Tajuk Hendrawan adalah seorang CEO muda yang terkenal akan keuletannya, tapi saat dia jatuh cinta kembali dengan seseorang yang tiga tahun lalu pernah hadir dalam hidupnya, membuat semuanya berubah, bahkan Tajuk yang belum merelakan cinta lamanya memilih untuk mengejarnya kembali, apa lagi perpisahannya dahulu karena ulah orang yang tidak bertanggung jawab, membuat Tajuk tidak bisa menerima kenyataan perpisahan mereka.
sedangkan Rindu adalah seorang wanita biasa, sebagai karyawan biasa tidak ada hal yang menonjol darinya. sampai saat kisah cintanya yang rumit terulang kembali. Kini cinta segitiga yang di alaminya begitu membuat Rindu serba salah.
Alfian orang yang paling peduli akan Rindu, mencintai Rindu dengan setulus hati. Bahkan Alfian dengan sabar menanti kesiapan Rindu menerima cintanya.
Lantas bagaimana kisah mereka selanjutnya?
Bagaimana kisah asmara mereka???
Silahkan di baca ya!!
PERINGATAN!!!
BANYAK TYPO DIMANA MANA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahayu Avilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekecewaan Rindu
Pagi pagi buta Joe sudah ke rumah Mitha untuk mengantar baju ganti Tajuk dan Juga baju Rindu, seperti instruksi dari Tajuk, sekalian dia membawakan makanan untuk sarapan Bossnya di sana
" Mitha, kamu langsung saja pergi ke kantor, Rindu akan pergi denganku " Kata Tajuk yang kini duduk di meja makan sedang memakan Sarapannya bersama Mitha dan juga Rindu.
Mitha memandang kearah Rindu seakan meminta persetujuan darinya, dengan mengangguk pelan Rindu menyetujuinya.
" Baik Boss " Jawab Mitha
" Segeralah bersiap pakai pakaian yang tadi di antarkan Joe, dan kita akan segera pergi ke Pengadilan Agama sesuai janjiku " Kata Tajuk
"CK, Iya pak Bosss " Gerutu Rindu dengan bibir manyun ke depan, Tajuk hanya tersenyum menanggapi Gerutuan Dari Rindu, buat Tajuk itu adahal hal yang menggemaskan
Setelah selesai dengan sarapannya, semua pun keluar Rumah Mitha, Tajuk tidak melepaskan pegangan tangannya dari tangan Rindu, sedangkan Mitha pergi menuju ke kantor dengan menggunakan mobilnya.
Tajuk mengemudikan mobilnya menuju ke Pengadilan Agama seperti yang telah mereka sepakati sebelumnya, Rindu tidak habis pikir dengan Tajuk, dia bisa melakukan apapun dengan cepat padahal baru beberapa hari yang lalu Tajuk meminta waktu sebulan untuk membuktikan bahwa dia tidak mengirimkan surat cerai itu, tapi kini dia malah mengajaknya ke Pengadilan Agama.
Perjalanan yang tidak memakan waktu lama itu pun sudah sampai di tempat yang dia tuju, setelah parkir Tajuk membukakan pintu Untuk Rindu dan mengulurkan tangannya
" Kenapa " Tanya Tajuk yang melihat Rindu sangat gugup
' Bagaimana kalau apa yang di bilang mas Tajuk benar, bahwa surat cerai yang aku terima itu palsu, apa yang harus aku lakukan ' Batin Rindu gelisah
" Tidak apa apa " Kata Rindu, lalu dia menyambut uluran tangan Tajuk dan mengikuti langkah Tajuk memasuki Lobby Pengadilan Agama dan di sambut oleh petugas resepsionist
" Ada yang bisa kami bantu Tuan "
" Kami mau menanyakan perihal keaslian surat ini " Kata Tajuk menunjukkan sebuah berkas.
' Kok surat itu udah di tangan Mas Tajuk ' Batin Rindu. Karena seingatnya surat itu di simpan di lemari bajunya, tapi tidak heran bila Tajuk bisa menemukannya, karena semua barang barangnya di pindahkan oleh Joe asisten pribadinya ke Apartement yang baru di beli oleh Tajuk
" Ok baik Tuan silahkan masuk ke ruangan itu " Kata Resepsionist tersebut sambil menunjuk ke sebuah ruangan
" Baik, terimakasih atas infonya "
Lalu Tajuk berbalik dan menggenggam tangan Rindu untuk memasuki ruangan yang tadi di bilang oleh resepsionist, setelah mengetuk pintu mereka berdua pun masuk, di dalam ruangan tersebut ada beberapa orang petugas, dan Tajuk memilih duduk di depan kursi salah satu petugas itu bersama dengan Rindu
" Ada yang bisa saya bantu " Tanya petugas itu
" Begini pak, kami datang ke sini untuk memastikan keaslian dokumen ini " Kata Tajuk lalu dia menyodorkan Dokumen itu.
" Baik akan saya cek dulu sebentar "
Petugas itu pun melihat berkas yang di berikan oleh Tajuk, dengan seksama dia mengamati dokumen tersebut, Rindu tampak terlihat cemas dia belum siap mendengar keputusan apa pun saat ini, setelah melihat lihat, lalu petugas itu tampak sibuk dengan komputer di depannya, Tajuk terus menggenggam tangan Rindu yang sangat dingin tersebut.
" Maaf Tuan dan Nyonya, setelah kami cek dengan seksama, dokumen ini asli tapi palsu,dia sekilas terlihat asli, tapi setelah di cek ini adalah palsu " Kata petugas itu sambil memberikan Kembali dokumen pada Tajuk dan Rindu.
Senyum bahagia merekah di sudut bibir Tajuk, dia merasa ini adalah hari yang sangat di nantikannya selama 3 tahun terakhir ini, wanitanya akhirnya bisa kembali ke sisinya lagi.
" Baiklah Pak, Terimakasih atas penjelasan bapak, kalau begitu kami permisi " Kata Tajuk sopan.
" Oh iya silahkan Tuan dan Nyonya "
Tajuk dan Rindu pun keluar dari ruangan tersebut, wajah Tajuk tampak sangat bahagia, namun berbeda dengan Rindu yang masih bingung antara percaya atau tidak percaya dengan kejadian barusan.
Rindu sebenarnya bahagia setelah tahu bahwa surat cerai itu palsu, namun dia tidak ingin menunjukkan pada Tajuk, dia malah lebih pendiam dari sebelumnya bersikap dingin ke pada Tajuk.
' Sekarang apa yang harus aku lakukan, dan siapa yang sudah mengirimkan surat cerai palsu ini padaku, apa motif di balik ini semua, apa mungkin ada orang jahat yang berniat untuk memisahkan kami, lalu dia itu siapa, apa karena aku orang miskin yang tidak pantas bersanding dengan Mas Tajuk ' Batin Rindu
" Sweety kamu kenapa " Tanya Tajuk tiba tiba mengagetkan lamunan Rindu, ketika mereka sudah berada di dalam mobil untuk pulang.
" Oh, Tidak apa apa " Kata Rindu dengan segera memasang Seat belt
" Kamu terlihat kurang senang setelah tahu bahwa surat ini palsu, apa itu artinya kamu memang sedang menginginkan perceraian denganku " Kata Tajuk yang membuat jantung Rindu seakan berhenti berdetak, Rindu melihat ke arah Tajuk dia tidak percaya dengan pendengarannya.
" Mas berpikir begitu " Tanya Rindu
" Lalu kenapa kamu terlihat tidak senang dari tadi dan hanya diam saja tidak mau bicara "Kata Tajuk sambil mulai melajukan mobilnya secara perlahan.
" Karena tidak ada lagi yang perlu di bahas, dan akan sangat bagus jika aku diam " Kata Rindu.
" Benarkah, apa kamu tidak senang dengan kenyataan bahwa aku masih suami kamu sampai saat ini, atau kamu sedang memikirkan seseorang, dan karena surat cerai itu palsu kamu sedih tidak bisa bersama dengannya BEGITU KAN ?? " Kata Tajuk dengan wajah Datar, walaupun hatinya bahagia namun dia merasa kesal dan ingin marah lebih tepatnya dia merasa cemburu tidak jelas, melihat ekspresi Rindu yang terlihat tidak senang bahkan dia terlihat banyak diam.
Mendengar ucapan Tajuk yang tajam dan menyakitkan baginya membuat Rindu meradang dan tersulut emosi
" Berhenti sekarang " Kata Rindu dengan sorot mata penuh emosi
" Kamu mau apa, dan kenapa harus berhenti " Kata Tajuk dengan fokus melihat jalanan di depannya, tidak menghiraukan ucapan Rindu
" AKU BILANG BERHENTI " Teriak Rindu di puncak emosinya, Teriakan Rindu membuat Tajuk terkejut, dia pun akhirnya menepikan mobilnya,
Dengan kasar Rindu meraih Tasnya dan membuka pintu mobil bersiap untuk keluar, sebelum benar benar keluar Rindu menatap Tajuk tajam
" Makasih buat semuanya," Kata Rindu tajam dan benar benar keluar dari mobil Tajuk, tidak ada reaksi dari Tajuk, dia hanya diam dan tidak menahan Rindu keluar dari mobilnya
Rindu yang sudah keluar dari mobil Tajuk menuju trotoar untuk mencari taksi, hatinya seakan tercubit dengan perkataan Tajuk tadi, mobil Tajuk masih berada di situ belum pergi
Di dalam mobil Tajuk yang masih d kuasai oleh kecemburuan yang tidak jelas dengan siapa membuatnya hilang akal, dia menggeram dan memukul kuat kemudi mobilnya
"OH SHIIT," Umpat Tajuk yang melihat Rindu dari kaca spion sedang memasuki taksi, dengan segera Tajuk membuka pintu mobilnya untuk mencegah Rindu
" Sweeetyy.. sweetyy, aku minta maaf.. sweetyy " Kata Tajuk berusaha menghentikan Taksi dengan cara memukul mukul kaca jendela namun taksi itu tidak berhenti dan terus melajukan mobilnya.
Tajuk tampak menyesal atas apa yang di katakannya tadi pada Rindu, dia menendang ke udara dan tampak frustasi, Tajuk pun kembali masuk ke dalam mobilnya berniat untuk mengejar taksi yang di naiki Rindu
☆☆ Bersambung ☆☆
Ikuti terus ya kisahnya...
Dan karena beberapa hal makanya up nya tidak bisa setiap hari
Mohon maaf ya para readers tercinta
semangat 💪💪
jgn main potong" ajha 😏😏😏
rindu bilangnya ke Alfian tajuk yg meninggalkan
aku baru terjumpa dgn novel mu
keren sungguh jalan ceritanya.
ada sambungannya tak?