Steven Grayson Addison seorang pengusaha muda yang sedang naik daun saat ini , hingga namanya di kenal di berbagai macam negara , tapi di balik kesuksesan nya itu Steven tidak mempunyai niat sedikit pun untuk menikah karena ia masih mencintai sosok wanita yang berasal dari masa lalunya .
hingga ia bertemu dengan seorang wanita cantik di sebuah club malam , wanita itu sangat membutuhkan bantuan karena di jebak oleh seseorang " aku akan membantumu tapi kau harus menikah dengan ku " ucap Steven kepada seorang wanita cantik yang terlihat sangat gelisah itu
" hhhmmm .... baik lah tuan ... aku menerima tawaran mu tapi tolong aku .... saat ini aku di jebak " ucap wanita itu penuh dengan permohonan tanpa berpikir sedikit pun, Steven tersenyum tipis seraya ia menatap wajah cantik wanita itu .
kira-kira seperti apa kelanjutan kisahnya ..!? yang penasaran mampir ya guysss 🤗🥰 .
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Gratis
.
.
Pricilla meraih segala air itu lalu meminumnya hingga habis .
" itu suara tembakan kan Bi " ucapannya menatap Bi Xian dengan wajah nya yang penuh dengan tanya
Bi Xian tersenyum " sebaiknya Nona habis kan saja sarapan nya " ucap Bi Xian
Pricilla tidak bertanya lagi , hingga Steven melangkah masuk ke ruang makan pria itu memberikan kode lewat gerakan tangan kepada Bi Xian , wanita paruh baya itu menunduk hormat setelah nya ia melangkah pergi begitu saja .
Pricilla yang kembali menikmati sarapan pagi nya itu , seketika matanya melotot kaget saat ia baru saja mengingat sesuatu yang sangat penting .
" Bi ... aku sudah kenyang " ucap nya seraya berdiri dengan terburu-buru
" mau kemana kau " ucap Steven dengan suara nya yang terdengar sangat datar
Pricilla menoleh kearah pria yang melangkah ke meja makan dengan langka santai nya " kau .... dimana bi Xian " ucap Pricilla mencari wanita paruh baya yang berdiri di samping
" aku sudah menyuruh nya untuk pergi .... Duduk dan habiskan makanan mu " ucap Steven pria itu duduk di kursinya seraya meraih sepiring sandwich lalu memakan nya
Pricilla kembali duduk dengan wajah kesal nya , tapi setelah nya ia menatap Steven " kakak ku ada Inggris " ucap nya
" lalu ... " ucap Steven menaikkan sebelah alisnya
Pricilla menarik napasnya dengan cukup panjang " dia akan menghukum ku , karena aku sudah menikah diam-diam dengan mu dan menolak menikah dengan putra dari keluarga Vincent, bukan hanya itu aku juga sudah membuat cabang perusahaan nya rugi besar " jelas Pricilla
Steven meletakkan sandwich nya di atas piring setelah nya ia meminum kopi hangatnya dengan santai " aku yang akan berbicara kepadanya dan aku akan melakukan Capital Injection ke perusahaan mu " ucap Steven menatap wanita cantik itu
Pricilla tersenyum senang " benar kah. ? Oh kau sangat baik sekali tuan dingin " ucap nya dengan sangat senang
" eehhh ... jangan senang dulu .... Aku melakukan ini semua itu tidak gratis " ucap Steven
seketika senyuman bahagia di wajah wanita itu menghilang ia menatap Steven dengan lekat " tidak gratis , jadi aku harus membayar mu , ...!? tapi tenang saja tuan dingin setelah perusahaan ku kembali normal aku akan membayar mu dua kali lipat " ucap Pricilla seraya menaikkan dua jarinya
Steven tersenyum tipis melihat wanita cantik itu " aku tidak lah kekurangan uang sedikit pun , jadi kau simpan saja uang mu itu ... Dan aku ini Steven Grayson tidak akan meminta bayaran uang dari seseorang yang sudah aku bantu " ucap Steven
Pricilla diam , tapi tak lama kemudian wanita itu beranjak berdiri seraya tersenyum manis kepada Steven " baik lah tuan dingin , aku ini Pricilla Ify Geoffrey dan aku tidak suka mempunyai utang Budi kepada seseorang yang ingin membantuku , jika anda tidak ingin menerima uang dari ku maka .... Maka jadikan tubuh ku ini sebagai bentuk balas budiku kepadamu " ucap Pricilla ia melangkah kearah Steven dengan senyuman yang sangat menggoda
Steven diam ia menatap wanita cantik itu yang kini sudah berdiri di samping nya seraya tersenyum " bagaiman tuan dingin ,? tapi hanya satu kali aja ya " ucap nya lagi
Steven menarik napasnya dengan cukup panjang pria itu berusaha menenangkan dirinya , malam itu ia adalah pria pertama yang menyentuh tubuh Pricilla , dan tubuh wanita itu sangat lah menggoda dan membuat nya lupa diri .
" jangan menyentuh ku .... " Steven segera berdiri dan menepis tangan Pricilla yang kini sudah mengelus pundak nya
Wanita itu tersenyum ia tidak tersinggung sedikit pun " aku akan meminta bayaran di waktu yang tepat ...., , aku harus ke kantor sekarang , dan hari ini kau ingin ke kediaman keluarga mu kan. ? tunggu aku kita akan pergi bersama " ucap Steven setelah nya ia melangkah pergi begitu saja
Pricilla menghela napasnya dengan cukup kasar " baik lah tuan dingin , yang terpenting aku aman dulu dari hukuman kak Roger " ucap Pricilla
.
.
.
Steven melangkah keluar dari Mansion nya dan di depan mobil mewahnya sudah ada Julian yang berdiri menunggunya , saat melihat kedatangan tuan nya itu, Julian segera membuka pintu mobil .
" silahkan masuk tuan , hari ini jadwal anda sa__"
Brak
Ucapan Julian terhenti saat Steven menutup pintu mobil dengan sangat kasar , pria itu berdiri mematung di luar seraya menatap pintu mobil yang sudah tertutup dengan rapat itu
" apa yang terjadi kepadanya .... perasaan semalam misi nya berhasil , lalu apa yang membuat dia terlihat kesal seperti itu " gumam Julian seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
Steven tiba-tiba memunculkan wajah datar dan menyeramkan nya di jendela mobil " apa kau ingin tinggal disitu " ucap Steven dengan suara datar nya
" eehh ... sorry tuan " dengan cepat Julian segera masuk kedalam mobil dan duduk di kursi kemudi
mobil pun melaju meninggalkan kediaman besarnya " hari ini jadwal anda sangat padat tuan , lima belas menit lagi akan ada meeting bersama pemegang saham di perusahaan , setelah nya di lanjutkan Meeting dengan klien dari Singapura , setelah itu anda harus menguji proyek yang saat ini sedang di bangun di jalan xxxx " jelas Julian sesekali ia melirik tuan nya itu dari kaca spion kecil yang ada di atas kepalanya
" batalkan kunjungan proyek nya hari ini aku harus ke kediaman keluarga Geoffrey, " ucap Steven seraya fokus dengan layar ponsel nya
" tidak bisa tuan , karena saya mendapatkan kabar jika proyek itu mengalami kehabisan dana , dan anda sendiri yang harus turun untuk memeriksa nya , siapa tahu mandornya melakukan korupsi " jelas Julian
" apa kau tidak mendengar perintah ku Julian " Steven menatap tajam asisten nya karena ia adalah tipe seorang pria yang tidak suka di bantah
" saya mendengar nya tuan ... Baik lah, tapi Minggu ini anda harus segera menguji proyek itu " ucap Julian
" hhhmmm .... " Steven hanya berdehem saja
" oh ya tuan ___ "
" apa lagi Julian aku kan sudah mengatakan kepadamu hari ini aku harus ke kediaman keluarga Geoffrey " Steven semakin kesal ia mengangkat wajahnya menatap asisten nya itu
" maaf tuan ... Saya hanya ingin mengatakan jika di mansion salah satu anak Buah anda tidak sengaja menebak seseorang yang berusaha ingin menyelinap masuk ke Mansion lewat pintu gerbang belakang " ucap Julian
Steven mengangkat sebelah alisnya " apa wanita itu melihat nya. ? " tanya Steven dengan wajah datarnya
" sepertinya tidak taun , tapi Nona Pricilla mendengar suara tembakan itu " ucap Julian
" lain kali jangan melakukan hal itu, .... Jangan sampai wanita itu mengetahui indentitas asliku , dan dia pergi begitu saja , hanya dia satu-satunya orang yang bisa membuat Freya sadar ,... Aku sangat yakin jika Pricilla dan Freya itu ada hubungan nya " ucap Steven
" baik tuan .... dan kapan anda mempunyai rencana untuk membuat Nona Pricilla melakukan tes DNA. ? " tanya Julian
" aku belum bisa mengatakan nya , tapi pastikan jangan sampai Freya meninggal sebelum dia mengatakan semua rahasia yang dia bawa keluar dari kediaman pria tua itu " jelas Steven .
.
.
.