NovelToon NovelToon
ALEENA(Noda Dibalik Niqab)

ALEENA(Noda Dibalik Niqab)

Status: tamat
Genre:Patahhati / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Romansa / Tamat
Popularitas:406k
Nilai: 4.9
Nama Author: bundew

>Ini novel pertama autor yang bertema religi maaf kalau masih banyak kekurangannya.

Aleena Humairoh seorang guru sekolah dasar disebuah sekolah swasta dikota A memutuskan menutup auratnya dan bangkit dari traumanya setelah mengalami sebuah peristiwa pahit dimasalalu yang membuatnya harus kehilangan mahkota berharganya sebagai seorang perempuan.

Bertemu dengan seorang Abimanyu duda muda ayah dari murid Aleena yang juga pernah mengalami hal menyakitkan dengan perempuan dimasalalu.

Dua orang yang sama sama punya masalalu pahit akankah mereka bisa berjodoh dengan putri kecil Abimanyu sebagai perantara.

Ataukah malah saling membenci karena sebuah hubungan luka dimasalalu mereka yang diakibatkan oleh orang yang sama.

Penasaran silahkan baca kelanjutannya 😊😊.
Budayakan meninggalkan like dan komen sebagai dukungannya reader.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16.Perasaan yang Tiba tiba muncul.

"Ini Rumah Aliyah?",tanya Aleena dengan menatap rumah megah yang berada dihadapannya itu.

"Iya bu",jawab Aliyah dengan mengajak Aleena masuk lewat pintu kecil disamping gerbang yang ternyata tidak terkunci.

"Mana semua orang?",tanya Aleena karena melihat suasana rumah yang terlihat sepi.

"Ayah dari tadi diruang kerja nggak keluar keluar bahkan Aleena ketuk Ayah juga nggak mau keluar".

"Deg!",tiba tiba Aleena merasa khawatir tidak jelas mendengar itu bukan karena dia punya rasa pada Ayah Aliyah tapi tiba tiba bayangan buruk kalau tiba tiba siAyah Aliyah ini nekat mengakhiri hidupnya karena deperesi kehilangan istrinya, bagaimana nanti nasib gadis kecil ini, batin Aleena merasa cemas seketika.

"La... lalu pengasuh Aliyah dan om Boby mana? ",tanya Aleena cemas karena rumah besar itu terlihat sangat sunyi seolah tidak ada kehidupan sama sekali.

"Om Boby dan Mbak Tina lagi pulang kampung".

'Ya Allah semoga semua baik baik saja',batin Aleena semakin cemas karena khawatir apa yang dipikirkannya benar benar terjadi.

"La... lalu dimana ruang kerja Ayah Aliyah?",tanya Aleena dengan ikut berjalan masuk kedalam rumah itu.

"Disana".

Aliyah menunjuk kearah lantai dua.

Dengan perasaan semakin cemas Aleena menggandeng tangan Aliyah untuk menuju ruang kerja sang Ayah.

Sampai didepan pintu Aleena berusaha mengetuk pintu itu tapi seperti kata Aliyah tadi Ayahnya tidak mau menjawab panggilannya.

Aleena berusaha mendekatkan telinganya kepintu berharap mendengar suara orang berjalan kearah pintu tapi ternyata nihil suasana ruang kerja itu tetap sunyi.

"Biasanya Ayah nggak pernah mengunci pintunya bu",terang Aliyah pada Aleena yang langsung menatap handel besar dan cukup tinggi untuk anak berusia hampir tujuh tahun kalau ingin membukanya. Mendengar itu Aleena berusaha memutar knop pintu yang ternyata cukup berat pantas saja Aliyah tidak bisa membukanya.

"Klek! ".

Handel itu terbuka dan dengan perlahan Aleena melongokkan kepala kedalam ruang kerja itu.

Sepi dan sedikit gelap itulah kesan pertama yang dilihat Aleena.

"Didalam gelap",ucap Aleena pada Aliyah yang masih digandengnya itu.

"Mungkin ayah tidur",jawab Aliyah dengan ikut melongokkan kepalanya kedalam ruang kerja yang jarang dimasukinya itu karena biasanya sang Ayah berpesan untuk jangan diganggu kalau dia sedang berada diruangan itu jadi Aliyah dan mbak Tina jarang masuk keruangan itu kecuali om Bobi suami mbak Tina yang mengantarkan semua kebutuhan Abimanyu kedalam kamar itu.

"Jadi sebaiknya kita pergi saja ya siapa tau sekarang Ayah Aliyah sudah tidur kasihan kalau sampai kita mengganggu Ayah Aliyah yang pasti kecapean bekerja.

Aliyah mengangguk.

Aleena bermaksud menutup pintu ruangan itu dan mengantar Aliyah kekamarnya baru setelah itu dia bermaksud pulang keAsramanya, tapi sebelum Aleena benar benar menutup pintu itu tiba tiba terdengar suara keras seperti sesuatu jatuh membuat Aleena dan Aliyah terkejut.

"Tikus!? ",teriak Aliyah dengan menatap Aleena dan semakin merapatkan tubuhnya kearah Aleena.

Aleena juga sama terkejut dan takut seperti Aliyah tapi dia tidak mungkin menampakannya pada Gadis kecil itu.

"Bu... bukan sayang mungkin saja itu Ayah yang terbangun karena medengar suara pintu terbuka tadi".

"Ayo lihat",ajak Aliyah dengan menarik Aleena untuk masuk kedalam ruang kerja itu.

"Nggak usah nanti kita mengganggu Ayah Aliyah ayo sebaiknya ibu antar Aliyah kekamar saja".

Aliyah langsung menggeleng,"Lihat.... nanti kalau Ayah digigit tikus besar gimana?, Aliyah nggak punya Ayah lagi... lihat bu Ena",rengeknya dengan mendorong tubuh Aleena untuk masuk kedalam ruang kerja yang tampak remang itu.

"I.. iya kita lihat tapi kita harus mencari lampunya dulu",ucap Aleena terbata bata antara takut khawatir dan tidak nyaman karena memasuki ruangan pribadi seseorang meski dengan Aliyah dibelakangnya yang terus mendorong tubuhnya untuk melihat kondisi sang ayah saat itu.

"Disana! ",tunjuk Aliyah pada Aleena kearah saklar lampu yang ada didekat pintu masuk tadi.

Aleena segera berjalan kearah saklar itu dan segera menghidupkan lampu ruang kerja itu.

"Ayah! ",teriak Aliyah terkejut karena melihat sang Ayah yang tergeletak dilantai tidak bergerak.

wajah Aleena langsung memucat melihat itu, dengan setengah berlari karena ruang kerja itu cukup lebar Aleena menghampiri Aliyah yang mulai menangis.

"Bu Ena ....Ayah.....Ayah digigit tikus besar....",tangisnya keras.

Andai tidak dalam suasana cemas seperti ini Aleena pasti sudah tertawa mendengar ucapan Aliyah itu.

Aleena segera memeriksa nafas Abimanyu dengan menempelkan telunjuknya dihidung pria itu dan langsung menarik nafas lega saat merasakan Abimanyu masih bernafas.

"Sepertinya Ayah hanya pingsan Aliyah",ucap Aleena dengan memeluk tubuh Gadis kecil itu.

"Ayah pasti sudah digigit tikus besar sampai pingsan tadi ",ucapnya lagi dengan masih terisak.

"Sepertinya Ayah terlalu lelah bekerja karena itu pingsan bukan karena digigit tikus besar sayang",ucap Aleena membujuk Aliyah meski sebenarnya dia tau kenapa Abimanyu bisa pingsan saat itu karena dia melihat beberapa botol minuman keras diatas meja pria itu yang terlihat sudah kosong dan Aleena yakin penyebab bunyi keras seperti benda jatuh tadi adalah suara tubuh Abimanyu yang terguling kebawah karena jatuh dari meja kerjanya.

"Ayo bawa Ayah kesofa bu Ena",pinta Aliyah dengan mulai menarik narik tubuh besar Abimanyu supaya bisa pindah kesofa.

Melihat Aliyah melakukan hal itu Aleena menjadi tidak tega.

Karena untuk mengangkat tubuh Abimanyu yang lebih besar darinya tidak mungkin dengan terpaksa Aleena membantu Aliyah menarik tubuh Abimanyu sampai berhasil meletakkannya disofa ruang kerja itu.

"Sepertinya kita perlu mengompres tubuh Ayah Aliyah supaya cepat sadar",ucap Aleena yang langsung diangguki oleh Aliyah dengan pergi kekamar mandi dan langsung mengambil air dari sana untuk mengompres tubuh Abimanyu yang mulai berkeringat dingin itu.

Cukup lama Aliyah dan Aleena mengompres tubuh Abimanyu supaya dia cepat sadar dari mabuknya saat itu sampai Aliyah terlihat lelah dan mengantuk.

"Ngantuk? ",tanya Aleena pada gadis kecil itu yang dijawab anggukan lelah oleh Aliyah.

"Ayo ibu antar Aliyah kekamar",ucapnya dengan menggandeng tangan mungil itu.

"Lalu Ayah? ",tanya Aliyah dengan menatap Abimanyu yang masih belum bangun saat itu.

"Ayah Aliyah sudah tidak papa,dia hanya butuh istirahat besok pagi juga bangun",terang Aleena dengan mengajak Aliyah kekamar Gadis kecil itu dan menyuruhnya untuk membersihkan diri karena ternyata Aliyah anak yang sangat mandiri untuk mengurus dirinya sendiri membuat Aleena semakin iba pada Gadis kecil itu.

"Kita sholat isya dulu baru setelah itu tidur sayang",ajak Aleena dengan mengajak Aliyah kemushola mini yang ada dirumah itu.

Aleena dan Aliyah sholat isya berjamaah sebentar setelah selesai dia lalu menyuruh Aliyah untuk segera tidur.

"Bu Ena temani Aliyah sampai tidur ya,Aliyah takut ada tikus besar seperti tadi",ucapnya dengan menyuruh Aleena tidur disampingnya yang dituruti Aleena karena tidak tega melihat wajah memelas Aliyah.

1
pena_sf:)
bodoh
pena_sf:)
alvian setaaaaaannnn
pena_sf:)
ibu gila
Marthina
jgn donk Liyah...kalau om Vianmu suka sama bunda papa Abimanyu Ntar tambah marah loh
Yuni Ngsih
Authooooor kapan Allena yg punya ceritra bahagia ku ngenes Thor ko ujiannya terus" san sebenarnya ceritramu bgs bangeeet jd bacanya seperti fakta bahkan buat Ibunya sm Adiknya si Alvian satu kata buat ku biadab ....😠😠😠👍👍👍🙏🙏🙏
Marthina
kalau menyesal dan merasa bersalah...gak usah buat ulah..& merepotkan saudara ...
Marthina
dirumah aja sama Aliyah...ntar dikantor dicuekin lagi
Marthina
jujur aja ...kenapa sih...dari pada Aleena menduga duga
Marthina
yakin de kalau kamu terus menerus seperti itu ...jangan nyesal kalau ditinggal istri ...karena merasa di nomor duakan😡
Marthina
drama aja tu Alfian sama mamanya
Marthina
koq gitu sih... ya SDH pergi aja sana
Marthina
apa gak takut dekat2 org mabuk...ntar kenapa2 Lo Aleena
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Marthina
eeh Bu Rahma di tinggal🤭
Marthina
ternyata semua sifat tercela ada pada Alvian...
Marthina
maaf ya Thor 3,THN SDH berlalu aku baru Nemu novel ini...bagus koq
Marthina
jabang bayinya sedih karena kehadirannya akan membuat masalah dan kesedihan bagi calon ibu nenek & kakeknya ..makanya dia memilih gugur sebelum lahir...
Marthina
makanya dlm Islam dilarang pacaran...ini yg dikuatirkan...terutama buat anak gadis ...
Retti Raflin
gercep nian abi
Sri Susilowati
alhamdulillah happy ending. thank author cerita ttp menarik walau tanpa memgumbar kegiatan hot. sy sangat suka dg ceritanya 😍
Wahyu Kasep: biasa aja cerita nya


kurang ber bobot
total 1 replies
Titee Hidayah
semangat berkarya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!