NovelToon NovelToon
Introvert Melankolis

Introvert Melankolis

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Romansa Modern
Popularitas:275.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: yanstagram143v

Introvert Melankolis menceritakan tentang seorang gadis remaja yang tomboy, jorok, jago silat, galak, cuek dan bar-bar yang bernama Gladish.

Galdish sangat mengagumi sosok Arga, karena Arga merupakan sosok pria yang tampan dan pintar, akan tetapi Arga mempunyai sifat dingin, perasa dan penyendiri.

Karena suatu keadaan, Gladish dan Arga harus tinggal bersama dalam satu atap yang sama. Apakah yang akan terjadi selanjutnya, Apakah cinta Gladish kepada Arga akan terbalaskan?

Apa perasaan Gladish masih sama, jika mengetahui pria yang dikaguminya selama ini merupakan seseorang Introvert, yang sangat Melankolis?

Jangan lupakan juga kisah Arya, kakak Arga, yang merupakan mahasiswa kedokteran yang memiliki sifat Ekstrovert Ambisius yang sangat suka mempermainkan perasaan wanita atau biasa dijuluki Pria Playboy dan akhirnya takdir pun mempermainkannya, saat Ia bertemu dengan mantannya, yang pernah sangat dicintainya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yanstagram143v, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 16 : WHAAAAAAAAAATTTTTTT

 Gladish saat ini berdiri di depan pintu rumah Prisil. “Ting Tong, Ting Tong!!!” Suara Bel pintu yang ditekan berkali-kali.

“Iya, sabar.” Jawab seseorang di balik pintu.

Si empunya rumah pun membukakan pintu. KKreeeeekkk~” dan menampakan sedikit wajahnya, dari arah balik pintu.

“Hai Prisil.” Sapa Gladish, ramah.

Prisil pun langsung menyipitkan matanya, “Maaf Mbah, nggak menerima sumbangan, dalam bentuk apapun.” Jawabnya, sambil hendak merapatkan kembali pintunya.

Gladish pun dengan cepat menahan pintu yang hendak di tutup oleh Prisil tersebut. “Kamu sudah bosen hidup?!” Ancamnya dengan wajah yang sanggar, kepada gadis berpakaian pink, berkuncir dua tersebut.

 

₩₩₩₩₩

 

Setibanya di rumah, Arya dan Arga berpapasan dengan Bunda mereka di teras ruang tamu, sepertinya Bunda mereka tersebut baru pulang dari suatu swalayan, dilihat dari banyaknya plastik belanjaan bawaan di tangan Bunda mereka tersebut.

“Bunda.” Sapa Arya ke arah Bundanya, sambil memeluk hangat Bundanya tersebut.

“Hai sayang.” Sapa Tante Lia, sambil membalas pelukan hangat anak kesayangannya, yang paling besar tersebut.

“Bunda dari mana?” Tanya Arga, melirik belanjaan Bundanya yang terlihat banyak tersebut.

Bunda pun melepaskan pelukannya dari arah Arya, dan ikut melirik belanjaannya barusan.

“Ah ini, Bunda habis dari Mini Market terdekat, karena Arya baru saja datang dari Singapore, Bunda berniat mengadakan pesta kecil-kecilan di rumah kita.”

“Bunda ngerepotin saja.” Gumam Arya tersipu malu, “Pas banget Arya juga kangen sama masakannya Bunda.” Gombal Arya kepada Bunda kesayangannya tersebut.

Tanpa disuruh, Arga pun membantu Bundanya memasukan barang-barang belanjaannya ke dapur.

“Kita kan hanya bertiga, kenapa Bunda belanja sebanyak ini?” Tanya Arya penasaran, sambil ikut membantu Bundanya mengangkat belanjaannya ke dapur.

“Rencananya Bunda ingin mengadakan pesta kecil-kecilan dengan calon ayah tirimu dan juga adik tirimu.” Jawab Bunda, sambil ikut berjalan ke dapur, sejajar dengan langkah Arya.

Arga yang hendak membuka lemari atas pun, langsung menghentikan kegiatannya. “Adik Tiri… Gladish?” Gumam Arga, tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.

“Wah seru tuh, Bapak tiriku kira-kira bagaimana yah Bunda?” Tanya Arya dengan nada penasaran.

“Pastinya tampan lah.”

“Setampan aku?”

“Kamu loh jelek.” Celetuk Arga, sambil menyusun makanan kaleng, di lemari bagian atas.

“Aisss, Bocah.” Pekik Arya, sambil memonyongkan bibirnya.

“Hahahhaaaa~” Tawa Bunda.

“Kalau adik tiriku gimana bunda?” Tanya Arya lagi, masih penasaran. “Laki-laki atau perempuan?”

“Dia cewek.” Jawab Bunda, yang berbeda dari pertanyaan pilihan Arya, akan tetapi intinya sama. Perempuan \= cewek.

“Waw, Cantik donk?”

“Pastinya.”

“Pacarin boleh nggak?”

Langsung saja Arga melempar sosis kemasan isi tiga, tepat ke arah kepala Arya.

“Yak!” Pekik Arya kesal ke arah Arga, sambil memegangi kepalanya.

“Jangan ngobrol terus!” Timpal Arga.

Arya pun melirik ke arah Arga, “Memang nggak boleh ngobrol sama Bunda sendiri?”

“Boleh… tapi Bunda jangan hanya diajak ngobrol saja,” Ucap Arga dingin, sambil beralih ke arah kulkas untuk menyusun telur, “Tapi, Bunda juga harus dibantu.”

“Hahahahaaa.” Tawa Bunda, “Tuh dengar kata adikmu, jangan ngobrol aja, bantu Bunda, Yuk!” Ajak Bunda, sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Arya, dan segera menyiapkan peralatan masaknya.

 

₩₩₩₩₩

 

“WHAAAAAAAAAATTTTTTT!!!!” Jerit Prisil, menggema di penjuru kamarnya. “Gua nggak salah denger nih Dhis?”

“Iya… Lo nggak salah denger.” Jawab Gladish sambil menutupi telinganya, tak tahan mendengar jeritan Prisil. Saat ini, mereka berdua sedang duduk santai di ranjang kamar tidur Prisil, yang bernuansa serba pink dengan pita-pita di sekelilingnya.

“Jadi beneran Arga calon adik tiri Elo?!”

“Iya beneran.”

“WHAAAAAAAAAAAAAAATTTTTT!!!!” Jerit Prisil lagi, nggak kalah kenceng sama What yang pertama.

Gladish pun lagi-lagi menutup telinganya. “Nggak usah lebay deh Sil!”

“Ok Gua nggak lebay, Gua cuma Syok aja kok!” Gumam Prisil sambil mengelus-elus dadanya. “Tapi beneran kan, elu nggak bohong kan?”

“Iya beneran, sejak kapan gua bohongin Elu?”

“Ummmm, Gladish aku iri~” Pekik Prisil sambil memonyongkan bibirnya dan menggoncang-goncangkan tubuh Gladish. “Trus gimana rasanya punya sodara tiri seganteng and seperfect Arga?” Tanya Prisil dengan nada penasaran.

“Kan Gua belum tahu, gua loh masih calon sodara tiri, belum sodara tiri beneran.”

“Tetep aja Gua iri!” Rengek Prisil.

“Nanti Gua ceritain, intinya Sil, Loe harus dandanin Gua yang cantik gih!”

“Oke, serahkan semuanya sama Princess Prisil.” Gumam Prisil, sambil menepuk-nepuk dadanya sendiri.

“Bajunya juga yang bagus loh ya! Baju yang mahal jangan yang murahan!”

“Astaga, ini udah minjam baju, numpang dandan pula, ngatur lagi, dasar B*bi!”

 

₩₩₩₩₩

 

“Gladish! ini baru jam empat sore, kenapa kamu dandan secantik ini?” Pekik Pak Hendra terkagum-kagum, melihat anak gadisnya sudah berdandan cantik sekali, ketika Gladish baru sampai di rumah. Dengan langkah yang tepatnya seperti orang pincang, karena berusaha menyesuaikan langkah-langkah kakinya, dengan sepatu hak tingginya.

Saat ini Gladish yang ada di mata Pak Hendra, tak seperti anak gadisnya yang biasa. Baju rok renda bergelombang dengan aksen berwarna pink, riasan wajah natural dengan warna peach, rambut kuncir dua bergelombang kecil-kecil, kuteks pink di jari-jari tangannya, tas selempang kecil berwarna merah dengan hiasan pita, yang menggantung di antara lengannya, dan sepatu pink berhak 6 cm.

“Emmm, anu... Gladish habis dari rumah teman tadi Pak!” Jawab Gladish, sambil menggaruk-garuk kupingnya yang tidak gatal.

“Terus ini rambut kamu apain?” Tanya Pak Hendra, sambil menarik pelan salah satu, dari kuncir dua Gladish.

“Aiss, Pak ini cetaknya lama loh!” Pekik Gladish sambil mengibas tangan Pak Hendra dari rambutnya.

“Pasti kamu mau menarik perhatian Arga yah?” Tanya Pak Hendra curiga, sambil menyipitkan matanya.

 

Seketika saja wajah Gladish memerah, karena pertanyaan Bapaknya tersebut sesuai dengan isi hatinya. “Emmm, apaan sih Bapak ini?!”

 

“Cie yang udah gede!”

“Bapak sendiri nggak siap-siap?” Tanya Gladish, sambil ikut menyipitkan matanya.

“Yaudah, Bapak mandi dulu yah.” Jawab Pak Hendra, sambil berlalu meninggalkan Gladish.

Gladish pun langsung mengibas-ngibaskan wajahnya yang panas, dan mengambil sesuatu dari tas kecil merah yang menggantung di lengannya. Mengeluarkan sebuah semprotan penahan make up, dan menyemprotkannya di sekitar wajahnya.

 

₩₩₩₩₩

 

Malam hari, sekitar pukul 19.00 WIB.

Gladish dan ayahnya tiba di rumah Tante Lia dengan mobil Terios warna hitamnya.

Gladish turun dari mobil dengan langkah hati-hati, karena sepatu hak tinggi Prisil, untungnya dia mulai terbiasa dengan sepatu hak tinggi tersebut, meski sepatu hak tinggi tersebut masih kurang nyaman untuknya. Dia cukup beruntung, karena ukuran baju Prisil, hingga ukuran sepatu Prisil sama dengan ukurannya, kecuali ukuran dadanya dengan dada Prisil, karena ukuran dada Prisil lebih berisi dari ukuran dadanya.

Tante Lia dan kedua anaknya pun segera menyambut kedatangan, dua orang ayah dan anak tersebut, dari arah teras rumah mereka.

Diawali dengan Tante Lia yang memeluk dan mencium pipi kiri dan kanan Pak Hendra. “Hei, Hendra!” Sapa Tante Lia kepada kekasihnya tersebut. Tante Lia juga memeluk Gladish dan mencipika cipiki pipinya. “Hei Cantik!”

 

“Hei Tante!” Sapa Gladish.

 

Disusul dengan Arya yang menjabat tangan Pak Hendra. “Hei, Paman…” Sapanya, dan ketika mendapati Gladish. “Hei adik tiriku!” Sapa Arya ramah, sambil menjabat tangan Gladish.

“Hei!” Sapa Gladish ikutan ramah, namun Ia belum tahu asal-usul dan nama dari lelaki asing yang menyapanya tersebut.

Tiba-tiba saja Arya menarik tangan Gladish, dan menjatuhkan tubuh gadis itu ke dalam pelukannya.

 

Gladish pun kaget dengan pelukan tiba-tiba tersebut, dan mengadahkan wajahnya ke atas dengan posisi pipi yang sudah merah padam.

 

Arga yang sedang berjabat tangan dengan Pak Hendra pun segera mengakhiri salamannya, dan…

 

“HEI!!!” Teriak Arga dingin, sambil memisahkan pelukan tiba-tiba Arya tersebut dari arah tubuh Gladish.

#To Be Continued

1
Lhia
udah 1 thn nggk up🥺
Your name
Hai Thor... mampir nih
Zaxx_
semangat thorr nulisnya☺🙌
Zaxx_
Gladish sama Arga aja gk jadi sama Niko,,soalnya pas Niko dicium sama Prisil bukanny nolak malah nikmatin tu ciuman,,berasa Niko jadi playboy gtu
ciber ara
kebiasaan cewk kalau ad siswa baru apalagi cowok nanyain banyak hal

salam dri shadow of princess 2 ✌
ciber ara
biasanya nama gladish itu cewek nya kalem thor ini kok kayak kebalik 🤔
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
Semangat lanjut Thor, mari saling dukung🙂
ifo
kak kpn up lfi😭
Lisa
smngat Up nya yah kak..
yuk mampir kekaryaku..udah Up loh
Mari saling support
Radin Zakiyah Musbich
crazy up thor....

ijin promo ya 🙏🙏🙏


jgn lupa mampir di novelku dg judul "AMBIVALENSI LOVE" 🍔🍔🍔

kisah cinta beda agama 🥰

jgn lupa tinggalkan jejak ya 🙏☺️
Desiree Van
Semangat kak, aku like semua bab yang tertinggal ya, aku pasti baca walaupun masih nyicil 😁
Lia Bhawell
knp lama thor up nya
baesalis
lanjut baca Thor cemungut always nulisnya 🎡
Andhyni Yulie Taher
lanjutan x mana thorr udah lama nunggu og g up sihh
AAH♥️
yuhuuuu AINUN mampir thorr 🤗
Akira ✨
like 🤩
dwtsrrr💫💫
kok belum up
W.Willyandarin
next up kak
W.Willyandarin
seru kak ceritanya
W.Willyandarin
aku mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!