"Kamu sengaja tidak ikut makan malam saat saya dirumah kamu?" Tanya Arka
"Ketiduran pak" jawab Mentari asal
"Apakah Aldi mengetahui kebohongan mu ini?.. saya sangat tau kalau orang itu bohong atau tidak" ucap Arka membuat Mentari diam tidak berkutik
Kira-kira apa yang terjadi yaa?
.
.
.
Semoga suka😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fenti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15
Arka tau kalau sahabat Mentari adalah Rionaldo dan siska. Dan Arka juga tau kalau Rionaldo siap membantu mentari kapan saja jika Mentari butuhkan.
Rionaldo merupakan penyelamat bagi Mentari, sementara dibahas tiba-tiba Rionaldo menelfon
📞"Assalamualaikum, kamu dimana?" Tanya Rionaldo diseberang telfon.
Rionaldo menelfon karena ia bosan di apartemennya tidak ada teman cerita, mau nonton TV juga malas
📞"Wa'alaikumussalam, saya masih dikantor pembimbing aku nih, aku tunggu di depan yaa.. maaf tadi alamatnya saya lupa kirimkan" jawab mentari sengaja agar Arka percaya dengan ucapannya
Rionaldo yang mendengar itu bingung dengan ucapan Mentari
📞"maksudnya aku jemput kamu?"
📞"Oohh kamu sudah dijalan, aku tunggu didepan yaa" jawab Mentari lagi sedangkan Arka hanya menatapnya sekilas lalu ia jalan meninggalkan Mentari diruangan
Mentari dengan cepat mematikan sambungan telefon lalu lari mengikuti belakang Arka. Arka masuk dalam lift khusus CEO, Mentari pun ikut. Mentari tau kalau lift ini khusus untuk CEO tapi baginya bodoh amat yang penting sampai dulu parkiran dan taksi onlinenya sudah ada diparkiran
Arka melihat mentari dengan sudut matanya sedangkan Mentari sibuk dengan pikirannya, ia hanya memikirkan bagaimana caranya supaya cepat sampai parkiran sebelum Arka.
Setelah pintu lift terbuka, mentari dengan cepat keluar dan lari menuju pintu keluar gedung itu bersamaan dengan mobil Arka berhenti di depan menunggu COE perusahaan Holding Purnawan, mentari yang sudah biasa dikantor papanya jika ada mobil yang berhenti didepan pintu keluar merupakan jemputan khusus keluarganya yaitu, papa, ibu, Aldi atau dirinya
Mentari dengan santai masuk dalam mobil mewah itu dan duduk bagian belakang sambil menyuruh supir tersebut untuk menyalakan AC mobil
"Pak AC mobilnya nyalain ya" perintah mentari dengan lembut membuat pak supir tersebut tidak enak untuk menolak
Mentari merasakan diterpa angin AC yang begitu sejuk, ia bersandar sambil memejamkan mata.
Disisi lain Arka baru sampai dan langsung masuk dalam mobil, arka begitu kaget melihat mentari duduk santai seperti bos sambil memejamkan mata menikmati terpaan angin dari AC tersebut
"Dasar, memang tukang bohong selalu ketahuan dengan cepat" batin Arka lalu menyuruh sopir untuk jalan
"Jalan pak" perintah Arka
"Tapi pak, perempuan itu pak bagaimana?" Tanya pak supir hati-hati
"Dia adik teman saya" jawab Arka lagi
Mobil melaju dengan cepat, sedangkan Mentari hanya menikmati perjalanan dengan santai tanpa membuka mata
"Kakak, aku mau eskrim rasa vanilla" ucap Mentari dan Arka hanya diam tidak menjawab ucapan Mentari
"Kak Aldi, aku mau ke Mall dengan Bunda, beliin aku eskrim ya untuk dirumah" ulang mentari lagi
"Pak berhenti didepan ya, kayaknya dia lagi ngigo ingin makan es krim" ucap Arka lagi
"Baik pak" jawab pak supir lagi
"Kak Aldi kok gak jawab aku,.. kakak aku kesal sama pak Arka" ucap mentari dengan membuka mata menoleh disebelahnya dimana arka duduk
"Atas dasar apa?, Saya sudah baik hati memberikan kamu tumpangan lalu kamu kesal sama saya" jawab Arka dengan tatapan mengintimidasi
"Maaf pak" jawab mentari, "a aa aku turun saja disini nanti papa aku yang jemput" sambungnya dengan rasa akut
Arka tersenyum jahat "kena kamu" batin Arka, "saya bukan laki-laki yang tidak bertanggung jawab" sambung Arka tanpa ekspresi dengan pandangan ke depan
"Tidak apa-apa pak, saya bisa naik taksi online kok" ucap Mentari lagi
Arka hanya menoleh melihat Mentari sekilas lalu ia memperbaiki jasnya.
"Pak dirumah kediaman Algantara ya"
"Aduh, jangan pak, nanti Bunda saya marah kalau diantar sama laki-laki" larang Mentari
"Oohh kalau teman kamu Rionaldo bisa, saya teman kakak kamu sendiri tidak bisa?" Tanya Arka lagi. Ia sangat tidak suka kalau Mentari terus menyebut nama Rionaldo didepannya
"Bukan begitu pak, kalau teman saya yang antar paling hanya sampai depan pagar, pagar rumah kan masih jauh sedikit dengan rumah.. hanya pak ucup yang tau" jelas Mentari lagi
"Terus siapa yang mau antar kamu sampai dalam rumah" ucapan arka itu membuat mentari menatap Arka kesal. Bagaimana tidak, mentari hanya ingin menghindari masalah tapi Arka malah kepedean berkata demikian seakan-akan diri ya minta diantar sampai dalam rumah
Mentari sudah tidak pusing pembimbingnya marah atau tidak, yang terpenting ia kesal dengan orang yang ada disampingnya itu
"Pak, saya tau kalau bapak tidak mengantar saya sampai dalam rumah tapi saya harus waspada.. ibaratnya ya pak sedia payung sebelum hujan, kalau sudah hujan baru cari payung percuma sudah basah kalaupun belum basah pasti sudah di kena rintik-rintik.. daannnn kalau di kena hujan rintik-rintik pasti saya sakit kepala atau demam" ucap mentari dengan cepat seakan tidak bernapas
"Sudah ceramahnya? jangan nyerocos sakit telinga saya" ujar Arka lagi yang membuat Mentari geram
"Apa, saya kesal nih pak, bisa-bisanya bapak bilang saya ceramah.. pantas belum menikah atau bapak sudah menikah tapi ditinggal istri?" kesal mentari sengaja agar Arka murka padanya dan dia bisa ganti pembimbing. Ia tau dirinya sudah bicara kemana-mana dan sudah melebihi ambang batas tapi baginya saat ini bodoh amat. Ide ganti pembimbing kembali muncul dibenak mentari
"Kalau diam biasanya itu benar" lirih mentari lagi
"Saya belum menikah dan mungkin kamu jodoh saya" ujar Arka lagi santai dan Mentari hanya menormalkan perasaannya yang kesal pada Arka
"kok bisa ada dosen seperti ini" batin Mentari dengan memegang pelipisnya tiba-tiba ia pusing menghadapi Arka saat ini
"Gak mau, bisa-bisa saya ubanan duluan kalau saya menikah dengan bapak" kesal Mentari.. "pak berhenti saya mau turun nanti papa aku saja yang jemput" sambung mentari dan dengan spontan pak supir berhenti
"Jalan pak" ucap Arka dingin. Ia kesal dengan ucapan mentari seakan Mentari tersiksa kalau hidup dengannya
"Saya mau turun" ujar Mentari susah mulai melawan Arka
Pak supir bingung antara mengikuti arka atau mentari. Arka menunggu supirnya melanjutkan jalan tapi tetap diam. Kali ini bukan Brian karena Brian sedang mengurus perusahaan cabang Arka
"Pak, saya yang gaji atau dia yang tukang ngomel ini?" Tanya arka dingin
"Baik pak" jawab supirnya lalu ia melanjutkan perjalanan
"Aku bawa dirumah saja, apa dia seberani ini pada ibu saya atau malah diam dengan seribu bahasa" batin Arka
"Pak putar balik ya, langsung kekediaman Purnawan" ujar Arka lagi
"Eehhh dimana itu, jangan pak aku turun disini saja" ucap Mentari dengan rasa kesal sudah diujung tanduk
"Pak jangan dikediaman Purnawan tapi ke KUA saja" ucap Arka lagi
"Eehhh.. CEO tapi nikahnya di KAU.. bangkrut pak? Sudah tidak punya uang?" Tanya Mentari asal dan dia tidak percaya dengan ucapan arka itu. Ia meresponnya dengan canda
Pak supir mendengar KUA ia tambah bingung, sebenarnya bosnya ini mau kemana. Tapi namanya supir ia hanya mengikuti apa kata bosnya. Pak supir menuju kantor KUA, tidak lama pak supir berhenti tepat depan kantor KUA seperti yang Arka perintahkan tadi
"Ayo turun" ucap Arka sengaja agar Mentari kapok untuk melawannya "ayo.. saya ingin lihat uban di rambut mu cepat tumbuh" ulang Arka lagi. Ia pura-pura melihat kearah pintu kantor KUA, "ini bisa langsung nikah ini pak" sambung Arka lagi dan pak supir hanya mengangguk tidak mengerti
Ekspresi Mentari jangan ditanya lagi, ia sudah menahan air matanya yang hampir jatuh dan dengan cepat menyekanya
"Mentari Ayu Lestari Algantara" panggil Arka lagi dengan senyum yang tidak luntur di wajahnya. Ia merasa lucu melihat ekspresi Mentari sedangkan Mentari saat ini malah menunduk diam
"ayo turun dari mobil" ujar Arka lagi dengan sengaja
Mentari geleng kepala "hiks hiks gak mau"
Arka melihat mentari menangis ia kembali masuk dalam mobil setelah ia keluar dari mobil dengan pura-pura mengajak mentari ke KUA.
"Pulang pak, dirumah saya" uji Arka lagi ingin melihat respon Mentari
"Gak mau" teriak mentari dalam mobil Arka, "hiks hiks hiks pokoknya aku mau pulang dirumah titik" sambung mentari dengan sesengukan seperti anak kecil
"Iya iya, hanya bercanda tadi kok, jangan diambil hati" ujar Arka lagi dan Mentari menoleh sekilas dengan mata penuh air mata ia merasa dikerjain oleh dosennya sendiri yang membuat dirinya tidak mampu membendung air matanya lagi. Mentari bukan berhenti menangis malah tambah membesarkan suaranya dengan ingus yang ia lap dinding mobil Arka.
Arka hanya menarik napas sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal melihat mobilnya yang penuh ingus Mentari
"Pak dipercepat ya pak"
Arka sengaja menyuruh supirnya itu agar Mentari tidak terus menerus lap ingus setiap sudut mobilnya
"Hiks hiks.. ti... tissu mana?" Tanya Mentari lagi
"Ini" arka memberikan tisu kepada Mentari, "mobil aku sudah penuh dengan ingus baru minta tisu" sambungnya membatin
Mentari setiap keluar air mata dan ingusnya ia lap sehingga tisu yang satu kotak dalam mobil Arka hampir habis
"Bunda" lirih Mentari lalu ia mengeluarkan ponselnya dari dalam tas
📞 "Assalamualaikum Bun, Bunda dimana?" Tanya Mentari
📞"Wa'alaikumussalam Bunda masih rumah, tungguin kamu" jawab ibu anita yang sudah siap-siap tinggal menunggu putrinya itu
📞"Ada kak Aldi gak dirumah?" Tanya mentari lagi
📞"Aldi belum pulang sayang, kamu dimana?" Tanya ibu Anita
📞"Dijalan Bun, gimana kita ketemu di mall saja" ucap Mentari lagi kepada ibunya
📞"Oke.. Bunda jalan yaa" ibu Anita memberitahu putrinya itu
📞"Iya bun, saya juga sudah menuju mall.. by Bunda.. assalamualaikum" ucap Mentari dengan lembut kepada ibunya
Mentari memberitahu kalau dirinya langsung ke mall. Mentari menimbang-nimbang bagaimana ia memberitahu Arka
"Pak, bisa minta tolong gak?" Tanya mentari yang sudah berhenti menangis
"Apa?" Tanya Arka dengan cuek
"Bisa gak, kalau aku diantar saja di Mall?" Tanya Mentari lagi
Arka mendengar kalau mentari ingin ke mall langsung memberi tahu Supir
"Pak ke Mall ya"
Pak supir mengangguk dan menuju Mall. Tidak butuh waktu lama mobil Arka berhenti di depan Mall tersebut. Mentari tidak menunggu waktu langsung mengucapkan terimakasih lalu ia turun
"Terima kasih pak" ucap Mentari lalu ia masuk dalam mall dengan buru-buru dengan harapan ibunya belum sampai
Arka pergi setelah memastikan mentari sudah dalam Mall tersebut. Arka menyuruh pak supirnya sedikit ngebut karena ia ada janji dengan ibunya
"Di kediaman Purnawan" ucap Arka sambil melihat jam tangannya
"Baik pak" jawab pak supirnya itu
15 menit kemudian Arka sudah sampai rumah orang tuanya yang sudah ditunggu oleh ibu Dewi dengan pakaian rapi seperti bukan ke Mall melainkan ke pesta
Arka heran melihat ibunya "mau ke pesta ya bu?" Tanya Arka
"Ke mall" jawab ibu Dewi
"Tapi.. yahh tergantung ibu.. aku mandi dan siap-siap lalu kita pergi ya bu" Arka pamit kepada ibunya
Mentari dan ibu Anita lagi shopping di Mall. Mentari hanya mengikuti kemana arah langka ibunya. Namanya ibu-ibu kalau belanja kadang diluar list.
"Bunda mau beli apa?' tanya Mentari bingung melihat ibunya yang keliling Mall tapi belum ada yang dibeli
"Bunda, masih cari-cari ni" jawab ibu anita santai
"Mentari ngikut aja" jawab mentari pasrah
Keliling Mall dari butik pakaian sampai tempat kosmetik namun belum ada yang menarik dimata ibu Anita
"Bun, gimana kita belikan papa dasi" usul Mentari kepada ibunya itu
"Oke, kita cari yang dasi kalau gitu" dukung ibu Anita lalu mereka pergi mencari dasi
Sampai ditempat penjualan dasi mentari dan ibu Anita cari warna yang cocok dengan pakaian papa Hadi
"Hitam cocok gak buat papa?" Tanya ibu anita kepada putrinya
"Silver saja bun" jawab Mentari yang masih lihat-lihat warna dasi lain yang menurutnya cocok dengan papanya
"Maroon juga cocok kayaknya" batin Mentari
Mentari mulai mengambil semua warna dasi yang dipajang. Ia mengambil dan memberikan kepada ibunya
"Bun dari pada bingung mending ambil ini" ucap mentari
Ibu Anita menerima dengan mata yang masih mencari dasi yang cocok untuk suaminya.
"Bun, ke kasir sudah lengkap warnanya tinggal papa pilih kalau mau pakai" ujar Mentari lagi dengan menggandeng tangan ibunya
"Tunggu, bunda masih cari-cari" tolak ibu Anita
"Bunda, itu sudah lengkap.. aku ambil untuk papa semua warna" jawab mentari lagi
Ibu Anita langsung melihat dasi yang ada ditangannya "sayang, jangan warna kuning dong" protes ibu anita
"Cocok bun buat papa"
"Oke, ini saja ya" ucapnya lalu kekasir
Ibu Anita membayar dasi yang dipilih mentari sebanyak 12 warna. Sedangkan Mentari menunggu diluar butik itu. Ibu Anita setelah melakukan transaksi ia jalan menuju butik khusus hijab
"Bun, aku ke toilet sebentar ya" pamit mentari
"Iya.. jangan lama-lama"
"Iya bun" jawab Mentari lalu ia pergi
Disisi lain Arka dan ibunya sudah sampai Mall yang sama dengan Mentari dan ibunya..Arka memarkirkan mobilnya lalu ia turun mengikuti ibunya. Arka curiga dengan cara berpakaian ibunya, tidak biasa berpakaian rapi seperti sekarang.
"Bu, mau beli apa di Mall?" Tanya Arka
"Ada yang mau di beli" jawab ibu Dewi
Ibu Dewi masuk Mall diikuti oleh Arka. Arka mulai capek mengikuti ibunya
"Bu, apa sudah dapat yang mau dibeli?" Tanya Arka lagi
"Belum sayang" jawab ibu Dewi
Ibu dewi masih keliling Mall, ia melewati sebuah butik hijab dimana disitu melihat teman lamanya, ia memutuskan masuk di butik tersebut.
Arka yang melihat ibunya masuk Butik hijab langsung bertanya lagi
"Bu, mau beli kerudung?"
"Teman ibu ada disana" jawab ibu dewi lalu ia masuk butik tersebut
Arka hanya memijit pelipisnya pusing mengikuti ibunya.
"Ibu ada-ada saja" batin Arka
...SEMOGA SUKA ❤️...
...MENTARI SELALU MENUNGGU TEMAN-TEMAN UNTUK MAMPIR 😁🌹...
.......
.......
...JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA TEMAN-TEMAN...
...👇...
...KOMENTAR, LIKE DAN VOTE...
...TERIMA KASIH 🙏...