Elias merupakan sosok lelaki idola di kampus, dan ia adalah seorang playboy.
Cyara adalah mahasiswi baru di UI Kediri. Mereka bertemu saat Masa Orientasi Siswa baru. Cyara jatuh hati pada Elias.
Elias menjadikan Cyara kekasihnya, namun tidak lama kemudian putus setelah Cyara mengetahui bahwa semuanya adalah settingan.
Setelah putus dari Cyara, Elias baru menyadari jika dia menyukai Cyara yang juga masih memendam rasa untuknya. Mereka bertemu lagi di Rumah Sakit karena Elias terinfeksi corona virus. Akankah Elias sembuh, dan apakah dia menyadari kesalahannya di masa lalu, bisakah ia menaklukkan kembali hati Cyara dan bersaing dengan Fandy untuk mendapatkan hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ruby kejora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.16 Bayangan Cyara
Sudah beberapa minggu berlalu sejak kejadian di kantin yang membuat ya enggan menemui Cyara atau menampakkan diri di depannya.
Dia juga masih berkutat dengan deadline skripsinya yang harus segera ia selesaikan dan menguras banyak waktu nya.
Jam kuliah Elias mulai berkurang tidak sepadat dulu, karena materi kuliahnya tinggal enam SKS saja, sehingga dia tidak lama berada di kampus.
Elias merasa jenuh melihat tumpukan kertas berisi materi-materi skripsi di kamarnya.
"Bisa-bisa aku frustasi...dengan masalah skripsi yang belum beres di tambah ingatan tentang Cyara yang tidak mau pergi dari otakku dan terus menghantuiku." kata Elias mengepalkan tangan dan memukulkan ke pintu kamar nya kemudian duduk bersandar di pintu.
Beberapa saat kemudian Elias keluar dari kamarnya naik ke lantai tiga. Di sana ada sam sak dan juga treadmill.
Elias melihat El memakai sam saknya.
"Minggir sebentar, aku mau pakai sam saknya. Kau pakai treadmill dulu." kata Elias pada El.
"Aku lihat wajahmu kusut dan rambutmu berantakan. Kau sedang frustasi... kasihan sekali adikku ini." kata El tertawa lebar kemudian pindah ke treadmill.
"Kau selalu tertawa, kapan kau berhenti tertawa ?" kata Elias memukul sam sak dengan kencang.
"Kau butuh teman duel ?"
"Duel dengan mu lagi, kau akan babak belur jika aku menerima tantanganmu sekarang."
"Siapa takut, ayo maju." kata El turun dari treadmill dan bersiap meninju.
"Saat ini aku lebih nyaman memukul sam sak ini dari pada memukul mu."
"Kau terlihat payah hanya karena masalah wanita."
"Apa katamu, kau yang payah. Dasar playboy kacang." kata Elias memukul sam sak dengan lebih keras.
"Ke mana sosok Adikku yang biasanya kuat itu pergi, Adikku yang biasanya membuat para gadis menangis. Apakah hatinya di masih di bawa oleh siapa gadis itu ya...lupa namanya."
"Cyara maksudmu ?"
"Iya kau telah di kalahkan Cyara dan menjadi lemah sekarang."
"Kalah bagaimana, aku tidak bersaing dengannya.''
"Tampak jelas di wajahmu kau sekarang mulai menyukainya setelah pisah darinya."
"Aku tidak menyukainya, aku hanya merasa kasihan dan merasa bersalah padanya."
"Kasihan dan suka beda nyatipis, setipis benang. Kau sampai bermimpi dan mengigau memanggil namanya." kata El terkekeh melihat wajah Elias.
"Kau lancang sekali masuk kamarku dan mengintip mimpiku."
"Kau tak perlu memikirkan dia lebih jauh, seperti rumus yang biasa kau pakai, berikan cinta satu persen saja."
"Dasar kau memang playboy, masih seperti dulu belum berubah. Kasihan si Haura nanti jika jadi istrimu kalau sikap mu masih seperti itu."
"Lalu kau apa, asal kau tahu... kau super playboy. Dengarkan Kakakmu ini. Cinta itu datang dan pergi silih berganti. Suatu saat kau akan menemukan cinta yang tepat untukmu.
"Buang jauh Cyara dari pikiranmu, karena itu hanya akan membebani mu saja. Jika kalian memang berjodoh kelak akan bersatu."
"Aku sudah memaksanya keluar dari otak ku, tapi dia masih nyaman membayangi ku."
"Aku tidak akan mengulangi perkataanku. Kau carilah penawar racun sebelum keracunan. Aku pergi dulu." kata El turun dari treadmill lalu menepuk keras pundak Elias berjalan menuruni tangga.
"Oh iya...aku sudah meminum parasetamol yang kau berikan padaku malam itu. Terima kasih Kak."
"Yo ..." jawab El mengangkat tangannya ke atas tanpa melihat Elias.
Elias kemudian memukul sam sak sampai puas, sampai tangannya terasa pegal. Kemudian turun dan pindah ke treadmill dan menambah kecepatannya, yang membuat keringatnya bercucuran.
"Aku rasa sudah cukup. Aku sudah puas melampiaskan semua emosi. Sudah lega rasanya." kata Elias mengelap keringat nya yang menetes.
Elias kemudian menuruni anak tangga menuju ke lantai satu, menuju ke dapur dan mengambil dua gelas besar air minum dan meminumnya dengan cepat.
Elias berjalan menuju balkon di lantai satu dan duduk di kursi santai menghadap ke jalan dan menikmati pemandangan dari atas, melihat perusahan milik Ayahnya.
"Sudah lama tidak pernah main ke sana, nanti aku akan ke sana."
Satu jam kemudian setelah Elias merasa puas mengagumi pemandangan dari atas, ia turun dari lantai satu dan berjalan keluar rumah menuju perusahaan milik ayahnya, yang tidak jauh dari lokasi rumah.
Elias berjalan melewati para pegawai yang sibuk bekerja. Beberapa dari mereka ada yang sedang mengecek barang yang datang dari luar negeri.
"Selamat pagi Den Elias, sudah jam sembilan pagi masih di rumah, apa tidak masuk kuliah ?"
"Kelas hari ini di mulai pukul sebelas siang, Pak."
"Ke sini sendirian Den..."
"Sama siapa lagi harus ke sini ?"
"Biasanya sama temen cewek ke sini, cewek yang dulu pernah di ajak ke sini, tidak di ajak sekalian ?"
"Cewek yang mana, Pak ?"
"Cewek yang dulu Den... yang Aden kasih tas warna merah, masak sudah lupa ?" tanya salah satu karyawan dengan tertawa.
"Oh... dia ..."
"Apa aden sudah putus dengan nya ?"
"Dia sedang ada kuliah, Pak."
"Oh... kirain Den Elias sudah putus dan punya cewek baru."
"Cewek bikin pusing, Pak. Bapak tahu ayah ada di mana sekarang ?"
"Den Lazuar sedang keluar sama nyonya tadi, tidak tahu ke mana Den..."
"Pak, saya tinggal masuk ke dalam dulu." kata Elias meninggalkan karyawan yang kembali bekerja.
Elias masuk ke gudang dan melihat barang impor yang baru di bongkar. Dia melihat sebagian barang yang di buka.
"Apa barang terbaru kali ini, Pak ?" tanya Elias kepada petugas yang membuka beberapa kardus dan mencocokkan dengan datanya.
"Banyak barang barunya, yang di cari apa Den ?"
"Apa saja, Pak yang lagi booming."
"Ini ada kursi lipat dari Jepang. Bisa di lipat jika sudah tidak di pakai lagi dan mudah di bawa." kata petugas menunjuk kan kursi lipat berbentuk tabung yang terbuat dari plastik dan bisa di buka tutup seperti kipas tangan.
"Barang yang kecil saja Pak, casing ponsel terbaru, atau gantungan kunci."
"Sebentar saya carikan, Den."
Elias melihat gantungan kunci berbentuk matahari yang menarik perhatiannya. Gantungan itu ternyata merupakan gantungan kunci berpasangan, yang bisa di pisah menjadi dua gantungan berbentuk setengah lingkaran, dan bisa di gabung lagi dengan menempelkan magnet yang ada di tepi gantungan.
"Pak, saya ambil gantungan kunci ini ya."
"Den, gantungan kunci itu belum saya data, nanti jika jumlah nya tidak sama, saya akan kena marah Den Lazuar."
"Nanti biar saya yang ngomong ke Ayah, Pak."
"Tapi barang nya itu akan di taruh di display, dekat resepsionis, Den."
"Oh... saya akan pesan ke resepsionisnya sekarang, Pak."
Elias berjalan masuk ke lobby dan menghampiri resepsionis.
"Bu... nanti tolong sampaikan ke Ayah, aku ambil gantungan kunci ini dari Bapak yang di sana, katanya mau di pajang di display."
"Iya Den, nanti saya sampai kan."
"Terima kasih." kata Elias kemudian pergi dari lobby dan berjalan keluar menuju rumah.
"Sepertinya gantungan kunci bagus sebagai hadiah terakhir dari ku." kata Elias tersenyum melihatnya.
Elias masuk ke rumah dan menuju kamar nya. Ia mengambil tasnya, kemudian membuka resleting, dan memasukkan ke dalam. Elias menaruh kembali tasnya dan melihat jam tangannya, kemudian berjalan ke jendela, memandang langit yang biru.
kok Elyas sama Cyara blom sampai pelaminan
maksud,y hubungan orang.
cerita,y keren 👍 semakin menegangkan
Penuh arti dan juga makna
Semua karyaMu kan kagumi
Jika memberi kesan sempurna
maaf ya Author cerita,y ku suka dan pengen kejutan. biar berasa nyata.
gemessss😁
👍
_ _ _
pikiran ku terhantut.
hrus,y kn klo cinta bahagia mlihat seseorang yg d cintai,y bahagia.
_ _
ak aj bahagia pdahal ak salah satu mantan Elyas🤫
🤫