NovelToon NovelToon
Hubungan Terlarang Bersama Ayah Mertua

Hubungan Terlarang Bersama Ayah Mertua

Status: tamat
Genre:Beda Usia / Pelakor / Bertani / Selingkuh / Cinta Terlarang / Saling selingkuh / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.6
Nama Author: Zhy-Chan

Perkenalkan namaku Tuti berusia 25 tahun, anak pertama dari dua bersaudara.

Aku sudah menikah satu tahun dan belum mempunyai anak. Suamiku, Mas Sugeng (26) dia anak tunggal. Sedangkan ayahnya, Bapak Hendra (46). Beliau pensiunan PNS, kebetulan beliau pensiun dini untuk membuka usaha di rumah nya. Ibu dari mas Sugeng, Ibu Ani (42) kesibukannya menjaga toko di rumah.

Sampai suatu ketika tingkah pak Hendra begitu aneh, tingkahnya jauh berbeda saat aku baru pertama kali tinggal di rumahnya. Akhir-akhir ini beliau selalu mendekatiku saat suamiku bekerja dan Ibu mertuaku sibuk menjaga tokonya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhy-Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 16

Aku pun segera mengambilkan handuk untuk ayah mertuaku.

"Ini, Yah, handuknya," ujar ku menyodorkan handuk dengan memalingkan wajahku agar tidak melihat ayah mertuaku.

"Terima kasih, Nak," ujar ayah mengambil handuk dari tanganku.

"Iya, Yah," ucapku singkat.

Setelah itu aku berlalu pergi dari kamar mandi dan kembali menjaga toko. 15 Menit kemudian, ayah yang sudah rapi datang menghampiriku.

"Nak, ayah mau ke keluar dulu ya, mau ambil gaji pensiun ayah," ujarnya.

"Iya, Yah," jawabku melihat ke arah ayah.

Kemudian ayah pergi dengan mobilnya.

1 Jam kemudian, ibu mertuaku datang dari pasar.

"Maaf ya, Nak, ibu lama, banyak yang ibu beli," ujar ibu mertuaku.

"Iya nggak papa, Bu," ucapku sambil membantu mengangkat dagangan ibu dari atas becak langganannya.

"Ayahmu tidur?" tanya ibu mertuaku.

"Tadi ayah pamit mau pergi ambil gaji, Bu," jawabku.

"Pasti ayahmu langsung beli bunga lagi," cetus ibu mertuaku sedikit kesal. Aku hanya tersenyum mendengar ibu berkata seperti itu.

"Untungnya Suamimu tidak punya hobi yang mahal Nak," ujar ibu mertuaku.

"Kalau ayahmu setiap gajian pasti uangnya habis di belikan bunga, ibu tidak mempermasalahkan hobinya, dari pada buat main perempuan," ujar ibu mertuaku mencurahkan isi hatinya kepadaku.

Ibu mertuaku tidak tahu jika ayah selalu memberikan gajinya untukku. Aku hanya diam mendengarkan curahan isi hati ibu mertuaku. Aku merasa bersalah terhadap ibu mertuaku dan ingin sekali meminta maaf kepada ibu mertuaku.

...🍄🍄🍄...

Satu minggu sebelum kedatangan suamiku dari luar kota, aku mendapat kabar kurang mengenakkan dari suamiku. Saat aku lagi tiduran di kamar waktu itu aku baru selesai beres-beres, sekitar jam 09.00 Pagi suamiku meneleponku.

Suamiku : Halo, Dik.

Aku: Iya, Mas.

Suamiku : Lagi apa?

Aku: Tiduran, habis bersih-bersih mas.

Suamiku : Dik, Aku nggak jadi pulang minggu depan.

Aku: Kenapa mas?

Suamiku : Bos, menyuruh aku untuk tetap jadi pengawas untuk tiga bulan ke depan.

Aku : Astaga Mas, tiga bulan lagi?

Suamiku : Iya tiga bulan lagi.

Aku: Tidak bisa pulang sebentar, Mas?

Suamiku : Belum bisa memastikan, Dik.

Aku: Usahakan ya, Mas.

Suamiku : Kenapa, Dik?

Aku: Kangen, Mas.

Suamiku : Aku usahakan pulang walaupun hanya sebentar ya, nanti aku bicara dulu sama Bos ku.

Aku : Iya, Mas

Suamiku : Iya, Dik, aku lanjut kerja dulu.

Aku kecewa sekali mendengar bahwa suamiku batal pulang, padahal aku sudah mengharapkan kedatangannya. Aku pun pergi ke toko untuk memberitahukan kabar ini kepada ibu mertuaku.

"Bu, mas Sugeng tidak jadi pulang," ujar ku lirih.

"Kenapa katanya, Nak?" tanya ibu penasaran.

"Bosnya masih butuh mas Sugeng, Bu," jawabku lirih.

"Coba sini ibu telepon," kata ibu meminta ponselku. Lalu ibu mertuaku menelpon suamiku.

Suamiku : Halo, Dik.

Ibu Ini ibu, Nak.

Suamiku : Oh, iya Bu.

Ibu : Kamu katanya tidak jadi pulang?

Suamiku : Iya Bu, Bos minta Sugeng untuk tetap jadi pengawas, Sugeng sudah bilang untuk cari orang lain, tapi Bos lebih percaya sama Sugeng.

Ibu : Begitu ya, Nak

Suamiku : Iya, Bu, tapi Sugeng usahakan pulang walaupun hanya sebentar.

Ibu : Ini Tuti gelisah kangen sama kamu Nak.

Suamiku : Iya, bilang sama Tuti sabar, Bu.

Ibu : Iya, Nak.

Suamiku: Iya sudah, Sugeng masih ada kerjaan, Bu.

Ibu : Iya, Nak.

Lalu telepon pun di tutup.

"Sabar ya, Nak," kata ibu menatap wajahku.

"Iya, Bu," jawabku lirih.

1
Thoma Thoma
bodoh si Sugeng masaiya membiarkan ayahnya genjot istrinya
Thoma Thoma
aduh kapan sadarnya pk mertua ya
Thoma Thoma
mantap itu baru suami istri yg harmonis
Thoma Thoma
Sugeng membiarkan Tuti sama ayahnya
santi damayanti
cerita nya jelek tapi aku baca sampai habis
penyampaian sederhana kronologis
aku yakin ini bukan ai
penulisnya luar biasa
Thoma Thoma
Sugeng sudah tahu hubungan istri nya dengan ayahnya
Thoma Thoma
dasar sudah ketagihan
Thoma Thoma
ayah dan anak sama bejatnya, mempermainkan kakak dan adik
Thoma Thoma
Sugeng bermain di belakang sama Nisa, wajarlah Tuti sama ayahnya
Thoma Thoma
alur cerita nya lancar berhubungan tanpa ada yg tau, lanjutkan
Thoma Thoma
Sugeng membiarkan Tuti sama ayahnya
Thoma Thoma
Sugeng tau hubungan Tuti sama ayahnya, Sugeng kan maunya sama Nisa
Thoma Thoma
Tuti pingin sama ayah mertua nya, suaminya mungkin ada hubungan di luar kaliya
Thoma Thoma
suami macam apa masaiya gak liat istri nya di genjot bapak nya
Thoma Thoma
sambung dong cerita bpk mertua dan menantu seru
Thoma Thoma
idih tua tua kelapa tu bpk mertua
Thoma Thoma
Tuti mengoda bpk mertuanya
Thoma Thoma
laki laki gak pandang bulu kalau liat benda pusaka wanita 💪💪💪
Thoma Thoma
ibu mertua kayaknya lugu deh
Thoma Thoma
bikin aku terbawa suasana dng anak dan menantu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!