Cerita ini mengkisahkan seorang wanita cantik yang bekerja di sebuah perusahaan besar milik seorang pria terhormat,sesuatu terjadi pada kedua nya dan memaksa mereka untuk menikah dan mengikat sebuah status di antara mereka,namun keterpaksaan menikah di antara kedua nya membuat mereka yang dekat tinggal satu atap tapi berasa berjarak.
pernikahan ini, hanya mereka dan keluarga yang tahu,tak ada satu orang pun yang di perusahaan yang mengira mereka adalah suami istri,kira - kira seperti apa kisah Rara dan Rehan menjalani status suami istri mereka,Yuk di simak.
Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16 - Memikirkan
Di dalam kantor Rehan.
Rehan yang sedang menatap layar monitor tiba - tiba jadi tidak konsen,karena tiba - tiba wajah Rara melintas di pikiran nya.
Sebelum ia berangkat bekerja tadi pagi.
Bu Rossa menghampiri diri nya. "Rehan,Kamu mendingan buka hati kamu untuk Rara,mama lihat dia seperti nya gadis yang baik dan dia juga cantik. sampai kapan kamu mau menunggu mantan mu itu,mau tunggu sampai mana dan Papa Mati dan tidak bisa menikmati hari - hari kami sebagai kakek dan nenek." Ucap Bu Rossa.
"Mama,kenapa harus berkata seperti itu,aku tidak suka mendengar nya." Ucap Rehan kesal.
"Yah kamu sendiri tidak sadar - sadar,gak di bilangin begini,kamu pasti mikirnya Mama dan Papa terlalu memaksa kamu untuk segera menikah,padahal kami juga punya keinginan memiliki cucu dan melihat kamu menikah." Tutur Bu Rossa.
"Aku Berangkat dulu Ma,Pa." Ucap Rehan dan berlalu meninggalkan meja makan.
"Mama kenapa harus ngomong seperti itu sih sama Rehan." Ucap Pak Irwan saat Putra nya meninggalkan meja makan.
"Biarin saja,biar dia tahu kerinduan hati kita Pa. Papa kan juga ingin kan Rehan segera menikah." Jawab Bu Rossa.
Pak Irwan menghela nafas dengan berat mendengar ucapan dari sang istri.
•••
Tok
Tok
Tok
suara ketukan pintu sejenak membuat Rehan sadar dari lamunan nya.
"Bos,ini data yang anda minta." Ucap Rans.
"Yah,letakan saja."Jawab Rehan
Rans lalu meletakan sebuah map di atas meja Rehan. "Saya permisi dulu Bos." Ucap Rans.
"Rans,Tunggu!." Ucap Rehan.
"Iya bos." Rans menoleh ke arah bos nya,dan terdiam menunggu jawaban.
"Menurut mu,apa aku harus mencoba membuka hati ku untuk orang lain?." Tanya Rehan,membuat Rans sangat terkejut dengan apa yang di pertanyakan oleh Bos nya,membuat Rehan terdiam dan tidak tahu harus menjawab apa.
"Astaga,ini sangat konyol,sudah lah,lupakan saja,Tolong ambilkan rekaman Cctv semalam di ruangan para staf tadi malam." Ucap Rehan memijit kening nya .
"Baik Bos."Jawab Rans dan keluar dari ruangan Rehan.
•••
"Ra,semalam beneran kamu terjebak di lift bareng Pak Rehan?." Tanya Rini penasaran saat mendengar gosip dari para staf.
"Tahu dari mana?." Tanya Rara menoleh ke sahabat nya.
"Ya ampun Ra,kaya anak baru aja,pake tanya tahu dari mana,gosip di kantor mah sebentar aja udah nyebar Ra,apa lagi kalau berhubungan dengan Pak Rehan yang tampan dan berkarisma."Ucap Rini jadi teringat sosok Rehan yang menurut nya sangat mempesona dan mempunyai daya tarik sendiri meski terkenal galak.
"Tapi Ra,kok bisa kamu pulang semalam itu?,kalau pak Rehan sih aku dengar,sebelum kemarin,dia memang sudah biasa pulang larut malam waktu di perusahaan lain." Ucap Rini.
"Kamu kok tentang pak Rehan apa - apa tahu Si Rin?." tanya Rara penuh selidik.
"Hehe,kayak nya bukan aku aja dech,di kantor ini,banyak kali yang lebih tahu soal pak Rehan." Ucap Rini menyengir.
Rara tersenyum mendengar jawaban sahabat nya. "Semalam kerjaan ku seperti ada yang hapus Rin,pas aku ke toilet,kerjaan semalam,hilang semua,jadi aku harus kerjakan ulang." Jawab Rara.
"Kok Bisa Ra?."
"Ngga Tahu,tapi yang lakukan ini fix jahat banget sih,aku sampai sekarang rasa nya capek banget." Ucap Rara memijit - mijit punggung leher nya.
"Kita cek Cctv aja yok!." Ajak Rini.
"Nanti aja dech,aku masih banyak kerjaan,aku gak mau pulang malam lagi."Ucap Rara.
"Ya udah dech,nanti ya."
Hari ini Rara sangat mengantuk,ia tidak konsen bekerja membuat Dia jadi tertidur sejenak di meja kerjanya,Rini yang tahu sahabat nya kelelahan pun mencoba melihat - lihat sekitaran,agar bisa membangunkan Rata saat ada atasan mereka lewat.