NovelToon NovelToon
Tergila-gila Duda

Tergila-gila Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Duda
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vlav

Mary terpaksa pulang kampung setelah cita-citanya untuk menjadi desainer pakaian harus kandas.

Di kampung, ia dijodohkan dengan Jono, calon anggota dewan yang terobsesi pada Mary.

Demi terhindar dari perjodohan yang dilakukan orang tuanya dan pergi dari kampung halamannya, Mary nekat memaksa seorang duda galak dan dingin bernama Roseo untuk menikahinya.

Sandiwara tergila-gila duda itu akankah berhasil atau justru membuatnya tergila-gila duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlav, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

016

“Program bayi tabung adalah solusi yang sangat tepat bagi kita berdua. Kau bisa punya anak perempuan yang cantik sepertiku, akan kuberikan sel telur terbaik yang kumiliki untukmu. Lalu, dibantu dengan jasa ibu pengganti, kau bahkan bisa langsung mendapatkan anak kembar melalui program bayi kembar”.

Mary menjelaskan pada Roseo seakan ia adalah seorang brand ambassador dari sebuah klinik kesuburan.

“Dengan begitu, kita tidak perlu hidup bersama dimana aku tidak merasa nyaman dengan kehidupan yang serba primitif seperti ini,” kata Mary sambil tersenyum senang.

Roseo menatap lurus ke arah Mary yang masih tersenyum cerah sambil melontarkan ide-ide cemerlangnya sebagai wanita modern dengan pola pikir paling modern di kampung ini.

“Hmm, bayi tabung ya. Bagaimana bisa ada bayi di dalam tabung? Apakah maksudnya itu?” Tanya Roseo.

Mary nyaris mendelik gusar dan mengumpat betapa pria primitif itu sama sekali tidak melek terhadap teknologi mutakhir.

“Bayi tabung itu istilah dalam dunia medis modern untuk membantu mendapatkan anak melalui pembuahan secara non konvensional. Dimana sel jantan dan sel betina dipertemukan secara to the point di laboratorium dan nantinya saat pembuahan tersebut terjadi, akan dilakukan prosedur inseminasi ke dalam rahim agar tumbuh dan berkembang menjadi bayi,” Mary menjelaskan panjang lebar.

Alis Roseo kembali terangkat makin tinggi mendengar penjelasan Mary.

“Kau itu bicara apa? Aku sama sekali tidak mengerti,” potong Roseo.

Astaga, apa yang harus kukatakan agar kau mengerti?! Batin Mary mengumpat kesal.

Namun ia tetap tersenyum lebar.

Apa yang harus kulakukan agar pria kampung, ndeso, dan tidak melek teknologi ini bisa mengerti?

“Intinya, melalui program bayi tabung, kita berdua tidak perlu melakukan kegiatan bercocok tanam bersama!” Kata Mary.

Roseo kembali menatap lurus ke arah Mary.

“Kau tidak perlu menyentuh dan meniduriku, tapi, kau masih bisa punya anak melalui program bayi tabung itu. Benihmu dan benihku, disemai hingga bertunas dan akhirnya akan ditanam di rahim ibu pengganti. Bagaimana?” Tanya Mary.

Roseo mengangguk-angguk menandakan ia akhirnya mengerti penjelasan Mary yang lebih sederhana daripada sebelumnya.

“Hmm, begitu ya. Program bayi tabung itu sungguh menarik,” komentar Roseo.

“Tentu saja! Program bayi tabung memang menjadi salah satu dari pemanfaatan teknologi di bidang medis!” Sahut Mary.

“Dan program bayi tabung banyak dilakukan oleh para selebriti dunia untuk mendapatkan anak tanpa perlu repot mengalami masa kehamilan dan melahirkan yang melelahkan!” Lanjut Mary.

“Hanya saja program tersebut sepertinya merupakan program yang tidak bisa kuterima,” kata Roseo.

“Hah?! Apa kau bilang? Kenapa kau tidak bisa menerimanya?” Tanya Mary.

“Karena, siapa yang bisa menjamin bahwa benih yang dikembangkan di dalam tabung itu sungguh adalah benihku?”

“Bagaimana jika terjadi kesalahan medis? Benih yang tertukar misalnya. Belum lagi jika harus menggunakan ibu pengganti, apakah ibu pengganti itu sungguh bisa dipercaya untuk membawa benihku?”

“Bagaimana jika ternyata benih yang ditanam di rahim ibu pengganti tersebut gagal berkembang dan ditukar dengan benih orang lain karena ternyata ibu pengganti itu bercocok tanam dengan pria lain!”

“Apa kau masih bisa menjamin bahwa benih tersebut adalah sungguh benihku?”

Roseo mengutarakan pemikirannya yang begitu kritis dan membuat Mary terperangah.

“Bagaimana kau bisa berpikiran sampai seperti itu, Roseo? Kau bahkan belum menjalaninya, namun mengapa kau sudah terkesan pesimis?” Tanya Mary.

“Apa kau pikir aku ini baru sehari dua hari menggarap kebun sayuranku?” Roseo balik bertanya.

“Saat menjual hasil kebunku yang sudah jelas berasal dari kebunku saja, masih banyak orang yang mempertanyakan, apakah mentimun yang kujual, merupakan mentimun hasil dari kebunku sendiri?”

“Atau kubis yang kupanen kali ini, sungguh kubis yang mereka beli saat panen yang lalu?”

“Kebun labu yang kugarap dan kuurus dengan baik saja masih diragukan apakah itu sungguh labu dari kebunku, apalagi nantinya benihku yang dititipkan ke ibu pengganti!”

Mary benar-benar tak percaya bahwa Roseo memiliki trust issue yang begitu tinggi.

“Tapi,  Roseo, bukankah lebih baik kita mencobanya dulu agar tahu hasilnya daripada hanya sekedar berasumsi?” Tanya Mary.

“Hmm, begitu ya, tadi kau bilang program bayi tabung itu banyak dilakukan oleh selebriti dunia. Sayangnya aku bukan selebriti dunia, jadi, sudah jelas aku menolak program bayi tabung itu,” jawab Roseo diplomatis.

“A-apa?! Jadi, maksudmu, kau mau punya anak melalui jalur konvensional dengan bercocok tanam secara manual?!” Tanya Mary terperangah.

“Bukankah seharusnya memang seperti itu?” Roseo kembali bertanya.

Seketika Mary merasa lututnya menjadi lemas karena mendengar kenyataan mengerikan yang harus diterimanya.

“A-apakah sungguh tidak ada cara lain selain cara konvensional itu?” Tanya Mary.

“Seandainya aku bisa membelah diri, aku tidak mungkin bersedia menikahimu meski kau memaksa,” sahut Roseo.

“Jadi, bukankah sebaiknya kita semakin cepat melakukannya, agar kau tidak perlu berlama-lama hidup di tempat primitif seperti ini,” kata Roseo.

Wajah Mary memucat seketika, darah seakan surut dari wajahnya memikirkan bahwa pria itu sungguh akan bercocok tanam dengannya.

“Ehem, aku akan mandi lebih dulu. Jika kau memang sudah merasa siap, kau bisa ke kamarku,” kata Roseo pada Mary.

Mary benar-benar membeku saat pria itu meninggalkannya.

Apa ia sungguh harus tidur dengan pria itu?

Ucapan pria itu segera memenuhi kepala Mary. Semakin cepat mereka melakukannya, maka semakin cepat pula Mary akan pergi dari tempat primitif ini.

***

Mary mengetuk pintu kamar Roseo dengan hati-hati.

Tubuhnya benar-benar gemetaran karena merasa bahwa sebentar lagi ia akan masuk ke kandang binatang buas yang siap untuk memangsanya hidup-hidup.

Pria itu membuka pintu dan mempersilahkan Mary masuk.

Mary mengendarkan pandangannya ke seluruh ruangan. Kamar tidur yang begitu sederhana, hanya ada kasur lipat yang bahkan masih tergulung separo.

Mary mengumpulkan semua keberanian yang ia miliki dibalik senyumnya yang terkembang.

“Aku sudah siap, mari kita lakukan,” kata Mary.

Roseo terdiam menatap Mary yang masih tersenyum cerah.

“Hanya saja, aku ingin mengajukan syarat yang harus kau penuhi,” kata Mary.

“Syarat?” Tanya Roseo.

Mary mengangguk dan masih tetap mempertahankan senyumnya.

“Syarat yang pertama, kita hanya melakukannya satu kali saja,” kata Mary dengan tegas.

“Satu kali?” Tanya Roseo.

Mary kembali mengangguk dengan cepat.

“Lalu yang kedua,” kata Mary. “Jangan menciumku di sini," Mary menunjuk bibirnya.

“Oh, ehem,” sahut Roseo.

“Dan..”

“Masih ada lagi?” Tanya Roseo.

“Lakukan pelan-pelan, karena ini pertama kalinya bagiku,” ucap Mary malu-malu.

Seketika wajah Mary benar-benar memanas sementara Roseo terlihat sama sekali tak menunjukan ekspresi.

“Apakah kau menyanggupi syarat yang kuberikan?” Tanya Mary.

“Ehem, ya, akan kuingat,” sahut Roseo.

Mary membuka kaus putih yang melekat di tubuhnya sementara Roseo masih menatapnya tanpa berkedip.

“Ehem, aku hanya memastikan apakah kau sudah mandi,” jawab Roseo.

“A-aku sudah mandi, tapi aku tidak ganti baju karena tidak punya baju ganti!” Sahut Mary.

Mary menutup matanya saat Roseo mendekat padanya dan menyentuh pundaknya dengan tangannya yang terasa sangat kasar.

Mary hanya bisa memejamkan matanya.

Hanya malam ini saja.

1
Lucynta Guo
sejelek2nya cowok pasti pengen punya istri cantik. tapi kalo yg modelan Mary, langsung banned 🤣
Lucynta Guo
tak ada bujang, duda di sayang 🤣
SanKy
Beneran ga niat jastip ini
Mely L
jono asal klaim aja
VLav: namanya juga jono ka 😄
total 1 replies
La La
babi 🤣 haram
Milan Oh
tinggalin jejak 👍
oppa super
ciee dijemput
Syahdar Gazali
awalnya menarik 👍
Syahrin Arizki
ditolongin itu ya ucapkan terima kasih, kok malah shamming
Nancy Avika
estetika keindahan 👍
Lucynta Guo
plis yg paling butuh validasi minggir
Nancy Avika
kapoo poll 🤣
nay
wahh jadi ibu dewan ya
Sha Sha
kucing lapar🤭
Sha Sha
Jono, tunggu janda yaa
Lavia
hihh jono
Nancy Avika
hayoloohh gentong air kumuh
Dedew
Minta tolong kek ngajak gelut
Tinsley Carmichael
Lanjut thor
Tinsley Carmichael
Mmpz
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!