NovelToon NovelToon
Aku Mencintaimu 2

Aku Mencintaimu 2

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Alvi Barta Jadul

Merupakan lanjutan dari novel dengan judul yang sama.

Bercerita tentang perjuangan seorang wanita yang memilih meninggalkan suaminya karena sakit hati atas penghinaan yang di berikan oleh sang suami.

Alvia Setya Mahendra memilih untuk meninggalkan Ziga Rahardian Pratama karena sakit hati atas kata-kata penghinaan dan juga tuduhan perselingkuhan yang di lontarkan oleh pria itu.

Namun, siapa sangka di tinggal oleh Via membuat Ziga sadar dan menyesali perbuatannya. Akan tetapi semua sudah terlambat, Via telah meninggalkan pria itu tanpa pesan, menghilang bagai di telan bumi.

Akankah mereka di pertemukan dan berakhir bahagia bersama calon buah hati yang tengah di kandung oleh Via. Atau malah sebaliknya, perpisahan membuat mereka terputus hubungan untuk selamanya.

Ikuti kelanjutan kisahnya dalam novel ini.
Harap berkomentar dengan bijak, mungkin kisah ini bukanlah kisah bahagia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvi Barta Jadul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Jangan berhenti berharap untuk yang terbaik, namun tetap persiapkan diri untuk yang terburuk.

Terimalah dengan ikhlas apapun yang Tuhan berikan untukmu.

~Ay Alvi~

Ziga merosot ke lantai, menutupi wajah dengan kedua tangannya. Ia sungguh menyesali kebodohannya, dua kali melakukan kesalahan yang sama yang membuat orang tuanya kecewa bahkan Danu sang ayah di buat meninggal olehnya.

Pria itu menangis, tangisan penyesalan atas kebodohannya. Kebodohan yang membuat Ayu semakin membencinya.

"Tuan, Anda tidak apa-apa?" tanya Erik panik begitu melihat tangan Ziga yang berlumuran darah. Dengan sigap pria itu membawa Ziga bangkit kemudian mendudukkan pria itu di sofa.

Erik pun dengan segera mengambil kotak obat untuk mengobati luka tuan mudanya tersebut. Ziga sendiri hanya menatap kosong tak bereaksi apa-apa. Pria itu seolah tak perduli pada apapun yang ada di sekitarnya.

"Apa yang sebenarnya terjadi Tuan?" tanya Erik, pria itu terkejut melihat keadaan ruang kantor yang berantakan di tambah lagi dengan tangan Ziga yang terluka.

Namun, sebelum Ziga menjawab pertanyaan asistennya tiba-tiba ponsel pria tersebut berdering dan itu adalah panggilan dari Hans, orang yang Ziga minta untuk menjaga ibunya.

Ziga tersentak tersadar dari pikirannya yang tadi sempat kosong. Pria itu dengan cepat menyambar ponselnya dan dengan segera menjawab panggilan dari Hans.

"Ada apa?" tanya Ziga cepat, pria itu tahu jika Hans menghubunginya sudah tentu ini menyangkut kabar tentang ibunya. Seketika pria itu panik, mengingat Ayu sang ibu meninggalkan ruangan kantornya dalam keadaan marah.

"Nyonya Tuan ... Nyonya ...."

"Apa yang terjadi pada Mamah?" tanya Ziga sebelum Hans dapat meneruskan perkataannya.

"Nyonya sekarang berada di rumah sakit Tuan," jawab Hans membuat Ziga panik.

"Kita ke rumah sakit!" titah Ziga pada Erik, pria itu bahkan tidak lagi memperdulikan tangannya yang terluka.

"Tapi Tuan ...." Erik bahkan belum menyelesaikan kalimatnya saat Ziga berlari keluar, akhirnya dengan wajah kebingungan pria itu pun bergegas mengejar sang tuan muda.

"Apa yang terjadi pada Nyonya?" tanya Erik begitu mereka berada di dalam mobil. Pria itu berusaha untuk tetap tenang dalam mengendarai mesin beroda empat itu.

"Entahlah, aku juga belum tahu dengan jelas," jawab Ziga mencoba menghubungi kembali Hans untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Ayu.

Beberapa kali pria tersebut menghubungi Hans, namun tak ada jawaban dari orang yang ia percayakan untuk menjaga sang ibu.

Arghhhh ...

Ziga mulai berteriak frustasi, ia semakin menyalahkan dirinya sendiri karena pria itu yakin apa yang terjadi pada Ayu adalah akibat perbuatannya dengan Keyla tadi.

"Lebih cepat lagi Rik!" teriak Ziga tak sabar, ia ingin segera tiba di rumah sakit untuk mengetahui keadaan Ayu.

Erik tak menjawab, namun pria itu tetap menambah kecepatan mobilnya menuruti perintah Ziga. Pria itu sendiri masih belum tahu apa yang terjadi pada Ziga dan Ayu karena saat kejadian tadi Erik tengah berada di luar kantor untuk meninjau proses pembangunan hotel.

Tak berapa lama mereka pun tiba di rumah sakit. Ziga segera berlari keluar dari mobil untuk mencari ruangan tempat Ayu sang ibu di rawat.

"Apa yang terjadi dengan Mamah?" tanya Ziga cemas, nafas pria itu bahkan masih tersengal-sengal.

Hans menghirup nafas dalam-dalam, mempersiapkan diri untuk memberi kabar yang pastinya akan mengejutkan tuan mudanya tersebut.

"Nyonya mencoba bunuh diri," jawab Hans pelan, pria itu takut kalau Ziga akan syok setelah mendengar jawaban darinya.

"Lagi?!" Ziga bertanya dengan frustasi, ini kedua kalinya sang ibu mencoba untuk mengakhiri hidupnya.

"Lalu bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Ziga lagi, mereka saat ini berada di luar ruang operasi.

Sebelum Hans menjawab pertanyaan tuan mudanya tersebut, dokter yang menangani Ayu keluar dari ruang operasi.

"Keluarga Nyonya Pratama!" panggil dokter tersebut.

"Saya putranya Dok," jawab Ziga mengajukan diri ke hadapan sang dokter.

"Bisa ikut ke ruangan saya?" tanya dokter itu.

Ziga menatap bingung, tapi kemudian pria itu mengangguk menjawab pertanyaan dokter tersebut.

"Ada yang ingin saya bicarakan dengan Anda," tambah sang dokter Kemudian melangkah menuju ruangannya di susul oleh Ziga di belakang.

Sementara Erik dan Hans tetap menunggu di luar ruangan operasi menanti kabar tentang Ayu yang masih berada di dalam ruangan tersebut.

"Silakan!" ujar sang dokter mempersilahkan Ziga untuk duduk di kursi berhadapan dengannya.

"Apa ada masalah yang membuat Nyonya depresi?" tanya dokter paruh baya tersebut.

Ziga terdiam, pria itu tidak mampu menjawab.

Masalah? tentu ada, bahkan masalah itu dia sendiri yang membuatnya. Ziga tahu benar kalau apa yang di lakukan oleh sang ibu adalah akibat dari perbuatannya tadi. Ia sadar semua itu adalah kesalahannya hingga membuat sang ibu mencoba bunuh diri untuk yang kedua kalinya.

"Saya tidak tahu pasti Dok," jawab Ziga berbohong, ia tidak mungkin menceritakan pada sang dokter bahwa Ayu ibunya depresi akibat melihat perbuatannya dengan Keyla.

Sang dokter menghela nafas, pria itu berpikiran kalau Ziga mungkin terlalu sibuk hingga tidak memperhatikan keadaan sang ibu yang bisa jadi merasa kesepian sehingga membuat wanita itu depresi dan mencoba untuk bunuh diri.

"Bisakah Anda meluangkan waktu sedikit untuk Nyonya?" tanya dokter hati-hati, pria itu takut akan menyinggung perasaan Ziga karena sepertinya pria yang ada di hadapannya sedang dalam suasana hati yang buruk.

Ziga mengusap wajahnya kasar, bukannya pria itu tidak ingin meluangkan waktu untuk sang bunda, tapi Ayu lah yang selama ini tidak ingin menemui Ziga bahkan wanita paruh baya itu tidak ingin mendengar namanya.

Maka dari itu, Ziga sendiri cukup terkejut ketika Ayu datang ke kantornya tadi. Sayangnya wanita itu datang di waktu yang tidak tepat sehingga harus melihat kejadian yang membuatnya kecewa bahkan depresi hingga akhirnya mencoba untuk bunuh diri.

Sejujurnya Ziga merasa beruntung atas kedatangan Ayu karena jika saja sang ibu tidak datang tentu pria itu akan terjerumus pada kesalahan yang sama karena tergoda oleh rayuan Keyla.

"Nyonya sangat membutuhkan perhatian dan juga kasih sayang, jangan biarkan Nyonya bersedih atau memikirkan banyak masalah." Dokter itu mewanti-wanti Ziga agar tidak terjadi lagi hal seperti ini yang tentunya akan sangat membahayakan nyawa Ayu.

"Baiklah, terimakasih Dok," ucap Ziga mengulurkan tangan menjabat sang dokter.

"Sama-sama Tuan. Saya harap Anda mengingat pesan yang tadi Saya sampaikan," ujar dokter mengingatkan kembali Ziga.

Ziga pun mengangguk, ia mengerti apa yang di maksud oleh sang dokter. Pria itu pun segera keluar dari ruangan dokter untuk melihat Ayu yang kini telah di pindahkan ke ruang perawatan

Erik dan Hans telah berada di ruangan tempat Ayu dirawat saat Ziga masuk ke dalam sana.

Pria itu memandang sang ibu yang kini tengah terbaring dengan wajah yang pucat. Ini adalah kedua kalinya Ayu mencoba mengakhiri hidupnya sendiri. Membuat Ziga sendiri bingung bagaimana menghadapi sang ibu ketika ia tersadar nanti.

*****

Terimakasih telah membaca AKU MENCINTAIMU 2 dan terimakasih juga untuk yang telah memberikan like, coment dan juga votenya.

Ay cuma minta kalian jangan lupa untuk like jika selesai membaca karena satu like kalian sangat berharga bagi kami para penulis.

Salam sayang dari Ay si Author recehan 😘😘😘

1
Laila Fitriani
oh pasti waktu si Kayla bawa mobil nya pulang yg jadi masalah
Laila Fitriani
tobat lu mudah amat tergoda
Laila Fitriani
jadi kasihan sama ziga
Laila Fitriani
klau kabur dr masalah juga harus kabur dr keluarga,dan apa pengorbanan untuk kakak nya sia-sia
deden nasrudin
cerita nya bagus, lanjutan Thor 👍👍👍😘😘😘
Porman Siahaan
lanjut thorrr
Suherni 123
ziga nya aja yg ga waspada
Aphry
aduhh ziga, OOn di pelihara 🤣😄
Aphry
sumpah yah ini kelakuan si via udah keterlaluan... namanya juga rumhtangga ga mungkin slalu mulus. kata² gitu ajah udah minggat.
Aphry
semua masalah dari via.. uhhh gitu ajah udah sakit hati, cemen
Ida Blado
nyari bukti kok setengah2,ketahuan bgt kekuasaannya masih nol
Ida Blado
kmu jg bodoh ziga,,,,tinggal buat pernyataan ngapain pula membutuhkan keyla
Ida Blado
nh nah,,,makin panjang nantinya
Ida Blado
dasar pria kucing,di kasih duri ikan pun di sambar,,, huh aku berharapnya mereka gk ketemu seumur hidup mereka
Ida Blado
ohoooo,,, gk kapok kah kmu ziga buat masalah,,,
Ida Blado
knp gk tambahin nama petrov di belakang pratama biar adil
Linda Zamir
laah knapa hrs nangis si via yg ninggalin lakinya dia uda mo 2 tahun , itu juga uda bagus ziga msh jaga diri , msh bertahan...hrs nya mikir...walau ziga nnti nikah lg wajar lah...ga salah jg...istri nya yg kabur ninggalin dia..tampa ada penjelasan
rhya musriana
aa
Miswardani
sudah 18 bulan lo umur zeline
Jaliah Jia
lanjutkan ceritanya penasaran...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!