Novel ini menceritakan seorang mahasiswi cantik yang dipaksa menikah dengan orang yang paling kaya di kota mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elsa Veronika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 15
Sudah selama 1 Minggu ini Radit belum menemukan juga keberadaan Elsa dimana
Padahal dia sudah mengerahkan semua pengawal dan juga orang orang kepercayaan nya mencari keberadaan Elsa tapi hasilnya tetap nihil.
"Elsa kamu dimana sayang" kata Radit sambil melihat lihat lihat di pinggir jalan dari kaca mobil nya. Dan tanpa dia sadari ternyata air matanya keluar begitu saja.
' aduh aku jadi bingung. nona kembalih apa nona tidak tahu kalau tuan menderita.' batin Nino melihat tuan nya.
"tuan apa tuan mau makan dulu?" tanya Nino hati hati
tidak ada jawaban
"tuan saya mohon makan lah sudah seharian ini tuan belum makan" lanjut Nino
tidak ada jawab juga
"tuan......" kata Nino tapi di potong Radit
"saya tidak mau makan sebelum Elsa ketemu" kata Radit memejamkan matanya
"tuan menurut saya anda harus makan biar tuan bisa mencari nona Elsa dengan semangat" nasehat Nino
"kalau saya bilang tidak ya tidak bagaimana saya mau makan dengan enak sedangkan saya belum tahu keberadaan Elsa dimana apa kah dia udah makan apa belum" kata Radit
Nino yang gak mau melawan tuan nya terpaksa diam dan tidak bicara lagi sampai mereka sampai ke Mension
"Radit " teriak mama Rika melihat anakanya itu sudah pulang
"kak Radit apa kak Elsa sudah ketemu?" tanya Suci
Radit tidak memperdulikan mamanya dan juga adiknya itu dia lewat begitu saja dan masuk ke kamar nya.Sesampainya di kamar di membanting pintu kamar nya kuat.
"Sekretaris nyebelin apa kak Elsa belum ketemu?" tanya Suci ke Nino
' tuh mulut ya pengen gue lakban tahu gak' kata Nino dalam hati kesal dengan perkataan suci
"belum nona" jawab Nino
"Suci kamu gak boleh ngomong gitu" kata mama Rika menasehati mamanya
"iya mah" jawab suci malas
"maaf nyonya saya mau memberitahu kalau tuan Radit sedari pagi tadi belum makan" kata Nino
"apa dia belum makan kenapa" tanya mama Rika
"iya nona katanya tuan gak mau makan sebelum dia menemukan nona Elsa" kata Nino menjelaskan
"aduh tuh anak bikin Mama jadi pusing banget nih ahkk" kata mama Rika lalu pergi
Tinggal lah Nino dan suci berdua di depan Mension itu
"apa lihat lihat" kata Suci jutek
"maaf nona bukan nya saya lancang tapi saya melihat nyonya besar bukan nona" kata Nino
"terserah deh bodo amat" kata Suci kesel
"saya permisi nona"pamit Nino tapi langkahnya terhenti
"tunggu aku mau ngomong sesuatu" kata Suci
"ada apa nona" jawab Nino
"gak disini" kata Suci dan langsung menarik tangan Nino ke taman
"maaf nona apa nona bisa lepaskan tangan saya" kata Nino
"maaf" jawab suci langsung melepaskan tangan Nino
"aku mau bicarakan soal kak Elsa" kata Suci
"kenapa nona gak kasih tahu sama tuan Radit aja langsung nona" kata Nino
"stststttt jangan keras keras nanti kak Radit dengar"kata Suci
"maaf nona" jawab Nino
"gini jadi aku tuh tadi nanyak sama pak Ujang kenapa kak Elsa bisa keluar dari Mension"
"trus..."potong Nino
"ishh kamu bisa diam gak bisa saya belum selesai ini"kata Suci kesal karena Nino memotong perkataan dia
"maaf nona" kata Nino membungkukkan badannya
"trus pak Ujang bilang dia gak tahu karna saat itu dia tertidur habis minum kopi yang di kasih kak Elsa" kata Suci menjelaskan
"jadi semua ini sudah di rencanakan nona Elsa" kata Nino menganggukkan kepalanya
"trus sekarang gimana?" tanya Suci
"kenapa nona nanya sama saya tanya aja sama tuan Radit" kata Nino membuat suci kesal
"kan udah aku bilang aku tuh takut bilangnya sama kak Radit makanya aku ceritain ini dulu ke kamu" kata Elsa kesal melihat Nino yang pura pura bodoh
"sekarang kunci satu satunya kita harus menanyakan hal ini kepada keluarga Admajaya" kata Nino
"iya yah kok aku gak kepikiran" kata Suci
"karna nona itu bodoh" kata Nino pelan tapi di dengar suci
"apa kamu bilang saya bodoh?" tanya Suci memukul bahu Nino
"maaf nona maksud saya"
"sudah lah kamu itu memang nyebelin" kata Suci lalu pergi dari situ tapi saat dia melangkah kaki nya salah langkah dan dia hampir saja terjatuh untung saja Nino dengan cepat menangkap nya.
Mereka bertatapan tatapan cukup lama
' kok Nino ganteng banget sih' batin suci
' andai nona tahu kalau saya mencintai nona dari dulu dan sering buat nona kesal itu karna nona gemes saat nona kesal' kata Nino juga dalam hati
Suci yang tersadar langsung berdiri dari pangkuan Nino
"maaf" kata Suci sambil merapikan rambut nya
"gak papa nona saya juga minta maaf karna sudah memeluk nona" kata Nino juga
Karna rasa malu suci pergi duluan sambil berlari masuk ke Mension.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Malam hari yang dingin di luar bukanya Elsa masuk ke dalam kamar nya malah duduk melamun di luar kamar. Sinta yang melihat Elsa duduk melamun di balkon kamar itu menghampiri dia
"Elsa kamu kenapa" kata Sinta menyadarkan Elsa dari lamunannya
"eh Sinta gak papa kok" jawab Elsa
"gakpapa apanya dari tadi tuh kamu duduk di balkon sambil melamun di luar kan dingin Elsa nanti kalau kamu masuk angin gimana" kata Sinta
"gak papa kok Sinta aku hanya kecapean aja" jawab Elsa
"Elsa kita tuh Sahabat tahu kamu bisa kok cerita sama aku kalau kamu ada masalah " kata Sinta
"aku..hik hiks hiks hiks hiks.." Elsa belum sempat melanjutkan cerita nya dia malas menangis dan memeluk Sinta.
"Elsa kenapa kamu kok nangis?" tanya Sinta sambil mengelus punggung Elsa lembut
" aku hiks.. aku rindu sama Radit Sinta hiks .hiks.." kata Elsa teriksak
Sinta uang paham dengan keadaan sahabatnya itu hanya bisa memeluk Elsa
"nangis El kalau kamu mau nangis aku ada di sini kok nemenin kamu" kata Sinta
Cukup lama Elsa nangis dalam pelukan Sinta. Mungkin karna lelah Elsa tertidur dalam pelukan Sinta. Sinta yang menyadari Elsa sudah tertidur memapah Elsa dan membaringkannya di tepat tidur. Lalu Sinta tidur di samping Elsa.
🍁🍁🍁🍁🍁
tok tok tok tok
"Radit makan nak ini sudah malam kamu harus kamu nak" kata mami di depan pintu kamar Radit
"Radit buka pintunya nak"
"Radit kalau kamu gak buka mama punya kunci cadangan Lo"
Karna ada respon sama sekali mama Rika menyuruh Nino mengambil kunci cadangan dan membuka pintu. Saat pintu terbuka mama Rika kaget melihat Radit yang sudah terkapar di atas lantai.
"Radit" teriak mama Rika mendekati Radit
"Radit bangun nak" kata mama Rika menepuk nepuk pipi Radit pelan
"astaga panas banget" kata mama Rika memegang kening Radit
" Nino cepat siapkan mobil" kata mama Rika
"baik nyonya" jawab Nino lalu pergi
"pak Ujang" teriak mama Rika dari kamar
"ada apa nyonya" jawab pak Ujang
"cepat angkat Radit ke mobil pak Ujang" kata mama Rika
"baik nyonya" jawab pak Ujang lalu mengangkat Radit turun ke bawah.
"suci suci" panggil mama Rika
"ada apa ma jangan teriak teriak aku gak budek ma" kata Suci
"cepat ayo kita ke rumah sakit kakak kamu sakit" kata mama Rika
"oh sakit .. apa Kaka sakit?" tanya Suci kaget
"iya suci ayo cepat temani mama ke rumah sakit" kata mama Rika
"ayo ma cepat" kata Suci menarik tangan mama nya.
BERSAMBUNG......
Jangan lupa LIKE, KOMEN, DAN VOTE ya Readers
Jangan lupa juga mampir ke Ig aku
@elsa.manalu.7