Kejadian Yang tidak terduga membuat kesalahpahaman di antara mereka.
Giovaro Putra Admaja
"Jika Mencintaimu adalah sebuah kesalahan, Maka biarkan aku tetap salah agar aku tetap mencintaimu dalam kondisi apapun "
Nadira Queensha Candradinata
" Aku mencintaimu, namun kau begitu sempurna hingga membuatku sulit untuk mengimbangi mu"
BECAUSE OF YOU VARO
SCUEL MY HUBBY IS A PRESDIR SESION 3
BANYAK PERBEDAAN DENGAN CERITA SEBELUMNYA, TIDAK ADA PERJODOHAN DISINI!!
Salam Bahagia untuk kalian semua
From Author - Novelia Prasojo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noveliaprasojo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bag 15
Dengan langkah Tegas Varo dan Vino memasuki gedung perusahaan GA GROUP, Penampilan mereka tidak menunjukkan sama sekali bahwa usia mereka berdua masih di bawah 20 tahun, Dengan Balutan Jas yang menempel di tubuh mereka, Membuat Varo dan Vino tampak Dewasa.
Varo yang biasa nya berada di belakang layar kini mulai menunjukkan siapa dirinya, Mungkin memang sudah saatnya ketika usianya genap 20 tahun nanti Derren akan menyatakan secara resmi Pewaris nya. Menjalankan perusahaan sebesar itu, Tidak lah mudah, Secerdas apapun seseorang pasti akan ada saat nya ia merasa kesulitan.
" Dad, Kenapa Sekarang?" tanya Varo setelah mereka berada di ruangan derren.
" Ada Sedikit masalah, Daddy dan Bunda harus segera pergi ke London, Kau tetaplah disini, Daddy Akan mengumumkan pada Semua karyawan Siapa kau sebenarnya, Jaga Jihan baik-baik. Kami belum tahu kapan akan kembali. "
" Apa Ada hubungannya dengan Orang itu ?" Mendengar pernyataan Daddy nya, Varo yakin kali ini tidak lah mudah.
" Kau lebih tau dari itu " Jawab Derren Sambil menepuk pundak putranya.
" Biarkan kami yang pergi " Ucap Varo kemudian.
" Tidak, Kau tetaplah disini, Jaga Jihan baik-baik, Setelah semuanya selesai Daddy dan bunda akan segera kembali, Disana Juga ada Paman Radith, Kevan dan Rio, Kau tidak perlu Khawatir "
" Tapi dad ..." Belum sempat Varo membalas ucapan Derren, Derren lebih dulu menyela ucapan putranya.
" Jaga diri kalian " Setelah berkata seperti itu, Derren Keluar dari ruangan menemui Sekertaris nya untuk mengumpulkan semua karyawan di Aula. Untuk sementara cukup seluruh karyawan kantor pusat yang tahu siapa Varo sebenarnya, Untuk memudahkan Varo Keluar masuk kantor tanpa Ada dirinya.
Varo menghela nafas panjang, Jika Daddy nya sudah membuat keputusan, maka dia tak bisa berbuat apapun, Mau ikut kesana juga bagaimana dengan perusahaan yang ada di situ.
" Vin, Perketat penjagaan untuk Jihan dan Rara " Perintah Varo pada Vino, Bagaimana pun dia harus tetap waspada untuk sekarang, Ia memang belum tau apa yang terjadi, Tapi ia punya firasat yang tidak enak dengan masalah ini.
Varo dan Vino berjalan keluar menyusul Derren ke aula. Cukup cepat para karyawan sudah berkumpul Disana.
Banyak karyawan yang berbisik-bisik seolah mereka bertanya-tanya kenapa mereka disuruh berkumpul secara mendadak seperti ini.
" Baiklah, Langsung saja ! Maaf sebelumnya telah mengganggu jam kerja kalian, Disini saya ingin mengumumkan sesuatu, atau lebih tepatnya ingin memperkenalkan seseorang pada kalian semu " Ucap Derren dengan Tegas.
" Perkenalkan Ini Giovaro Putra Admaja, Putra Saya yang akan menggantikan saya kelak di perusahaan ini, Karena beberapa waktu kedepan saya ada kepentingan, Maka untuk sementara Putra saya Varo akan memimpin perusahaan ini "
" Saya harap kalian bisa bekerja sama dengan baik , Terima kasih " Derren mempersilahkan Varo untuk bicara pada seluruh karyawan nya sekedar memperkenalkan diri.
Tentu banyak yang kagum melihat sosok Varo yang masih muda, Namun audah akan memimpin perusahaan sebesar GA GROUP.
Tak lupa Varo juga memperkenalkan Vino sebagai Asisten pribadinya, Dan tentu mereka harus menghormati Vino seperti menghormati dirinya.
Setelah memperkenalkan varo sebagai Pimpinan Baru mereka, Derren pun segera pamit kepada semua karyawan yg ada Disana.
Tentu banyak yang merasa sedih, walau hanya sementara tapi mereka tetap akan merasa kehilangan bukan? bukan hanya 1 atau 2 tahun mereka bekerja bersama derren, Walau selama ini derren terkesan Dingin dan tegas namun dia tak pernah memperlakukan bahawan sesuka hatinya.
**
Di Kediaman Derren tampak Jen sedang menyiapkan keperluan yang akan mereka bawa, Jihan yang sejak tadi duduk cemberut menunggu bundanya yang sedang packing.
Bagaimana tidak, Semua ini terlalu mendadak, Setalah selama ini ia jauh dari Varo, sekarang harus jauh dari ayah dan bundanya.
Jen melihat ke arah jihan yang tampak menekuk wajahnya dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Jen tersenyum tipis dan menghampiri putrinya itu.
" Ada apa hm ?" Jen membelai rambut Jihan dengan lembut, Walau ia sudah tahu alasan kenapa jihan seperti itu, namun Jen masih tetap bertanya.
" Bunda lebih tau alasannya "
" Bunda janji tidak akan lama sayang, Ada Abang disini, Walau bunda tidak tau dan belum bisa memastikan kapan, tapi bunda akan usahakan akan lebih cepat Disana , Dengan syarat, Jihan juga harus berjanji tidak akan membuat ulah lagi disekolah "
Tanpa menjawab Jihan memeluk tubuh Bunda nya, Tentu saja ia sangat sedih karena selama ini ia tak pernah jauh dari Jen.
Setalah merasa tenang, Jihan membantu Jen untuk bersiap-siap. Karena mereka akan berangkat malam nanti.
Di tempat lain Rara yang baru mengetahui Jen dan juga derren akan pergi, ia segera bergegas ke rumah Jen untuk memastikan hal itu.
" Queen ! Mau kemana? kenapa terburu-buru seperti itu ?" Tanya Gabriel yang kebetulan ada di rumah.
" Bunda dan ayah mau pergi ke London Pa, Dan untuk waktu yang lama, Aku ingin menemui mereka " jawab Rara berhenti sejenak dan kembali melanjutkan langkahnya ke rumah Jen tanpa menunggu jawaban papa nya.
" Apa terjadi masalah ?" gumam Gabriel dan ia pun segera menyusul Rara kerumah Jen.
Disana ternyata Derren Sudah kembali dari kantor setelah Mengenalkan Varo tadi.
" Ren, Kenapa tiba-tiba? Apa terjadi masalah?"
Tanya Gabriel setelah ia Disana dan duduk di ruang keluarga bersama derren.
" Ada sedikit masalah, Tentang......" Derren menceritakan Masalah sebenarnya pada Gabriel, Walau sangat terkejut Gabriel sangat mendukung Derren dan Jen yang kesana menyelesaikan masalah itu.
" Aku tak menyangka akan terjadi hal seperti itu, Kau selesaikan lah urusan Disana, jangan khawatirkan anak-anak, Aku yang akan menjaga mereka "
" Terima kasih , Aku percaya kau bisa menjaga anak-anak disini, Varo juga sudah memperketat keamanan disini untuk berjaga-jaga, Karena kita tidak tau apa mereka punya mata-mata disini"
" Ya, Itu lebih baik, Semoga semuanya baik-baik saja "
Tanpa mereka sadari sedari tadi Jihan mendengar semua pembicaraan Derren dan Juga Gabriel, Jihan tadi yang hendak ke dapur mengambil minum tak sengaja mendengar semuanya, dan itu sungguh membuatnya terkejut sekaligus khawatir dengan ayah dan bundannya.
Dia memang belum tau apa yang sebenarnya terjadi, Jen hanya memberi tahu ada masalah yang harus segera di selesaikan tanpa menjelaskan pokok permasalahannya, Namun sekarang setelah Jihan mengetahui semuanya, Bukannya tenang ia malah semakin khawatir atas keselamatan kedua orang tuanya.
Jihan berlari ke kamar dan mengunci dirinya Disana. Ia terduduk di lantai dan menekuk kakinya menenggelamkan wajahnya Disana sambil menangis sesenggukan. Pikirannya begitu kacau saat ini, ia yang tidak mau derren dan Jen pergi, kini semakin tidak rela melepas kepergian Ayah dan bundannya setelah mengetahui yang sebenarnya.
.
.
.
.
Bersambung
Sorry kalau Masih ada typo .
Bab Kali ini pasti buat kalian bingung dan penasaran, Tapi Semua akan berlanjut dan saling berhubungan antar setiap Pemereran yang ada disini yes.
Aku Akan buat Konflik yang pasti akan berhubungan dengan masa Depan Varo Dan juga Jihan.
Bagi yang Suka, jangan Lupa Like Komen N voteeee untuk dukung terus karya aku... Kalau kalian mau kasih tips juga boleh ya...
Happy Reading n See you Gays..
up dong kak,sayang ngak d lanjutin kak
ku menunggu...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
ayo up dong Thor.......