NovelToon NovelToon
Kakak Itu Jodohku

Kakak Itu Jodohku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:3.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pajar Wati

"Saya berharap dimasa depan nanti kita akan berjumpa lagi, tapi tidak sebagai teman. melainkan sebagai pasangan yang sudah terikat secara Agama mau pun Negara. Saya akan menjadi seorang Ayah, sedangkan kamu menjadi seorang Ibu bagi anak-anakku kelak." Itulah kata-kata yang diucapkan oleh seorang siswa laki-laki kepada Yuri saat kelulusan sekolah, akankah mereka berdua bisa dipertemukan kembali dikemudian hari? Lalu siapakah siswa laki-laki itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pajar Wati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 16

“Woi, Lex. Sini lah kita duduk dulu, cape gue dari tadi berdiri terus.”

“Halo Yuri,” sapanya.

“Ha-halo Kak.”

“kamu sendiri aja di sini?” aku mengangguk pelan, melihat ada Kak Alex membuat jantungku semakin berdetak, bahkan kakiku tidak bisa diam.

“boleh Kakak duduk?”

“Silakan Kak” aku pun menggeser tubuhku agar di bisa  duduk di samping Doni, ternyata aku salah. Dia malah duduk di sampingku.

“Saya mau duduk di sini, boleh kan?” tanyanya padaku, aku yang gugup hanya bisa senyum kecil, aku memainkan ujung jilbabku. Aku bingung harus bicara apa sama Kak Alex? Tidak mungkinkan aku hanya diam saja tanpa mengajaknya bicara.

Aku hirup udara sebanyak mungkin dan melepaskannya secara perlahan agar perasaanku sedikit lega, kucoba untuk memulia pembicaraan.

“Kak Alex?”

“Iya, kenapa?”

“Eee, Kakak datang ke sini jam berapa?”

“Baru datang kok.”

“Hoh.” Baru ajak bicara beberapa kata langsung hening lagi, aku sedang berpikir keras, obrolan apa lagi  yang haru aku  bahas? Apakah aku harus membicarakan masalah politik sama dia biar ada bahan untuk bicara, tapi kayanya terlalu berat deh bahas politik.

“Yuri! Yuri!” Alex menyentuh pundakku, spontan aku kaget.

“I-iya Kak, ada apa?”

“Kamu lagi mikirin apa sih? Kayanya kamu lagi sibuk banget mikirin sesuatu ya? Dari tadi saya panggil kamu loh.”

“Masa sih? Maaf Kak, aku enggak sadar kalau Kakak panggil saya.”

“Kamu mau ikut sama saya?”

“Ke mana Kak?”

“Kita keliling, sambil lihat-lihat acara.” Aku sedikit kaget saat dia mengajak aku berkeliling, bagiku ini kesempatan langka. Kapan lagi coba bisa keliling bareng sama orang yang kita suka.

“Gimana? Kamu mau?” Aku menggarukan kepalaku yang tidak gatal, sebenarnya aku mau. Tapi aku malu.

“Sa-saya  mau Kak.”

“Ayo.” Aku pun berdiri dari tempat dudukku, aku berjalan di samping Kak Alex, ada perasaan senang meluap-luap dalam hatiku.

“Lex.” Tiba-tiba saja Doni menahan tangan Alex, ia pun membisikan sesuatu. Aku tidak tahu apa yang mereka bisikan berdua.  Setelah selesai membisikan Kak Alex, kulihat Kak Alex membuka jaketnya.

“Yuri, sebelumnya saya minta maaf. Saya mau pakaikan jaket ini buat tutupi sesuatu.”

“Hah, maksudnya?” Aku tidak mengerti apa yang ia katakan, tanpa menjawab pertanyaan dariku, ia pun langsung melingkarkan jaketnya ke arah pinggangku, dan mengikatkannya di area perutku

“Eh, Kak Alex. Ini  apa? Kok jaketnya malah dikasih ke saya?” terlihat raut wajah dia seperti bingung, ia ingin menjelaskan tapi wajahnya sudah merah.

“Kak, ini maksudnya apa ya? Saya enggak ngerti?”

“Jaket itu kamu bawa pulang aja, enggak apa-apa kok.”

“Lah? Kok gitu sih Kak?”

“Untuk masalah ini enggak usah diperpanjang lagi ya,  mendingan kamu terima aja jaket dari Alex,” ucap Doni mencoba menjelaskan padaku, tapi tetap saja aku merasa heran. Tapi Kak Alex tetap mengajakku berkeliling, dia bilang jaketnya jangan dibuka sebelum sampai rumah. Aku hanya  menuruti saja perkataannya.

Tak terasa waktu begitu cepat, acara pensi ini sebentar lagi akan berakhir. Sebelum aku pulang ke rumah, aku ingin melihat kembang apa di akhir acara ini. Begitu juga dengan temanku Rara, di sini juga ada Doni dan juga Kak Alex. Kami berempat melihat kembang api dengan perasaan senang. Aku begitu kagum melihat kembang api  yang begitu besar. Tanpa kusadari Kak Alex menggenggam tanganku, spontan aku menoleh ke arahnya. Sedangkan ia masih fokus melihat kembang api di atas langit.

Jantungku semakin berdebar kencang tak kala tanganku digenggam erat olehnya. Selesai meliat kembang api Kak Alex melihatku sambil tersenyum manis.

“Ikut saya yuk, ada yang mau saya  bicarakan sama kamu.” Aku hanya diam saja tanpa menjawab perkataannya, ia membawaku ke tempat lain sambil terus menggenggam tanganku. Ternyata ia membawaku ke sebuah taman sekolah.

"Maaf kalau saya sudah lancang genggam tangan kamu tanpa seizin kamu,” ucapnya aku pun masih terdiam belum berkata apa-apa.

“Sebentar lagi kamu sudah naik ke kelas tiga, dan saya akan lulus dari sekolah ini. Sebelum saya pergi dari sekolah ini, saya mau bilang. Semoga suatu saat kita akan bertemu lagi, tapi tidak sebagai teman atau pun sebatas Ade kelas atau Kakak kelas saja. Melainkan lebih dari ini.”

Selesai acara, seluruh siswa pulang ke rumah masing-masing begitu juga dengan diriku yang sudah dijemput oleh mamahku, saat kak Alex mengatakan seperti itu. Ia pun kembali pulang ke rumah tanpa menjelaskan maksud dari ucapannya.

Aku terus memikirkan kak Alex, ternyata aku tidak bisa memiliki dia sampai kita berdua terpisah oleh waktu. Sesampainya di rumah aku langsung naik ke atas, aku ingat kata Kak Alex aku enggak boleh lepas jaketnya sebelum sampai rumah, tapi karena sudah sampai rumah aku pun langsung melepaskan jaketnya.

Saat aku buka, aku melihat ada bercak darah menempel di jaket milik Kak Alex. Mataku langsung terbelalak. Jadi maksud kak Alex ini? Ya Allah, aku malu banget. Kok bisa sih aku tembus.

1
Sri Mulyani Yani
Luar biasa
Sitikhumairoh
tor ini q yg bingung ato gimana sih....tiba2 ude adegan Sandra menyandra
dewi
mkasih ceritany.
Juliai Ani
nyimak dulu
aurel
hai kak yuk mampir juga di lapak aku, siapa tau kakka tertarik, jangan lupa tinggalkan jejak
Owin Kupon
bikin hami kgi thor biar meerka bahgia jngn kecewa mlulu dari pertma smapi terkhit nggk ada kebhagian sm sekalipun thor
Owin Kupon
semngt thor berikan kesalamt pada bai merka biar bhgia thor kasian aku lihtnya
Owin Kupon
udah lma berpisah seharusnya udah melmar dn menika balik bolak trus ceritanya
Yati Maryati
lanjut lagi dong thor ceritanya biar seru
Siti Mutmainnah
good luck
sansan
Yuri yg dicium AQ yg melting...
Natasya
lanjutt thor
Endang Winarsih
akhirnya nikah juga, ceritanya seru..
Endang Winarsih
mampir kak, kelihatannya seru nih
Siti Rejeki
keren
Aqila Azka
pemeran utama cewek ya terlalu munafik..pgang g ble..cium g bole..sok suci x..ceritanya pn muter2 trus g da titik temunya..
Karyati Yati
olh PO
Bundy Tristan
tor ...tolong deh si Yuri suruh Nerima cinta si Alek..lama lama bosen ,,takut saya klw cek jual mahal nanti ujung ujungnya di kerjain laki laki..
Lena Sari
semoga kk
Rika Khoiriyah
lihat cogan, makanya gk konsen🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!