Alvero Reynaldi Pewaris Kerajaan bisnis sang daddy sekaligus mewarisi kepemimpinan mafia Black Wolf
Nadila Nurtan Zillia di jual oleh paman nya untuk menanam modal untuk perusahaan Nurtan Group
bagaimana jika mereka tidak sengaja menghabiskan malam bersama yang menumbuhkan benih di rahim nadila
dan bagaimana kisah mereka setelah malam itu!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arn20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
AGSM 16
selepas tasya dan vino meninggalkan meja makan
"dil kakek dan nenek vino sedang dalam perjalanan kemari", ucap bibi alicia
"benar dil mereka ingin menemui cucu nya", seru paman arka
saat dila akan berbicara tapi terpotong kembali oleh bibi alicia
"mereka tidak akan mengambil vino dari mu dila! jadi kamu jangan khawatir", ucap bibi alicia mencoba menenangkan dila yang kaget
"kasian mereka dil! setelah tadi paman melakukan video call dengan mereka lalu memperlihatkan vino, mereka langsung terbang kemari dan mungkin pagi nanti mereka sampai disini", terang paman arka
dila mulai berfikir! tidak akan selamanya dila menyembunyikan vino dari keluarga daddy nya
"baik lah bi, mereka boleh menemui vino! tapi aku malu bertemu mereka jadi dila besok akan berangkat kerja saja", jawab dila
"baik dila bibi mengerti keputusan mu", ucap bibi alicia
"sekarang kamu istirahat saja! kamar tamu sudah bibi siapkan! biarkan vino tidur dengan tasya saja", ucap bibi alicia
"baik lah bi", jawab dila lalu menuju kamar tamu
"ayo mah kita istirahat! besok pagi kita akan kedatangan tamu yang menghebohkan" seru arka
"benar pah akan terjadi kehebohan di mansion ini besok pagi", jawab alicia
sedangkan di negara A
"bagaimana apa sudah bisa di ketahui siapa penyerang itu?", tanya vero
"maaf tuan identitas penyerang itu sangat rahasia! kita tidak bisa menembus data pribadi miliknya", terang cio
"yasudah kamu kembali saja", ucap vero
"baik tuan muda" jawab cio
kemudian vero memutar kursi nya mengarah ke kaca yang memperlihatkan pemandangan Kota J
"siapa sebenarnya dia? kenapa meminta ku mencari nya ke negara A?", gumam vero yang sampai saat ini belum menemukan jawaban nya
di sisi lain arsen dan aurora sudah tiba di bandara internasional negara I
"kita langsung pergi ke mansion Morigan" ucap arsen
"baik tuan", jawab reyhan
sedangkan dila sudah meninggalkan mansion Morigan, dila memilih untuk berangkat bekerja saja meninggalkan vino yang masih tertidur di kamar tasya
setelah menempuh sedikit perjalanan arsen dan aurora tiba di mansion mewah Morigan dan mereka sudah di sambut di depan oleh arka dan alicia
"dimana cucu ku?", tanya aurora to the point
"sabar sayang kita baru saja sampai", seru arsen
"aku sudah tidak sabar sayang", ucap aurora
"cucumu ada di ruang keluarga bersama tasya", jawab arka
aurora pun bergegas menuju ruang keluarga
"dia sudah tidak sabar sedari negara A", seru arsen
saat di ruang keluarga aurora melihat vino tengah menonton tv bersama tasya dan aurora ada di belakang mereka
"boy ada yang ingin menemui mu!", seru arka
lalu vino pun berbalik melihat ke arah arsen dan aurora
arsen dan aurora pun membulatkan mata mereka melihat langsung vino dari dekat
"apa mereka opa dan oma ku?", tanya vino spontan
turun sudah air mata aurora lalu menghampiri vino dan langsung memeluk
"iya sayang ini oma", ucap aurora menangis
"kenapa oma baru menemui vino?", tanya
"maafkan oma sayang! oma baru sekarang menemui mu", jawab oma rora tersedu
"oma jangan menangis nanti tidak terlihat cantik lagi", ucap vino
"duh cucu oma yang tampan sudah bisa memuji", ucap oma rora yang sekarang tersenyum
"oma lihat opa seperti yang cemburu melihat vino memuji oma!", seru vino kembali
"sayang jangan memasang wajah seperti itu di depan cucu kita!", ucap aurora
"iya opa masa mantan ketua mafia cemburu pada cucu sendiri", seru vino yang membuat seisi ruangan terkaget.