Info novel 👉🏻 ig @syifa_sifana
Salah sambung hingga berakhir pacaran. Sepasang kekasih yang sudah siap menikah harus kandas karena sebuah kecelakaan.
Restu terlepas, seorang anak harus berbakti pada orangtuanya dengan menikahi wanita pilihan mereka.
Bertemu kembali dengan status berbeda, dengan harapan ingin kembali dengan cinta lama.
"Aku tidak ingin menikahi bekas orang!" kalimat penegasan keluar dari bibir seorang mantan.
Strategi meraih mantan tercinta hingga berujung pada sebuah pernikahan.
Perjuangan mendapatkan cinta kembali dari sang mantan hingga air mata menjadi saksi bisu.
Inilah kisah Terpaksa Menikahi Mantan yang penuh dengan tawa dan air mata.
Lanjutan novel ini 👉🏻 Sang Penakluk Playboy
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syifa Sifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aroma Penghianat
Cinta Raka dan Melisa semakin kuat, banyak kisah cinta menarik diantara mereka. Mereka tidak pernah mengalami masalah dalam hubungan mereka. Bukan tidak pernah ada masalah, hanya saja mereka terlalu menikmati kisah cinta mereka sehingga sebuah masalah kecil hanya menjadi debu bagi mereka.
Malam ini pesta ulang tahun pernikahan Gunawan dan Talita. Raka sudah janjian dengan Melisa untuk memilih sebuah hadiah untuk kedua orangtuanya.
Raka menjemput Melisa di asramanya dan pergi ke mall untuk membelikan hadiah.
Sampai di mall mereka langsung mencari hadiah yang cocok untuk orangtua Raka.
"Mas! Mommy dan daddy Mas sukanya apa?" tanya Melisa sembari melihat-lihat jam.
"Mereka suka semuanya" sahut Raka.
"Apa kita belikan ini saja untuk orangtua Mas?" tanya Melisa menunjukkan jam couple pada Raka.
"Kayaknya ini bagus juga" ucap Raka melihat jam yang di pilih Melisa.
"Kita beli yang ini saja" sahut Raka.
Melisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Raka juga melihat jam couple lainnya, ia juga membelikannya tanpa sepengetahuan Melisa.
Melisa meninggalkan Raka dan ia pergi ke toko sebelah, ia memberikan hadiah untuk orangtuanya Raka. Setelah itu ia kembali menemui Raka.
Setelah membeli hadiah kecil untuk orangtuanya, Raka mengajak Melisa untuk makan siang.
"Sayang! Malam ini kamu hadirkan di pesta ulang tahun pernikahan daddy sama mommy" tanya Raka penuh harapan.
Melisa mengeluarkan kotak kecil dan menyerah kepada Raka.
"Mas kasih ini untuk mereka dan maaf kalau aku belum siap untuk bertemu mereka" sahut Melisa dengan lembut. Sejujurnya ia sangat ingin bertemu dengan orangtua Raka, tapi ketakutan dalam dirinya selalu membuat ia harus mundur.
"Sayang kasih ini sendiri sama mereka, aku gak mau kasih" ucap Raka menolaknya, ia berharap Melisa bisa datang ke pesta ulang tahun pernikahan kedua orangtuanya itu, karena ia ingin memperkenalkan Melisa pada publik dan ia juga ingin mereka semuanya tau tentang status hubungan mereka saat ini.
"Maaf Mas, maafkan aku. Aku tau Mas ingin aku menemui orangtuanya Mas, tapi lihatlah aku! Aku butuh 2 tahun lagi untuk menyelesaikan kuliah aku dan aku sungguh tidak punya keberanian untuk menemui mereka sebelum aku menyelesaikan pendidikan aku" jelas Melisa memberikan pengertian.
"Ada aku, sayang gak perlu takut, lagian cuma bertemu dengan mereka saja, selebihnya aku gak nuntut apa-apalagi dari kamu. Aku hanya ingin sayang datang dan temui mereka, itu saja dan soal pendidikan kamu sekarang gak masalah bagi mereka" sahut Raka penuh harapan.
"Mas! Aku mohon! Beri aku waktu" pinta Melisa dengan wajah melas.
"Ok. Demi kamu aku akan selalu menunggumu" ucap Raka berusaha mengerti.
"Terima kasih Mas" ucap Melisa tersenyum bahagia.
Raka menganggukkan kepalanya dan mengeluarkan jam tangan yang ia belikan tadi.
"Sekarang sayang pakai ini" Raka menyerahkan jam untuk Melisa.
"Mas belikan ini juga untuk kita?" tanya Melisa sembari mengambil jamnya.
"Iya. Aku juga ingin memiliki jam couple denganmu" sahut Raka sembari memakai jam tangannya.
Melisa tersenyum dan memakaikannya di lengannya itu.
"Cantik sekali" ucap Melisa melihat jam di lengannya itu.
"Permisi Mas" ucap pelayan meletakkan makanan dan minunan di meja mereka.
"Terima kasih Mas" ucap Raka tersenyum.
"Sama-sama Mas" ucap Pelayan beranjak pergi.
Raka dan Melisa menikmati makanannya, setelah itu Raka mengantar Melisa pulang.
-----
Malam hari, Gunawan dan Talita menggelar pesta ulang tahun pernikahan mereka di sebuah hotel bintang lima milik mereka.
Semua tamu undangan memenuhi aula hotel. Acara pesta ulang tahun pernikahan mereka berjalan dengan meriah. Di akhir acara Gunawan dan Talita juga memperkenalkan Raka sebagai anaknya dan juga mengangkat Raka sebagai CEO di Irsyad Holding.
Semua para tamu undangan memberi tepuk tangan saat Raka hadir menghampiri kedua orangtua.
Disana juga terlihat Bella bersama dengan orangtuanya. Bella tersenyum bahagia dan menginginkan Raka sebagai suaminya. Di tambah lagi ia baru saja menyelesaikan kuliahnya, usianya sangat pantas untuk segera menikah.
"Apa kamu menyukai dia nak?" tanya Laras melirik Bella.
"Tentu, Ma. Aku berharap dia bisa menjadi suami aku" ucap Bella to the poin.
"Baik. Mama akan bicarakan pada orangtua mereka" sahut Laras tersenyum bahagia.
Bella terus memperhatikan Raka, seakan ia pernah melihatnya.
"Tunggu! Bukankah itu pacarnya Melisa?" batin Bella mulai kecewa.
"Tapi gak apa-apa, mereka hanya berpacaran saja, dan maaf Melisa, aku harus merebut dia dari tanganmu" batin Bella tersenyum licik.
Bella semakin terobsesi dengan Raka, karena ia baru tau kalau Raka itu anak salah satu pengusaha sukses di Indonesia. Bahkan berbagai cara ia harus lakukan untuk mendapatkan Raka.
Raka tersenyum bahagia dan ia menyerahkan dua hadiah untuk orangtuanya itu.
"Mommy! Daddy! Selamat ulang tahun ya, semoga kita bisa terus bersama selamanya dan ini kado dari aku dan ini kado dari pacar aku" ucap Raka dengan lembut.
"Terimakasih nak" ucap Gunawan dan Talita.
"Oh ya kenapa pacar kamu gak hadir kesini?" tanya Gunawan penasaran.
"Dia malu Dad. Dia belum bisa menemui mommy dan daddy sebelum kuliahnya selesai" jelas Raka berharap mereka bisa mengerti.
"Palingan juga pacar gak jelasnya itu" ketus Talita merasa kesal.
"Mommy! Jangan ngomong seperti itu" titah Gunawan menatap Talita.
"Loh memang benarkan? Ini cuma alasannya saja" sahut Talita dengan serius.
"Enggak Mom, ini benar adanya. Raka tau Raka selama ini salah memilih pacar, tapi gak untuk kali ini, dia benar-benar wanita yang baik dan sholeha, dan mommy apa gak merasa perubahan dalam diri Raka selama ini? Ini semua karena dia mom, dia yang mengajarkan agar Raka tidak lagi berkeliaran dan menikmati dunia luar yang gak jelas ini mom" jelas Raka memberi pengertian.
Talita terdiam dan mulai menyadari sikap Raka yang banyak berubah selama ini, Raka sekarang menjadi anak yang penurut dan hormat kepada orangtua, ia juga tidak pernah keluar malam bersama dengan pacarnya lagi.
"Ok. Kali ini mommy percaya sama kamu" sahut Talita.
"Daddy harap kamu bisa segera memperkenalkan dia pada kami" ucap Gunawan menepuk pundak Raka.
"Pasti dad" ucap Raka tersenyum bahagia.
"Selamat ulang tahun mbak Talita dan Mas Gunawan" ucap Laras menghampiri mereka dengan Bella.
"Eh Laras!" Talita langsung mencium kedua pipi Laras.
"Ini siapa?" tanya Talita menatap Bella.
"Ini anak ku mbak, Bella" ucap Laras memperkenalkan Bella.
"Tante! Om!" ucap Bella mencium tangan mereka. Meskipun Bella tidak berhijab tapi tetap memperlihatkan sopan santunnya di depan mereka.
"Wah! Sudah besar ya" ucap Talita tersenyum melihat Bella yang tumbuh besar.
"Iya. Dulu masih sangat kecil saat aku bawa ke rumah mbak" sahut Laras tersenyum sumringah.
"Benar. Aku ingat dia sering diusulin sama Raka" sahut Talita tersenyum sumringah saat mengingat kejadian puluhan tahun yang lalu.
"Oh ya Raka! Tolong kamu temani Bella!" titah Talita dengan lembut.
"Maaf mom, aku harus temui Tommy dan teman-teman aku disana" ucap Raka beranjak pergi.
"Eh! Raka" panggil Talita, tapi Raka tidak menghiraukannya dan malah mempercepat langkahnya.
"Maaf nak ya, dia memang seperti itu" ucap Talita.
"Iya gak apa-apa tan" ucap Bella tersenyum.
"Gak apa-apa? Kamu lihat saja, kamu akan bertekuk lutut di depan aku. Cepat atau lambat kamu harus menjadi milikku sembari melirik Raka" batin Bella tersenyum licik.
Raka sengaja menjauh dari Bella karena ia tidak ingin orangtuanya memiliki niat untuk menjodohkannya dengan anak teman mereka. Ia tetap harus berusaha menjauh dari semua wanita sebelum Melisa benar-benar siap untuk menemui orangtuanya. Ini semua ia lakukan atas cinta yang mereka bangun selama ini, dan ia tetap berusaha setia kepada Melisa.
"Raka!" suara Tommy nyaring terdengar.
"Pas banget untung ada lo disini. Yuk kita cabut" ucap Raka menarik tangan Tommy dan beranjak pergi.
"Lo kenapa?" tanya Tommy penasaran.
"Gue kabur dari nyokap bokap gue" sahut Raka sembari jalan.
"Kabur gimana?" tanya Tommy penasaran.
"Nyokap gue suruh gue temani anak temannya. Gue ogah lah, mending gue kabur" sahut Raka dengan santai.
"Kenapa? Toh temani aja apa susahnya" ucap Tommy dengan santai.
"Ogah, sebab kenapa? Pertama gue temani dia setelah itu gue mencium aroma perjodohan" sahut Raka dengan serius.
"Hahaha... Suudzon aja lo" ucap Tommy memukul pundak Raka.
"No. Bukan suudzon, tapi yang kayak gini sering kali terjadi. Apalagi Melisa belum mau ketemu dengan orangtua gue, dan lowongan perjodohan terbuka lebar buat gue" keluh Raka melas.
"Hahahaha.. Terserah lo deh" sahut Tommy menyeringai.
eeeehh..... keturunannya jg sangat menjijik kan. pura2 polos padahal memang berhianat dngn menikah dngn wanita lain