🌺Beatrice Prior * Tobias Eaton🌺
Sebuah kutukan membuat Tris tidak bisa menua dan kematian adalah yang diinginkannya saat ini.
Hingga pertemuannya dengan Tobias membuat dirinya begitu terobsesi untuk memiliki pria itu, karena tanpa diduga saat melakukan ciuman pada pria itu rambutnya mulai memutih sehelai.
Dan sekarang misi Tris hanya satu untuk bisa memiliki Tobias tujuannya agar bisa menua dan mati. Tobias dipaksa untuk bisa menikahinya hingga malam pertama hal tak terduga terjadi ternyata Tobias mengidap impoten.
"Aku tidak akan menyerah, karena priaku itu satu-satunya jalan untuk membuatku mati!"
"Aku akan memperkosanya dan membuat miliknya bisa berdiri lagi melihat tubuhku!"
-Beatrice Prior-
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Mengartikan
🍁🍁🍁
Tris merasa 200 tahun hidupnya sia-sia, dia selama ini selalu sibuk memikirkan bagaimana caranya mati sampai melupakan kesenangan-kesenangan kecil seperti minuman boba yang baru dibelinya.
"Zack laknat itu akhirnya membuatku merasakan apa itu boba! Oke, untuk kali ini ku maafkan kau mafia gila!" gumam Kate sambil menyedot minuman boba itu.
Sementara Tobias merasa kesal dari tadi diacuhkan istrinya itu, ternyata boba lebih penting dari dirinya.
Biasanya melihat ketampanan yang dimilikinya Tris langsung saja menggila, terus mengganggu dan menggodanya, Tobias jadi merasa merindukan hal itu. Diacuhkan Tris membuat dirinya hampa, sebenarnya dia kenapa?
Kemudian dia berdehem kuat agar Tris sadar atas keberadaan dirinya.
"Ah, suamiku kau batuk? Ayo kita ke rumah sakit kita periksa penyakitmu!" ucap Tris mulai panik lagi.
Tobias semakin dibuat jengah oleh sikap Tris yang seperti bunglon selalu berubah-ubah.
"Kita baru saja dari rumah sakit, kau ingat? Dan kau lebih memilih boba daripada memeriksaku!" gerutu Tobias kemudian.
Tris mendesah pelan. "Pasti karena aku nenek-nenek sekarang menjadi pikun!"
🍁🍁🍁
Koreatown California
Tris ditemani oleh Ped sekarang tengah berjalan menuju street food Korea yang ada di California. Dia memutuskan untuk bersenang-senang sebelum mati. Dia akan mencoba hal baru saat ini yaitu akan mencoba berbagai masakan Korea yang belum dia makan sebelumnya. Dan itu semuanya adalah saran dari Ped yang tergila-gila dengan drama Korea.
"Teokbokki, Jjangmyeon, garlic bread... Apalagi ya?" kata Ped terputus sambil mengingat makanan apa lagi yang dia lihat di drama Korea yang dia tonton.
"Tidak perlu mengingat semuanya Ped, kita coba semua yang ada disini. Let's Go... " ucap Tris dengan semangat.
Dia berdiri di outlet bakso ikan dan udon, sepertinya enak. Tris ingin mengambil satu bakso ikan tapi bersamaan dengan itu ada juga yang mau mengambil bakso ikan itu.
"Maaf, Nona saja yang ambil duluan," ucap suara seorang wanita yang ingin mengambil bakso ikan itu.
Tentu saja Tris mengambil duluan tanpa memperdulikan wanita itu, dia langsung memakan bakso ikan itu dengan bahagia.
Wanita tadi juga mengambil satu dan langsung memakannya.
"Wah, enak!" ucap mereka kompak.
Sontak akhirnya mereka saling pandang. Tris mengernyit melihat wanita itu, sepertinya pernah melihatnya.
"Kau bukankah istri dari Zack laknat itu ya?" ucap Tris kemudian mengingat siapa wanita itu.
Wanita itu tersenyum dan mengangguk, dia juga mengingat wanita yang sempat berselisih dengan suaminya kemarin.
"Namaku Bianca," ucap wanita itu mengenalkan diri.
"Panggil aku Tris," sahut Tris menerima uluran tangan Bianca.
"Kebetulan sekali kita bertemu disini, Tris. Kau sendirian?" tanya Bianca.
"Aku bersama pelayanku, dia sedang di outlet lain! Kau bersama siapa? bersama Zack laknat itu ya? Dimana dia?"
Bianca terkekeh mendengarnya, sepertinya wanita ini mengenal suaminya. Sebaiknya dia harus bertanya banyak tentang Zack pada Tris, mengingat dia yang kehilangan ingatannya.
"Kami sedang melakukan CLBK, dia sedang menerima panggilan jadi aku kesini duluan," ucap Bianca kemudian.
"CLBK? Apa itu?" tanya Tris penasaran.
"Itu semacam pendekatan pada pasangan kita," jelas Bianca.
"Emang ada ya yang seperti itu? Kenapa aku baru tahu!"
Lalu Tris merogoh ponselnya untuk menghubungi suaminya.
"Apa Hurem," jawab Tobias yang saat ini tengah latihan boxing bersama Ken.
"Ayo kita melakukan CLBK, suamiku!"
"Apa itu?"
"Semacam pendekatan dengan pasangan!"
"Dekat seperti apa?"
"Saling bertelanjang badan mungkin, kita bisa melakukannya nanti kan?"
"Hurem, jangan mulai!"
🍁🍁🍁
ceritamu selalu luar biasa..
walopun dikemas dengan kekonyolan yg hakiki..
tapi banyak terkandung pelajaran yg dapat kita petik..
tentang true love, kebersamaan dan kekeluargaan, dan arti hidup yg sebenarnya..
keren banget pokoknya, lanjut cerita berikutnya..
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘🥰🤩😍
lupa abis berapa jam sampai end bacanya 😘
sukses terus untuk kak author 😘
mau otw dengan karyanya kak author lagi nih😊
secarangkir kopi untuk yg punya karya😉
sukses terus kak dengan karyanya 👍😘
dengan karya kak author Devhis😊