NovelToon NovelToon
GADIS KECIL KESAYANGAN CEO

GADIS KECIL KESAYANGAN CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Eka Sugairti

Kesialan dapat menimbulkan keajaiban??

Benarkah itu??

Kisah seorang gadis berusia 18 thn bernama Gaby Debbara Fernando, gadis yang diusir oleh ayahnya karena kesalahan yang entah apa itu. Kecelakaan yang membuatnya harus masuk rumah sakit, justru malah menimbulkan keajaiban dalam kehidupannya. Bagaimana tidak??

Kecelakaan yang dialaminya mungkin merupakan kecelakaan yang paling beruntung, sebab ia dapat bertemu dengan Ardiaz Sunjaya.

Ya...Pengusaha muda yang sukses bernama Ardiaz Sunjaya, siapa yang tidak mengenalnya. Ardiaz pria tertampan sedunia ini jatuh cinta pada seorang gadis biasa??

Begitu banyak gadis cantik dari kalangan atas, namun ia hanya jatuh cinta pada Gaby.

Penasaran dengan perjuangannya??

Langsung baca aja yak...

Jangan lupa like, vote, rate ya...

Kalo ada saran dan masukan silahkan ajukan di kolom komentar...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Sugairti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 16

"Nanti kau juga akan tahu," jawab Ardiaz dengan malas.

"Ah kenapa begitu?" Tanya Gaby yang kecewa dengan jawaban Ardiaz.

"Sudah kubilang nanti kau juga akan tahu," Ardiaz kembali menolak menjelaskan.

"Ah kenapa tuan?" Gaby terus mendesak Ardiaz agar menjelaskan maksud perkataannya.

Gaby mendekat kearah Ardiaz, sementara Ardiaz memundurkan tubuhnya menjauhi Gaby hingga terpojok di pintu mobil dan dengan tidak sengaja sebuah guncangan membuat Gaby kehilangan keseimbangan lalu jatuh kepelukan Ardiaz.

Tatapan mereka saling bertemu, tatapan Gaby yang begitu polos sementara tatapan Ardiaz yang menahan nafsunya.

"Ck, bibirnya sangat indah sehingga aku ingin menci*mnya." Batin Ardiaz.

Kangjian melihat keadaan mereka yang tengah berpelukan lalu tersenyum jahil.

"Maaf tuan, tadi ada sebuah batu besar." Ucap Kangjian.

Ardiaz tak mempedulikan ucapan Kangjian, ia masih menatap Gaby sampai akhirnya Gaby bersuara.

"Ma-maaf tuan." Gaby mencoba memisahkan diri dari pelukan Ardiaz.

"Ah ya, ini bukan salahmu." Ardiaz menatap tajam kearah Kangjian yang sedang menatap mereka dari balik kaca depan.

Kangjian menunduk dan berfokus kembali pada kemudi.

Gaby tersenyum kecil kemudian menatap keluar jendela.

"Astaga, jantungku berdetak kencang." Batin Gaby dan Ardiaz bersamaan.

Hari mulai gelap, mereka tiba dirumah Gaby dengan sangat terlambat. Kamacetan yang dialami mereka sangat lamban dan membosankan.

Anny keluar dari rumah dan menyambut kedatangan mereka bertiga. Gaby lantas memeluk Anny dan Anny membalas pelukan Gaby dengan lembut.

"Nona mengapa terlambat pulang?" Tanya Anny cemas.

Anny seorang ibu tua yang kehilangan putrinya karena sakit kanker yang diderita membuatnya iba setiap kali berada disamping Gaby.

"Tadi ada sedikit masalah, makanya agak terlambat." Jawab Gaby dengan senyuman manis.

"Ya sudah, nona pergi membersihkan badan dulu setelah itu makan malam. Tuan muda dan sekertaris Kang juga." Ucap Anny yang penuh perhatian.

Mereka masuk kedalam rumah dan makan malam bersama.

"Gaby sangat cantik." Batin Ardiaz yang terus menatap Gaby ketika sedang makan.

"Tuan?" Panggil Gaby, ia tak nyaman karena Ardiaz terus menatapnya.

"Hmm?" Ardiaz menjawab dengan berdehem dan mengangkat sebelah alisnya.

"Tuan baik-baik saja? Dari tadi saya perhatikan, tuan menatap saya terus." Tanya Gaby dengan wajah merah karena malu bertanya seperti itu.

"Tidak, itu. Ada..." Ardiaz menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia jadi salah tingkah setelah Gaby bertanya.

"Ah lupakan saja, saya pergi dulu." Ardiaz beranjak dari meja makan dan masuk kedalam ruang baca.

"Seharusnya aku tidak bertanya..." batin Gaby menyesal.

Sementara Kangjian dan Anny yang memperhatikan mereka makan dari balik tembok dapur menahan tawa mereka. Melihat Ardiaz yang salah tingkah dan pipi Gaby yang merah terbakar sungguh jarang mereka lihat.

"Sepertinya tuan muda menyukai nona Gaby," ucap Anny pelan.

"Saya rasa begitu." Balas Kangjian.

Kangjian menatap Anny dan dibalas Anny kemudian mereka tiba-tiba tertawa lepas dan akhirnya pergi memisahkan diri.

"Aarrgghh..." Ardiaz mengacak-ngacak rambutnya dengan gusar.

"Kenapa denganku!!" Ucapnya sambil memukul meja yang ada didepannya.

Ardiaz terus bolak-balik setelah berada diruang baca. Tingkahnya barusan merusak martabatnya sebagai pria dingin yang tak pernah ada cinta dihatinya.

Ardiaz duduk disebuah kursi dengan menopang dagu pada meja didepannya.

Bunyi ketukan dipintu membuyarkan lamunananya.

"Tuan? Apa saya boleh masuk?" Tanya Kangjian yang berniat melihat keadaan Ardiaz.

"Masuk saja!!" Jawab Ardiaz.

Lantas Kangjian masuk dan mendekat kearah Ardiaz.

"Hmm aku teringat dengan kalung itu..." batin Ardiaz yang kemudian mengambil liontin disakunya.

"Ada apa?" Tanya Ardiaz pada Kangjian yang sedang senyum-senyum sendiri.

"Tidak tuan, saya hanya ingin bertanya." Jawab Kangjian masih sambil tersenyum jahil.

"Jangan aneh-aneh!!" Peringat Ardiaz yang menyadari bahwa Kangjian akan bertanya soal tingkahnya saat dimeja makan.

"Ah tuan ini, tahu betul apa yang ingin saya tanyakan," canda Kangjian yang kemudian meletakkan dokumen dimeja Ardiaz.

Sementara Ardiaz sibuk memperhatikan liontin itu lalu bangkit mengambil barang lain.

"Sepertinya tuan mencintai nona Gaby." Ucap Kangjian.

Ardiaz melirik kearah Kangjian dengan tajam.

Sementara itu...

Gaby duduk didepan tv namun pandangannya berfokus pada ponselnya.

"Silahkan nona," Anny meletakkan camilan dimeja yang tadi diminta Gaby.

"Terima kasih." Ucap Gaby sambil mengambil minuman.

Anny mengangguk kemudian berbalik berniat kembali kedapur, namun Gaby menghentikan langkahnya karena ia memanggil Anny.

"Aku ingin bertanya." Ucapnya setelah Anny menoleh dan menghentikan langkahnya.

"Ada apa nona?" Tanya Anny sambil mengambil kursi kecil untuk duduk.

"Bagaimana dengan Rony?" Tanya Gaby mengingat kalau dia tidak pulang bersama Rony.

"Ah ya, tadi sore dia pulang sambil membawa seekor kelinci. Dia sempat mencari nona, namun tuan Ardiaz menelpon dan menyuruhnya untuk pulang." Anny menjelaskan dengan seksama agar Gaby tak cemas.

"Ah begitu," jawab Gaby.

"Bi?" Panggil Gaby.

"Iya nona?" Jawab Anny sambil membersihkan bajunya yang terdapat noda.

"Apa itu "Gadisku"?" Tanya Gaby sambil meminum minuman yang ia pegang.

"Eh? Maksud nona?" Anny bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan Gaby.

"Tuan Ardiaz selalu memanggilku "Gadisku" maksud tuan Ardiaz apa?" Gaby membenarkan pertanyaannya dengan wajah polos.

"Eh? Nona tidak mengerti rupanya," ucap Anny sebelum menjawab.

"Itu adalah sebutan bagi orang yang dimiliki seseorang, seperti keluarga atau pasangan..." jawab Anny sambil tersenyum.

"Pasangan ya? Tapi aku kan bukan pasangan tuan Ardiaz." Ucap Gaby mengeryitkan dahi.

Anny tersenyum sebelum menjawab.

"Tuan memanggil nona seperti itu agar ia dapat melindungi nona. Dengan memanggil nona sebagai gadis-Nya maka orang yang menindas nona akan berhenti dan takut." Jawab Anny dengan lembut dan penuh kehangatan.

"Begitukah? Hmm... dimana kelinci yang tadi dibeli Rony?" Gaby meletakkan minuman yang sedari tadi dipegangnya kemudian mengambil sepotong kue.

"Sebentar saya ambilkan dulu," ucap Anny yang kemudian mengambil kelinci tersebut.

Tak lama kemudian Anny datang dengan membawa kelinci putih yang imut.

"Ini nona." Anny menyerahkan kelinci itu lalu Gaby menerimanya dan meletakkan nya dipangkuannya.

"Nona mau menamakannya apa?" Tanya Anny sambil duduk disebelah Gaby.

"Hmmm?" Gaby berpikir sebentar lalu mendapatkan sebuah nama.

"Reb!!" Ucap Gaby dengan senang.

"Eh? Mengapa Reb?" Tanya Anny yang merasa aneh dengan nama itu.

"Entahlah, nama itu melintas begitu saja dipikiranku." Jawab Gaby sambil mengangkat kelinci itu.

"Tuan mau menatap seperti itu pun saya tidak takut." Ucap Kangjian meremehkan tatapan tajam Ardiaz.

"Cih, kau ini!!" Jawab Ardiaz mengalihkan pandangannya keluar jendela.

"Malam ini cerah sekali," ucap Gaby sambil mengelus-elus Reb.

"Nona mau keluar?" Tanya Anny yang baru saja kembali setelah meletakkan bekas camilan.

"Iya, aku mau pergi ketaman didepan!!" Jawab Gaby dengan semangat.

"Baiklah, saya temani ya!?" Ucap Anny sambil membantu Gaby berdiri.

Gaby mengangguk sambil tersenyum.

1
Ratna Fika Ajah
Thor, kok yo masalah trus yo yo.
Ratna Fika Ajah
Luar biasa
Alifah Azzahra💙💙
Mampir yah Thor 🥰
Nur Syamsi
waduh mna body guar tuan Rogad
Nur Syamsi
author bikin Ardiaz sembuh belum merasakan kebahagiaan bersama isterinya
Nur Syamsi
kapang Gabynya bahagia author terlalu banyak orang yg jahat padanya.....bahagiain Thor Gabynya
Nur Syamsi
ulat bulu Tdk punya malu, dsar
Nur Syamsi
haa sesak baca ketiga persahabatan kepala klan....
Nur Syamsi
author jgn pisahin Ardiaz ma Gaby, biarkan mrk bahagia bersama adik angkatnya yg menolong dr tabrak lari ...🙏🙏
Nur Syamsi
akhirnya....luluh jg Gabynya....
Nur Syamsi
Nikah betulan saja author Tdk usah nikah kontrak, masalah kakeknya Gaby nti Ardiaznya yg tanggung jawab....
Nur Syamsi
tidak adek tidak kakak sama" liciknya makanya jangan buat tantangan dan meremehkan orang Shani,
Nur Syamsi
Roger membuat Kanjian menahan kencingnya 🤣🤣🤣
Nur Syamsi
dasar Tio iblis ...
Nur Syamsi
siapa pria misterius it
Nur Syamsi
Ardias terjatuh Krn ngantuk at lelah Krn penyakitnya
Nur Syamsi
hati hati Gaby mrk turunan mafia
Nur Syamsi
kenapa Ardiaz Tdk merekomendasikan Gaby ntuk kerja di perusahaannya saja ya
Nur Syamsi
penyakit dan Surat dg pengirim misterius,
Nur Syamsi
Brian Brian ternyata sama liciknya ma si adik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!