Judul sebelumnya 'Sahabatku, Duri Pernikahanku'
Apa wanita ditakdirkan untuk menangis? Apa wanita tidak memiliki kebahagiaan?
Wanita ingin merasa bahagia. Baik istri pertama atau kedua.
Hal apakah yang harus ditangisi oleh wanita? Hal apa yang istimewa?
inilah kisah
Air mata berharga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fatmass, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 16
"Hahahaha Kamu ada ada deh San. Yang setia itu banyak banget. Aku beruntung banget bisa dipertemukan sama Mas Dhani!" Seru Bella.
deg.
Hati Dhani bergerumuh seakan perkataan Bella menyinggungnya. Dirinya semakin bersalah saat Bella mengatainya setia. Dhani pun hanya bisa tersenyum kikuk ke arah Bella.
"Iya banyak banget, Aku ingin satu deh!" Seloroh Santi menatap ke arah Dhani.
Tiba tiba suster masuk dan membicarakan tentang kondisi Bella. Bella disana ditemani Dhani dan juga Santi karena Papa Putra dan Mama Vika sedang dilanda sibuk mengurus Lidya yang tengah menjalani lamaran.
"Alhamdulillah ibu sehat. Namun kemungkinan ibu bisa pulang besok atau lusa karena bagian dalam setelah melahirkan belum kembali normal!" Seru Suster yang menangani Bella.
Dhani dan Bella hanya mengangguk paham. Setelah itu Bella pun tertidur sedangkan Dhani malah mengajak Santi untuk ke kamar mandi. Dengan senang hati pun Santi menuruti dan berjalan ke arah kamar mandi.
Sesampainya ke kamar mandi, Dhani pun dengan segera merampas ponsel Santi dan membantingnya bertujuan untuk menghilangkan semua video yang sudah digunakan Santi sebagai senjata untuk mengancamnya.
"Kau itu apa apa an" Bentak Santi.
"Kau sekarang sudah tidak memiliki video apa pun jadi berhenti mengganggu urusan rumah tanggaku dan Bella!" Tekan Dhani.
Bukannya takut atau merasa khawatir Santi hanya tertawa kecil menghadapi Dhani membuat Dhani mengerutkan keningnya.
"Kau pikir video sepenting itu hanya ada di satu hp?" Seringai Santi membuat Dhani paham dengan tertawanya Santi.
Dhani pun terduduk lemas, berlutut dan menitikkan air matanya.
"Aku mohon San lepaskan aku dan juga Bella!" Lirih Dhani.
Santi hanya memalingkan wajahnya, Dhani pun berdiri dan memegang bahu Santi.
"Aku mohon San, Akan kulakukan apapun tapi lepaskan aku dan Bella." Pinta Dhani.
"Aku tidak menginginkan apapun, aku hanya ingin kamu!" Seru Santi kini sudah mengalungkan tangannya pada leher Dhani.
Dengan segera Dhani pun menghempaskan tangan Santi seolah jijik dengan perlakuan Santi. Santi pun hanya tersenyum kemenangan kini suami dari musuh nya sudah bertekuk lutut dengannya.
"ayolah!" Goda Santi mulai mendekatkan dirinya pada Dhani namun dengan segera Dhani pergi meninggalkan Santi.
'Kau lihat saja aku atau Bella yang akan pergi' Gumam Santi di dalam hatinya.
...•••••••••••••...
Keesokan paginya.
Dhani dan Santi sudah pulang kerumah karena harus bekerja. Bella di rumah sakit sendirian menunggu instruksi dokter agar dirinya bisa pulang.
"Alhamdulillah ibu bisa pulang!" Ujar dokter tersebut tersenyum ke arah Bella.
"Dok saya bisa minta tolong?" Seru Bella dengan wajah memohon.
"minta tolong apa bu?" Tanya dokter.
"Saya mohon jangan bilang ke suami atau sahabat saya kalau saya boleh pulang" Ucap Bella dengan tersenyum.
Dokter yang paham dengan tingkah laku Bella pun merasa salut dengan Bella. Dirinya tetap dalam optimisnya ke suami dan sahabatnya setelah apa yang dilakukan suami dan sahabatnya.
Flashback -
Dokter Diana, Dokter kandungan yang menangani Bella saat ini. Umurnya sudah berkepala tiga, dan sudah menikah dengan seorang dokter pula. Dokter Diana juga merupakan kakak dari adik yang merupakan pengusaha terbesar, Mahardika.corp.
Dirinya memeriksa Bella namun Bella sudah tertidur. Dan saat akan melangkahkan kakinya tiba tiba dia mendengar suara teriakan dari arah kamar mandi.
Kau itu apa apaan,-
"Siapa itu? Mungkin Mba Santi temannya Bella, Tapi dengan siapa?" Gumam kecil Dokter Diana dan mulai mendekati kamar mandi.
Dokter Diana menutup mulutnya saat mendengar semua percakapan Dhani dan Santi. Dokter Diana tidak habis pikir disaat Bella sedang terbaring setelah melahirkan dam berjuang demi anaknya namun Suami dan Sahabatnya sendiri tega mengkhianatinya.
Dokter Diana pun mengelus dadanya dan akhirnya meninggalkan ruangan Bella. Dokter Diana tidak sama sekali mengadukan kepada Bella karena ia yakin suatu saat Bella akan mengetahuinya sendiri.
Flashback end -
"Iya bu nanti tidak saya adukan ke suami ibu, Mau kasih surprise ya?" Goda Dokter Diana.
"Iya dok, em dok bisa tidak manggil saya mbak aja saya ini masih muda nggak pantes dipanggil ibu!" Seloroh Bella yang dijawab dengan tertawanya dokter diana.
"Iya mbak, orang udah mau jadi ibu juga!" Seru Dokter Diana.
"Ih" Bella pun akhirnya ikut tertawa dengan Dokter Diana.
"Mbak Bella seneng banget ya punya suami kayak suami mbak sekarang?" Tanya Dokter Diana.
"Iya suami saya setia dan juga pengertian" Seru Bella dengan tersenyum.
"Apa Mbak Bella percaya musuh dalam selimut?" Tanya Dokter Diana tiba tiba.
"ten--"
Bella belum selesai melanjutkan perkataannya tiba tiba ada seseorang yang memasuki ruangan Bella
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
😘😘😘
nnti klo udh nymbung lgii
coba ke avan dlu brgkali udh bnyak up nya