NovelToon NovelToon
Kekasih Kontrak Ceo

Kekasih Kontrak Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:738
Nilai: 5
Nama Author:

Bianca berjalan seorang diri menyusuri taman yang mulai sepi pengunjung. Taman yang biasanya ramai lalu lalang orang-orang berolahraga lari ataupun jalan santai. Suasana dingin mulai menusuk kedalam jiwanya, Ia menengadahkan wajahnya ke langit yang terdapat beberapa bintang. Sesekali ia mengasihani dirinya sendiri, "Pekerjaan bagus,pendidikan bagus semua berjalan sesuai keinginan,tapi entah kenapa rasanya semua hampa.." gumamnya. "Bugh bugh bugh.." Terdengar suara pukulan tak jauh dari tempatnya berdiri,ia segera berlari sembunyi di salah satu pohon besar. "Aku ga salah denger kan,kaya ada yang sedang dihajar.." bathinnya dengan perasaan was-was. Hampir 10 menit ia duduk bersandar dibawah pohon tersebut,merasa aman dengan keadaan ia berjalan keluar sedikit berlari. "Tolonggg aakuuu.." Ucap seseorang dibalik semak-semak tak jauh dari tempat ia bersembunyi. "Astaagaaa.." "Kenapa ini..apa yang terjadii.." ucap bianca meraih tangan seseorang pemuda yang berjalan gontai menghampirinya. Pria tersebut langsung jatuh kepelukan bianca, Darah yang menetes dari sudut bibirnya menetes mengenai sisi bahu bianca.

Bab 15

Bab 15

Setelah makan malamnya dengan devan tempo hari lalu kini bianca terus saja mendapat pesan dari devan.

Tidak sekali dua kali ia mengulang ajakannya untuk makan bersama.

Ting "bianca,,mau makan siang bareng.."

"Hmm boleh.."

Setelah rapat usai,tepat di jam makan siang bianca berjalan seorang diri menghampiri seorang pria yang sudah memesan beberapa menu makanan kesukaan bianca.

"Masih ingat kan akuu.." goda devan.

"Dev..pliss jangan bertindak seperti itu..aku ga suka.." ucap bianca yang langsung duduk dikursi berhadapan dengan devan.

Keduanya kini tengah asik makan bersama,sesekali membicarakan orang yang bertingkah aneh sehingga mengundang gelak tawa.

"Nanti kalau ada waktu aku akan berkunjung.."

ucap bianca sembari melambaikan tangan ke arah devan yang mulai berjalan meninggalkan lobby resto.

Tanpa ia sadari sepasang mata menatap tajam ke arah mereka.

Ia adalah jonathan,dari ketinggian tempatnya bekerja ia bisa menatap kearah lobby resto tempat bianca bertemu dengan devan.

Jonathan mengepalkan tangannya lalu berdecih kesal.

"Tahan..jangan marah.." ucapnya sendiri sembari mengambil nafas dan membuangnya perlahan.

Kini bianca dan jonathan berada di dalam satu mobil.

Dibawah guyuran hujan yang semakin deras,keduanya hanya berdiam diri. Sesekali jonathan menatap wajah bianca yang menghadap keluar jendela.

"Mau makan dulu.."

"Atau masih kenyang karna makan siang tadi.."

"Makan siang.." bianca menatap tajam wajah jonathan.

"Tadi reno ngasih tau katanya mau ngajak kamu makan tapi katanya udah makan.." jelas jonathan.

Ia menutupi sesuatu yang sebenarnya ia tau.

"Ohh engga kok.."

"Nanti aja dirumah,kita jemput mama dulu aja.."

"Kalau apartemennya aja sama seperti ini bukankah lebih baik yang punyamu di jual bianca.." ucap nyonya fara.

"Engga ah ma..aku baru beberapa bu.."

"Benar..aku juga berfikir seperti itu ma.."

"Nanti aku minta tolong rekanku yang berbisnis di dunia properti untuk menjualnya.." potong jonathan.

"Mama setuju itu.."

"Jonathan sudah mempersiapkan semuanya dengan baik bi.." ujar nyonya fara.

Bianca hanya sesekali melirik ke arah jonathan lalu meninggalkan keduanya ke dapur.

Bianca kini sibuk dengan pisau di tangannya,memotong tipis-tipis ayam fillet dan membalurinya dengan tepung.

"Awas aja ya kalau ga ada mama pasti sudah aku sumpal mulutnya dengan tepung ini.." ucapnya sedikit kesal.

"Papa kok ga ikut ma.." kini ketiganya duduk di meja makan.

"Engga bianca,papah ke bali ketempat kaka kamu.."

"Mama ga ikut karna ada undangan pernikahan besok.."

"Ah iyaa tadi mama membuat beberapa minuman segar untuk kalian.."

Nyonya fara beranjak dari kursinya,ia membuka kembali kulkas dan mengeluarkan 2 botol kecil minuman.

"Obat?.."

"Kita lagi ga sakit kok ma.." ucap jonathan.

"Bukan jo..ini cuma minuman herbal.."

"Ini buat kamu.."

"Dan ini buat bianca..ayo minum sekarang.."

Ucapnya sembari terus menatap keduanya yang mulai minum dengan sedikit senyum-senyum aneh.

"Wleeeee..." ucap bianca menjulurkan lidah setelah minumannya habis.

"Yaudah kalian istirahat dulu..mama tidur di tempat bianca aja.."

"Mana kartu aksesnya.." ucap nyonya sembari mengulurkan tangannya.

Nyonya fara pun meninggalkan keduanya,

Suasana canggung mulai muncul.

Yang lebih anehnya lagi adalah,adanya sesuatu yang timbul dari tubuh keduanya.

Entah kenapa rasanya seperti panas.

"Aku tidur di kamar utama.." ucap bianca berjalan menuju kamar jonathan.

"Engga bisa..kamar satunya masih berantakan,belum di bersihin..aku juga tidur di kamar utama.." ucap jonathan mengekor bianca.

"Ga bisaa..aku yang disini.." ucap bianca kini sedikit berlari merebahkan dikasur dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

"Aku bisa di sebelah sini.." ucap jonathan berbaring di sebelah bianca.

"Aneh sekali..kenapa jadi panas begini.." ucapnya sembari melepaskan bajunya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!