Wen Yu sedang berpetualangan dengan mendaki bukit seorang diri di sebuah tempat wisata alam. Lalu sebuah kebetulan, ia bertemu seekor kucing yang memiliki sepasang sayap. Tanpa rasa takut dan hanya memiliki rasa penasaran yang tinggi, Wen Yu mengikuti kucing itu dan berusaha menangkapnya. Alih-alih berhasil, ia malah terperosok pada sebuah goa di dalam tanah yang ternyata sedang mengalami peristiwa aneh. Cahaya kebiruan bersinar melingkar seperti sebuah pintu lorong waktu yang sering ia tonton di film-film fantasi. Tak lagi bisa mengelak, Wen Yu jatuh ke dalam lingkaran biru itu dan menghilang seketika. Dan tiba-tiba terbangun di dunia antah berantah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jalur Menuju Akademi
Jalur Menuju Akademi
Setelah beberapa hari berjalan jauh dari hutan dan goa yang pernah jadi tempat perlindungan, Ze Kai akhirnya memasuki jalur utama yang menghubungkan desa-desa kecil dengan kota besar di kejauhan. Saat matahari mulai menyingsing ke arah barat, ia melihat sekelompok orang yang sedang beristirahat di bawah pepohonan besar, di antaranya seorang pemuda berusia sekitar dua puluhan tahun dengan rambut hitam yang rapi dan wajah yang ramah sedang tersenyum padanya.
"Hei! Kau terlihat lelah, beristirahat lah disini," ujar pemuda itu dengan suara ceria saat Ze Kai mendekat. "Apa kau sedang dalam perjalanan jauh?"
Ze Kai mengangguk perlahan, menyeka keringat di dahinya dengan lengan bajunya.
Pemuda itu berdiri dan memberikan segelas air dari kantong kulit yang dibawanya.
"Namaku Lin Feng. Aku sedang dalam perjalanan ke Akademi Kultivasi Biru Laut di kota utama. Kau bisa ikut bersamaku jika mau. Jalanan lebih aman kalau beramai-ramai."
Ze Kai melihatnya dengan cermat. Ekspresi wajah pemuda yang bernama Lin Feng itu tampak tulus, membuatnya merasa percaya kepada pemuda itu. Ia menerima segelas air dengan senyum.
"Terima kasih banyak. Nama ku Ze Kai," ucap Ze Kai, balas memperkenalkan diri.
Lin Feng tersenyum hangat.
"Senang bertemu denganmu, Ze Kai. Dari mana asal mu?"
Sebelum Ze Kai bisa menjawab, beberapa orang muda lainnya yang sedang duduk di sekitar mereka mulai berbalik dan melihatnya dengan rasa penasaran. Salah satunya seorang gadis dengan rambut pirang yang mengkilap.
"Sepertinya kau bukan dari desa sekitar sini ya? Tubuhmu mengeluarkan energi yang tidak biasa."
Ze Kai hanya mengangguk perlahan, tidak ingin terlalu banyak berbicara tentang dirinya.
"Aku dulunya tinggal di sebuah desa kecil dekat hutan. Sekarang aku sedang mencari tempat untuk memulai hidup baru."
"Kau berpetualangan sendiri?"
Ze Kai mengangguk.
"Bagaimana kalau kau ikut kami mendaftar akademi saja? Pasti seru!" ujar Lin Feng.
"Akademi?" ulang Ze Kai, terlihat bingung.
"Tempat kau bisa belajar dan memperkuat dirimu. Ada banyak siswa berbakat berkumpul disana. Juga guru-guru yang memiliki kemampuan luar biasa. Disana kita bisa mengasah ilmu dan kemampuan kita," jelas Lin Feng.
Ze Kai tampak berpikir sejenak. Lalu seseorang pemuda yang lain datang
mendekat dan menepuk pundak Ze Kai.
"Ayo kita daftar bersama."
Melihat kesungguhan orang-orang di sekitarnya, akhirnya Ze Kai pun mengangguk setuju.
Lalu obrolan lain pun mengalir begitu saja. Lama-lama mereka menjadi akrab dan melanjutkan perjalanan bersama. Ze Kai cukup senang mendapati teman baru. Apalagi mereka kelihatannya tidak mempermasalahkan asal usulan yang hanya orang biasa.
-
-
-
Beberapa hari kemudian, mereka sampai di pinggiran kota besar yang ramai. Lin Feng mengajak Ze Kai untuk mengikutinya ke pendopo kecil di pinggiran kota, tempat di mana para calon siswa akademi sering berkumpul sebelum pendaftaran resmi dimulai. Di sana, Ze Kai bertemu dengan beberapa orang muda lainnya yang juga akan mendaftar ke Akademi Kultivasi Kota Biru Laut.
Namun tidak lama setelah mereka tiba, beberapa orang muda yang mengenakan baju dengan lambang keluarga kaya mulai mendekat. Salah satunya adalah pemuda tinggi dengan wajah sombong yang melihat Ze Kai dari atas sampai ke bawah.
"Siapa kau? Sepertinya bukan dari keluarga terkenal ya?" ujar pemuda itu dengan suara yang menyindir dengan senyum tipis merendahkan. "Aku adalah Zhang Wei dari Keluarga Zhang, salah satu keluarga besar di sini. Kau tidak akan bisa masuk akademi dengan latar belakang yang tidak jelas seperti itu."
Ze Kai hanya menatapnya dengan tenang. Ia tidak ingin membuat masalah sebelum mendaftar, tapi juga tidak akan diam ketika direndahkan.
"Setiap orang punya hak untuk mencoba, bukan?" jawabnya dengan suara yang tetap tenang.
Pemuda itu kesal mendengar Ze Kai menjawab ucapannya. Ia hendak menyerang ketika seseorang dari belakang mereka bersuara dengan kuat.
"Jangan membuat masalah di sini, Zhang Wei. Tempat ini untuk pendaftaran, bukan untuk berkelahi."
Semua orang menoleh dan melihat seorang wanita berusia sekitar tiga puluhan dengan baju putih bersih yang menunjukkan bahwa ia adalah salah satu instruktur akademi.
"Kalian semua di sini untuk mendaftar ke Akademi Kultivasi Kota Biru Laut, bukan? Jika ingin membuat masalah, keluar saja dari sini dan jangan kembali lagi."
Zhang Wei hanya bisa mengerutkan hidung dan menyendiri sambil mengacungkan bahu. Instruktur itu kemudian menoleh ke arah Ze Kai dengan pandangan yang penuh perhatian.
"Pendaftaran akan dimulai besok pagi. Kalian semua bisa beristirahat di sini atau mencari tempat tinggal sementara di kota."
-
-
-
Keesokan harinya, pendaftaran resmi dimulai. Ze Kai datang bersama Lin Feng dan beberapa teman baru yang telah ia kenal selama perjalanan. Ketika gilirannya tiba, ia mengisi formulir dengan jujur tentang dirinya. Kecuali tentang asal-usul kekuatannya yang ia katakan sebagai bakat alami yang muncul setelah berlatih keras.
Namun ketika ia menyerahkan formulir, petugas pendaftaran yang melihatnya langsung menunjukkan ekspresi terkejut. "Kau sudah mengendalikan elemen tanah hampir ke level menengah? pada usia muda seperti ini? Sangat luar biasa!"
Beberapa orang di sekitar mulai memperhatikan Ze Kai dengan pandangan kagum dan sedikit iri. Namun sebelum ada yang bisa berkata apa-apa, seorang wanita tua dengan rambut putih yang disanggul rapi mendekat. Ia adalah salah satu dosen senior akademi.
"Saya telah melihatmu dari kejauhan," ujarnya dengan suara lembut namun tubuhnya memancarkan aura penuh kekuatan. "Aura energi yang kau miliki sangat khas, mirip dengan seorang kultivator hebat yang pernah kita dengar cerita tentangnya. Apa kau mau menjadi murid ku?"
Ze Kai mengangkat kepalanya dengan mata yang penuh harapan. Ini adalah kesempatan besar untuknya. Bukan hanya untuk meningkatkan kekuatannya, tapi juga untuk menemukan kebenaran tentang asal-usul kekuatan Xiao Bai dan leluhur yang pernah ia dengar dari cerita Kakeknya.
"Terima kasih banyak, Bu," ujar Ze Kai dengan penuh rasa hormat. "Aku sangat berterima kasih akan bantuannya."
Wanita itu tersenyum lembut. "Nama saya Master Li. Mari kita mulai dengan mengenalkanmu pada sistem pembelajaran di akademi ini. Kamu akan menemukan bahwa ada banyak hal baru yang bisa dipelajari di sini. Tidak hanya tentang elemen, tapi juga tentang sejarah dan filosofi kultivasi yang mendalam."
Dengan itu, Ze Kai memulai langkah baru dalam hidupnya. Memasuki dunia kultivasi yang lebih luas dengan harapan menemukan kebenaran tentang masa lalunya, dan membangun masa depan yang layak untuk membayar dendam atas sang Kakek. Serta mewujudkan impian sang Kakek yang selalu ingin melihatnya menjadi orang yang bermanfaat bagi banyak orang.
-
-
-
Bersambung...
Jangan lupa dukung Author dengan like dan komen ya, terima kasih 🙏