NovelToon NovelToon
PEWARIS YANG MENGGUNCANGKAN ISTANA

PEWARIS YANG MENGGUNCANGKAN ISTANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Sistem
Popularitas:16.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Enam tahun lalu, Alisha Husnah melangkah keluar dari kediaman mewah keluarga Raffasyah dengan hati hancur. Sebuah skandal menjijikkan yang dirancang rapi memaksanya percaya bahwa suaminya, Fardan, telah berkhianat. Alisha pergi, membawa rahasia besar tentang janin yang dikandungnya.

Kini, takdir membawa mereka bertemu dalam sebuah proyek besar. Fardan, sang CEO dingin yang menyimpan dendam atas kepergian istrinya, memberikan ultimatum kejam: kembali padanya atau kehilangan hak asuh atas putra mereka, Ghifari.

Namun, baik Fardan maupun keluarga besar Raffasyah tidak menyadari satu hal. Ghifari bukan sekadar bocah biasa. Dibalik wajah imutnya, tersimpan kecerdasan genius yang ia warisi dari ayahnya. Sementara orang tuanya terjebak dalam perang dingin dan sisa-sisa cinta yang luka, Ghifari mulai bergerak dibalik layar.

Dia bukan hanya ingin menyatukan Ayah dan Ibunya saja. Tapi misinya ingin membongkar topeng busuk para penghuni "istana" yang memisahkan keluarganya. Si kecil siap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DI AMBANG BATAS KESETIAAN.

Malam di lereng pegunungan Alpen semakin mencekam. Suara badai salju di luar sana terdengar seperti raungan serigala yang kelaparan, menghantam dinding kayu vila dengan kasar. Di dalam kamar, Alisha duduk termenung di tepi ranjang. Pikirannya berperang hebat. Ada rasa hangat yang menjalar saat melihat pengorbanan Fardan, namun ego dan luka enam tahun lalu masih berdiri kokoh seperti tembok raksasa.

"Kenapa baru sekarang, Fardan? Kenapa kau biarkan aku berjuang sendirian melawan dinginnya dunia selama enam tahun?" bisik Alisha pada kegelapan.

Ia masih mengingat jelas rasa sakit saat diusir mertuanya, saat ia harus melahirkan Ghifari tanpa sosok suami, dan saat ia harus bekerja keras di negeri orang. Fakta bahwa Fardan dijebak memang sedikit melunakkan hatinya, namun kemarahan karena Fardan begitu mudah percaya pada fitnah keluarga tetap menyisakan lubang di hatinya.

Tiba-tiba, ketukan pintu yang terburu-buru memecah keheningan malam.

"Nyonya Alisha! Tolong, Nyonya!" suara Dewa terdengar panik dari balik pintu.

Alisha segera bangkit dan membuka pintu. Ia melihat wajah Dewa yang pucat pasi di bawah temaram lampu selasar. "Ada apa, Dewa? Kenapa kau berteriak malam-malam begini?"

"Tuan Fardan, Nyonya. Tubuhnya... tubuhnya panas sekali. Dia terus mengigau!" lapor Dewa dengan napas memburu.

Tanpa membuang waktu, Alisha berlari menuju ruang tengah. Di depan perapian yang mulai meredup, Fardan terbaring dengan wajah yang kini memerah padam. Alisha menempelkan punggung tangannya ke dahi mantan suaminya itu dan seketika ia menariknya kembali. Kulit Fardan terasa membara seperti api.

"Alisha... maafkan aku... jangan pergi lagi," igau Fardan dengan suara parau. Napasnya tersengal-sengal, sementara tubuhnya menggigil hebat meski sudah diselimuti kain tebal. "Ghifari... anakku... maafkan ayah yang bodoh ini."

Melihat pemandangan itu, pertahanan Alisha mulai goyah. Air mata menetes tanpa ia sadari. "Lucas! Dewa! Bantu aku! Kita harus membawanya ke rumah sakit sekarang juga!"

Ghifari muncul dari balik pintu kamarnya, mengucek mata kecilnya yang masih mengantuk. "Bunda, ada apa dengan Ayah?"

"Ayahmu sakit parah, Sayang. Kita harus pergi sekarang," jawab Alisha sambil membantu Lucas memapah tubuh Fardan yang terkulai lemas menuju mobil jip di luar.

Perjalanan menuju rumah sakit kota terdekat terasa seperti abadi. Salju yang turun begitu lebat menutupi pandangan, membuat Lucas harus ekstra hati-hati mengemudikan mobil di jalanan yang licin dan curam. Alisha memangku kepala Fardan di kursi belakang, terus membisikkan doa-doa yang diajarkan Henry padanya.

Sesampainya di rumah sakit, tim medis segera melarikan Fardan ke ruang gawat darurat. Alisha, Ghifari, dan Dewa menunggu di lorong yang dingin dengan perasaan cemas. Berjam-jam berlalu hingga seorang dokter paruh baya keluar dengan wajah serius.

"Keluarga Tuan Fardan?" tanya dokter itu dalam bahasa Inggris yang kental.

Alisha berdiri dengan kaki gemetar. "Saya istrinya, Dokter. Bagaimana kondisinya?"

Dokter itu menghela napas panjang. "Kondisinya sangat kritis. Tubuhnya mengalami hipotermia parah dan kelelahan ekstrem. Tampaknya ia sudah lama tidak makan dan tidak istirahat dengan benar. Yang lebih mengkhawatirkan, seolah-olah jiwanya sudah menyerah. Tubuhnya menolak respon pengobatan yang kami berikan. Saat ini, Tuan Fardan dinyatakan koma."

Alisha terjatuh di kursi panjang, tangannya menutup mulut untuk menahan tangis yang pecah. "Koma? Bagaimana mungkin?"

"Dewa, katakan padaku yang sebenarnya. Apa yang dia lakukan sebelum sampai ke sini?" tanya Alisha dengan suara serak, menatap asisten setia Fardan itu.

Dewa menunduk, matanya berkaca-kaca. "Nyonya, sejak Tuan tahu keberadaan Anda di London, dia tidak pernah benar-benar istirahat. Di London dia sempat jatuh pingsan karena mencari alamat Tuan Henry. Setelah tubuhnya sedikit bertenaga ia langsung, dia langsung pulang ke Jakarta hanya untuk membereskan keluarga dan mengurus ibunya agar bertaubat. Dia terbang kembali ke Swiss tanpa tidur satu menit pun. Dia berkata pada saya, dia tidak beristirahat sebelum melihat wajah Anda dan putranya."

Tangis Alisha semakin menjadi. Ia merasa seperti wanita paling kejam di dunia. Selama ini ia mengira Fardan hidup bahagia di atas penderitaannya, ternyata pria itu sedang menghancurkan dirinya sendiri demi menebus kesalahan yang bahkan bukan sepenuhnya kesalahannya.

"Dia tidak mencariku selama enam tahun karena dia murka, Dewa. Dia melihat rekaman CCTV palsu di mana aku memaki keluarganya. Aku baru tahu dari Ghifari bahwa rekaman itu hasil editan ibunya," isak Alisha.

Keesokan paginya, Henry dan Margaretha tiba di rumah sakit setelah mendapat kabar dari Lucas. Mereka melihat Alisha yang duduk lesu di samping ranjang Fardan yang dipenuhi berbagai kabel medis. Henry melangkah mendekat dan meletakkan tangannya di bahu putri angkatnya.

"Ayah, apa yang harus aku lakukan? Aku marah padanya, tapi aku tidak ingin dia pergi seperti ini," keluh Alisha sambil menatap wajah pucat Fardan.

Henry menatap wajah Fardan dengan teduh. "Alisha, pria ini sudah menempuh perjalanan yang sangat jauh, bukan hanya perjalanan udara, tapi perjalanan batin. Dia sudah bersyahadat, dia sudah mengakui dosanya di hadapan Allah. Sakit yang ia derita sekarang, bisa jadi adalah cara Allah menghapuskan dosa-dosanya di masa lalu."

"Tapi dia tidak bangun, Ayah. Dokter bilang tubuhnya menolak untuk sembuh," sahut Alisha lirih.

Henry tersenyum bijak. "Itu karena jiwanya masih merasa sangat bersalah padamu. Dia merasa tidak pantas untuk hidup setelah apa yang terjadi. Alisha, Allah adalah Sang Pemilik Hati. Jangan hanya mengandalkan logikamu."

Margaretha ikut menggenggam tangan Alisha. "Sayang, ambillah air wudhu. Lakukan sholat istikharah. Mintalah petunjuk langsung pada pemilik nyawa Fardan. Jika memang dia adalah jodohmu dunia akhirat, Allah akan memberikan kesembuhan padanya lewat doa-doamu."

Alisha mengangguk pelan. Ia bangkit dan melangkah menuju mushola rumah sakit. Di atas sajadah, ia bersujud lama sekali. Ia menumpahkan segala ego, kebencian, dan cintanya yang selama ini terpendam.

"Ya Allah, jika hamba-Mu ini memang sudah bertaubat dengan tulus, maka berikanlah dia kesempatan. Jangan biarkan Ghifari kehilangan ayahnya sebelum ia sempat memanggilnya dengan bangga," pinta Alisha dalam isaknya.

Setelah sholat, Alisha kembali ke ruang ICU. Ia duduk di samping Fardan dan membisikkan sesuatu di telinga pria yang masih terpejam itu. "Fardan, bangunlah. Aku sudah memaafkanmu. Ghifari menunggumu. Jangan pergi sebelum kau membuktikan bahwa kau bisa menjadi imam yang baik untuk kami."

Tepat saat kalimat itu selesai diucapkan, layar monitor jantung di samping tempat tidur mengeluarkan bunyi yang sedikit lebih stabil. Alisha terpaku, ia melihat setetes air mata jatuh dari sudut mata Fardan yang masih tertutup. Pria itu mendengar, namun raganya masih terjebak dalam kegelapan yang dalam.

Ghifari berdiri di ambang pintu, menatap ayahnya dengan pandangan yang sulit diartikan. Di tangannya, ia memegang tabletnya, namun kali ini ia tidak sedang meretas sistem apa pun. Ia sedang menatap foto keluarga kecil mereka yang pernah diambil sebelum badai itu datang.

1
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣.
Amy
coba ganti panggilannya kaka othor, masa suami istri tdak ada romantis2nya
Lali Omah: iy betul ganti donk thorrr sedikit romantis gt biar seneng bacanya
total 1 replies
Lia siti marlia
wel wel wel di tunggu pa alex🤣
Linda Muslimah: Seru lanjut kak 🤭
total 1 replies
Tata Hayuningtyas
jgn kelamaan up nya thor 🤭
Tata Hayuningtyas
cerita nya bagus dan ga bertele2
Amy
Cobalah terbuka alisha, karna seapik apapun kau menyembunyikan masalah, ada anakmu yg super, bisa membaca setiap masalah🤭
Lia siti marlia
untung ada gifari apapun yang di sembunyikan ibunya pasti akan ketahuan olehnya 😄👍
Lia siti marlia
sayng banget yah ayah hrnry sama alisha dan gifari saking sayang nya semua sudah di persiapkan secara matang👍
Lia siti marlia
lucu kamu fardan .....aduh gifari sampai kamar mamjmu di sadapnya nanti kalau mamahmu sama ayahmu lagi bikin adek buat kamu kamu jangan ngintpnya 🤭
Lia siti marlia
semangat fatdan💪
Uba Muhammad Al-varo
karma dibayar lunas dan langsung di terima Maya dan ibunya
Uba Muhammad Al-varo
Fardan........ inilah perjuangan sesungguhnya baru dimulai

perjuangan
Uba Muhammad Al-varo
Fardan ditinggal pergi oleh Alisa dan Ghifari 😭😭😭
Uba Muhammad Al-varo
good 👍👍👌 Fardan kamu tegas jangan kamu mau dikibulin melulu oleh ibu dan kakak mu
Uba Muhammad Al-varo
baru deh melek matanya Fardan setelah selama ini merem karena diselimuti kelicikan ibu dan Sherly
Uba Muhammad Al-varo
good job Ghifari........👍👍👌
Uba Muhammad Al-varo
kemenangan sementara ditangan Ghifari tapi perang ini belum usai /Hey//Hey/
Uba Muhammad Al-varo
pertarungan akan dimulai antara bocah dan CEO dingin 🤔🤔🤔
ceuceu
Anak Maya berapa kok ga ada?
tapi di sebutkan anak anak maya
Uba Muhammad Al-varo
Ghifari.........👍👍👌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!