Pengorbanan seorang perempuan bernama Alina Bagasditya kepada lelaki yang dicintainya meski hati dan cinta lelaki itu untuk wanita lain.
Dia perempuan bodoh? Memang!
Namun demi kebahagiaan lelaki yang akhirnya menjadi suaminya, dia rela menjadi perempuan bodoh dengan membiarkan suaminya mencintai wanita lain. Baginya, ketulusan cintanya yang dianggap bodoh oleh orang lain adalah cinta sejati.
Mencintai dari balik layar, itu lah Alina.
Alina tetap bertahan meski sakit, apakah suatu hari dia dapat pergi meski itu keputusan sulit?
Kepoin aja....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Hukuman Dari Alina.
Bali.
Setelah kesepakatan diantara keduanya, Alina membuka pintu agar Adrian keluar dari villa sewaannya.
"Aku akan bicara dengan Saddam dulu, tunggu aku di pelataran parkir. Kita bertemu di sana."
Adrian tersenyum manis, "Aku tunggu, sweety."
"Jangan panggil aku aneh-aneh, Adrian! Panggil namaku yang benar!"
"Dih, jangan galak-galak. Iya, iya Alina-ku cantik..." Adrian tetap jahil.
"Ck! Pergilah. Aku akan ke villa Saddam sebentar."
"Jangan lama-lama disana dan ingat... jaga batasan kalian. Karena meskipun dia rival-ku, tapi aku berada setingkat lebih berhak atas dirimu."
Alina mendengus kasar. "Bawel, pergi sana!"
Cup!
Tiba-tiba Adrian tak bisa menahan lagi, dia mengecup pipi istrinya.
"Adrian...!!" geram Alina, mendelik kesal pada laki-laki yang memang masih sah suaminya.
"Ayolah hanya sedikit, itu pun di pipi bukan di bibir. Jangan pelit sama suami ganteng mu ini," Adrian mengerling nakal, lantas kabur sebelum Alina kembali membentaknya. Di perjalanan sudut bibir lelaki itu terangkat, harapannya membumbung tinggi untuk memperbaiki hubungan pernikahan nya.
Lin... aku emang akan bersikap sportif, tapi aku juga nggak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Kamu telah halal untukku, Lin. Sementara, Saddam nggak punya hak atas dirimu.
Adrian bersiul senang, dia kembali ke Vila nya sendiri untuk berganti pakaian dengan baju yang pantas untuk berjalan-jalan.
Di Vila tempat Saddam menginap, Alina sedang menundukkan kepalanya merasa malu setelah menjelaskan pada Saddam tentang percakapan dan kesepakatan nya bersama Adrian tadi di villa nya.
"Kamu marah, Dam...? Aku malah bawa-bawa kamu untuk memberi pelajaran padanya? Maaf..." Alina masih menunduk, tak enak hati pada lelaki yang selalu tulus membantunya sejak pertemuan pertama mereka.
"Hahahaha, kenapa harus marah sih Lin... aku malah senang kesalahpahaman kalian berdua bisa selesai dan kini kalian berusaha untuk memperbaiki hubungan. Aku juga senang jika kamu mengandalkan ku untuk memberi suamimu itu pelajaran," Saddam kembali tertawa, dia benar-benar tulus mengatakan nya. Entahlah, melihat wajah Alina yang sedikit merona bahagia dia pun ikut senang.
"Kenapa kamu enggak marah? Bukankah aku seperti sedang memanfaatkan perasaan mu padaku?" Alina mencoba mengangkat wajahnya lantas menatap ke dalam mata Saddam, mencari ketulusan dari sorot mata lelaki itu.
"Lin... cinta itu tidak harus memiliki. Melihat mu bahagia, aku akan ikut bahagia. Kamu tahu kan... jika jodoh itu tak akan kemana. Kalo kamu memang jodoh Adrian, maka kalian berdua akan kembali bersama. Tetapi, sekuat apapun kalian telah berusaha memperbaiki hubungan dan tak berhasil... mungkin saja aku adalah jodoh mu. Semua sudah ada jalannya masing-masing, Lin. Percayalah pada takdir Allah, semua sudah ada takaran nya masing-masing."
"Kau bijak banget sih, kenapa tunangan mu dulu malah mengkhianati mu. Ck, kerugian banget deh untuk wanita itu."
"Duh, Lin... jangan bikin aku besar kepala dan kege'eran dong. Kalo kamu terus-terusan sanjung aku... bisa-bisa aku yang nggak bakal sportif! Aku akan rebut kamu dari suamimu itu, meski dengan cara curang. Bahkan sekalipun akan banyak sekali resikonya. Khee... he..." Saddam terkekeh geli melihat wajah terkejut Alina karena candaan nya.
"Ish! Abang...!"
"Nah nah, mulai... kadang-kadang kalo lagi nggak fokus kamu sering manggil aku Abang...! Aku bilang nggak mau jadi Abang-abangan mu, aku bukan kakakmu!"
Bugh!
Alina memukul pelan bahu Saddam, "Udah yuk, Adrian udah nunggu di parkiran."
"Come on, kita beri pelajaran pada suamimu."
"Semangat amat sih, kayak kamu yang punya dendam! Tapi ingat perkataan ku tadi, jaga batasan kita. Jangan selalu asal pegang-pegang, ya!"
"Oke, adek ketemu gede! Haha..." Saddam akhirnya menerima keinginan Alina, meksipun terkadang dia selalu gemas sendiri ketika melihat Alina. Namun, kali ini dia akan bertahan dan menjaga batasan seperti yang diinginkan oleh Alina dan Adrian.
.
.
Jakarta.
Setelah diputuskan secara sepihak, Sherin tidak terima dan langsung menghubungi seseorang.
"Kakak, aku ingin kamu mengurus seorang wanita. Jika perlu, bunuh saja dia! Dia sudah pernah menghinaku dan sekarang gara-gara dia, aku diputusin kekasihku...! Aku nggak terima! Sebelum aku kembali ke Aussie... wanita itu harus sudah kau beri pelajaran!"
Mendengar jawaban dari Kakaknya, Sherin pun mematikan panggilan dan mengirim wajah Alina lantas mengirim pesan pada kakaknya untuk mencari tahu keberadaan wanita itu.
"Ahhhh! Adrian bercerita tentang Calista, adik tiri Alina yang katanya merekayasa tentang foto Alina. Aku harus bekerjasama dengan perempuan itu, aku harus memanfaatkan nya!" seringai licik terbit di bibir Sherin.
"Adrian adalah milikku, selamanya! Jika dia enggak bisa aku dapatkan secara baik-baik, aku akan mendapatkan dengan cara jahat dan licik...! Kau pikir siapa dirimu, Alina?! Kau hanya wanita beruntung yang dicintai Adrian dan sekarang akan mati di tanganku!"
"Bicara tentang cinta.... bahkan setelah berhubungan selama dua tahun dengan Adrian, sekalipun dia nggak pernah mengatakan dia mencintaiku. Lalu, disaat kemarin dia datang kesini dan mengatakan dia sangat mencintai mu Alina... kau pikir aku enggak sakit hati...!!! Si_alan kalian berdua!"
"Seharusnya jika saling mencintai, sejak awal jangan memasukkan aku ke dalam hubungan kalian...! Sekarang setelah aku sangat mencintaimu dan nggak bisa hidup tanpamu, kau memutuskan aku secara sepihak meksipun aku menolak! Adrian... lihatlah, perempuan yang telah merebut mu dariku...akan mati di tangan ku!" Sherin tertawa menyeramkan.
Hari itu juga, kakak Sherin mengirim kabar sudah berada di Bali untuk eksekusi. Sherin mengambil penerbangan paling cepat, dia ingin melihat secara langsung kematian wanita yang sudah merebut Adrian darinya.
.
.
Ketiga orang itu bertemu di parkiran mobil, Saddam dengan wajah tengil nya ingin mengerjai Adrian segera duduk di dekat Alina di dalam mobil di bagian belakang, sedangkan Adrian menyetir mobil di depan persis seperti seorang supir yang akan membawa orang yang menyewa mobilnya.
"Jangan berwajah kesal, kamu yang sudah mengganggu agenda jalan-jalan kami berdua... jadi kamu lah yang harus menjadi supir kami," ujar Saddam menahan tawa melihat wajah masam Adrian.
"Kalo kamu nggak rela, mending kami pergi berdua aja." Timpal Alina saling melirik dengan Saddam, dia pun ikut menahan geli.
Dengan menahan kesabaran dan rasa cemburu, akhirnya Adrian menghidupkan mobil dan mulai melajukan mobilnya menuju pantai tempat yang ingin didatangi oleh Alina.
Sepanjang jalan hatinya dibuat geram mendengar obrolan akrab antara Saddam dan Alina tanpa mengikutsertakan dirinya, meski begitu Adrian tetap fokus mengemudi dan mengenyahkan pikiran piciknya yang ingin membawa Alina kabur dan pergi berdua saja dengannya.
Sabar Adrian, kamu yang bersalah. Kamu bahkan menyakiti hati Alina berulang kali, bahkan menyakiti tubuh istrimu. Kau harus tahu diri, anggap saja ini adalah hukuman dari Alina dan ujian dalam memperbaiki pernikahan kalian berdua.
Adrian terus mengingatkan dirinya sendiri agar melapangkan dada dan introspeksi diri.
Bukannya dicek dulu editan pa asli itu foto2nya, eh main percaya aja..
Kayaknya kurang promo aja deh..
Aku juga baru baca karya2 thor (3) terus langsung maraton baca yg lazarus-angela itu & langsung maraton bacanya.
kn ninggalin to...
gk salah memaafkn suami wlw berulang x.
krn hub. ni erat y ad pernikahan.
kl ma saddam kn br kenal.
tp gw pgn ngekek...
anggun bgt tuh ekspresinya si alin..
good job girls...😘
Semangat berkarya thoorr💪🏻💪🏻💪🏻
blum halal udah di unboxing dluan