Sun Chen merupakan Raja Para Dewa berhasil menciptakan sebuah jurus yang dapat mengendalikan tata surya.
Namun hal yang tidak diinginkan terjadi, semua tata surya menjadi kacau baik di dunia rendah, dunia atas, dunia dewa semuanya tidak beraturan.
Semua dunia dan planet yang ada di tata surya bertabrakan dan hancur berkeping keping akibat ulah Sun Chen.
Dibalik kejadian yang memusnahkan seluruh makhluk hidup di tata surya itu, untung saja Sun Chen diberikan kesempatan untuk terlahir kembali.
Namun Sun Chen merasa aneh karena dia terlahir kembali di dunia yang bernama Bumi yang belum pernah dia lihat sebelumnya.
Bagaimana kisah petualangan Sun Chen di tata surya baru itu? akankah Sun Chen dapat kembali mengibarkan sayapnya di puncak dunia?
Jangan lupa staytoon yah!
(Update 2 bab per hari)
ig @geelang11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16 : Kesombongan Master Lie
Dengan penjelasan Sun Chen, membuat rasa ingin tahu Qin Lin bertambah.
"Kakak Chen tubuh phoenix es itu apa?" tanya Qin Ling.
"Tubuh kamu merupakan tubuh spesial di dunia kultivator makanya saat aku pertama kali melihatmu aku begitu beruntung dapat bertemu pemilik tubuh phoenix es. Orang yang memiliki tubuh phoenix es hanya ratusan ribu tahun baru muncul, dan kekuatannya setara dengan para dewa di dunia dewa," ucap Sun Chen menjelaskan.
"Dunia dewa? Berarti aku juga bisa menjadi dewi?" tanya Qin Lin.
"Untuk sekarang, bagimu itu adalah cerita dongeng tetapi sekarang kamu sudah menginjakkan kaki di dunia kultivator, jadi otomatis dongeng itu menjadi kenyataan, dan tentu saja kamu bisa menjadi dewi es terkuat! Jika kamu mau berlatih! Karena jalan menjadi kultivator terkuat sangat susah dan kejam," ucap Sun Chen menjelaskan.
"Mau bagaimanapun, aku adalah seorang kultivator dan aku akan menjadi yang terkuat hingga menjadi dewi tak terkalahkan di dunia hehe," ucap Qin Lin yang masih polos karena memang dunia kultivator belum pernah dia rasakan.
"Baiklah, untuk sekarang kamu harus berolahraga, masalah melatihmu nanti saja, karena walaupun kamu sekarang menjadi kultivator tetapi kamu jangan pernah melupakan kesehatan untuk berolahraga, mengerti?"
"Mengerti kakak Chen, aku akan mengikuti setiap perkataan kakak Chen!" ucap Qin Lin yang begitu bersemangat.
"Hahaha, ohh iya ini dimana?" tanya Sun Chen.
"Hmm di kamarku mwehe," ucap Qin Lin dengan tersenyum lebar.
"Bolehkah aku mandi sebentar?"
"Ma..mandi?!" ucap Qin Lin yang di pikirannya sudah menjadi hal hal aneh membuat wajahnya memerah.
"Kenapa wajahmu memerah? Apakah kamu sakit?" tanya Sun Chen kebingungan.
"Kyaa, kakak Chen genit, kakak Chen saja yang duluan mandi.." ucap Qin Lin kabur keluar dari kamar.
"Ada apa dengan anak itu? Sangat aneh, apakah perempuan memang seperti itu?" gumam Sun Chen sambil menggelengkan kepalanya dan masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah Sun Chen mandi, Sun Chen mengeluarkan pakaian dari cincin penyimpanannya dan memakainya.
Tok..tok..
"Kakak Chen, bolehkah aku masuk?" tanya Qin Lin di luar kamar.
"Silahkan masuk," ucap Sun Chen.
"Anu.. Kakak Chen, ini baju untuk kakak Chen, tolong dipakai yah hehe," ucap Qin Lin memberikan baju stylish kepada Sun Chen.
"Baiklah, aku akan memakainya, terima kasih yah Lin'er," ucap Sun Chen tersenyum lembut kepada Qin Lin.
"Kalau begitu, aku keluar dulu sementara kakak Chen memakai pakaian itu."
"Baiklah "
Qin Lin pun keluar dari kamar itu, kini Sun Chen sedang memakai pakaian yang diberikan oleh Qin Lin, tampak style dari Sun Chen begitu keren dari biasanya.
"Hum.. Lumayan, tapi baju dewaku lebih keren dibandingkan baju zaman di bumi ini, nanti kalau ada waktu aku ingin membuat pakaian sesuai dengan pakaianku di kehidupan sebelumnya," gumam Sun Chen melihat dirinya di depan kaca.
Setelah memakai pakaian pemberian dari Qin Lin, Sun Chen akhirnya keluar dari kamar itu dan saat Sun Chen ingin membuka pintunya tiba tiba Qin Lin membukanya duluan dari luar.
"Eh?" ucap Qin Lin terkejut melihat dari bawah sampai atas tubuh Sun Chen, wajahnya memerah merona saat melihat penampilan Sun Chen lebih keren daripada biasanya.
"Lin'er ada apa?" tanya Sun Chen.
"I..itu kakak Chen, kakek sudah menunggu anda di ruang keluarga," ucap Qin Lin dengan wajah memerah merona.
"Baiklah ayo kita kesana," Sun Chen hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku dari Qin Lin.
Mereka pun menuju ke tempat Qin Zong berada..
"Hahaha nak Chen ternyata anda sudah sadar yah, kemari sini kuperkenalkan nak Chen dengan master Lie yang baru saja keluar dari pelatihn tertutupnya.." ucap Qin Zong begitu hormat kepada Sun Chen.
Master Lie melihat dari atas sampai bawah dengan serius serta menyelidiki kekuatan Sun Chen, namun dia hanya bisa tersenyum sinis.
"Tuan Qin, lelucon macam apa ini? Kenapa anak anak seperti dia kamu memanggilnya master? Apa yang terjadi denganmu selama pelatihanku?" Master Lie heran melihat sosok Sun Chen yang kelihatan lemah menurutnya.
"Ah.. Itu.. Master Chen," ucap Qin Zong yang merasa tidak enak dengan Sun Chen.
"Tidak apa apa, kebetulan anda ada disini, aku jadi ingin bertanya sesuatu," ucap Sun Chen.
"Apa itu nak Chen?"
"Begini.. Master Lie karena anda ada disini, aku ingin bertanya tentang ahli bela diri di dunia ini." ucap Sun Chen memberi hormat kepada master Lie.
"Ohh? Katanya kamu master? Hahaha anak muda, pasti kamu mendekati cucu kesayangan tuan Qin maka dari itu kamu berpura pura jadi master agar bisa menjadi menantu tuan Qin," ucap master Lie merendahkan Sun Chen.
Kini wajah Qin Lin memerah marah, tentu saja karena Sun Chen di fitnah yang tidak tidak.
"Cukup! Cepat jawab pertanyaan kakak Chen, apapun yang kau katakan bahkan merendahkan kakak Chen, aku takut kamu tidak bisa melawannya!" ucap Qin Lin marah.
"Haha nona Qin Lin, aku hanya mengatakan sebenarnya, dan tentu saja dia hanya berpura pura menjadi master," ucap master Lie begitu merendahkan Sun Chen.
Sun Chen hanya bisa tersenyum melihat tingkat laku dari master Lie, tetapi dibalik senyuman itu begitu dingin tertuju kepada master Lie.
"Sudah cukup? Aku hanya bertanya tentang ahli bela diri, apakah seorang master pantas mengatakan hal seperti itu jika seseorang berniat baik untuk bertanya? Apakah seorang master tidak ingin berbagi ilmu? Apakah kamu sudah merasa sombong?" ucap Sun Chen menatap tajam master Lie.
Seketika itu juga, master Lie berkeringat dingin karena tatapan tajam Sun Chen.
"Ada apa ini?! Kenapa anak ini menatapku begitu tajam bahkan tatapannya serasa ingin membunuhku dalam sekejap, ah tapi itu hanya perasaanku saja," bathin master Lie.
"Haha benar yang dikatakan kakak Chen, jangan terlalu sombong, karena diatas langit masih ada langit!" ucap Qin Lin membela Sun Chen.
"Sudah sudah, haha nak Chen biarkan aku saja yang menjelaskan kepada anda, ahli bela diri di dunia ini memiliko beberapa tingkat petarung mulai dari petarung tingkat 1 sampai 5 diatas itu ada ahli, master, grandmaster, dan tingkat tertinggi hanya sebuah legenda yaitu tingkat petarung legenda. Seseorang ahli bela diri untuk meningkatkan kekuatannya harus mengumpulkan tenaga dalan dengan cara bermeditasi dengan tenang, semua organ tubuh harus diisi tenaga dalam, setelah semuanya terisi maka dapat menerobos, seperti itu, semakin banyak tenaga dalam yang kita kumpulkan di seluruh organ tubuh, maka semakin tinggi tingkat bela diri kita. Seseorang tingkat master grandmaster dapat bergerak cepat, pukulannya begitu kuat, hampir seluruh orang menghormati sosok tingkat master, apalagi yang umurnya masih muda tetapi bakatnya tinggi dan mencapai tingkat master, maka dia sangat dihormati, contohnya saja master Lie." ucap Qin Zong menjelaskan.
"Haha sekarang kamu sudah mengerti? Kekuatan seorang master sangat kuat! Jadi aku tidak perlu susah payah menjelaskannya kepadamu," ucap master Lie begitu sombong.
"Master Lie cukup! Apakah anda tidak puas merendahkan kakak Sun Chen?! Jadi master kok begitu sombong," ucap Qin Lin begitu kesal.
"Kemarin aku dengan mudah menghadapi Zhen Dan tingkat petarung ahli, berarti ahli bela diri di dunia ini sangat lemah tidak bisa dibandingkan dengan kultivator, bagaimana dengan tingkat master, grandmaster yah? Semoga saja ada waktu dapat menguji kekuatannya," bathin Sun Chen.
Hai teman teman, jangan lupa beri dukungan yah like dan vote agar author tambah semangat hehe🤗😇
Author doain kalian semua sehat sehat selalu yah agar dapat terus diberi kesempatan membaca novel buatan author😇🤗