NovelToon NovelToon
PESONA BRONDONG UGAL-UGALAN

PESONA BRONDONG UGAL-UGALAN

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Senja_Puan

"Mantan kabur, adiknya malah melamar? Dunia ini sudah gila!"
Bagi Cantik (26 tahun), hidupnya berakhir tragis saat rencana pernikahannya hancur karena Satria, sang calon suami, ketahuan selingkuh tepat sebulan sebelum hari H. Di tengah rasa sakit hati dan niatnya untuk menutup diri dari laki-laki, sebuah kekacauan muncul di depan pagarnya.
Bukan Satria yang datang meminta maaf, melainkan Juna (18 tahun), adik kandung Satria yang baru saja pamer foto ijazah SMA. Tidak tanggung-tanggung, bocah ugal-ugalan itu datang membawa rombongan motor sport, spanduk lamaran, hingga surat izin menikah dari ibunya sendiri!
Bagi Cantik, Juna hanyalah "bocil" bau matahari yang tidak tahu diri. Namun bagi Juna, Cantik adalah bidadari yang sudah ia incar sejak ia masih memakai seragam putih-abu.
"Lu itu berlian, Kak! Nggak pantes nangisin kerikil kayak Bang Satria. Daripada jadi mantan kakak, mending jadi istri adek. Gaskeun?!"
Sanggupkah Cantik mempertahankan tembok gengsinya mengahadapi pesona Juna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20. Gelombang Asmara

Hari itu, kediaman megah keluarga besar "Bani Sudirjo" tampak lebih riuh dari biasanya. Aroma katering kelas atas—perpaduan antara sate maranggi yang gurih dan zuppa soup yang hangat—menyeruak hingga ke teras depan yang dipenuhi mobil-mobil mewah.

Acara syukuran tahunan ini seharusnya menjadi momen kebersamaan, namun bagi Juna dan Cantik, ini adalah medan perang baru setelah deklarasi "Nyonya Juna" yang menghebohkan jagat maya beberapa hari lalu.

Juna datang dengan gaya yang tetap mempertahankan identitasnya namun sedikit lebih tertata. Ia mengenakan kemeja hitam yang lengannya digulung hingga siku, memperlihatkan urat-urat tangan yang kokoh—tangan yang sama yang semalam masih bergelut dengan mesin motor sport.

Di sampingnya, Cantik tampil mempesona dengan dress pastel yang elegan. Namun, bagi Juna, bayangan Cantik yang semalam mengenakan hoodie merah di bengkelnya (seperti dalam foto mirror selfie mereka yang viral) masih tercetak jelas di ingatannya.

"Tenang, Kak. Ada gue. Kalau ada yang 'asbun' (asal bunyi), biar gue yang sumbat pake knalpot spek kompetisi," bisik Juna pelan sambil merangkul pinggang Cantik dengan protektif saat mereka melangkah masuk ke aula utama.

Begitu mereka masuk, sepasang mata tajam langsung mengunci pergerakan mereka. Satria dan Sintia sudah berdiri di dekat meja hidangan penutup.

Sintia, yang merasa reputasinya sebagai "pemenang" hati Satria mulai redup sejak Cantik diakui oleh keluarga besar lewat prestasi Juna, langsung memasang mode manja tingkat dewa.

"Mas Satria... ambilin aku puding cokelatnya dong. Debay-nya kayaknya lagi pengen yang manis-manis banget nih, biar pinter kayak papanya," suara Sintia sengaja dikeraskan, melengking hingga beberapa tamu menoleh. Ia menggelayut manja di lengan Satria,

matanya melirik tajam ke arah Cantik, mencoba memamerkan "kemenangan" yang kini terasa hambar.

Satria hanya mengangguk kaku, wajahnya tampak lelah dan sedikit tertekan. Matanya tak sengaja beradu dengan mata Juna, dan ia segera membuang muka.

Melihat adegan "manja" yang terasa sangat dibuat-buat itu, Juna hanya menyeringai nakal. Ia menoleh ke arah Cantik yang tampak tenang. Juna tidak mau kalah. Ia ingin menunjukkan apa itu "kemesraan yang nyata", bukan akting murahan.

"Kak... eh, Sayang," Juna memajukan duduknya saat mereka mengambil camilan.

"Lu mau makan apa? Bilang aja, mau aku suapin di depan Bang Satria biar dia tahu rasanya kehilangan berlian demi kerikil?"

Cantik tertawa kecil, sebuah tawa merdu yang membuat beberapa sepupu Juna terpaku.

"Udah, Jun. Jangan ugal-ugalan. Kita di sini buat silaturahmi."

Namun, Cantik ternyata punya kejutan sendiri. Ia melihat ada sedikit sisa saus di sudut bibir Juna yang sebenarnya tidak sengaja tersenggol saat Juna mencoba siomay.

Dengan gerakan yang sangat lembut dan intim, Cantik meraih selembar tisu. Ia memegang rahang Juna dengan jari-jarinya, lalu perlahan mengelap sudut bibir Juna sambil menatap mata pria itu dengan tatapan yang dalam—penuh kasih sayang yang jujur.

"Makanya, kalau makan pelan-pelan, Sayang. Jangan kayak anak kecil yang baru nemu mainan," ujar Cantik pelan, namun cukup terdengar oleh Sintia yang berdiri hanya dua meter dari mereka.

Juna, yang biasanya sangat pede dan punya seribu satu kata gombal, mendadak membeku. Serangan balik Cantik yang begitu manis dan dewasa benar-benar di luar dugaannya. Ia sedang mengunyah sepotong martabak mini ketika Cantik melakukan itu, dan...

Uhukk! Uhukk!

Juna benar-benar tersedak. Wajahnya memerah sampai ke telinga. Ia terbatuk-batuk kecil sambil mencoba menelan makanannya dengan susah payah.

Cantik dengan sigap memberikan gelas es teh manisnya, tertawa kecil melihat ksatria ugal-ugalannya mendadak "patah mesin" hanya karena sebuah perhatian kecil.

"Woi, Jun! Lu nggak apa-apa?" tanya Om Herman yang melintas sambil tertawa terbahak-bahak. "Baru dikasih sayang dikit udah mau pingsan lu!"

"Aduh, Kak... lu bener-bener ya," bisik Juna setelah berhasil menelan minumannya. "Gue hampir mati tersedak cinta lu di depan umum. Malu-maluin reputasi brondong gue aja!"

Grup "Asbun" dan Lidah Tak Bertulang

Setelah adegan manis yang bikin Juna hampir pingsan itu, mereka beralih ke area meja makan utama untuk menyapa beberapa kerabat.

Di sinilah tantangan sesungguhnya dimulai. Sekelompok Tante dan sepupu jauh sedang berkumpul di satu meja panjang. Mereka adalah tipe tamu yang "asbun"—asal bunyi tanpa tahu fakta sebenarnya, hanya mengandalkan potongan-potongan gosip dari media sosial.

"Eh, liat deh itu si Cantik. Nggak malu ya? Baru bulan lalu batal nikah sama kakaknya, eh sekarang udah nempel-nempel sama adiknya yang masih bau kencur," celetuk Tante Lisa sambil mengunyah kerupuk dengan gaya judes.

"Iya, lagian Juna itu apa sih? Cuma tukang bengkel kan? Paling modalnya dari Papa Sudirjo juga. Emang si Cantik pinter banget ya, kalau nggak dapet pohonnya, ya dapet akarnya yang penting hartanya tetep di situ," sahut sepupu Juna yang lain, menyangka suaranya tidak terdengar.

Juna yang sedang memegang piring berisi sate maranggi, mendadak berhenti melangkah. Rahangnya mengeras. Ia melirik Cantik yang tampak menunduk sesaat, meski berusaha tetap tegar. Juna tidak bisa diam saja jika bidadarinya diserang dengan kata-kata busuk seperti itu.

Ia meletakkan piringnya dengan dentingan yang cukup keras di meja sebelah, lalu berjalan santai mendekati meja para penggosip itu.

"Tante-tante yang cantik dan ibu-ibu yang terhormat," suara Juna rendah namun memiliki getaran intimidasi yang kuat. Meja itu seketika senyap.

"Kalau mau gosip soal Juna Modifikasi, tolong volumenya digedein dikit dong. Biar gue bisa ikut klarifikasi, sekalian gue kasih tahu merek oli apa yang cocok buat bersihin lidah yang suka asbun."

Juna merangkul bahu Cantik, menariknya berdiri sejajar di sampingnya.

"Biar Tante tahu, Cantik ini bukan lagi nempel sama adiknya Satria. Dia lagi nemenin calon pemilik rumah produksi modifikasi internasional. Dan soal modal? Papa saya saksinya, satu rupiah pun uang Papa nggak ada di bengkel saya. Itu semua hasil keringat Juna, pria yang Tante bilang bau kencur ini."

Juna melirik Satria yang berada di kejauhan, lalu kembali menatap Tante-tante itu.

"Dan satu lagi, Tan. Cantik bukan 'pagar makan tanaman'. Dia cuma baru sadar kalau berlian itu nggak cocok ditaruh di tumpukan sampah. Dia cocoknya di bengkel gue, tempat gue nempa masa depan buat dia."

Para Tante itu langsung terdiam seribu bahasa, pura-pura sibuk mengaduk sup atau mencari sesuatu di tas mereka. Mereka tidak menyangka Juna akan seberani itu melabrak mereka secara terbuka.

Setelah membungkam grup asbun, Juna menarik Cantik ke area teras belakang yang lebih sepi. Ia menatap Cantik dengan tatapan menyesal.

"Kak, sori ya. Gue nggak tahan kalau mereka ngomongin lu yang aneh-aneh," ujar Juna tulus.

Cantik tersenyum, kali ini senyumnya penuh kelegaan. Ia teringat foto yang dikirim Juna ke grup keluarga semalam—foto yang kini menjadi bukti kekuatan mereka (seperti gambar yang terlampir).

Di foto itu, Juna yang penuh noda oli memeluknya dengan begitu erat di depan cermin bengkel yang kusam. Foto itu adalah kebenaran yang tidak bisa didebat oleh gosip apa pun.

"Nggak apa-apa, Jun. Gue justru bangga lu berani pasang badan," Cantik mengusap lengan kemeja Juna.

"Foto semalam itu... foto itu justru bikin gue sadar. Lu yang berantakan karena oli di bengkel jauh lebih terhormat daripada mereka yang bajunya bersih tapi hatinya penuh prasangka."

Juna kembali menyeringai, rasa percaya dirinya pulih seratus persen. "Jadi, foto 'Mirror Selfie' kita itu beneran ampuh ya bikin Bang Satria panas dingin? Gue denger tadi dia hampir banting HP pas liat notifikasi tagar #BrondongMenangBanyak."

"Lu emang ugal-ugalan, Juna. Tapi makasih ya udah bikin gue ngerasa jadi wanita paling beruntung malam ini," bisik Cantik.

Malam itu, di tengah pesta keluarga yang penuh kepalsuan, Juna dan Cantik membuktikan bahwa cinta tidak butuh validasi dari para penggosip asbun.

Mereka meninggalkan pesta lebih awal dengan motor sport Juna, membiarkan raungan knalpotnya menjadi lagu penutup bagi siapa pun yang masih berani meragukan kekuatan rasa di antara mekanik muda dan bidadari olinya.

1
Yasa
Ceritanya kocagggg, konfliknya pas, ga bertele-tele, sat set kaya Juna. wkwk
D_wiwied
langsung serangan balik ya Jun, gaskeun Jun tunjukkan ke mereka mumpung ada penonton gratis di depan mata, sirik2 dah mereka biar sekalian kejang2 🤭😆🤣🤣
D_wiwied
ga ada kapok2 nya ya mereka ini, udah dipermalukan koq ya ttp ga sadar
D_wiwied
kan emang bang Sat kakakmu satu itu Jun 🤭🤣🤣
Dian Fitriana
update
Ganis
idih najong. PD banget sampean
Senja_Puan: Juna dong🤣
total 1 replies
Ganis
Kalah itu sama seblak juga
Ganis
Juna bener-bener bikin senyum-senyum 😄
Senja_Puan: iya kan kak🤭
total 1 replies
Ganis
Good Thor, ngakak🤣
Anisa675
Ya tuhan, masih mikirin rendang🤣 Bangke banget
Senja_Puan: Alasan Juna itu kak🤭
total 1 replies
Anisa675
bengek Juna🤣
Anisa675
anjay lngsung live stream🤣
Senja_Puan: Mantap ga tuh😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!