NovelToon NovelToon
Dokter Cantik Milik Ceo 2

Dokter Cantik Milik Ceo 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Dokter / Tamat
Popularitas:5.8M
Nilai: 5
Nama Author: IPAK MUNTHE

Bila kita membenci seseorang itu wajar, namun bencilah dengan sewajarnya. Karena kadang kala benci bisa berubah menjadi cinta.

Di sebuah ruangan.... Seorang wanita tengah di tarik paksa oleh seorang pria yang sangat ia benci, begitu pun dengan si pria yang sangat membenci si wanita.


"Tidak ada orang yang tidak menyukai aku!" tegas seorang pria bertubuh tegap yang bernama Aran Rianda, pada seorang wanita yang kini sedang berada di bawah kungkungannya.

Wanita yang bernama Velisya Khumairah itu tidak pernah mengenal kata takut hingga ia sama sekali tidak merasa gentar dengan pria yang kini tengah mengungkungnya, "Aku tidak menyukaimu dan tidak akan pernah...!" tegas Velisya Khumairah.


"Kau......" pria tersebut menarik paksa si wanita hingga tanpa sadar wanita itu ikut menarik si pria, dan keduanya terjatuh di sofa dengan Velisya yang berada di bawah tubuh kekar Aran.


Tanpa bisa di tolak lagi, seorang pria paruh baya menyaksikan itu semua.

"KALIAN HARUS MENIKAH.....!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17

Pagi harinya Aran mulai mengerjapkan matanya, ia perlahan membuka mata dan melihat tidak ada Veli yang berbaring di sampingnya. Sesaat kemudian telinga Aran menangkap suara dan tanpaknya itu dari kamar mandi.

"Hueeekk......hueeeek ...." Veli merasa tidak nyaman, sebab ia sudah beberapa kali keluar masuk kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya. Dan hal ini sudah menjadi kebiasaan Veli setiap paginya, "Hueeeek......." setelah Veli merasa lebih baik, ia mulai membasuh wajah lalu sejenak menatap wajahnya di cermin yang berukuran cukup besar. Veli bisa dengan jelas melihat wajah pucat nya di sana, di tambah lagi perutnya yang buncit sudah jelas terlihat. Kemudian ia keluar dari kamar mandi, dan matanya menatap Aran yang juga tengah menatap dirinya.

"Lemes nggak?" tanya Aran.

Veli berjalan mendekati Aran, "Iya Mas," jawab Veli sambil mengangguk, kemudian ia duduk di sofa.

"Sini Mas pijitin," Aran meminta Veli mendekat pada nya, karena Aran masih belum leluasa untuk bergerak.

"Nggak usah Mas, Veli nggak papa kok udah lebih baikan," kata Veli sambil menyeruput teh hangat yang barusan di bawakan oleh Art, memang Veli menghubungi Art untuk membawa beberapa barang yang ia butuhkan dengan sarapan pagi juga.

"Yaudah, Mas siapin sarapannya......ayo sini," kata Aran lagi, ia tau kebiasaan Veli adalah makan di suapi oleh dirinya. Bahkan terkadang Veli ke kantor hanya untuk minta di suapi, setelah itu ia kembali pulang.

"Nggak usah Mas, Veli bisa sendiri. Mas juga lagi sakit," Veli sedang tidak ingin merepotkan Aran, ia tau ia ingin makan di suapi Aran setiap waktunya. Akan tetapi keadaan Aran saat ini tidak memungkinkan untuk dirinya bermanja-manja.

"Veli!" titah Aran.

Veli diam dan ia menatap Aran, ia tau Aran kini sedang marah dan ia tidak mau membuat Aran bertambah marah. Akhirnya dengan berat hati Veli berjalan mendekati Aran, kemudian meletakan kotak bekal di tangannya pada rajang, "Ini," tutur Veli. Sesaat kemudian ia juga ikut mendudukkan dirinya di ranjang.

"Gitu dong, nurut kan enak," jawab Aran sambil mengacak rambut Veli dengan gemas, tapi Veli mengerucutkan bibirnya, "Kenapa?" tanya Aran.

"Iya......" jawab Veli ketus.

Aran mengangkat sebelah alisnya, "Kamu kenapa?" tanya Aran sambil mulai menyuapi Veli dan Veli membuka mulutnya.

"Nggak napa-napa," Veli menjawab sambil mengunyah makanannya.

"Terus kenapa cemberut?"

"Mana ada."

"Kamu kenapa?" tanya Aran dengan serius menatap wajah Veli.

"Nggak usah marah......" kata Veli yang kesal, akan tetapi di mata Aran Veli terlihat manja walau pun wajahnya sedang sangat kusut.

"Yang marah siapa?"

"Mas lah siapa lagi?" Veli memutar bola matanya dengan jenuh, ia kesal akan tetapi setiap Aran menyuapinya ia terus membuka mulutnya dan memakannya dengan lahap.

"Sayang nggak boleh gitu ah.....kalau kamu cengeng nanti anak kita juga ikut cengeng. Kamu mau?"

"Nggak," jawab Veli dengan cepat.

"Ya makanya jangan cengeng, jangan ngambekan Istri Soleha ku," tutur Aran sambil mengambil sisa nasi di samping bibir Veli dan memasukan ke dalam mulut nya sendiri.

"Mas nya juga gitu....." rengek Veli.

"Gimana? Mas gini aja."

"Mas kan lagi sakit, ngapain harus nyiapin Veli segala."

Aran tersenyum lebar, dan hatinya begitu teduh saat Veli mengutarakan apa yang kini ada di hatinya, "Jadi kamu khawatir sama Mas, karena Mas lagi sakit begini jadi kamu nggak mau ngerepotin Mas, gitu sayang?" tanya Aran.

"He'um," Veli mengangguk sambil membersihkan mulutnya dengan tissue, dan meneguk air mineral.

"Makasih ya sayang, kamu udah khawatirin Mas. Mas bahagia banget, tapi Mas juga ingin selalu membuat kamu bahagia. Mas nggak mau kamu pengen apa-apa sama Mas tapi nggak bisa, Mas mau kamu tetap tersenyum," sebelah tangan Aran menangkup wajah Veli, dan terlihat jelas begitu banyak cinta di mana Aran untuk istri cantik nya.

Veli mengangguk, "Veli ngerti Mas, tapi sekarang itu waktunya nggak tepat banget. Kalau Veli minta begini begit....." belum sempat Veli menyelesaikan apa yang ingin ia katakan bibirnya sudah di bungkam oleh jari telunjuk Aran.

Aran menatap Veli dengan lekat, "Nggak ada yang nggak tepat sayang, buat kamu semua Mas bisa lakuin. Jadi jangan pernah berpikir untuk takut merepotkan Mas atau pun waktu nya tidak tepat, karena waktu Mas cuman untuk kamu dan sisa-sisa nya untuk anak-anak kita nanti," terang Aran dengan lembut, dan pandangan keduanya bertemu serasa gelora cinta mulai bangkit. Dinginnya AC seakan berubah panas, sesuatu yang terkurung ingin di bebaskan. Aran memegang tengkuk Veli dan Veli memejamkan matanya, hingga perlahan bibir Aran hampir mengenai bibir Veli

CLEK......

Pintu terbuka dan di sana ada Ratih dan Bilmar yang datang dengan membawa rujak pesanan Aran semalam, sebenar nya tidak ada yang menjual rujak di pagi hari. Dan karena itu Ratih sengaja bangun pagi-pagi sekali untuk membuatkan rujak, dan kini ia minta Bilmar yang mengantarkannya ke rumah sakit namun sampai di sana ia malah hampir saja melihat pemandangan yang mengejutkan. Ratih cepat-cepat menutup mata dengan tangannya, sementara Veli mengigit bibir bawahnya karena sangat malu. Dan Aran hanya tersenyum kecut.

"Mami nggak liat, Mami keluar aja,"Ratih dengan cepat melenggang pergi dari sana, tanpa mendengar jawaban dari Aran.

"Mi....." kata Aran memanggil Ratih, namun Ratih sudah tidak mendengar karena ia sudah berjalan dengan cepat dan cukup jauh.

"Nggak tau tempat banget sih," Bilmar masuk dan meletakan kotak makanan di atas meja nakas, "Ini rujak pesanan lu," kata Bilmar lalu melangkah pergi.

"Heh,mau kena lu?" tanya Aran.

Bilmar menghentikan langkah kakinya, kemudian berbalik menatap Aran, "Mau ketemu bini di rumah, ini gara-gara elu yang pagi-pagi bikin adik gw meronta-ronta minta di maja. Lu lanjut aja, jangan lupa pintu di kunci. Satu lagi suara jangan keceng ini rungan enggak kedap suara," terang Bilmar lalu pergi begitu saja.

"Sialan lu," kesal Aran.

"Mas ish..... malu-malu in....."Veli mencubit lengan Aran, pipinya sangat merah karena mengingat Ratih yang memergokinya tadi.

"Hehehehe.......Mas suka kelepasan yang, kamu sih.....cantiknya keterlaluan, Mas kan nggak kuat," Aran mencolek dagu Veli.

"Ish.....udah dong Mas gombalnya, Veli malu tau," Veli menggerak-gerakan kakinya karena tidak kuat dengan rayuan Aran.

"Kamu makin begini makin ngegemusin tau nggak sayang," Aran menarik hidung mancung Veli dengan gemas, ia sangat suka melihat wajah istri ya yang malu-malu dengan menggigit bibir bawahnya seperti saat ini.

"Mas ish......" Veli sudah tidak kuat menanggapi rayuan Aran, akhinya ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Aran.

"Hehehehe......" Aran terkekeh melihat tinggkah Veli.

***

Like dan Vote.

1
Zuba Sng
Luar biasa
Rosnaini Langga
saya suka...ceritanya bagus,,,
Siti Farida
😂😂😂🤣🤣🤣🤦🤦🤦
Sarlina Sihotang
bucin truss arannya
smangat thor
Sarlina Sihotang
tambah seruni mkasi critanya sangat bagus
Sarlina Sihotang
wkk wkk rupanya makan rujak safkin pedasnya
Sarlina Sihotang
kok diulang lagi thor ceritanya
Murti
lanjut kapan kak
Ntwr Tania
kangen thor pingin tahu lanjutannnya
Nyai Sri Rahayu
Lumayan
Salsa Salsabila
HAHAHAHAHAHAHAHA hahhha
Qaisaa Nazarudin
Lah ternyata Farhan udah menikah dan istri nya juga lg Hamil,,Terus ngapain masih ganggu istri orang,,ikhlasin aja karna kalian gak berjodoh namanya..
Qaisaa Nazarudin
Astaga Aran,Ngakak aku thor,, 🤣🤣🤣 Mampir 🙋🏻‍♀️🙋🏻‍♀️
Yuli Yana
lnjut donk thor, critanya seru,lucu,dan bguss,,.. smngttt thorr
love u daddy Bilmar🥰🥰
Yuli Yana
lanjuttt dong thor
Yuli Yana
kapan lanjutannya..??
Puja Resmawati
cerita nya bagus thor
Basaroh Basaroh
mf ya thoor aq masih bingung mama sinta itu mamanya siapa ya semua anakya manggil mama sinta mami ratih 🤔🤔
Murty Saputra: ma2 Sinta mak ny Vano kak
total 1 replies
Farida Deka
bagus ceritanya & seru kekeluargaannya sangat melindungi satu sama lainnya. 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Lisa Halik
thor..ingatkan veli aran yang up..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!