Elsa Maharani perempuan cantik bertubuh berisi berusia 17 tahun,Elsa tinggal di pinggiran kota dengan orang tua dan adik lelaki dan perempuan nya..
Elsa sering kali di bully oleh teman sebaya nya karena kehidupan keluarga nya yang serba kekurangan bahkan Elsa tak melanjutkan bangku SMU karena memikirkan nasib dua adik nya,Ayah nya yang bekerja sebagai pemulung tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup mereka...
Elsa yang sudah bertekad akan mengubah kehidupan keluarga nya memilih untuk menjadi istri kontak tanpa sepengetahuan orang tua nya...
bagaimana kehidupan selanjutnya dari Elsa apakah dia bisa menikah dengan lelaki kaya atau malah sebaliknya?
ikuti terus Kisan nya di Noveltoon 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaro zian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kesempatan
Seminggu berlalu Damar dan Elsa sudah lama tak melakukan hubungan ranjang mereka karena Marisa yang tak mau berpisah dari Damar,Marisa sendiri merasa kalau Damar mulai dingin pada nya, seperti semalam dia sudah susah payah menggoda Damar tapi tak sedikit pun Damar menggubris nya alasan Damar kalau dia sedang sibuk...
Damar ingin sekali mendatangi kamar Elsa tapi Marisa terus saja memantau dirinya, hingga semalam Damar tertidur pulas Marisa pun belum tidur..
pagi ini Marisa mencari sesuatu yang di banting nya semalam,dia kesal karena Damar mencuekan nya dan malah di tinggal tidur jadi nya Marisa membanting botol pil KB nya semalam,,dia sudah mencari dari tadi tapi tak juga kelihatan..
" Sayang...." panggil Damar yang akan berangkat ke kantor tapi Marisa tak juga keluar kamar biasanya dia akan pergi mengekori Damar tapi tidak untuk pagi ini...
" mas..... kena-pa?" tanya Marisa gugup, dia takut kalau Damar mencurigai nya
" kamu cari apa?" tanya Damar yang melihat Marisa celingak-celinguk
" itu mas,itu mas vitamin ku jatuh di kolong kasur,kamu mau berangkat mas?" tanya Marisa memperlihatkan senyum manis nya
" iya,siang ini ada pembukaan restoran sahabat ku kamu bisa menemani ku ke sana?" tanya Damar
Marisa tampak berpikir sejenak dia ada pemotretan sore ini,sudah seminggu dia tidak mengambil job karena curiga pada Damar tapi nampaknya kecurigaan nya salah,suami nya tak sedikit pun mendekat pada Elsa
" aku ada pemotretan sore ini mas,kalau aku menemani mu sebentar saja bagaimana?" tanya Marisa balik
" pemotretan...." batin Damar,jika Marisa pergi pemotretan ini kesempatan baginya bisa bersama Elsa meskipun sebentar, seminggu ini sangat menyiksa diri nya mereka satu rumah tapi tak bisa saling menyentuh karena Marisa memperhatikan nya..
" baiklah,,aku juga harus melihat proyek kelapangan sore ini,aku tunggu kamu jam 11 di kantor,jangan terlambat" ujar Damar pamit
" mas...." pekik Marisa mendekat dan mencium bibir Damar sekilas
" kamu sudah mulai melupakan kebiasaan mu" kesal Marisa,Damar mengelus pipi istri nya ini lembut dan tersenyum lalu pergi
sekilas Damar melihat Elsa yang sedang membersihkan meja makan seusai dia sarapan dan Damar mendekati Elsa
" siapkan dirimu,sore ini akun akan pulang cepat" bisik Damar mesra membuat bulu kuduk Elsa berdiri tapi tak bisa di pungkiri kalau dia merindukan sentuhan Damar, sentuhan yang membuat nya mabuk beberapa Minggu ini,Damar orang pertama yang berhasil mencuri diri dan hatinya
Damar berlalu keluar rumah sedangkan Elsa senyum-senyum sendiri
"kenapa? " tanya Bik ida
" mbok...bikin kaget saja" ucap Elsa memegang dadanya terkejut
" habisnya kamu senyam-senyum sendiri kaya orang gila" oceh bik Ida
" ya ampun mbok jahat bener mulut nya,mbok apa itu?" tanya Elsa yang melihat bik ida membawa semangkok sereal dan susu
" ini buat nyonya" jawab Bik ida
" saya mau mbok,kaya nya enak..dikit aja mbok..!!" pinta Elsa yang tiba-tiba ingin mencicipi sereal punya Marisa
" jangan Sa,kalau Nyonya tau bisa gawat"
" ck..mbok nggak tau aja kalau aku juga nyonya rumah ini meskipun yang kedua" batin Elsa terkekeh geli sendiri dengan ucapan nya
" sa....asli kamu kesambet,, makanya sebelum ke dapur baca do'a dulu"
" apa hubungannya mbok,,mbok....minta dikit aja,nggak akan ketahuan kok" ujar Elsa memohon lagi
bik Ida Merasa kasihan melihat Elsa akhirnya dia mengambil sereal itu sedikit dan mencicip kan pada Elsa pikir bik ida mungkin Elsa memang ingin mencicipi rasanya, maklum di kampung sudah pasti tak ada..
" ambil sendok yang baru" perintah bik Ida agar tidak ketahuan oleh Marisa
Elsa menyengir dan segera mengganti sendok nya,bik ida sudah seperti ibunya sendiri yang selalu menuruti kemauan nya meskipun beresiko....
entahlh novel dah lama tp asyik aja bacnya.
paling suka sama judul yg ini kisah nya elsa.
akhirnya... mantap ceritanya👍🏻