NovelToon NovelToon
TIARA

TIARA

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:279.7k
Nilai: 5
Nama Author: Serra R

Tiara nama panggilan yang cantik, secantik orang yang menyandangnya
Namun siapa sangkah ada terselip kisah kelam dibalik nama cantiknya.Kehilangan orang tua, suami dan adik nya membuatnya menjadi wanita tangguh demi sang anak dan keluarga barunya

Bram ayodya seorang pembisnis kenamaan yang menyamar jadi seorang pengajar disebuah sanggar seni.
Karna hoby nya melukis Dia bisa menghabiskan waktunya berlama-lama didepan kanvas

Dion mantan suami Tiara.
pemuda baik yang hanya menjadi korban kelicikan orang-orang terdekatnya. Kehilangan cinta sejatinya hanya karna sebuah kebohongan.

Willi dokter tampan nan rupawan. Dokter ternama yang tidak pernah sepi pasien.

Elisya seorang publick figure yang sedang naik daun.
Bertemu tanpa sengaja dan menjalin persahabatan dengan Tiara, namun siapa sangkah ada kisah dibalik ketenaran Elisya

Penasaran dengan kisah mereka?

Ikuti kisah mereka dalam kisah Tiara yang Serra buat, selamat menikmati dan semoga terhibur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serra R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIARA

Toko terlihat ramai sekali hari ini, padahal jam baru menunjukkan jam 06.30 pagi. Toko roti "Tiara bakery and cafe" memang buka mulai jam 06.00 pagi, toko yang didesain menyerupai cafe itu sering rame di pagi dan malam hari. Karena selain menyediakan berbagai macam bakery toko Tiara juga menyediakan makanan berat dan juga minuman.

Toko yang memang menyisir kalangan muda untuk nongkrong menikmati music sambil melepas penat.

" Selamat pagi "

Tiara berjalan memasuki tokonya sambil mengedarkan senyumnya yang merekah. Sambil menggendong si boneka imutnya, dia mengangguk membalas sapaan para karyawan dan juga pelanggannya.

Kebanyakan para pelanggan Toko para muda-mudi yang sedang bersantai. Tempat yang startegis juga menjadi penunjang utama.

" Nara, sepertinya toko hari ini lumayan ramai. Padahal ini masih pagi lo"

" Iya, Alhamdulillah berkah buat si kecil Tiara."

Setelah menidurkan Camelia, Tiara melongok ke luar kantornya. Kebetulan kantor Tiara ditempatkan disamping toko. Disana terdapat ruangan yang mirip rumah kecil sebagai tempat Tiara beristirahat saat berada ditokonya. Ruangan kecil itu lengkap dengan peralatan dapur, bagaimanapun tiara lebih sering memasak sendiri bersama Nara atau Lena.

Sedang Sita memang jarang ikut ke toko, dia lebih diberi tanggung jawab merawat rumah besar bersama Serli adik dari Doni.

" Sepertinya mereka kewalahan Nara, emm. Aku mau bantu disana dulu ya" Ucap Tiara

" Apa tidak sebaiknya kamu disini saja, biar aku yang kesana" tawar Nara

" Tidak usah, kamu disini aja jaga Cameli, aku mau sekalian nyoba resep bolu yang baru kupelajari."

Nara hanya bisa mengiyakan, belakangan ini Tiara sering menghabiskan waktunya didapur untuk mencoba resep baru. Itu dia lakukan disela-sela kesibukan mengurus Camelia.

...═════════ ❃ ═════════...

" Mbak Sita, kamu sudah berapa lama tinggal disini?"

" Baru 3 tahun lalu Serli"

Mereka bercakap-cakap sambil membereskan pekerjaan dirumah besar. Serli adalah adik perempuan Doni, setelah menyelesaikan sekolah menengahnya, Serli memilih bekerja membantu kakaknya menopang hidup keluarga. Sebenarnya Doni menyuruhnya untuk kuliah, namun Serli menolak. Baginya membantu sang kakak adalah lebih penting sekarang. Dia tidak mau egois untuk merepotkan sang kakak terus terusan.

Doni sudah memasuki usia matang untuk berkeluarga, Serli tidak mau sang kakak mengorbankan semua waktunya untuk dirinya dan sang ibu. Semenjak sang ayah pergi dan menikah lagi, Doni lah yang menjadi tulang punggung mereka bertiga.

Sebelum Suta memerintahkan keluarga mereka pindah ke komplek ini, Serli bekerja di sebuah butik. Doni sangat jarang pulang kerumah mereka, tetapi semua sudah berubah sekarang. Mereka bisa berkumpul setiap hari sekarang.

Walau sibuk, Doni masih ada waktu untuk sekedar sarapan bersama ibu dan adiknya. Sebenarnya Tiara mengajak Serli untuk membantu di toko nya. Namun Serli menolak dan lebih memilih membantu dirumah besar, sang ibulah yang menjadi alasan terbesar Serli. Dia tidak mau meninggalkan sang ibu terlalu jauh sendiri.

" Sudah lama juga ya mbak Sita"

" Lebih lama lagi Nara dan Lena, kalau Nara dia sejak masih belia sedangkan Lena, mungkin 5 tahunan kira-kira."

" Wah sudah pada tahunan, aku perlu belajar banyak sama kalian ini"

Mereka bercakap-cakap sambil bekerja, walaupun banyak pelayan yang ada dirumah besar. Bukan berarti mereka bisa seenaknya, Bram maupun Tiara tidak pernah mempermasalahkan apapun itu asal masih dalam batas wajar. Tidak ada jadwal atau giliran kerja, mereka semua saling bekerja sama setiap harinya.

" Kenapa kamu memilih bekerja Ser, bukankah kebanyakan remaja sekarang akan memilih melanjutkan sekolah?"

" Abang sudah waktunya untuk memikirkan dirinya sendiri mbak, aku tidak mungkin terus menerus menjadi bebannya. Biar sekarang gantian, aku yang membantu ibu. Jadi abang bisa sedikit meluangkan waktu untuk sekedar mengenal cewek mbak"

Serli menjawab sambil tersenyum, selama ini dia belum pernah melihat sang kakak bersama seorang wanita walau hanya sekedar kencan.

" Eh maksudnya gimana? abang kamu belum pernah pacaran begitu?"

" Tidak tau mbk, cuma sampai saat ini aku belum pernah melihatnya."

" Oh"

" Mbak Sita mau tidak sama abangku?"

" Ha,,ngacau kamu ini. Sudah ayo kita ke taman samping, sepertinya Pak Dulla sudah selesai memangkas tanaman disana"

" Andai aku mau pun belum tentu abangmu mau sama aku Ser" Gumam Sita dalam hati.

...═════════ ❃ ═════════...

" Tuan muda" Suta masuk kedalam ruangan Bram.

Hari ini Bram sedang berkunjung ke kantornya, menurut Suta ada perkembangan dengan data-data yang kemarin sempat diberikan oleh Andrew sebagai bahan tambahan untuk mencari sang anak. Bram juga mengambil alih semua penyelidikan tentang harta Andrew yang selama ini dia tinggal.

Andrew sendiri, hari ini masih berada dikediaman Bram. Tidak sedikitpun Andrew keluar dari sana, dia tidak mau mengecewakan permintaan Tiara. Rasa bahagianya bertemu Tiara seolah-olah telah bertemu sang anak. Apalagi tadi pagi, Tiara secara khusus datang ke kamarnya membawa segelas susu dan sepiring nasi goreng untuknya sarapan. Padahal dia bilang kalau tidak terbiasa sarapan di pagi hari, tapi entah mengapa tadi pagi dia dengan lahap menghabiskan semuanya.

" Ada informasi apa yang kamu dapat Suta?"

" Belum semuanya tuan muda, baru ada beberapa info saja yang kami dapatkan"

" Aku tidak sabar menemukan anak kandung Om Andrew Suta, aku yakin bukan hanya om Andrew yang akan bahagia nanti tapi istriku juga pastinya akan sangat bahagia bisa bertemu saudaranya."

" Kami sedang berusaha tuan muda"

" Lalu apa yang sudah kalian dapatkan?"

Suta nampak membuka amplop coklat yang dia pegang sedari tadi, menyerahkan isinya pada Bram. Sementara membiarkan Bram membaca laporannya, dia beranjak ke arah laptop. Mengambil flasdis disaku dan memasang. Setelah layar menyalah Suta menggeser benda canggih itu lebih dekat kearah Bram.

" Ini bukan orang yang sama kan Suta? atau kalian tidak salah orang kan?"

Bram mengernyit bingung, laporan yang diberikan Suta membuat nya sedikit pusing.

" Lihatlah ini tuan muda, ini data-data yang berhasil kami lacak. Kemana dan kapan uang dan barang berharga Tuan Andrew berpindah tangan."

" Cek secara teliti Suta, bagaimanapun ini adalah kejadian yang sudah lama. Jangan sampai ada kesalahan yang bisa jadi bumerang buat kita, terutama buat om Andrew."

" Saya mengerti tuan muda" Suta meninggalkan Bram diruangannya

Bram masih sedikit bingung menghadapi benang kusut dikehidupan masa lalu istrinya.

Sementara Dion, setelah beberapa waktu bertarung dengan hatinya. Pada akhirnya dia bisa berdamai dengan keadaan. Terbukti sang istri Lilia sekarang sedang mengandung 2 bulan. Bukan perkara muda buat Dion, setiap waktu dia masih harus berperang melawan rasa bersalahnya.

" Mas, sudah makan siang?" Bram tersenyum.

Memandang wajah ayu sang istri selalu membuatnya nyaman, segala beban dibenaknya serasa menguap bersama angin.

" Mas, ditanya bukannya dijawab mala senyum-senyum sendiri." Manyun Tiara disebrang sana.

Bram masih memandang sang istri bersama hiruk pikuk pelanggan di tokonya. Ya, Siang itu Tiara masih berada ditokonya. Mereka sedang melakukan vidio call, hal yang tidak pernah luput dari rutinitas harian mereka sesibuk apapun itu.

" Sebentar lagi sayang, Suta sedang mengurusnya untukku."

" Jangan telat-telat mas, gimana kalau perutnya sakit lagi?"

Bukan tanpa alasan Tiara selalu menghawatirkan sang suami. Karna beberapa waktu lalu lelaki itu mengeluh sakit dibagian perutnya dan itu sungguh membuatnya khawatir.

" Siap nyonya" Bram memeberikan tanda hormat, menggoda sang istri yang nampak cemberut disebrang sana. Namun fokus Bram kemudian teralihkan kebelakang Tiara, saat dia melihat siapa yang datang berkunjung ke toko sang istri.

Tiba-tiba rasa was-was menghantuinya, tanpa kata Bram menutup panggilannya membuat Tiara melongo tidak mengerti disebrang sana.

" Suta batalkan rapat siang ini, undur besok pagi."

" Baik tuan muda" Suta menghela nafas berat.

" Oh ya" Bram berbalik menatap ke arah sang asisten serius " Kamu masih menempatkan orang-orangmu disekitar istri dan anakku kan Suta" Tanyanya serius

" Tentu tuan muda"

" Bagus." Bram melangkah keluar kantornya

Sementara Suta yang penasaran langsung meraih benda pipih didalan sakunya.

" Huuf, ternyata ini penyebab tuan muda tergesa-gesa." gumamnya pelan

" Doni kamu dan yang lainnya tau tugas kalian bukan?" Ucapnya setelah menghubungi anak buahnya " Bagus beradalah disekeliling nyonya." Lanjutnya

Sementara itu di tokonya Tiara nampak sedang bercanda bersama Camelia dan Nara didalam kantornya setelah beberapa waktu lalu kebingungan karena telfone nya dengan sang suami tiba-tiba terputus.

" Lo mereka ..." Ucapnya kaku

TO BE CONTINUE

1
Hasni Lovelyx Fenydimasrezky
tiaranya hamidun bram
Hasni Lovelyx Fenydimasrezky
nara anak kandung pak andrew yg di cari
Abcdefghiloveyou⏤
Semangat KK😍😍
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
duh ...galpok Karo fotene, guanteng😍😍😍
ㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤㅤ🍒⃞⃟🦅
udah part 2 aja semangat ante ry
Chika£Hiats
Bahagianya kakek Andrew mempunyai cucu kembar😚
Ehh semua bahagia pokoknya 😚😁

Mark siap2 puasa nih kata Abang, tak apa ya Mark puasa juga demi istri tercinta dan si twins buah hati kalian 😁😚
Chika£Hiats
Qeenan lucu n pinter banget 😚😘
Nah, papah Bram jangan bicara sembarangan didepan Qee dia pasti keppo apa yang papahnya ucapkan😁
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
jois Jody.....jodoh gak yo
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
so sweetttt ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
AndreaLeOny
Cerita yang bagus dan menarik. Semangat berkarya Thor sukses selalu 💪😚
Ony6
Cerita yang bagus dan menarik, enak untuk dibaca. Suka sama tokoh Bram yang begitu tulus mencinta Tiara😚
Semangat berkarya dan sukses selalu Thor 💪😚
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
sabar ya Mark, lope lope deh buat mu❤️❤️❤️❤️
ㅤKᵝ⃟ᴸraisya 𝐙⃝🦜
moga sll sehat Nara, bocil ...gemesin😍😍😍
𝔄𝔰 ⁸
like
𝓢𝓸𝔂 𝓱𝓮𝓻𝓶𝓸𝓼𝓪
lagi kak
𝓢𝓪𝔂𝓪𝓷𝓰 𝓴𝓪𝓶𝓾
next
ℱera 𝓢 ℰ
lanjut
ℱioℰ²
good 👍
ℱiaℰ¹
🤗
𝐒𝐡𝐚𝐡𝐢𝐫𝐚
like it
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!