Bukan maunya menikah dan menjadi istri kedua, kalau bukan permintaan dari istri pertama yang memaksanya untuk menikah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
*16
Nana merasa bingung saat mobil Arya memasuki halaman cafe. Cafe yang biasanya ramai dengan pengunjung, sekarang tidak terlihat ada pengunjung sama sekali.
"Ayo!"
"Tunggu mas. Mau ngapain kita kesini?"
"Ikut aja aku masuk kedalam. Kamu pasti tahu kenapa kita mampir kesini."
Nana pun berjalan bergandengan dengan Arya. Ia sangat merasa penasaran dengan apa yang terjadi. Untuk memuaskan rasa penasarannya, ia hanya bisa mengikuti apa yang Arya katakan.
Semakin masuk kedalam cafe, Nana merasa semakin penasaran. Cafe itu buka, tapi tidak ada yang pelanggan satu pun.
"Mas, apa cafe ini sudah tutup ya?"
"Kenapa emangnya Na? Ada yang aneh ya?"
"Ini aneh banget mas. Cafe ini tutup atau gimana sih? Biasanya, ini cafe kan selalu banyak pengunjung."
"Kamu tahu cafe terkenal juga ya Na. Udah pernah datang kesini? Sama siapa?" tanya Arya penasaran.
"Ih, aku sih belum pernah datang langsung ke cafe ini mas. Aku kan punya HP jelas tahulah mana tempat-tempat terkenal," kata Nana menjawab pertanyaan Arya dengan jujur.
Terbesit rasa lega dalam hati Arya ketika mendengarkan perkataan Nana barusan. Berarti, ini kali pertamanya Nana datang ke cafe ini.
"Jangan terlalu percaya dengan sosial media Nana nakal. Kamu akan dibohongi berita jika kamu gak tahu cara pilih berita yang mana fakta dan yang mana hoak."
"Ih, aku itu lebih pintar dari kamu lho mas. Jangan salah kamu," kata Nana tak mau kalah.
Arya tidak menjawab apa yang Nana katakan. Pintu cafe ruangan VIP terbuka lebar. Para pelayan lengkap didalam sana menyambut kedatangan Nana dan Arya. Para pelayan itu berbaris sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun buat Nana.
Nana kaget, ia tak percaya dengan apa yang ia alami. Ia menutup mulutnya dengan satu tangan. Tatapannya tertuju pada Arya yang tersenyum manis di sampingnya.
"Mas, ini .... "
"Perayaan ulang tahun untukmu, Na," kata Arya menyambut apa yang Nana katakan.
Seorang pelayan membawakan sebuah kue yang cukup besar. Kue itu dihiasi dengan lilin yang berbentuk angka dua puluh dua. Di atas kue ulang tahun itu juga ada nama Nana.
Tanpa sadar, air mata yang Nana tahan sejak tadi, akhirnya tumpah juga. Ia tak sanggup lagi membendung air mata itu. Hatinya begitu terharu akan apa yang Arya lakukan malam ini.
Bagaimana tidak, ini adalah ulang tahun pertama Nana yang dirayakan sejak kedua orang tuanya meninggal. Sudah belasan tahun ia tidak pernah mengadakan pesta ulang tahun. Bahkan, ucapan selamat juga tidak pernah ia dapatkan.
Selain karena nenek yang tidak punya uang untuk merayakan ulang tahun untuknya, nenek juga tidak terlalu mempermasalahkan soal hari lahir Nana. Namakan juga orang tua zaman dulu. Ulang tahun itu bukanlah hal yang terbilang penting untuk diingat apalagi dirayakan.
"Kenapa kamu menangis?" tanya Arya sambil menyapu air mata yang jatuh ke pipi Nana.
"Aku ... aku ... terima kasih banyak mas," kata Nana langsung memeluk Arya.
"Hei, tidak perlu berterima kasih seperti ini Nana bawel. Sekarang, aku akan mengadakan pesta ulang tahun untukmu setiap tahunnya."
_____
Setelah semua runtutan acara selesai. Arya dan Nana melanjutkan makan malam yang sangat romantis. Untuk yang kesekian kalinya, Arya menyatakan kalau dia cinta Nana. Bukan karena ia tahu kalau Nana adalah gadis kecil yang ia cari selama ini. Tapi, karena hatinya memang sudah merasa sangat nyaman dengan kehadiran Nana selama menjadi istrinya.
Arya berlutut untuk menyatakan kalau dia jatuh cinta pada Nana. Dengan cincin berlian yang sudah ia siapkan dengan dadakan, tapi untungnya sesuai dengan keinginan. Arya seolah-olah melamar Nana dengan suasana romantis.
Nana menerima lamaran itu. Ia juga tidak ingin membohongi hatinya kalau ia suka pada Arya. Terlepas, dari Arya memanglah suaminya. Ditambah lagi, Arya adalah anak laki-laki yang selama ini Nana harapkan. Kakak laki-laki yang telah lama ia tunggu.
Untuk sesaat, Nana berusaha melupakan siapa dirinya yang sebenarnya. Ia melupakan kalau dia adalah istri kedua dari laki-laki yang ada dihadapannya saat ini. Yang Nana inginkan hanyalah, malam ini Arya hanya menjadi miliknya. Hanya miliknya seorang.
tau ibu tiri ga sebaik ibu kbdung.
sombongngg🤣🤣🤣
😂😂😂
😂😂