NovelToon NovelToon
Menikah Karna Perjodohan

Menikah Karna Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:8.6M
Nilai: 4.6
Nama Author: Ani Suaharani

Seorang gadis berusia 23 tahun yang dipaksa menikah dengan ayahnya karna perjodohan, gadis itu bernama Raisa.
Raisa terpaksa menerima perjodohan itu sebab dia tidak bisa menolak keinginan papanya, dia dijodohkan dengan seorang pemuda berusia 29 tahun anak dari sahabat papanya.
pemuda itu bernama Billy, pemuda yang sama sekali belom pernah dia kenal bahkan melihatnya, namun kini akan menjadi suaminya.
pernikahan karna perjodohan tanpa adanya cinta diantara mereka berdua.
Apakah yang akan terjadi dirumah tangga mereka??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ani Suaharani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bagian 2.

Raisa berjalan menuju dapur dan dilihatnya ternyata pria itu sudah ada dikursi meja makan.

"Cepatlah buatkan aku makan malam" printahnya yang hanya menatap ponsel yang ada ditangannya.

'Ih tidak sabar sekali dia' bathin Raisa.

Raisa menyiapkan makan malam untuk Billy dan dirinya.

Billy sesekali melihat Raisa yang sedang memasak disana lalu fokus kembali pada ponselnya.

"Mau ku buatkan kopi?" tanya Raisa .

"Boleh" ucapnya.

Raisa membuatkan kopi untuk Billy dan menaruhnya didepan Billy.

Setelah beberapa menit makan malam sudah siap, mereka menyantap makan malam bersama.

Raisa membuka pembicaraan.

"Ini kunci motormu, mulai besok aku pakai motorku sendiri " ucap Raisa.

"Kenapa kau kembalikan? Apa motorku kurang bagus!!" tanyanya saat sedang menikmati makan malam.

"Tidak, hanya saja itu bukan milikku, dan aku sekarang sudah ada kendaraan sendiri, bukan kah lebih baik aku kembalikan kepada yang punya" ucapnya.

'Kenapa wanita ini beda sekali dengan yang lain' bathin Billy memandang Raisa sekilas.

Makan malam sudah selesai, seperti tadi pagi Raisa membereskan meja makan dan mencuci piring, Nampak Billy masih saja duduk dikursi meja makan.

'Kenapa dia masih saja disitu' bathin Raisa.

"Kau tidak usah khawatir aku sebentar lagi akan beranjak dari kursi ini" ucap Billy.

'Dih kenapa dia tau yang kukatakan' Bathinya Raisa lagi dan menatap pria aneh itu.

"Segeralah tidur jangan hanya bengong memandangku" ucapnya lagi.

Raisa pergi meninggalkan Billy yang sedang duduk disana tanpa menjawab ucapan Billy.

Raisa menju ruang keluarga untuk menikmati acara televisi malam ini, datanglah sosok pria yang makan bersamanya tadi bergabung dengannya menikmati acara televisi.

"Kenapa kau mengikutiku" ucap Raisa memandang aneh pria yang duduk disampingnya itu.

"Percaya diri sekali kau, aku hanya ingin menikmati acara tv, bagi remote nya padaku!" ucap pria itu lalu menyerobot remote tv dari tangan Raisa.

'Uugg menyebalkan sekali pria ini' bathin Raisa.

"Tidak usah sebel, nikmati saja acara televisinya denganku" ucap Billy.

Raisa beranjak dari duduknya ingin pergi meninggalkan pria aneh itu tiba-tiba listrik padam kembali.

Raisa langsung memeluk Billy dengan Erat karna dia sangat ketakutan yang kebetulan Billy ada dikursi yang ingin Raisa sebrangi.

"Aku takutt kegelapan" rengek Raisa dipelukan Billy.

'Hmm lagi-lagi dia memelukku' bathin Billy lalu menyalakan senter yang ada diponselnya.

"Ayo ku antar kekamarmu" ucap Billy lalu membawa Raisa kekamarnya yang tetap berada dipelukan Billy.

Tiba-tiba Raisa tersandung kaki Billy dan jatuh diranjang, begitu juga dengan Billy yang tepat berada diatas Raisa, mata mereka bertemu dan saling pandang walau hanya bercahaya senter ponsel namun wajah mereka begitu jelas dilihatnya.

'Kenapa jantungku berdepar sekencang ini melihat mata gadis yang ada didepanku, bibirnya yang mungil ingin sekali aku jama dan muka yang cantik dimilikinya' bathin Billy

'Muka tampannya membuat jantungku berdenyut begitu kencang' bathin Raisa lalu mendorong Billy dari atas tubuhnya.

Billy beranjak dan ingin meninggalkan Raisa karna perasaanya yang begitu aneh saat didekatnya.

"Aku takut kegelapan" rengek Raisa.

Billy memutar tubuhnya lalu menatap Raisa.

"Temani aku ya, sekali ini saja" rengek Raisa kembali yang berada diatas ranjang dengan muka sangat ketakutan.

Billy tidak tega lalu menemani Raisa tidur malam ini, dia merebahkan tubuhnya tepat disamping Raisa yang sedang memeluk guling.

Raisa sudah tertidur pulas namun Billy tetap belum tidur yang tengah memandangi wajah Raisa dengan lampu sentar diponselnya.

"Dia memang cantik, bibir mungilnya yang membuatku tak berdaya, hidung kecil namun mancung membuat dia nampak sangat cantik" ucapnya pelan sembari mengelur rambut Raisa.

Lagi-lagi wangi tubuh Raisa membuat Billy begitu nyaman didekatnya.

Tak lama kemudian Billy tertidur setelah puas memandangi wajah cantik istrinya.

1
Rasmini R
selanjutnya serita
Raudah
nga salah tuh resep dokternya,banyak baca lagi thor.ceritanya masih datar.
Raudah
kenapa juga bilang sepupu,kan jadi nyesal sendiri.
Lia Zahara
cerita nya bagus..bikin penasaran pastinya
Neli Allen
kok bacanya jd tergantung thor
Neli Allen
Raisa masih ngeyel dan tdk mau ngaku hahaha
Neli Allen
aku menangis walaupun ini cerita .klou author menulis harus menyentuh spembaca .tp rasanya kita sbagai perempuan atau seorang ibu sangata merasakan ksedihan ini
Gina Refa
katanya jago karateko penakut ya
Gina Refa
kereennn Billy cucok usia mo 30 an
Gina Refa
cucok Raihan
Gina Refa
Anggun ketuan ky sdh 30 an ..klo Raisya cocok
Jenny Karundeng
bagus dan bisa membuat pikiran berkelana
Sakura Daieto
bagus sekali novelnya
Norah Selen
raisa kmu bodoh amat udah thu alleta gitu kok mhu gi mkan mkanan yg d kasih
Norah Selen
tanda2 adanya pelakor dlm rumahtangga billy jangan nyesal dong klau nanri di tinggalkan raisa ngga ada gunanya nyesal kemudian udah terlambat,lanjut thor makin seru
Niafaramita
bagus
Ida Rosidah
wihhhhhh...... sosok raihan ya idolaku
Bagus Cahyo
lanjut
Nirma Palopo
ejaannya bisa d perbaiki GK thor
Pariyah Iyah
kok cerita nya putus Thor.. padahal bagus ceritanya..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!