#2 My Daddy
Damian Xe Axelle Defron, bangsawan tampan yang mengalami kecelakaan hebat yang membuat matanya buta sebelah kanannya. sebenarnya ia bisa membuat matanya melihat kembali tapi ia harus melakukan sesuatu sebelum membuat matanya kembali normal.
Kelly De Savillion, gadis cinta pertamanya. Kini ia menemukan gadisnya di waktu yang tepat namun dengan matanya yang cacat.
"Gadis kecil, kita bertemu lagi. apa kau merindukan ku?" ujar Damian.
"Dami?"
"Yes, i am,"
Namun kali ini pertemuan mereka menghadapi situasi yang sangat sulit. seorang pria yang terobsesi dengan Kelly salah satu musuh Damian dan juga merupakan bangsawan ternama Calvin Molive Defron, memiliki marga yang sama dengan Damian karena mereka masih memiliki hubungan darah. sangat terobsesi gila dengan Kelly, gadis manis milik keluarga Xander dan Xavellion.
"Oh Damn! You touched something you shouldn't, you bastard!" Damian murka
Calvin menyeringai. "Why not? I'm crazy about that woman."
"She's mine dammit!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sofy adisty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15.
Xander menarik kerah baju yang di kenakan Damian, ia menatap menyalang kearahnya. "Apa maksudmu?" tanyanya.
Damian tersenyum tipis. "Maksud apa?" tanyanya.
Xander menatap tajam. "Jangan pura pura bodoh! Apa yang kau lakukan pada bibir putriku? Kau menciumnya brengsek?" tanyanya.
Kelly terkejut, ia pun menyentuh bibirnya. Xavellion menggelengkan kepalanya. "Apa Damian menciummu sayang?" tanya Xavellion membuat Kelly mengangguk pelan dan langsung menunduk karena wajahnya memerah.
Xander menatap melotot, ia semakin mengeratkan genggamannya di kerah baju Damian. "Berani kau melakukannya?!" ucapnya.
Damian terkekeh pelan. "Aku tidak bisa menahannya lagi. Bibir Kelly sangat manis," ucapnya sambil tersenyum.
Xander menyipitkan matanya. "Kau mau mati?"
"Papa," Kelly menahan tangan Xander.
Xander menoleh lalu mendengus kesal. "Kalau bukan karena Kelly, kau sudah ku habisi Damian," ucapnya sambil melepaskan tangan dari kerah baju Xander.
Damian tersenyum tipis, ia langsung merapihkan pakaian yang terlihat kusut karena perbuatan Xander. "Aku ingin membawa Kelly pergi ke Italy," ucapnya.
Xander menatap tajam kearah Damian. "Kau berharap aku mengizinkan mu?" tanyanya dengan sinis.
Damian terkekeh pelan. "Tidak juga. Aku bisa membawa Kelly kabur dengan mudah kalau kau tidak mengizinkan ku membawa Kelly," ucapnya.
Xander menggeram kesal. "Kau---"
"Untuk apa kau membawa putriku kesana?" tanya Xavellion.
Damian menoleh. "Aku ingin mempertemukan Kelly dengan orang tua ku," ucapnya.
Kelly menatap terkejut, ia menatap Damian. Mata mereka bertemu, Damian menatapnya dengan lembut.
"Tenang saja. Aku akan menjaga Kelly dengan baik," ucap Damian.
Xander berdecih. "Dan membiarkan kau berbuat sesuka mu saat kalian berdua? Kau mau mati?" tanyanya.
Damian mengangkat bahunya. "Aku tidak berbuat apapun. Tapi, lain lagi kalau aku tidak bisa menahan---"
Xander menarik kembali baju Damian. "Kau benar benar mau mati rupanya," ucapnya.
Kelly menahan tangan Xander. "Jangan papa!" ucapnya.
Xander mendengus. "Papa tidak akan membiarkan mu berdua dengan pria bajingan ini!" ucapnya.
Xavellion menghela nafas. "Kapan itu?" tanya nya pada Damian.
Damian menoleh. "Dua hari lagi," ucapnya.
Xander menatap melotot. "Mati kau Damian. Bocah tengik!"
...◇◇◇...
Pada akhirnya Damian mendapatkan izin dari ayah kandung dan ayah angkat Kelly dengan berbagai catatan pengancaman yang ia terima.
Flasback on
"Aku izinkan," ucap Xavellion.
Xander menoleh dan menatap tidak percaya. "Kenapa kau mengizinkannya?" tanyanya.
Xavellion menghela nafas pelan. "Aku tau kau khawatir dengan Kelly. Aku pun sama, tapi kita juga tidak bisa menahan Kelly untuk bersama dengan orang yang di cintainya," ucapnya.
Xavellion menepuk bahu Xander. "Kau ingin Kelly menangis karena menyesal? Lalu kita kehilangan senyumannya. Kau berharap begitu?" tanyanya.
Xander langsung menggelengkan kepalanya. "Tidak. Yang benar saja," ucapnya.
Kelly menyentuh tangan Xander. "Papa," ucapnya. "Izinkan Kelly bersama Damian," sambungnya.
Xander sedikit menunduk, ia pun menghela nafas kasar lalu menganggukkan kepalanya dengan pelan. Ada rasa tidak rela.
"Pergilah. Kau harus kembali dengan baik baik saja," ucap Xander sambil mengelus rambut Kelly.
"Terima kasih papa," ucap Kelly dengan riang.
Xander tersenyum lalu saat menatap Damian ia kembali menatap tajam. "Pastikan putriku tidak lecet saat kembali nanti," ucapnya.
"Lalu," Xander menatap Kelly dan Damian secara bergantian. "Kalau kau menyentuh Kelly sebelum kalian menikah, kau akan ku habisi! Aku benar benar akan membunuhmu dan memotong tubuhmu hingga dua belas bagian lalu aku akan memberikannya pada hewan buas yang aku pelihara!" ancamnya membuat Kelly bergidik ngeri.
Damian menatap terkejut, lalu ia tersenyum tipis. "Aku akan pastikan hal itu dengan baik," ucapnya.
Flasback off
Damian terkekeh mengingat kembali saat Xander mengancamnya. Kelly menatap bingung.
"Kenapa?" tanya Kelly.
Damian menoleh lalu menggelengkan kepalanya, ia pun mengusap rambut Kelly. "Tidak ada. Hanya mengingat hal yang lucu," ucapnya.
Damian menoleh cepat saat mendengar suara familiar di telinganya, lalu menarik tubuh Kelly dan mendekapnya. Ia melindungi tubuh Kelly saat sebuah tembakan mengarah kearahnya ralat, ke arah Kelly dengan cepat. Namun karena tembakan nya meleset orang tersebut langsung berlari menjauh.
Damian menatap tajam, ia memegang telinga nya sebelah kiri. Ia memasang earphone ukuran mini yang selalu ia pakai. "Kau harus mendapatkan orang itu dalam keadaan hidup atau mati!" ucapnya.
Kelly mendongakkan kepalanya. "Apa itu?" tanyanya. Ia membulatkan matanya saat melihat jas yang di kenakan Damian tergores, Damian terluka di bagian lengannya.
"Damian, tangan mu. tangan mu terluka!" teriak Kelly dengan panik.
Damian menunduk, ia menatap lengannya dengan santai. "Ayo kita harus pergi dari sini!" ucapnya sambil mengecup punggung tangan Kelly.
"Tapi tanganmu--"
"it's okay honey. Don't worry!" ucap Damian sambil mengecup kening Kelly
"Semua akan baik baik saja. Percaya saja padaku Kelly,"
...◇◇◇...
Damian menatap Kelly yang berada di hadapannya sambil tersenyum kecil. Gadisnya sangat menggemaskan saat makan dengan begitu lahap.
"She's so cute," batin Damian
"Makanlah pelan pelan. Tidak akan ada yang mengambil makanan mu Kelly," ucap Damian.
Kelly menoleh dengan mulut penuh makanan. Damian mengumpat dalam hati, gadisnya sangat lucu sekali.
"Ma-maaf," ucap Kelly dengan malu. "Apa makan ku terlihat berantakan?" tanyanya.
Damian langsung menggelengkan kepalanya. "Tidak. justru kau terlihat menggemaskan dengan pipi yang penuh itu," ucapnya.
Pipi Kelly memerah saat mendengar pujian itu, ia menatap Damian namun beralih menatap lengan Damian yang sudah di obati.
"Apa lengan mu baik baik saja?" tanya Kelly dengan khawatir.
Damian menatap lengannya lalu menganggukkan kepalanya. "Kau sudah mengobatinya dengan baik, luka ini akan sembuh besok," ucapnya.
"Kenapa kau bisa sesantai itu?" tanya Kelly heran.
Damian tertawa kecil. "Aku sudah biasa mengalami hal ini sayang. Luka ini adalah hal kecil untukku," ucapnya.
Kelly mendengar kata sayang yang di ucapkan oleh Damian membuatnya tersipu malu. "Walaupun begitu, kau tidak boleh meremehkan nya," ucap nya.
Damian terkekeh. "Kalau kau berkata seperti itu aku akan menjaga tubuhku untuk tidak terluka lagi," ucapnya.
"Janji?" tanya Kelly dengan mata yang berbinar.
Nafas Damian tercekat, ia pun berdeham. "Tentu baby girl," ucapnya.
Kelly tersenyum manis, Damian terdiam saat objek pandangannya beralih kearah leher putih susu milik Kelly. Rambutnya yang di ikat ponytail membuat lehernya terlihat begitu jelas di hadapan Damian.
"Rasanya aku ingin membuat banyak tanda disana," batin Damian sambil mengumpat.
"Jangan menampakkan wajah menggemaskan mu pada orang lain!" ucap Damian sambil menatap kesal.
Kelly mengerutkan keningnya. "Kenapa?" tanyanya heran.
"Kau tau kalau wajahmu itu mengundang banyak pria untuk mencium bibirmu. Kau terlihat sangat manis. Aku tidak menyukainya,"
...◇◇◇...
...TBC...
masa Damian hanya tau bucin doank
qu pikir bakal langsung perang saudara gitu