Tanya Rendra dengan nada bergetar dan keringat sudah menetes di balik jas miliknya begitu menyadari yang bertanya adalah Tuan Daren sendiri.
" Mati aku!!.." Jerit Rendra dalam hati.
" Sejak kapan ya,?" Daren mengetuk jari telunjuk di dagu.
Dan pose itu justru membuat Keringat Rendra semakin deras menetes.
" Sejak kau menertawakan ku Dasar Asisten Laknat!!.." Bentak Daren tepat di samping telinga Rendra agar tidak membangunkan wanitanya yang sedang terlelap.
" Jjadi anda melihat dan mendengar apa yang saya lakukan dan katakan, Tuan,?" Pertanyaan bodoh keluar begitu saja dari mulut Rendra. Tentu saja Daren dengan jelas melihat dan mendengar semuanya dan Rendra masih bertanya.
" Bodoh!!.. Tentu saja aku mendengarnya!!" Sentak Daren hilang kesabaran.
" Jika kau menceritakan apa yang kau lihat barusan pada orang lain. Kau akan berakhir di tanganku. MENGERTI MY ASISTEN?!.." Tekan Daren dan menarik ibu jarinya di leher seakan akan menyayat lehernya.
" Mengerti Tuan Muda. Saya akan menutup rapat mulut saya agar tidak sembarangan berbicara." Jawab Rendra cepat.
" Pokoknya semua aman di tangan saya." Ucapnya lagi dan menggerakkan tangannya mengunci bibir.
" Bagus!!.. Sana kau pergi dari hadapan ku SEKARANG!!." Usir Daren Mendorong kasar tubuh Rendra sampai asisten malang itu hampir terjerembab kedepan.
Setelah berhasil mengusir hama pengganggu Daren Kembali menghampiri ranjang dimana wanitanya masih tertidur tanpa terganggu dengan suara ribut barusan.
" Amit-amit ku cabut perkataan ku tadi yang memujinya Menggemaskan. Tuan Muda itu bukan Menggemaskan tapi Membuat orang menjadi MENGGENASKAN.", Batin Rendra yang saat ini tengah menyeka keringat di dahinya.
Sementara itu di private room Daren yang tidak tega membangunkan Chloe memilih untuk menggendongnya ala bridal style untuk keluar dari pesawat. Tidak lupa Daren juga menutupi wajah dan tubuh wanitanya itu dengan kain agar tidak tertangkap paparasi yang selalu memburu berita. Enak saja wajah cantik wanitanya di jadikan konsumsi publik dan Daren tidak akan membiarkan itu terjadi.