Pernikahan yang tak pernah kuharapkan tapi harus kulakukan sebagai bentuk baktiku pada kedua orang tua ku.
Aku tak pernah berfikir akan menikah di depan jenazah.
Di masjid itu jenazah mami terbujur diselimuti kain dan siap diberangkatkan setelah sebelumnya di mandikan, di kafani dan disolati.
Di depan jenazah mami, abah Fani dan Pak Basofi duduk bersila saling berhadapan dan siap melaksanakan ijab qobul.
"Sah...."
Air mataku jatuh lagi, resmi sudah aku menjadi seorang istri dari Basofi sudirman. Pria yang dijodohkan denganku yang juga merupakan atasanku.
-******-----****-***---***
Cerita ini sebagiannya adalah cerita nyata yang terjadi di keluarga jauh ku dan khusus untuk pembaca yang sudah menikah saja ya!
So... kalau yang ada yang terdampar dan sampai membaca tulisan ini aku ucapkan banyak terimakasih semoga ada yang bisa dipetik dan di ambil pelajarannya. Kalau ada yang mau like apalagi komen makasih banget.....
Thx all
😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon en green, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Horny
"Pak CEO ada?" Seorang wanita yang sangat cantik sedang berdiri di depan meja Sofiyah.
"Sudah ada janji?" Tanya Sofiyah.
Bukannya menjawab pertanyaan Sofiyah wanita itu malah menatap Sofiyah dengan kesal.
"Dengan nona siapa?" Tanya Sofiyah lagi.
Dan perempuan itu masih saja tak bergeming. Ia mencengkeram tali tas nya dengan tetap menatap tajam pada Sofiyah.
Karena tak mendapatkan jawaban dari gadis yang penampilannya sangat sempurna itu Sofiyah kemudian mengambil telpon di atas meja dan menekan angka 1 seperti yang baru saja di pelajari nya dari buku agenda.
Telponnya segera tersambung dan Basofi yang ada di ruangannya segera menekan tombol hold untuk menerima panggilan Sofiyah.
"Ada apa?" Tanya Basofi pura-pura tak tahu kalau ada tamu untuknya. Padahal saat ini ia sedang melihat interaksi Sofiyah dan tamunya.
"Ada nona cantik yang ingin bertemu dengan bapak" Sofiyah melihat gadis tinggi semampai yang sedang berdiri di depannya. Sangat sempurna dari ujung kepala sampai ujung kaki. Sama sekali tak terlihat ada cacat di sana dan bahkan dari kaca matanya sebagai sesama perempuan Sofiyah mengakui gadis itu adalah gadis yang diimpikan semua kaum adam.
"Persilahkan masuk!" Jawab Basofi cepat sambil memperhatikan reaksi Sofiyah dari dalam ruangannya. Entah sadar atau tidak sekarang Basofi seperti tidak bisa melepaskan pandangannya dari Sofiyah.
Sofiyah menarik nafasnya sebelum berbicara, "Silahkan masuk nona!" Kata Sofiyah.
"Kamu sekretaris baru yah?" Nada pertanyaan perempuan cantik itu meremehkan lawan bicaranya.
"Iya. Baru hari ini saya bekerja" Kata Sofiyah. tegas.
"Pantas saja..!? Asal kamu tahu... semua orang di gedung ini tahu siapa aku. Aku bahkan tidak perlu minta izin pada siapapun untuk bertemu dengan CEO ku. Dia selalu punya waktu untuk ku kapan saja dimana saja. Camkan itu!" Kata gadis perfeksionis itu sambil berlalu dengan menyibakkan rambutnya.
"Kalau begitu anda harus terbiasa mulai sekarang..!" Kata Sofiyah tak kalah ketusnya.
Si perfeksionis pun berbalik kembali ke arah Sofiyah.
"Heh!! Kamu itu cuma sekretaris ya!! Ingat itu! Aku bisa saja meminta kekasihku untuk memecatmu" Katanya dengan suara tinggi.
"Silahkan!!" Kata Sofiyah menantang kemudian segera duduk di mejanya dan mulai membaca agenda, meneliti apakah hari ini Basofi ada pertemuan atau tidak.
"Kau..!!" Perkataan nya terhenti karena bersamaan dengan itu Mikail membuka pintu ruangan direktur. Ia membukanya lebih lebar untuk mempersilahkan gadis yang memanjakan mata setiap pria itu sambil berkata,"Silahkan nona Celine....!"
Gadis yang bernama Celine itu mengepalkan tangannya karena merasa geram dengan sikap Sofiyah tapi ia tak ingin melanjutkan perdebatannya dengan seseorang yang dianggapnya tak selevel dengannya. Ia segera berlalu untuk menuju ke ruangan kekasih hatinya, Basofi.
Sofiyah hanya melihat sekilas ke arah Mikail kemudian segera menyibukkan dirinya untuk bekerja.
Begitu masuk di dalam ruangan yang megah itu Celine langsung mengadu.
"Baby.... dia kurang ajar sekali... Pecat saja dia itu. Dia tidak tahu siapa aku" Kata Celine sambil melepaskan tas mahalnya dari pundak dan melemparkannya ke sofa.
"Sini...!" Kata Basofi sambil menepuk pahanya sendiri.
Celine pun tersenyum dan berjalan dengan gaya bak seorang model ke arah Basofi yang mode mesumnya sudah on kemudian duduk di pangkuan Basofi sambil mengalungkan kedua tangannya di leher pria playboy itu.
"Kenapa kau mau mempekerjakan gadis aneh seperti itu? Apa kau tak malu jika harus membawanya ketika harus meeting dengan klien-klien penting?"
Basofi pun kemudian memandang Sofiyah lagi tapi tangan mesumnya sudah memegang dan meremas aset-aset penting gadis yang ada di atas pangkuannya.
"Aah.... Baby.... dia tak takut padaku sama sekali. Dia bahkan mengancam ku agar membuat janji dulu untuk bisa bertemu denganmu" Nada suaranya mendayu-dayu sambil menahan mulutnya agar tak mendesah lagi karena ulah tangan jahil Basofi. Ia sengaja menambahkan sedikit kata agar terdengar lebih dramatis.
Basofi tersenyum mendengarnya sambil terus menatap sofiyah dan tangannya pun tetap pada tempatnya semula yang membuat gadis cantik itu mulai bergairah dan mengharapkan yang lebih dari itu meski hari masih pagi.
Celine yang melihat Basofi menatap Sofiyah kemudian berusaha untuk nengalihkan perhatiannya,"Beb.., marahi dia agar dia tidak kurang ajar padaku...!" Katanya sambil memberikan ciuman sekilas sambil menangkup wajah Basofi.
"Dengarkan saja dia..." Kata Basofi.
"Beb....?"
"Dia mata-mata mama ku..." Katanya lagi-lagi sambil melihat Sofiyah lagi dan lagi.
"Oh My God..... pantas saja dia sombong bukan main... Tapi aku akan mengalahkannya...." Kini ia mulai mencium telinga Basofi yang langsung kaget dan perhatiannya pun kembali pada Celine, gadis yang masih duduk diatas pahanya.
"Jangan bikin masalah dengannya! Kau tidak tahu bagaimana kalau mamaku sudah marah. Mama bahkan pernah membuat gadis ku menjadi buruk wajahnya. Aku tidak mau itu terjadi padamu. Ikuti saja peraturannya selagi masih tidak melampaui batas" Kata Basofi sambil hatinya memohon maaf pada mama nya karena berkata yang bukan-bukan tentang nya.
Sofiyah menarik nafasnya sesaat kemudian menata hatinya yang tidak bisa diajak konsentrasi pada buku yang ada dihadapannya. Ia menata hatinya kembali, sekuat tenaga berusaha mengenyahkan pikiran yang berlayar ke mana-mana. Bayangan tentang Basofi yang sedang berbuat yang tidak-tidak dengan gadis bernama Celine tadi menari-nari di pelupuk matanya.
"Please!! Dia bukan pria yang baik dan tak pantas mendapatkan perhatianmu. Berdoalah semoga dia bukan jodohmu. Cari pria baik-baik yang yang mau menerima masa lalu mu!" Sofiyah bergumam pada dirinya sendiri sambil membolak-balik buku agenda yang ada di depannya tapi tak ada satupun yang masuk ke dalam kepalanya.
Sofiyah kemudian beranjak dari duduknya menuju ke meja Mikail yang lebih dekat dengan pintu ruangan Direktur.
" Pak Mike, apa biasanya pak direktur minum kopi atau yang lainnya?"
" Iya. Sudah ada yang bertugas untuk itu." Kata Mikail sambil berdiri kemudian mengulas senyum pada gadis yang menurutnya sangat menarik itu.
"Kalau ada tamu seperti ini biasanya bagaimana?" Tanya Sofiyah lagi.
"Nona Celine biasanya minta teh manis atau es jeruk..."
Sofiyah yang mendengar hal itu menganggukkan kepalanya, sudah seperti di warung saja ya bisa request semaunya, batinnya.
"Baiklah saya akan ke bawah untuk membuatkannya.." Kata Sofiyah ingin pergi dari lantai atas itu untuk menyelamatkan hatinya agar tak berfikir tentang Basofi dan partner nya lagi.
"Telpon saja ke pantry nanti mereka akan segera membawakannya ke sini!" Kata Mikail.
"Saya juga ingin jalan-jalan melihat gedung tempat saya bekerja" Kata Sofiyah sambil berlalu meninggalkan Mikail yang tak bisa mencegah keinginan Sofiyah.
Ia ingin sekali menemaninya untuk jalan-jalan memperkenalkan tempat-tempat di gedung tempat mereka bekerja tapi tidak mungkin dia meninggalkan lantai itu. Jika ada telpon masuk dan tak ada yang mengangkatnya itu akan menjadi masalah besar. Mikail pun membiarkan Sofiyah turun agar bisa berinteraksi dengan karyawan lainnya dan lebih mengenal tempat mereka bekerja.
Sementara itu Basofi yang kini tangannya bermain di balik baju Celine menghentikan permainannya saat melihat Sofiyah pergi dari lantai itu.
aku jg gak ngerti,kadang aku nemu novel yg ngelike sampai ribuan eh setelah ku baca biasa saja dan kadang halunya kebangetan.
Tp ada novel bagus,penulisannya bagus,tp terlalu realistis malah àpembacanya sepi.
hidup di dunia nyata itu berat makanya kita menghalu.
mungkin dlm dunia real kita2 ini
pemeran utama wanita mengaku salah, menyesal, sujud minta maaf, dan berjuang dapat kesempatan
kesalahan sofiyah dia pada basofi udah sangat banyak
* dia memandang hina basofi tapi diri sendiri lebih hina (munafik)
* udah punya calon suami tapi berhubungan dengan pria lain, bahkan jalan dan sampi pergi ke hotel
* tidak jujur dia wanita bekas
* merasa paling baik tapi dirinya juga penzina
* berkali dia menyakiti basofi dan buat basofi menjatuhkan air mata
tapi tidak adalah kata maaf dan perjuangan dari sofiyah
ini yang susah dari novel karya wanita mereka akan mengentengkan semua kesalahan pemeran utama wanita da akan menganggap serius kesalahan pemeran utama pria