NovelToon NovelToon
Janda Seksi Milik Duda Dingin

Janda Seksi Milik Duda Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Janda / Lari Saat Hamil
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: Prettyies

Raisa Maureen ditinggal mati suaminya di dalam kondisi masih prawan, lalu ia melakukan hubungan satu malam dengan kakak iparnya karena pria itu mabuk berat dan kehilangan keperawanannya. setelah menikah dengan Evan ia baru mengetahui kenapa selama ini Aditya almarhum suaminya tidak pernah menyentuhnya. Apa yang sebenarnya terjadi? ikuti kelanjutan kisah nya hanya disini!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Prettyies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Morning kiss

Raisa terdiam, menatap Evan lekat-lekat, seolah mencoba membaca sesuatu yang disembunyikan.

“Berarti… memang ada sesuatu yang selama ini aku gak tahu?” suaranya pelan, tapi penuh tekanan.

Evan menghela napas panjang, tangannya masih memeluk Raisa, tapi kini terasa lebih berat.

“Ada, Sa… dan itu bukan hal yang mudah buat dijelasin.”

Raisa menunduk sesaat, jemarinya meremas pelan baju Evan.

“Aku cuma mau ngerti… selama ini aku mikir mungkin aku yang kurang… sampai dia gak pernah…” kalimatnya terhenti.

Evan langsung mengangkat dagu Raisa agar menatapnya lagi.

“Jangan pernah mikir kayak gitu. Bukan kamu yang salah.”

“Terus apa?” tanya Raisa cepat.

Evan terdiam beberapa detik, lalu menggeleng pelan.

“Aku janji bakal jelasin semuanya. Tapi bukan sekarang.”

Raisa terlihat kecewa.

“Kamu bikin aku makin penasaran, mas…”

“Aku tahu,” jawab Evan lembut. “Tapi aku juga harus yakin… kamu tetap di sini setelah tahu semuanya.”

Raisa menarik napas panjang, lalu bersandar lagi di dada Evan.

“Kalau aku bilang… aku gak akan pergi gimana?”

Evan tersenyum tipis, mengusap pelan rambut Raisa.

“Kamu ngomongnya sekarang… tapi nanti belum tentu sama.”

Hening sejenak menyelimuti mereka.

Raisa akhirnya bicara lagi, lebih pelan.

“Aku capek hidup dengan tanda tanya terus, mas…”

Evan memeluknya lebih erat.

“Sedikit lagi, Sa… kasih aku waktu.”

Raisa menutup matanya, mencoba menenangkan pikirannya yang penuh.

“Jangan lama-lama ya…”

“Iya,” jawab Evan lirih. “Aku gak akan lama.”

Beberapa saat kemudian, suasana kembali tenang. Napas Raisa mulai teratur, tubuhnya perlahan rileks dalam pelukan Evan.

Evan menatapnya sesaat, lalu berbisik pelan, hampir tak terdengar.

“Aku cuma gak mau kehilangan kamu juga…”

Raisa yang setengah terlelap hanya bergerak sedikit, semakin mendekat dalam pelukan itu.

Raisa menggigit bibirnya pelan, wajahnya tampak ragu.

“Tapi… masa iddah aku masih tiga bulan lebih, mas…”

Evan mengangguk santai, seolah sudah memikirkan itu.

“Kita gak harus buru-buru nikah sekarang. Kita jalanin dulu… anggap aja pacaran, saling kenal lebih dalam.”

Raisa langsung menggeleng kecil.

“Aku gak pernah pacaran, mas… dulu sama mas Aditya juga langsung dilamar.”

Evan tersenyum tipis.

“Yaudah, anggap aja empat bulan itu masa pendekatan sebelum nikah. Kita bisa lamaran, prewedding… jadi gak bakal kerasa lama.”

Raisa terlihat mulai luluh.

“Iya… tapi aku mau kamu yang yakinin orang tua aku.”

Evan mengusap pelan rambutnya.

“Pasti. Besok kita ketemu papa sama mami kamu dulu. Setelah mereka kasih restu, kita lanjut ke kampung kamu.”

Raisa mengangguk pelan.

“Iya, mas…”

Evan kemudian menepuk pelan bahu Raisa.

“Udah, sekarang tidur. Udah malam… kamu juga pasti capek.”

Ia tersenyum nakal.

“Apalagi habis ‘olahraga’ bareng aku tadi dikamar mandi.”

Raisa langsung memukul pelan dadanya.

“Ih, dasar mesum!”

Ia menyembunyikan wajahnya di dada Evan.

Tiba-tiba terdengar suara perut berbunyi.

“Kruyuk… kruyuk…”

Evan menahan tawa.

“Itu suara siapa, Sa? Cacing di perut kamu demo, ya?”

Raisa mengerucutkan bibir.

“Aku lapar, mas… dari pagi belum makan. Digempur kamu dua kali lagi. "

Evan langsung bangkit sedikit.

“Yaudah, aku pesenin makan sekarang.”

Raisa menahan tangannya.

“Gak usah… tadi Mona udah beliin. Kita makan itu aja, daripada nunggu lama.”

Evan mengangkat alis.

“Cuma satu porsi, kan? Kamu nanti kurang.”

Raisa tersenyum kecil.

“Kita makan berdua aja…”

Evan terkekeh.

“Wah… ternyata kamu sekarang udah jinak, ya. Setelah nyicipin pisang emas dua kali. ”

Raisa langsung manyun.

“Ih! Apaan sih… kamu tuh ya…”

“Kalau gitu aku tidur sama Mona aja deh,” goda Evan.

Raisa langsung memalingkan wajah.

“Iya sana…”

Evan mendekat lagi sambil tersenyum.

“Ngambek, nih ceritanya?”

Raisa mendengus pelan.

“Au ah…”

Evan hanya tertawa kecil, lalu mengambil bungkus makanan di meja. Ia membukanya ternyata berisi sushi.

Ia kembali duduk di samping Raisa, lalu mengambil satu potong.

“Udah, sini makan dulu.”

Raisa masih pura-pura cuek.

Evan mendekatkan sushi ke bibirnya.

“Buka mulutnya… aaa…” ucapnya lembut.

Mereka akhirnya makan bersama, saling menyuapi satu sama lain.

Raisa yang tadi ngambek perlahan mulai luluh, sesekali tersenyum saat Evan sengaja menggoda.

“Udah, jangan cemberut lagi… nanti makanannya ikut asem,” ujar Evan sambil menyodorkan satu potong sushi.

Raisa mendengus kecil, tapi tetap membuka mulutnya.

“Kamu tuh ya… gak bisa serius dikit.”

Evan tersenyum.

“Serius itu nanti… sekarang aku maunya kamu makan dulu.”

Setelah beberapa suapan, Raisa gantian mengambil makanan dan menyuapi Evan.

“Sekarang kamu… jangan cuma nyuruh aja,” katanya pelan.

Evan menurut, lalu terkekeh kecil.

“Nah gitu dong… adil.”

Tak butuh waktu lama, makanan itu habis mereka bagi berdua. Perut yang tadinya lapar kini terasa lebih hangat dan nyaman.

Evan meletakkan bungkus makanan ke samping, lalu kembali merebahkan tubuhnya di ranjang. Ia menarik Raisa ke dalam pelukannya tanpa banyak bicara.

“Sekarang beneran tidur,” bisiknya pelan.

Raisa mengangguk kecil, bersandar di dada Evan.

“Iya, mas…”

Suasana kamar menjadi hening. Hanya terdengar napas mereka yang perlahan teratur.

Evan mengeratkan pelukannya, sementara Raisa memejamkan mata, merasa lebih tenang dari biasanya.

Malam itu mereka tertidur dalam pelukan satu sama lain…

Pagi hari, Evan terbangun lebih dulu. Ia menatap wajah Raisa yang masih terlelap di pelukan lengan kekarnya.

Perlahan, jemarinya menyentuh pipi Raisa, mengusapnya dengan lembut.

“Walaupun kamu belum sepenuhnya bisa mencintai aku, Sa… yang penting sekarang kamu ada di sini,” bisiknya pelan.

Ia mendekat, mengigit ringan telinga Raisa lalu menurunkan wajahnya ke lehernya dengan sentuhan yang hangat.

Raisa mulai terusik, matanya terbuka perlahan.

“Mmmh… mas…” gumamnya masih setengah sadar.

Evan tersenyum, lalu mengangkat wajahnya dan mengecup bibir Raisa singkat. Tangannya menggenggam lembut paha Raisa, menariknya sedikit lebih dekat.

Raisa yang belum sepenuhnya sadar tampak kaget, napasnya sedikit tak beraturan.

“Mmmh…”

Ia segera menjauh sedikit, menarik napas.

“Mas… kamu ini ya, pagi-pagi udah gangguin,” keluhnya sambil menatap Evan.

Evan justru tersenyum santai.

“Morning kiss, sayang,” jawabnya ringan.

Raisa menggeleng kecil, tapi ada senyum tipis di wajahnya.

Aku sadar… hubungan ini seharusnya tidak terjadi. Mas Evan adalah kakak iparku, dan masa iddahku pun belum selesai. Tapi… kenapa setiap dia menyentuhku, aku selalu kehilangan alasan untuk menolak… " ucap Raisa dalam hati.

1
Felycia R. Fernandez
udah deh Sa,gak usah bolak balik menyangkal...
udah tau juga belang Aditya..
udah dengerin aja,jangan jadi orang yang sok tau gimana Aditya
Prettyies: Dia gak normal kak😂
total 3 replies
Felycia R. Fernandez
ya bodoh kalau gak jadi nikah.
udah di obok obok tiap hari msak gak mau dinikahi..
ada2 aja,kemana harga diri Mu Sa
Prettyies: ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
pak David tukang kibul malah dikibulin...
anak sendiri pula pelakunya 🤣🤣🤣🤣
Prettyies: Haha emang nakal evan
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
cukup sekali ini doank
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
dasar ular...🤬
Prettyies: ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Usir aja gih 🤬🤬🤬
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
lha 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Prettyies: betul kak
total 5 replies
Felycia R. Fernandez
Ternyata mau balikan karena ada baby yang butuh seorang ayah.laaah kenapa harus Evan
Prettyies: Karena dia kaya raya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
kurang asem 😆😆😆
Prettyies: Betul sekali😊
total 3 replies
Felycia R. Fernandez
kenapa gtu?? karena Raisa hanya sebagai alat untuk kesembuhan aditya
Prettyies: ditunggu kelanjutannya☺
total 1 replies
vita
suka
vita
gmn kabar mona di kamar tamu
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya☺
total 1 replies
Yulisna Yulisna
suka
Prettyies: Terima kasih☺
total 1 replies
Scarlett Rose
lnjt
Felycia R. Fernandez
ternyata oh ternyata...
Cuma Raisa yang disini gak tau kelakuan Aditya
Felycia R. Fernandez: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Mita Paramita
jangan jangan Aditya hompipa🤣🤣🤣 ketahuan rahasianya
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Aditya menjadikan Raisa tameng dari penyimpanan nya...
Prettyies: Ditunggu kelanjutannya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Raisa sebenarnya ada rasa ma Evan,cuma terpendam karena Mak nya yang gila kasta...
Mita Paramita
lanjut 🔥🔥🔥
Prettyies: Ditunggu kelanjutan nya
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
gay ya???
Felycia R. Fernandez: selalu kk Thor
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!