Tidak pernah terbayang sebelumnya. Lelaki yang dulu sangat mencintainya kini berubah drastis setelah pernikahan terjadi.
Pernikahan yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berbanding terbalik dari angannya selama ini.
Tidak tau mengapa suaminya tiba-tiba bersikap dingin terhadapnya. Bahkan di malam pertama mereka suaminya meninggalkannya begitu saja.
Suamiku Membenciku....
Follow Akun Ig saya: lisa_gultom
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elizabetgultom191100, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 16
Setelah telepon dari Kak Erick selesai, aku kembali teringat akan masalah rumah tanggaku yang tak kunjung selesai. Mas Arian masih saja saja membenciku tanpa alasan yang pasti. Kalau saja Mas Arian mau mengatakan apa kesalahanku, pasti aku akan memperbaikinya dan rumah tangga kami tidak akan serumit ini.
***
Hari ini tepat dua minggu aku tinggal di rumah ini, itu artinya aku dan Mas Arian akan pulang ke rumah mertuaku. Karena sesuai jadwal, bulan madu bohongan kami hanya dua minggu saja.
Pagi hari sekitar pukul delapan Mas Arian datang menjemputku. Tatapannya masih saja dingin dan tajam setiap melihatku. Namun aku memilih tidak mengajaknya bicara karena aku tidak ingin kejadian beberapa hari yang lalu terulang kembali. Selama di perjalanan Mas Arian juga tidak bicara dan fokus mengemudi, sedangkan aku memilih tidur. Aku masih mengantuk karena sejak seminggu terakhir tidurku tidak nyenyak sama sekali. Rasa pegal dan ngilu di tubuhku akibat terjatuh dari tangga sangat mengganggu tidurku.
Entah sudah berapa lama aku tertidur, ketika aku membuka mata, mobil yang kami tumpangi sudah terparkir di halaman rumah mertuaku. Mataku mengedar ke sampingku, Mas Arian masih duduk di sana sembari menatap lurus ke depan.
"Mas kenapa tidak membangunkanku?" tanyaku dengan suara yang sedikit serak, khas baru bangun.
Entah kenapa tanpa menjawab pertanyaanku, Mas Arian membuka pintu mobil lalu keluar berjalan menuju rumah. Aku menghela nafas dalam, kemudian buru-buru menyusul Mas Arian.
Kami berjalan beriringan memasuki rumah, di ruang keluarga Papa Ardi, Mama Nisa dan pasangan mesum Kak Ricko dan Kak Angel sedang berkumpul.
"Ciee pengantin barunya udah pulang tuh. Gimana bulan madunya, enak nggak?" Seloroh Kak Angel melihat kedua adiknya dengan senyum menjengkelkan.
"Angel." Geram Mama kesal.
"Apaan sih Mah, orang bercanda juga." gerutunya. "Sini deh Ra, ada yang mau kakak tanya. Ini Mas tolong pegangin Arsy nya." Kak Angel memberikan Baby Arsy pada Kak Ricko kemudian menarik tanganku menuju kamar yang ada di dekat ruang keluarga.
"Ra, gimana? Video yang Kakak kirim kamu praktekin nggak, Arian senang nggak?" timpal Kak Angel begitu duduk di pinggir tempat tidur.
"Apanya?"
"Kamu nih Ra, masa nggak tau. Video yang Kakak kirim kemarin itu loh."
"Apaan sih Kak, ngomongin gitu, malu tau." Sebenarnya aku sudah tau apa maksud Kak Angel, aku hanya berpura-pura tidak tau saja. Video yang Kak Angel maksud adalah video dewasa yang dikirimnya pada hari pertama kami bulan madu. Aku kaget ketika pertama kali melihatnya lalu merutuki keusilan Kak Angel.
Aku heran saja dengan Kakak iparku yang satu ini, dia bisa membicarakan hal-hal berbau mesum tanpa rasa canggung sedikitpun.
Mengingat hal itu, aku tersenyum miris. Andai saja Kak Angel tau apa yang sedang terjadi dalam rumah tangga kami.
"Apaan sih Kak. Jangan aneh-aneh deh. Udah ah aku mau ke kamar dulu." Aku berusaha menghindari pertanyaan Kak Angel. Tapi ketika aku ingin pergi dari sana, Kak Angel langsung menahan tanganku.
"Ra.." panggilnya. Aku berbalik, melihat wajah jenaka Kak Angel kini berubah menjadi serius. Tidak biasanya dia seperti ini.
"Iya Kak." Aku penasaran akan perubahan wajahnya, sangat jarang Kak Angel serius seperti ini.
"Kamu ada masalah sama Arian?" tanya Kak Angel, menatapku intens.
kan govlok,,baru lihat foto aja langsung percaya tanpa tahu kebenaran nya,,seharusny kau selidiki dulu kebenaran foto itu,,asli atau editan,,kapan perlu kau panggil too ahli telematika untuk melihat asli ato palsu,, cape' deh,,olang kaya tapi GOBLOK🙉🙊🙈