NovelToon NovelToon
PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bullying dan Balas Dendam / Horor
Popularitas:857
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

Danil Dwi Cahya, 16 tahun, lulus SMP dengan prestasi gemilang. Namun, ia tak bisa lari dari "Pernak-Pernik Kehidupan" yang keras: kemiskinan, pengkhianatan masa lalu sang ayah, dan beban mengangkat harga diri keluarga.

Hatinya makin rumit saat Ceceu Intan Nuraini, sahabat sekaligus cinta tak terucapnya, rela berkorban segalanya. Di tengah dilema merantau atau bertahan, Danil harus menghadapi intrik desa, mitos seram, dan bahaya dari majikan "buaya darat" Ceceu.

Akankah ia menemukan jalan keluar dari jeratan takdir dan cinta? Atau justru terhanyut dalam 'pernak-pernik' kehidupan yang tak terduga? Baca kisah perjuangan Danil dalam PERNAK-PERNIK KEHIDUPAN

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15

Gadis berusia 19 tahun itu di lema saat ini, rencana serta rayuan sudah di keluarkan secara matang, namun pemuda itu langsung berontak melawan majikannya, hanya gara gara sebuah bentakan dari selingkuhan nya itu.

Ketiga lelaki di belakang Tuan Kadir mulai bergerak dengan mata nyalang menatap tajam ke arah Daniel, jelas itu konsekuensi yang akan di bayar oleh Daniel karna berani melawan Kadir.

" Habisi dia." Tekan Kadir memberi perintah, ketiga bodyguard yang berada di belakangnya mulai bergerak cepat ke arah Daniel, Daniel siaga mundur.

" Wussssssssss.......................!

Satu tendangan dari depan mulai melesat ke arah Daniel, Daniel berhasil menghindari nya kesamping, namun itu belum sepenuhnya lega.

" Wussssssssss.....................!

Kembali mendapatkan tendangan dari lain nya, membuat Daniel terpojok ke bata, seandainya tendangan kembali lagi melesat sudah di pastikan mengenai tubuhnya.

Keringat mulai bercucuran, walau bagaimanapun Daniel bukan seorang ahli beladiri yang mampu melawan ketiga orang dengan tinggi badan dan mempunyai otot otot kekar, hanya ada satu cara yaitu melarikan diri.

" Bug........................!

Pukulan mendarat mulus ke wajah Daniel, darah keluar dari hidungnya, Daniel menggelosor ke bawah menahan pilu serta merasakan pusing di kepalanya.

" Kau berlaga bocah setan." Salah satu bodyguard Kadir menarik kerah baju Daniel mengangkat nya untuk berdiri.

Kadir maju satu langkah, tatapan nya bengis, amarah masih meliputi seluruh hati dan pikirannya, bocah yang baru makan garam itu sudah berani nyalang di hadapannya, jelas itu sebuah penghinaan besar baginya.

" Plakk..............!

" Plakk..............!

Dua tamparan keras mendarat di pipi Daniel dengan kasar, sudut bibirnya tampak mengeluarkan darah, Ceceu melihat dari atas kasur hanya bisa menutup mulutnya, tampak butiran butiran air mata keluar membanjiri pipinya.

" Mana kesombongan mu hah. Mana keangkuhan mu hah." Bentak Kadir pada Daniel yang hanya menunduk ke bawah tak berani menatapnya wajah bengis lelaki tua yang hanya berjarak beberapa ratus meter rumah nya itu.

" Bugh...............!

" JAWAB............"

Kadir memberikan pukulan ke perut nya, Daniel merunduk ke bawah rasa mual melanda perutnya saat ini.

" Bugh........................!

"Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh......!

" Bugh........! Bugh........ Bugh............!

Diam nya Daniel membuat amarah bandot tua meradang kembali, ketika Daniel merunduk menahan rasa mual, bandot tua itu memukul keras tengkuknya, hingga Daniel ambruk ke lantai, tak mempunyai perasaan kasihan, bandot tua memberondong Daniel dengan sepakan sepakan keras ke tubuhnya.

Daniel seketika pingsan, Ceceu tidak bisa menghentikan nya, walau bagaimanapun keselamatan dirinya lebih berarti ketimbang membela pemuda yang selalu mengisi hari harinya di saat batin nya tersiksa.

" Cuih.......... Bocah yang tak tau di untung di kasih kenikmatan malah mau melawan ku. Habisi nyawa nya dan buang ke selatan, jangan meninggalkan jejak." Kadir meludah seraya memberikan perintah pada tiga bodyguard nya.

" Siap laksanakan tuan." Mereka bertiga berkata serempak.

Kadir menoleh ke arah Ceceu, tersenyum lalu berkata." Pakai baju mu, ayo kita pulang jangan memikirkan hal hal yang membuat ku marah.

Ceceu hanya pasrah mengangguk, lalu beranjak dari tempat tidurnya, berjalan mengikuti langkah selingkuhan nya itu.

Suara deru mobil menyala di area halaman vila, sang lelaki tua sudah pergi bersama selingkuhan nya itu. Sedangkan di dalam kamar Daniel tergeletak dengan darah keluar dari hidung dan telinga nya, sudah di pastikan Daniel keritis, salah satu bodyguard nya melihat sendu ada rasa kasihan di dalam hatinya.

" Fir, anak ini kita buang ke daerah Gunung Nyongkokot aja." Langkah kaki terdenger dua teman yang bekerja menjadi bodyguard itu kembali setelah mengantarkan majikan bersama selingkuhan nya ke depan vila.

" Ya........ Hanya tempat itu yang kita tahu, dan tempat itu juga setiap kita membuang orang orang yang menjadi korban kebiadaban dari Tuan Besar Kadir, hilang tanpa jejak seolah olah di makan penguasa Gunung Nyongkokot.

" Apakah kita perlu menghabisi dulu nyawa nya! Atau biarkan saja seperti biasanya.?" Tanya salah satu temannya.

" Tidak perlu." Firman bangkit menoleh ke arah dua temannya." Sebaiknya kalian angkut pemuda ini kita akan berangkat sekarang."

Mereka berdua mengangguk, Firman berjalan ke arah kamar mandi membersihkan tangan yang bernoda darah dari Daniel, pikiran dan hatinya bertolak belakang dengan apa yang di kerjakan saat ini." Tidak biasa nya." Pikir Firman.

" Entah kenapa aku merasa tidak tega dengan pemuda itu. Ada sesuatu hal yang luar biasa dari pemuda yang baru saja menjadi bulan bulanan siksaan dari Kadir." Firman merenung di kamar mandi seraya membersihkan seluruh tangan yang kecipratan darah segar.

Tiga puluh menit telah berlalu, Daniel berada di dalam mobil Avanza melaju ke arah Utara di kota kecil itu, tidak ada yang menduga bahwa Daniel sudah sadar dari pingsan nya, ketika di masukan ke dalam mobil, namun untuk keselamatan nyawanya Daniel hanya bisa berpura pura pingsan.

Sementara ketika ketiga anak buahnya Kadir pergi ke Utara untuk membuang mayat seorang pemuda berusia belasan tahun, lelaki tua bersama gadis selingkuhan turun dari mobil melangkah masuk kedalam resto yang berada di kota kecil itu.

Kepala pelayan berlari menghampiri lelaki tua yang tak lain pemilik resto itu dengan tergesa-gesa.

" Tuan Besar." Kepala pelayan di restoran yang cukup megah di kota kecil ini membungkuk hormat pada Kadir.

" Ada sesuatu yang harus di bahas dengan Nona ini, siapkan ruangan khusus dan setiap menu yang ada di restoran ini keluarkan." Kadir berkata dengan nada dingin, kepala pelayan mengangguk sopan.

" Baik Tuan Besar."

" Mari, ikuti saya Tuan Besar, Nona muda." Pelayan resto mempersilahkan dan berjalan di depan di ikuti oleh mereka berdua.

Ceceu berkata dalam hatinya, ini restoran milik keluarga Kadir, jadi aku tidak bisa memanggil nya dengan manja, dia memperkenalkan ku pada bawahan nya sebagai klien. Kadir tersenyum melihatnya gadis yang menjadi selingkuhan nya cukup pintar dalam meluruskan perselingkuhan jangka panjang dengannya.

" Tuan besar, Nona muda silahkan masuk, hidangan sebentar lagi akan tersaji." Kepala pelayan resto tersenyum seraya mempersilahkan mereka berdua masuk ke dalam ruangan khusus VIP.

" Terima Kasih." Ucap Ceceu dan anggukan dari Kadir, lalu mereka melangkah masuk ke dalam kepala pelayan resto bergegas ke dapur untuk memberi tahukan pada pramusaji untuk mempersiapkan hidangan spesial restoran nya.

Hampur lima belas menit mereka menunggu hidangan pun telah tersaji, Ceceu maupun Kadir pun langsung menyantap makanan tersebut, sebelum membahas hal penting ke depannya.

" Jadi rencana ke depannya gimana, setelah duri penghalang di antara kita isdet?" Suara pertama keluar setelah hening beberapa menit dan hanya terdengar dentingan suara sendok.

" Terserah, aku hanya mengikuti alur dari cerita Tuan Besar Kadir." Balas nya, Ceceu menatap sendu ke arah lelaki tua yang sedang mengelap bibirnya melalui tisu.

" Kalau begitu, lebih baik kamu berhenti bekerja di rumahku, aku akan menempatkan mu di kota jakarta dengan pasilitas mewah, sudah saat nya kau menjadi ratu untuk diriku, bagaimana.?" Tanya Kadir memberikan pilihan.

" Apakah dengan berhenti bekerja, tidak memberi ruang kecurigaan bagi istri dan orang orang di kampung anda Tuan Besar.?" Ceceu berkerut keningnya tentang pilihan dari selingkuhan nya itu.

" Itu sudah aku pikirkan dan sesuai rencana kedepannya, meninggalkan jejak tentang apa yang telah terjadi." Kadir meyakinkan Ceceu.

" Yaa.... Sudah, aku hanya ikut saja, yang penting baik baik saja ke depannya." Pasrah Ceceu, Kadir tersenyum puas.

Bersambung.

1
Guru
aduhh kasian si zaki😭😭😭
Guru
💪💪💪💪💪💪 semangat ya
Guru
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Guru
ang ing eung
Guru
adu dukun nntinya hihihi
Guru
zaman sekarang gak ada kayak keluarga bu Iroh
Guru
siap untuk menguak tabir misteri
Guru
gass poll
Guru
hmmmmm alurnya semakin menarik
Guru
Waduhhh kok jadi endingnya bikin degdegan
Guru
Keren kata kata si mamang bijak
Guru
sip lanjut
Guru
Good niel💪💪
Guru
waduhhhhh
Guru
tetep aja niel cece akan melibatkan mu kamu di jadikan tameng
Guru
Sikat niel walaupun sahabat tapi menjerumuskan mah harus di matiin
Guru
waduh😭😭😭
Guru
emng begitu hidup di kampung
Guru
luar biasa
Guru
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!