Hasna Gadis berusia 18 tahun itu Didesak oleh Ayahnya untuk menikah dengan seorang Ustadz yang sangat dikagumi oleh sang Ayah.Tentusaja Hasna menolaknya mentah mentah.Apalagi Dia baru saja lulus sekolah.Dan Ustadz yang dijodohkan dengan dirinya itu merupakan guru ngajinya yang sudah mempunyai Istri.Dan Jika Ustadz itu menikahinya,tentu saja Dia akan menjadi Istri kedua.Padahal Dia sangat membenci Poligami.Dan juga Dia tak ingin dicap sebagai pelakor.
Apakah Hasna mau menerima Pernikahan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rayu Coe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16
Kajian kembali diadakan, seperti biasa kini Hasna mendampinginya kembali. Kajian itu diadakannya tak jauh dari rumahnya. Masjid di dekat rumahnya memang sangat megah. Jamaah yang datang pun seperti biasa selalu membludak, Hasna duduk di paling depan, barisan untuk para akhwat. Banyak ibu-ibu yang menyalaminya, bahkan mencium tangannya karena diketahui kalau dia seorang istri dari Ustadz Faqih.Ustadz yang lumayan dikenal, bukan hanya karena ilmunya namun juga Karena parasnya yang sangat tampan. Ada beberapa orang yang memandangnya dengan iri. Tentu saja karena Ustadz Faqih merupakan idola mereka,seolah tidak rela kalau istri keduanya itu merupakan seorang gadis yang masih bocah seperti Hasna.
Namun mereka tetap diam dan sopan tidak menggunjingnya sama sekali, dan Mereka pun terlihat begitu khidmat, mendengarkan ceramah yang disampaikan oleh Ustad Faqih.
Tema dari acara ceramah tersebut tak jauh dari seputar rumah tangga, dan kehidupan suami istri. Beberapa tips diberikan oleh Ustadz tentang Bagaimana menjaga keharmonisan rumah tangga dan menjaga keharmonisan suami istri. Hasna mencatatnya dengan baik, selama kajian berlangsung dia mendengarkannya dengan seksama.
********
Selesai kajian itu dilaksanakan, faqih dengan setia menunggu istri yang masih berada di dalam masjid. Beberapa jamaah menyapanya, bahkan banyak ibu-ibu yang berkerumun dan berbisik-bisik, melihat dan menatap Ustaz Faqih. Namun mereka tidak berani menghampiri atau meminta foto, karena kadang Ustad Faqih selalu menolaknya apalagi masih berada di area masjid.
Tak Berapa lama Hasna pun mendatanginya, ustadz Faqih tersenyum padanya dengan begitu sangat manis, membuat para ibu-ibu yang melihatnya senyum-senyum sendiri. Kemudian Faqih tampak merangkul sang istri dengan begitu mesranya. Seolah dia ingin menunjukkan pada khalayak ramai bahwa Hasna adalah Istri yang sangat dicintainya. Karena beredar kabar Kalau sang Ustad terpaksa menikahi Hasna akibat dijodohkan oleh ayahnya.
"Sayang,Kamu lama sekali. Aku sudah sejak tadi menunggumu di sini!"ujar Faqih sambil tersenyum padanya.
"Maaf Mas tadi ada teman lama yang menyapa aku, jadi kami sedikit berbincang dengan dia."
"Oh aku pikir kau kamu ingin menginap di sini, hampir saja Aku tinggalkan tadi!" ucapnya berseloroh, hasna langsung mendeliknya dan mencubit pinggangnya. Namun sang Ustad langsung menangkap tangannya dan mengusap-ngusapnya dengan lembut. Dan menatapnya penuh cinta, membuat Hasna tersipu. Lagi-lagi hal itu tertangkap oleh para ibu-ibu dan jamaah yang ada yang belum membubarkan diri, mereka senyam senyum melihat adegan romantis itu.
"Mas jangan seperti ini, Aku malu dilihat para ibu-ibu!" protes Hasna sambil menarik tangannya dengan cepat.
"Memangnya kenapa kita ini kan suami istri, lagi pula kita tidak melakukan adegan mesum. Hanya berbicara dan ngobrol saja bersama istri tercintaku ini!" ujar Faqih, mereka berjalan menuju mobilnya. Sambil menyapa beberapa jamaah yang masih tertinggal di sana.
"Memang nggak akan pernah menang kalau udah ngomong sama ustadz, udah ah nggak usah dibahas lagi. Aku pengen cepat pulang aku lapar!" ujar Hasna Ketus. Dia terlebih dulu masuk ke dalam mobilnya, sopir mereka sudah stand by menunggunya. Kemudian Faqih pun duduk di sampingnya.
"Bagaimana kalau kita makan di luar saja, kebetulan temanku mengundangku karena dia baru membuka cabang restorannya yang baru, makanan Timur Tengah.Dijamin kamu akan suka!"Ujar Faqih sambil mengusap-ngusap kepalanya yang dibalut kerudung Syar'i.
"Ya udah terserah, yang penting aku mau makan aku udah benar-benar lapar dari tadi aku tahan!" tugas Hasna sambil menata ponselnya. Dia masih saja jutek Dan Ketus pada sang suami. Namun paqih tampak sabar menanggapinya.
********
Mereka pun kini telah sampai di sebuah restoran yang cukup mewah, dengan interior yang begitu elegan khas nuansa Timur Tengah. Mereka pun memilih tempat duduk yang nyaman dengan lesehan terdapat karpet-karpet khas timur tengah juga bantal-bantal disusun di sana dian makanan yang mereka pesan sudah tersaji di atas meja.
Ada nasi mandi, nasi kebuli, humus, samosa, dan banyak lagi makanan yang tersaji di atas meja itu.
" silakan dinikmati hidangan khas dari restoran kami ini ustad, kami harap anda menyukainya!" ujar pemilik restoran itu yang diketahui merupakan sahabat Faqih.
" Masya Allah, antum. Ini terlalu banyak untuk ana.ana hanya berdua saja dengan istri. Tapi makanan yang Antum berikan ini untuk 1 RT Akhi. Masya Allah!" ucapnya sambil menggeleng-geleng kepalanya sambil tersenyum.
" tidak apa-apa akhi kalau makanannya masih tersisa Gampang tinggal dibungkus aja, ana ingin memberikan servis terbaik untuk sahabat ana. Sekalian Antum mencicipi semua hidangan yang ada di restoran anak ini. Dan hidangan di meja Antum ini merupakan yang terfavorit di restoran ini. Semoga Antum suka,Akh!" ucap sang sahabat sambil memandang sekilas pada Hasna dan mengangguk hormat.Setelah Lelaki itu berlalu dari hadapan Mereka.Hasnapun segera beesiap untuk melahap hidangan yang ada dihadapannya.
"Mas kelihatannya makanan semua yang ada di meja ini enak banget ya, aku jadi lapar mata. Rasanya semuanya ingin aku lahap!" ujar Hasna dengan mata berbinar-binar memandangi makanan yang ada di hadapannya.
" hahaha kamu ini ada ada saja, makanlah secukupnya. Aku mah cuman begitu Sisakan untuk air juga untuk udara, kamu jangan makan asal kenyang. Makanlah dari yang terdekat dulu mana yang kamu inginkan!" nasihatnya dengan lembut.
" habis semuanya kelihatan enak Aku ingin semuanya, kalau gitu aku ambil sedikit-sedikit, biar aku bisa mencicipi semua hidangan yang ada di sini!" hasna sambil mengambil piring yang ada di dekatnya kemudian mengambil sedikit-sedikit makanan yang terlihat begitu menggiurkan di matanya. Dia terlebih dahulu mengambilkannya untuk sang suami. Kemudian untuknya.
Mereka makan menggunakan tangan mereka, seperti biasanya Hasna akan memperhatikan cara makan sang ustad yang begitu tenang, dan begitu penuh adab sesuai dengan sunnah Rasulullah. Faqih Membaca Bismillah, beliau memakannya dengan ketiga jarinya, memakan makanan dari yang terdekat. Hasna pun menirunya walaupun sedikit kerepotan menggunakan tiga jari, tentu makanan yang diambilnya pun sedikit. Karena biasanya bila dia makan menggunakan tangan,Dia akan menggunakan semua jarinya. Namun semenjak menikah dengan sang ustadz, perlahan kebiasaannya itu dia tinggalkan. Mereka makan dengan khidmat, sesekali diselingi dengan obrolan.
"Sayang, bagaimana kalau kita sekarang tidak usah pulang ke rumah. Kita menginap saja di hotel seperti waktu itu, anggap saja kita sedang berbulan madu. Kita sudah menikah lebih dari satu bulan, tapi hubungan kita sepertinya begini-begini saja belum ada kemajuan. Sampai Kapan kamu akan seperti ini, aku juga ingin mendapatkan hak aku sebagai suami. Kamu tentu tahu apa maksud aku kan Hasna!" ujar Faqih sambil menatap matanya dalam-dalam.
Hasna terlihat salah tingkah, dia bingung juga bagaimana harus bersikap pada lelaki yang ada di hadapannya itu. Setiap Faqih berbicara menjurus ke hal yang tidak disukainya, wajahnya langsung berubah masam.
" maaf Mas untuk kali ini aku benar-benar belum siap, aku tidak tahu kapan aku bisa siap dan menerima pernikahan ini.!"Ujar Hasna dengan wajah tanpa dosa.
*******
semoga saja dia gak menggunakan kehamilannya untuk menyingkirkan laila karna hukum dr tuhan lbih keji hasna
pengen gua geprekkk dh hasna ini