NovelToon NovelToon
My Secret Bodyguard

My Secret Bodyguard

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Fantasi / Romansa-Teen school / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:158.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: SunSofy

Sepupunya menyusupkan jin peliharaan keluarga kepada Andrea. Untuk membuat saudaranya itu ketakutan, dan memuaskan rasa cemburunya.

Tetapi, jin bertampang tampan itu malah menjadikan Andrea bos baru yang harus dia lindungi. Bukannya jahat, jin itu bersahabat dengan Andrea. Menjaga, dan memudahkan semua urusan dalam hari-harinya.

Awal masalah ketika jin pengawal rahasianya itu jatuh cinta, dan sikapnya sedikit tidak terkendali, sehingga membuat kekacauan di sekolahnya, lalu berbagai masalah lainnya muncul, membuat Andrea menyadari, mereka berbeda, tidak seharusnya manfaatkan dia yang tidak nyata.

Andrea ingin penjaganya itu bisa terbebas dari kontrak perjanjian dengan leluhurnya, sampai terpaksa berencana untuk menikah muda dengan Gigit, cowok yang memacarinya saja tidak.

Keromantisan Gigit, hanya sebuah fatamorgana. Andrea jadi merasa cenat-cenut sendiri.

Apakah Gigit akan menyatakan cinta kepadanya?
Apakah penjaganya bisa bebas dari perjanjian?

Ikuti sampai habis, kelucuan cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SunSofy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 17 Bertemu Gigit

Senin pagi.

“Ndre, hari ini berangkat ngangkot ya." Yuli menyela kenikmatan sarapan Andrea.

"Kenapa?"

"Ibu ada acara ke luar kota tiga hari." Andrea memandang wajah ibunya yang terlihat lelah.

"Kamu jangan pergi-pergi melulu, jagain rumah. Bi Cicih Ibu suruh nginep untuk menemani. Kalau naik angkot, harus berangkat lebih pagi biar tidak kesiangan, terus pulangnya jangan mampir-mampir takut kemalaman, kan ngga ada yang jemput ke jalan depan,” kata ibunya lagi di sela makan pagi.

Andrea cepat-cepat mengangguk, lalu minum.

“Iya, Bu. Sekarang sudah siang, Andrea harus berangkat. Selamat bertugas ya Ibu, hati-hati di sana, jangan terlalu capek, tuh lihat wajah Ibu, lelah banget, nanti banyak kerutan lho ....” Andrea mencium tangan dan pipi ibunya, sambil nyengir, langsung berlari ke luar. Dia mengerti dengan pekerjaan ibunya, sebagai karyawan dia tidak bisa menolak tugas yang diberikan atasan.

Andrea juga sudah biasa dengan ibunya yang kalau mau ada tugas ke luar kota pasti wejangannya panjang sekali dan itu lagi itu lagi. Kalau tidak dihentikan bisa terus saja bicara.

Dan benar saja, tidak mendengarkan terus wejangan pun Andrea memang sudah kesiangan. Walaupun dia sudah setengah lari dari rumah ke jalan besar sampai betisnya pegal, angkot sudah jarang yang lewat. Andrea memejamkan mata, membaca mantra.

Dale muncul, sambil makan salak.

“Pagi-pagi makan salak, nanti sembelit lho.”

“Sembelit itu apa, Neng?”

“Gak bisa boker.”

“Boker?”

“Hadeuuhh, sudah sudah! Aku lupa kamu itu Jin, mana pernah boker. Gimana dong? aku belum dapat angkot. Sekarang upacara, pelajaran pertama Bu Anis lagi ....”

“Sebentar, tunggu di sini ya, Neng!” Dengan sekali kedip, Dale menghilang.

"Lho?" Andrea pikir dia akan diajak menghilang, ternyata menghilang sendirian.

”Ck, ajak-ajak kek,” gerutunya.

Tidak berapa lama, sebuah motor mendadak mati mesin tepat di depan Andrea. Dale di belakangnya.

Cowok itu membuka helm. Setelah diperhatikan, pengendaranya adalah cowok yang kemarin hampir menabraknya.

Andrea mulai memasang wajah jutek. Malas berurusan sama cowok berandalan, mendingan berurusan sama Akri sekalian.

Cowok itu memasang wajah kebingungan. Dia berusaha menyalakannya lagi dengan grogi, di depan Andrea. Tetapi motornya tidak mau menyala.

Cowok itu beberapa kali melirik, Andrea tetap cuek. Dale asyik makan salak di dekatnya.

“Eh, kamu yang kemarin itu ya? ... Belum berangkat?” tanya cowok itu, setelah sadar cewek di depannya adalah orang yang mau dia tabrak di gerbang perumahan.

Andrea masih cuek, melihat-lihat ke arah biasa angkot datang.

Ngapain juga Si Dale menghentikan motor cowok liar itu. Andrea misuh-misuh dalam hati, sambil melotot ke arah Dale.

Dale nyengir kuda. "Ikut dia saja, Neng biar cepat," ujar Dale, tangannya membetulkan sesuatu pada motor cowok itu.

Cowok itu mencoba menstater motornya lagi, dan kali ini berhasil. Dia tersenyum menang, lalu memakai helm, dan melajukan motornya, setelah sebelumnya tersenyum kepada Andrea.

Beberapa detik kemudian dia mundur lagi. Motornya berhenti lagi. Dale menariknya.

"Kenapa sih ni motor?" gumamnya.

Andrea geleng-geleng kepala melihat kelakuan Dale.

Cowok itu melihat lagi ke arah Andrea. Merasa perlu mengantarnya.

"Jam segini sepertinya sudah jarang angkot lewat, sudah pada ngetem di pasar. Saya antar, yuk!" Cowok itu menawarkan bantuan.

Dale tersenyum. "Sudah, Neng ikut saja daripada kesiangan," kata Dale.

Andrea menatap Dale, tetapi dia tidak bisa nyemprot jin usil itu di depan cowok itu, nanti malah dianggap stres.

"Anggap saja sebagai permintaan maaf atas kejadian kemarin.” Cowok itu membenarkan letak helmnya.

“Kita searah?” Andrea membaca label di baju cowok itu, tempat sekolahnya mereka bahkan berlawanan arah. Cowok itu melirik label bajunya, lalu tersenyum.

“Tidak apa-apa, setelah nganterin kamu bisa putar balik,” jawabnya sambil menyerahkan helm lain ke Andrea. Gayanya tidak seperti anak sekolah yang bandel.

Andrea tidak bisa menolak, karena dia juga terdesak waktu. Meskipun dalam hatinya masih menaruh kesal dengan cowok yang hampir membuat dirinya terluka itu.

“Eh, tau ngga? Sepertinya tadi motor ini ditarik sesuatu, tidak bisa dikendalikan.” Cowok itu mencoba mengajaknya ngobrol.

Andrea diam saja, tidak mau begitu saja membuka diri kepada yang baru kenal.

"Entahlah, seperti ada yang menarik dan memberitahu bahwa ada cewek cantik sedang menunggu angkot....” lanjutnya.

Andrea masih terdiam, tapi dalam hatinya berbunga. Ada cowok yang memuji dirinya, padahal dia tahu sekali kalau yang mengendalikan motor cowok itu si Dale, karena dari tadi juga jin itu mengikutinya dari belakang, lari pagi sambil makan salak yang tidak habis-habis. Andrea belum sempat menyuruhnya pergi.

“Kok diam saja, masih marah ya?” Tanya cowok itu setelah sampai di sekolah Andrea.

“Terima kasih, sudah kasih tumpangan." Andrea mengembalikan helm. Wajahnya berusaha cuek, berprinsip.

“Eh iya, belum kenalan, aku Gitara Pratama, panggil saja Gigit.” Gigit menjulurkan tangannya. Andrea baru sadar mereka belum berkenalan.

“Andrea,” sambutnya dengan wajah dingin. Andrea memutar badan sambil membenarkan letak tas punggungnya.

“Sama-sama, Andrea.”

Gigit menyalakan motornya sambil tersenyum dan berlalu dengan memutar arah.

Andrea yang sudah berjalan ke dalam gerbang sekolahnya segera mundur dan melongokan kepala ke jalan, melihat punggung Gigit yang sudah ngebut menjauh dengan motornya mengejar waktu.

"Aneh banget namanya, jadi pengen ngegel." Andrea menggigit giginya sendiri. Mimpi apa dia semalam, harus boncengan sama cowok tukang kebut-kebutan seperti dia.

Ren yang sudah menunggunya di pintu gerbang terbatuk-batuk.

Andrea terkejut, tidak melihat Ren sejak awal. “Baru datang juga, Ren?”

“Sudah lumutan lagi, aku menunggu kamu. Siapa itu?” Ren menyelidik.

“Namanya Gigit, aku juga baru kenal.”

“Anak motor?”

“Ngga tau,” jawab Andrea. “Tapi kemarin sempat mau nabrak aku lagi balapan dekat perumahan.”

“Apa? Kamu mau saja diajak boncengan? kalau kejadiannya sama aku, akan aku kasih pelajaran dulu dia.” Ren menyeringai, dia masih alergi sama cowok motor, inginnya ngajak berantem terus.

Ren pernah trauma dengan geng motor. Dulu, kakaknya adalah anggota geng motor, lalu meninggal karena tawuran dengan geng motor lain. Itu salah satu pencetus keinginan Ren menjadi jago bela diri.

Andrea buru-buru menyeret Ren sebelum Ren melampiaskan kemarahannya sama siapa saja cowok yang lewat. Dia juga tidak mau Ren malah menaruh dendam kepada Gigit, walau bagaimanapun, cowok itu sudah berjasa menyelamatkannya dari kesiangan.

“Ayo masuk, bentar lagi upacara!” ajak Andrea.

Mereka setengah berlari memasuki kelas, dan tanpa disadari Dale terus saja mengikutinya.

“Kamu mau ikut belajar?” bisik Andrea kepada Dale.

“Kenapa, Ndre?” tanya Ren.

“Oh, ngga apa-apa, Ren, duluan saja! Tali sepatu aku lepas.” Andrea pura-pura berjongkok.” Ren melihatnya aneh, dia berjalan duluan.

“Boleh kan, Neng?” tanya Dale.

“Oh iya, boleh, tapi bantu aku belajar ya, sekarang ada pelajaran Bu Anis,” bisik Andrea.

“Siap, Neng.”

“Tapi jangan bikin takut orang ya, jangan segala disentuh, nanti segala rupa terlihat beterbangan.”

“Siap, Neng. Tenang saja, saya mah berpengalaman."

“Oke, bagus.” Andrea memgacungkan jempolnya. Dale mengikuti.

Dari kejauhan dia melihat Zellina.

“Zel!” Andrea memanggil. Zellina terus berjalan. “Selesai upacara, kita mau ke kantin.”

“Kenapa lapor sama aku?”

“Mana tahu kamu mau ikut.” Andrea mencoba merayu.

Zellina berhenti berjalan, memandangi wajah Andrea dan Ren bergantian. “Kalian mau ganti penghianatan kemarin?”

“Maksud kamu apa, Zel?” Ren melangkah, mendekatkan wajahnya kepada Zellina. Emosinya tentang geng motor masih meluap.

“Pikir aja sendiri!” Zellina mengenakan topi sekolahnya sembarangan, lalu berjalan menjauh. Ren kesal, Andrea memegangi tangannya.

“Ren, kamu kenapa sih? Sama si Inzel aja baper.” Andrea juga heran dengan sikap Ren. Biasanya dia yang paling memaklumi tingkah Zellina.

“Kamu ngga dengar tadi dia bilang kita penghianat?”

“Kupingku bukan pajangan, Ren.”

“Terus, mau saja dibilang penghianat?”

“Kamu merasa berhianat?”

Ren mendengus. “Ya ngga lah,” ketusnya.

“Kenapa baper?”

“Terserah!” Ren berjalan meninggalkan Andrea, mereka berjalan berjauhan.

Untuk pertama kalinya mereka berbaris berjauhan ketika upacara. Andrea yang kebagian baris di belakang memandangi Yadi yang kali ini menjadi petugas pembaca Pembukaan Undang-Undang Dasar. Lalu bergantian melihat Ren dan Zellina.

Persahabatan mereka sedang diuji, oleh satu lelaki.

Akri yang berdiri di belakang berusaha menendang kaki Andrea melihat Andrea diam saja ketika harus memberi hormat.

“Aww ....” teriak Akri. Sepatunya seperti menendang baja.

Andrea menoleh, Dale ada di dekatnya, memandangi Akri sambil melipat tangan di dada.

“Dia mau menendang kaki, Neng.”

Andrea melihat Akri meringis dengan tangan di kening. "Kenapa, lu?"

“Hormat, Andre!”

“Ogah amat hormat sama lu!”

“Bukan sama gue ....”

“Ekhemm ....” sebuah deheman familiar terdengar. Andrea segera kembali berdiri tegak lalu bersikap hormat, kepada pembina upacara yang akan kembali ke tempatnya. Bu Anis memandanginya dengan sorot mata tajam.

Dale terpesona.

Terima kasih sudah membaca sampai episode ini ... Yuk lanjut!

1
Antok Nugroho
muuuaaanteeeb
Handaru Rayyi
rumah sakit jiwa masih buka ngga thor ? mau priksa berasa gila ketawa sendiri
aurel
hai kak aku mau promosikan karya aku ni
" kekasih untuk sahabat ku " yuk mampir dan jangan lupa tinggal kan jejak salam kenal dari liana
Handaru Rayyi
suka thor...
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
Semangat Thor, mari saling dukung🙂
IntanhayadiPutri
Aku mampir nih kak, udah 5 like dan 5 rate juga.. jangan lupa mampir ya ke ceritaku

TERJEBAK PERNIKAHAN SMA

makasih 🙏🙏
Kmrudin
lanjut lag thor
Winda Rahayu
Lanjutt kak... aku mampir lagi
Heera Ya
uda aku boomlike sampe sini ya kak

sukses selalu utk karyanya dan semangat bikin karya barunya kak
Susi Ana
jempol hadir,mampir ya
Marcelea ࿐༵
Aku ketinggalan banyak 😱
W.Willyandarin
bagus ceritanya dan seru 👍👍👍
W.Willyandarin
semangat authir
W.Willyandarin
di tunggu karya selanjutnya thor 👍👍👍
Hana Me: Wahh, terima kasih suportnya 😊😊
total 1 replies
Ryn.
season 2 thor
Hana Me: semangat sih, aku baca2 dulu deh, hehe
total 1 replies
IG : Chocollacious
like semua eps yg tertinggal, wah ternyata sdh end ya..
Hana Me: mksihh, iya nihh, bingung lanjutinnya hehe
total 1 replies
Akira ✨
wahh langsung END. S2 dong kakak
Hana Me: iya nihh, bingung hihii ...
total 1 replies
Asni J Kasim
Crazy up kak 💪💪
HeniNurr (IG_heninurr88)
Crazy up lngsung tamat...kereen...dtgu kry debaek slnjutnya akak😉😉
Hana Me: mksiihh, semoga masih bisa, sekarang baca saja dulu dehh
total 1 replies
Wichan606
Mampir ya ke karya terbaru wil

Sky blue lovd🤣
Hana Me: uwoww terbaru, meluncur deh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!