Langsung baca saja ya..
Cinta Segitiga antara FAR (FAREL, AISYAH DAN RICO)
yuk kepoin...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurusysyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17.Seharusnya?
Rico berhenti melangkah saat matanya melihat ke samping dan terlihat mobil Farel yang sudah berhenti di tempat parkir.
Hati Rico seakan terpanggil untuk berhenti dan menatap mobil itu. Mata Rico tak sekalipun berkedip sampai dia melihat semua penumpang nya turun.
Terlihat Farel dan Aisyah turun dari pintu depan sedangkan Shelvia dan juga Meyka dari pintu belakang.
Dada Rico merasa sesak melihat Aisyah yang tersenyum malu-malu pada Farel saat mereka akan berjalan terpisah. Keduanya terlihat akrab dan juga terlihat ada gurauan kecil dari Farel yang membuat ketiga gadis itu tersenyum bahkan sampai tertawa, terutama Aisyah.
Meskipun melihat hal yang menyakitkan namun Rico tetap mengukir senyum dan mengucapkan hamdallah. " Alhamdulillah.. ternyata Aisyah baik-baik saja. Semoga mimpi itu tak akan pernah menjadi nyata " gumam Rico.
Aisyah yang sadar di perhatikan, diapun menoleh dan mendapati Rico yang tengah tersenyum ke arah nya. Pipi Aisyah langsung berubah merona, Aisyah tersenyum kecil membalas senyum Rico lalu menundukkan wajahnya. " Astaghfirullah. " lirih Aisyah.
" Sttt... Aisyah kamu tersenyum karena siapa? Kak Farel atau Kak Rico, sihh? " cerca Shelvia yang melihat Aisyah masih tersipu.
" Ho'oh! " singkat Meyka membenarkan.
" bukan urusan kalian! " Aisyah melenggang pergi meninggalkan kedua sepupu nya yang selalu kepo dengan urusan nya. Bukan Shelvia saja tapi sekarang Meyka juga ikutan menjadi kepo membuat Aisyah jadi malas.
Aisyah melirik sekilas ke arah Rico dan ternyata yang di lihat masih berdiri di tempat yang tadi dan masih terus melihat nya. Aisyah pun kembali menatap depan dan beralih berlari karena malu selalu di perhatikan oleh Rico.
" lah! kok pergi sihh! Syah!! jawab dulu!! " teriak Shelvia dengan berlari mengejar Aisyah yang semakin jauh.
Aisyah sama sekali tak menggubris panggilan dari Shelvia ataupun dari Meyka dia terus mengayunkan kakinya dengan cepat.
________
Farel dan Rico saling berhenti saat mereka berdua berpapasan. Tatapan keduanya terlihat mengisyaratkan sebuah persaingan, mereka berdua sama-sama menginginkan Aisyah, mengagumi Aisyah dan juga mencintai Aisyah tentunya.
" Assalamu'alaikum, pak Farel " sapa Rico mendahului.
" Wa'alaikumsalam. " jawab Farel dengan datar. Farel teringat saat Rico mengantarkan Aisyah kemarin saat pulang, Farel pun berniat untuk bertanya pada Rico.
" Hm..? pak Rico. Sebenarnya ada hubungan apa anda dengan Aisyah? apakah ada sebuah hubungan yang spesial di antara kalian? " tanya Farel.
Rico menarik kedua ujung bibir nya untuk tersenyum, Rico mengeluarkan nafas nya sebelum dia menjawab pertanyaan yang seharusnya tidak di tanyakan oleh Farel padanya namun itu tak masalah untuk Rico karena itu adalah hak nya Farel untuk bertanya.
" kalau tidak ada hubungan apapun, nggak mungkin kan pak Rico mengantarkan Aisyah waktu itu. Pak Rico tau kalau Aisyah adalah calon tunangan saya. Jadi, pak Rico bisa kan menghubungi saya. Itu seharusnya sih? " ucapan Farel menyindir.
Rico seakan-akan ingin tertawa mendengar itu dari Farel, Farel belum menjadi suami dari Aisyah, bahkan menjadi tunangan nya saja belum resmi tapi Farel sudah sangat posesif dengan Aisyah.
" apakah Pak Farel mencurigai kami? " tanya Rico santai.
" saya tidak akan mencurigai kalau saya tidak melihat nya sendiri, Pak Rico. Tapi kemarin dengan jelas mata saya melihat ada perhatian yang lebih dari anda pada Aisyah, itu apa namanya kalau tidak adanya hubungan yang khusus? " tanya Farel lagi.
" kalau pak Farel beranggapan seperti itu, maka silahkan, Pak. Bahkan saya tidak akan keberatan dengan anggapan ataupun yang pak Farel pikirkan. Saya permisi, Assalamu'alaikum " jawab Rico sekaligus pamit untuk pergi dari sana.
" Wa'alaikumsalam " jawab Farel dan langsung menatap Rico yang sudah melangkah pergi.
" apakah aku harus percaya kalau kalian tidak ada hubungan apapun? " tanya Farel seorang diri.
Sementara Rico terus mengayunkan kakinya dengan stabil, " saya tidak akan keberatan dengan apapun yang anda pikirkan atas saya dan juga Aisyah, pak Farel. Dan saya berharap kelak apa yang anda pikirkan akan menjadi nyata untuk kami " batin Rico.
Rico bisa saja mengikhlaskan Aisyah dengan mudah kalau memang Aisyah mencintai Farel dan Rico mendengar nya sendiri. Sampai kata itu belum pernah keluar dari mulut Aisyah Rico akan tetap berharap bahwa dia bisa memiliki Aisyah sama seperti yang di harapkan oleh Farel.
Rico sadar kalau jalannya tidak akan mudah, namun dia juga tidak akan menyerah begitu saja. Jika ada orang yang mengatai dirinya adalah orang ketiga? Biarkan lah!. Toh, Rico sendiri juga belum tau dengan jelas siapa orang ketiga di antara hubungan mereka bertiga.
____________
Jam Istirahat telah tiba semuanya bersemangat untuk pergi ke tempat yang mereka tuju ada yang ingin ke kantin ada juga yang ingin ke Perpus.
Aisyah lebih memilih pergi ke perpustakaan daripada ke kantin, karena dia sama sekali tidak lapar. Belajar di sana akan lebih bermanfaat bagi nya, pikir Aisyah.
Aisyah pergi seorang diri karena Shelvia dan Meyka pergi ke kantin untuk membeli beberapa camilan untuk mereka, Dan setelah itu mereka baru akan menyusul Aisyah ke Perpus.
Aisyah terus mencari buku yang menjadi tujuan nya, matanya terus mengamati setiap titik rak besar dan tangan nya pun terus menarik dan mengeluarkan buku dari rak dan kembali menaruhnya karena bukan itu yang ia cari.
" Seperti nya itu, tapi kenapa tinggi sekali? " Aisyah begitu bingung saat melihat buku yang ia cari ada di rak yang begitu tinggi bahkan dia tidak bisa menggapainya meskipun dia sudah berjinjit.
" Ayo Aisyah kamu pasti bisa, " seru Aisyah menyemangati dirinya bahkan dia juga sudah lompat-lompat namun belum juga berhasil.
Tangan yang begitu kekar dan panjang membuat Aisyah kaget. Ada seseorang di belakang nya dan mengambilkan buku itu untuknya." Hm...? " Aisyah menoleh.
" sudah berapa umur mu? kenapa masih begitu pendek? " tanya orang itu yang tak lain adalah Rico. Rico pun langsung memberikan buku itu setelah berhasil mengambil nya. " besok-besok kalau tidak bisa, lihatlah di sekeliling mu, pasti ada orang yang bisa menolong mu"
"Te-terima kasih, Bang Rico " gugup Aisyah.
Jarak yang begitu dekat, bahkan hembusan nafas dari Rico sampai ke wajah Aisyah , membuat Aisyah semakin gugup dan dia kini terus menunduk tak berani menatap Rico sama sekali.
"Hm...? dimana Aisyah yang banyak bicara dulu? apakah dia sudah berubah mengerikan seperti sekarang? " gurau Rico membuat Aisyah menatap Rico.
" mengerikan? maksud Bang Rico? " tanya Aisyah yang sudah mengubah ekspresi wajah nya dan juga mata nya yang melotot.
" jangan melotot seperti itu, Nona. kau menakuti anak kecil ini. Wajah Nona yang seperti itu lebih mengerikan daripada hantu penunggu perpustakaan ini " ujar Rico dengan mengedarkan pandangannya.
Aisyah pun sama, ikut mengedarkan pandangannya menatap sekeliling, " mana mungkin ada hantu di sini? Bang Rico pasti bohong kan? " Meskipun Aisyah tak takut apapun namun Aisyah sedikit ngeri juga jika beneran ada hantu di sana.
" beneran, Nona. bahkan di sini begitu banyak hantu. Hantu-hantu di sini cantik-cantik, jadi Nona jangan memasang wajah seperti itu karena mereka akan menertawakan Nona. " ucap Rico.
Aisyah memanyunkan bibirnya tak percaya, toh.. mana ada hantu di siang bolong. " Bang Rico ada-ada aja " Aisyah mulai melangkah mencari tempat duduk.
Aisyah duduk di pojokan dan langsung membuka buku tadi yang di ambilkan oleh Rico untuk nya.
Mungkin memang sebuah kebetulan mereka berdua bisa berada di perpus dengan waktu yang bersamaan. Dan Rico tak ada niatan sedikitpun untuk pergi dari sana setelah bertemu dengan Aisyah dah akhirnya bergabung duduk di depan Aisyah.
" Fokus amat, baca apa sih? " tanya Rico namun tak di gubris oleh Aisyah.
"'Hufff... benarkah aku ngomong sendiri di sini? sini bro temani aku ngobrol " Rico melambaikan tangan nya seolah memanggil seseorang.
Aisyah melirik dan tak melihat siapapun di sana. " benarkah Bang Rico masih saja tak waras? " batin Aisyah.
Rico terkekeh mendengar semua itu. " bukankah kamu tau, dari dulu kan aku memang tidak waras, bahkan sampai sekarang lebih tidak waras lagi" ujar Rico.
Aisyah mengernyit bingung, dia bahkan tidak mengatakan apapun, mulutnya tak mengeluarkan sepatah katapun namun dari mana Rico bisa tau apa yang dia katakan dalam hatinya. " maksud Bang Rico? "
" Hm.. bukan apa-apa. " ucap Rico mengelak.
Aisyah pun kembali Fokus.
" Syah... apa kamu sama sekali tidak merindukan ku selama lima tahun ini? " tanya Rico.
Aisyah terdiam.
" Apakah kamu beneran mendapatkan yang lebih imut dari ku di sana? " tanya lagi.
Aisyah menatap heran Rico saat ini. Rico yang terus bertanya seperti saat ini jauh berbeda dari Rico yang di jumpai beberapa hari yanga lalu. " Bang Rico sakit? " Aisyah balik memberikan pertanyaan.
" bukan aku yang sakit, tapi hatiku. Aku menyesal karena membiarkan mu pergi saat itu, Syah. Seharusnya aku menculik mu dan membawamu pergi. Jadi aku tidak akan sakit seperti sekarang.... aku senang kau pulang, tapi kenapa kau juga membawa berita yang menyedihkan? " ujar Rico.
Sekejap hati Aisyah juga merasa sakit, dia sangat merindukan pria yang ada di hadapan nya saat ini bahkan pria di hadapan nya ini selalu saja ada di dalam doanya dan selalu hadir di dalam mimpinya.
Mata Aisyah mulai berkaca-kaca.
" jangan menangis,, aku tidak akan menculik mu. Aku hanya bercanda " ucap Rico.
" hah." Aisyah terhenyak. Dan langsung tertawa setelah itu. " Hahaha.. Bang Rico..!! Bang Rico masih saja suka bercanda.heh" kecewa di hati Aisyah. dia mengira yang di katakan Rico barusan adalah benar tapi ternyata itu hanya sebuah gurauan yang seperti biasa. "aku pikir.. semua adalah benar " batin Aisyah.
" kenapa? kecewa ya.... ngarep ya di culik sama babang Rico ya..? " Ledek Rico.. " itu bukanlah gurauan semata Aisyah. tapi itu adalah kenyataan nya. " batin Rico ngilu.
" mana ada.. nggak ya.! " ucap Aisyah mengelak.
" oh.. berarti aku yang kecewa. " ucap Rico.
Rico terdiam.
" Kak Rico!! " teriak seorang gadis yang baru saja datang dan langsung berlari ke arah mereka berdua.
" Astaga,, si pengganggu telah datang " batin Rico dengan malas.
BERSAMBUNG.........
___________
INILAH BUKTI KATA2 RICO KE IQBAL KMARIN DI RESTO...
RICO - AISYAH
IQBAL - SHELVIA
DANTE - MEYKA
FAREL - FELISHA..
YG MSH TANDA TANYA
FAISAL DGN SIAPA...? AIRA ATAU ANA...??
DN JUGA HASAN - (?????)..
SKRG IQBAL MATI2AN KEJAR2 SHELVIA SEPUPUNYA IHKSAN & AISYAH...