NovelToon NovelToon
Dewa Perang Dan Pendekar Bar Bar

Dewa Perang Dan Pendekar Bar Bar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno / Romansa Fantasi
Popularitas:878
Nilai: 5
Nama Author: SecretPenaa_

Dengan bersimbah darah seorang pendekar wanita berjuang sekuat tenaga untuk melarikan diri dari kejaran para prajurit yang masih terus membuntuti nya . Tuduhan pengkhianatan yang di lemparkan seseorang padanya membuatnya terus menjadi buronan di kerajaan tempat tinggalnya .

Hingga dalam kesekian pelariannya di saat nyawanya terasa sudah di ujung tanduk takdir mempertemukannya dengan seorang pemuda desa yang pada akhirnya menyelamatkan nyawanya . Tanpa diketahui jika pemuda itu sebenarnya merupakan seorang pangeran yang sedang menyamar .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SecretPenaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Rahasia

Riu mengendap-endap di balik dinding gudang yang sudah mulai rapuh. Di dalam sana, orang suruhan Raja Galuh tampak serius merencanakan siasat bersama beberapa bandit untuk memperketat pengamanan markas mereka.

"Mereka menyebutkan markas?"batin Riu. "Itu pasti tempat mereka menimbun hasil pangan yang dijarah dari warga desa."

Suara bisikan di dalam gudang semakin mengecil. Karena penasaran dan merasa informasi itu tidak sampai ke telinganya, Riu memberanikan diri untuk mendekat. Namun, karena kurang waspada, kakinya tak sengaja menyenggol sebilah bambu kering hingga menimbulkan suara retakan yang cukup nyaring.

Para bandit itu sontak menoleh ke arah sumber suara. "Siapa di sana?!" bentak salah satu dari mereka.

Riu segera merunduk, bersembunyi di balik semak-semak sembari tetap mengintai. Jantung nya berdegup kencang saat para bandit mulai mendekat. Tiba-tiba, sebuah tangan kokoh menarik tubuhnya dari belakang dan membungkam mulutnya rapat-rapat, lalu menyeretnya menjauh menuju kegelapan hutan.

"Ehmmp...!" Riu memberontak. Ia segera menghunus belati dari balik bajunya, siap menyerang sosok misterius itu. Namun, saat cekalan itu dilepaskan dan sang penyelamat membuka penutup wajahnya, Riu seketika mematung dan langsung menunduk penuh hormat.

"Pangeran..."

Cakra menatap jenderalnya dengan tatapan kesal. "Riu, saat musuh sudah menyadari gerak-gerikmu, mengapa kau malah diam di semak-semak?"

"Jika aku pergi, aku tidak akan tahu apa kelanjutan rencana mereka, Pangeran," jawab Riu polos. Kedengarannya sedikit konyol, namun ada benarnya juga.

Cakra hanya bisa menghela napas panjang, mencoba bersabar menghadapi tingkah laku jenderal setianya yang terkadang terlalu berani namun ceroboh ini. "Baiklah... terserah kau saja."

Tak lama kemudian, Raja Indra muncul dengan pakaian penyamarannya yang sederhana. Riu dengan sigap memberikan hormat setinggi-tingginya.

"Ayahanda..." sapa Cakra.

"Bagaimana perkembangan penyelidikan kalian?" tanya Raja Indra tanpa basa-basi.

Cakra segera memberikan laporan. "Kami sudah mengantongi beberapa nama tokoh kuncinya, Ayah. Kami hanya perlu menemukan bukti otentik dan menangkap basah mereka saat beraksi."

"Benar, Yang Mulia," tambah Riu. "Untuk saat ini, fokus kami adalah menemukan lokasi markas utama tempat mereka menyembunyikan semua hasil jarahan dari rakyat."

Raja Indra mengangguk paham, mencerna setiap informasi dengan saksama. Ia melangkah mendekati Cakra, lalu menepuk pundak putranya itu dengan sorot mata penuh kebanggaan.

"Aku percayakan tugas besar ini padamu, Pangeran Cakra. Baiklah, aku harus segera kembali sebelum ada yang curiga."

Namun, saat Raja hendak melangkah pergi, Cakra menghentikannya dengan sedikit ragu.

"Tunggu, Ayah."

Raja Indra menoleh. "Ada apa, Pangeran? Apa ada hal lain yang ingin kau sampaikan?"

"Ini soal... Ibunda Ratu," ucap Cakra pelan.

Raja Indra terkekeh pelan. "Kenapa? Apa kau takut ibumu itu akan menjewer telingamu dan menyeretmu pulang ke istana?"

Raja belum menyadari bahwa kegelisahan Cakra bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk Nayan yang mungkin saja menjadi sasaran kemarahan sang Permaisuri.

"Bukan seperti itu, Ayah... tapi..." Cakra masih menimbang-nimbang apakah ia harus berterus terang.

"Apa ini soal gadis itu, Pangeran?" celetuk Riu tiba-tiba.

Sontak, Cakra refleks menginjak kaki Riu dengan keras sembari melemparkan tatapan tajam yang seolah ingin menelan jenderalnya itu hidup-hidup.

Mendengar ucapan Riu barusan sontak membuat Raja indra menatap intens ke arah Cakra . Cakra pun urung untuk membicarakannya lagi .

"Bukan, Ayah! Tidak ada apa-apa."

Raja Indra menangkap gelagat aneh dari putranya, namun ia memilih untuk berpura-pura tidak melihatnya. Ia hanya tersenyum tipis. "Baiklah, jaga diri kalian baik-baik. Aku pergi dulu."

Raja Indra pun langsung pergi meninggalkan mereka berdua .

Seperginya Raja indra , Cakra langsung melayangkan tatapan membunuhnya pada Riu sang jendral kesetiaannya yang lagi dan lagi selalu saja keceplosan .

"Kau juga, pergilah Riu! Dan jaga mulutmu itu baik-baik!" gertak Cakra .

Melihat kemarahan tuannya, Riu langsung ngibrit ketakutan. Dengan tingkah konyolnya yang khas, ia memberi hormat singkat lalu lari terbirit-birit. "Baik, Pangeran! Ampun!"

Kini Cakra sendirian di tengah kesunyian hutan. Ia duduk di atas batang kayu tua, mencoba meredakan gejolak di dadanya. Pikirannya melayang jauh.

"Apa yang sebenarnya aku rasakan?" gumam Cakra lirih. "Mengapa keinginan untuk melindungi Nayan begitu kuat?"

Cakra menghela napas gusar, mencoba mengusir kebingungan itu. Namun, tepat saat ia beranjak dan hendak melangkah pergi, sepasang lengan tiba-tiba memeluknya dengan sangat erat dari belakang.

"Pangeran..." suara itu terdengar mendayu-dayu, manja sekaligus menuntut.

Sontak, Cakra menepis pelukan itu dengan kasar dan berbalik cepat. Matanya membelalak tak percaya. "Putri Rani?! Untuk apa kau ada di sini?"

Rupanya, Rani telah diam-diam membuntuti langkah Raja Indra demi menemukan keberadaan Cakra. Tanpa rasa takut, Rani justru melangkah mendekat, jemarinya mencoba menyentuh Cakra dengan gerakan yang provokatif.

"Pangeran, aku datang jauh-jauh ke sini hanya demi dirimu," ucap Rani dengan tatapan memelas yang dibuat-buat.

"Apa kau tidak tahu betapa aku merindukanmu? Baru beberapa hari saja kau meninggalkan istana, aku sudah merasa hampir gila. Aku tidak bisa hidup tanpamu, Pangeran."

Kemarahan Cakra memuncak. "Putri Rani, apa-apaan kau ini?! Jaga sikapmu! Kau sudah benar-benar melewati batas!"

Namun, Rani yang telah dibutakan oleh obsesi sama sekali tidak peduli. Ia justru semakin berani menggoda Cakra, mengabaikan peringatan pria itu.

"Batas apa yang kau maksud, Pangeran? Hmm?" bisik Rani dengan nada merayu. "Ayolah, kau itu pria normal dan aku adalah calon istrimu. Bukankah kau pasti merasa kesepian tinggal di desa kumuh seperti ini?"

Cakra berusaha keras melepaskan diri dari sentuhan Rani yang semakin liar. Hingga akhirnya, kesabarannya habis. Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Rani, membuatnya jatuh tersungkur ke tanah.

Plakk!....

"Kau benar-benar wanita tidak tahu malu, Rani!" bentak Cakra dengan suara menggelegar.

"Kau pikir aku akan luluh dengan sikap menjijikkanmu ini? Kau pikir aku sama dengan pria-pria lain yang mudah tergoda? Cih! Kau benar-benar memalukan. Aku semakin muak melihatmu!"

Rani memegangi pipinya yang panas, namun ia tetap bersikukuh. "Apa masalahnya pangeran? bukankah nantinya kita juga akan menikah ."

Mendengar itu, Cakra justru mendekat, mencengkeram dagu Rani dengan kuat dan memaksanya menatap matanya yang penuh kilat amarah.

"Berani sekali kau membahas perjodohan sialan itu!" desis Cakra tajam.

"Dulu, aku mungkin tidak terlalu peduli demi kepentingan politik. Tapi setelah hari ini, jangan pernah bermimpi hal itu akan terjadi. Pernikahan itu tidak akan pernah ada!"

Cakra melepaskan cengkeramannya dengan kasar, membuat kepala Rani terhentak. Tanpa menoleh lagi, ia langsung melenggang pergi meninggalkan Rani yang masih terduduk lemas di tanah.

Bersambung...

☔☔☔

1
Rabbella Saputri
cakep 😍
Rabbella Saputri
ceritanya bagus thorr 😍 semangat trus 💪😍
SecretPenaa_: siappp 👍🏻 maksihhh ya udah mau baca 😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!