Mencintai dalam diam seperti cintanya Fatimah terhadap Ali adalah pilihannya yang membuatnya terjebak dalam situasi sulit dimana sahabatnya juga mencintai pilihan Aisha, disaat ia memilih mengalah dan menyerah karena Naufal memilih Azizah, takdir malah mempersatukan mereka lewat perjodohan tanpa rasa cinta
Mampukah Aisha menjalani pernikahannya? dan merubah sikap Naufal?
Akankah Aisha memilih egois dan bertahan? atau malah menyerah dan pergi? atau memilih bertahan bersama - sama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nailah gina khairunnisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang
..."Allah tau kamu kuat, makanya ujiannya lebih berat lagi jalani saja alurnya dan nikmati prosesnya," ~ Naufal Shakeel Alfarizqi...
***
"Ternyata mengikhlaskan yang disayang untuk yang lebih disayang itu berat," gumam Naufal
***
Seminggu sebelum acara pertunangan Hasan dengan Fatimah, Naufal sempat mendapat pesan undangan dari Hasan, ia kira itu undangan pernikahan Hasan dengan Aisha, ternyata pas dibuka itu adalah undangan pernikahan Hasan dengan Fatimah
Naufal sempat kaget karena selama ini ternyata Aisha dan Hasan itu adalah sepupu, tapi Naufal sudah terlanjur melupakan Aisha dan fokus pada Azizah
Ketika hari-H pertunangan Hasan, Naufal datang bersama Lia karena katanya Fauzan akan berangkat bersama temannya
Fauzan Hakeel Alfarizqi adalah kakak dari Naufal umur mereka hanya terpaut satu tahun saja, Fauzan sekampus dengan Hasan itu sebabnya ia mengenal Hasan
Ketika sampai di gedung Naufal dan Lia langsung masuk ia tak sengaja melihat Aisha dan Fauzan tengah berbincang
Aisha terlihat bahagia dan menyukai Fauzan entah kenapa hatinya tak suka bila melihat Aisha bersama orang lain tapi apalah dayanya Fauzan adalah kakaknya dan sepertinya Fauzan menyukai Aisha
"Lia, lo mau disini?" tanya Naufal tak semangat
"Yaiyalah, gue mau nyate dulu," kata Lia
"Yaudah kalau gitu Lo pulangnya bareng Fauzan aja ntar," kata Naufal "Gue ada urusan dikit,"
Lia hanya mengangguk saja, sedangkan Naufal dia langsung pulang setelah mengucapkan selamat pada kedua tunangan itu
"Secepat mungkin gue lupain dan berjuang dengan yang baru,"
***
Setelah acara Hasan dan Fatimah selesai mereka semua langsung pulang ke apartemen
Azmi sedang menonton film dengan Zilia dan Farah, mereka bertiga itu orangnya selalu heboh kalau digabungin bahkan suara mereka bisa terdengar sampai ke kamar Aisha yang kedap suara
Sedangkan Aisha dia duduk dikamarnya dengan anteng membaca buku favoritnya, tiba tiba Azma datang ke kamarnya dan duduk di sofa sebelah Aisha
"Kak pulangnya kapan?" tanya Aisha sembari menutup bukunya
"Besok pagi," jawab Azma
"Oh, Kak Azma, kakak kenal sama kak Fauzan?" tanya Aisha
"Iya, dia kan teman kakak di SMA dulu," kata Azma, Aisha hanya manggut manggut saja "Kenapa?" tanya Azma
"Hah? Gimana? Nggak kenapa napa kok," jawab Aisha gagu
Azma memicingkan matanya menatap Aisha dengan tatapan selidik "Kamu suka Fauzan?"
"Hah?! Nggak lah masa iya aku suka sama kak Fauzan sih," sanggah Aisha
"Hm,"
'Kalau dilihat, kok Kak Fauzan mirip Kak Naufal ya?' Batin Aisha dalam lamunannya
'Ah, Astaghfirullah kok aku jadi mikirin kak Naufal lagi sih,' kata Aisha sembari menggelengkan kepalanya, membuat Azma yang sedang bermain handphone disampingnya mendelik pelan
"Kamu kenapa sha?" tanya Azma membuyarkan lamunan Aisha
"Astaghfirullah, kaget tau nggak kak," rajuk Aisha
"Idih aneh, kakak kan cuma nanya, hayo ngelamun ya?" goda Azma
"Apa? Nggak juga, siapa yang ngelamun coba?" kata Aisha sambil membuka buku miliknya tadi
"Ngelamunin apaan sih? Fauzan ya?" tebak Azma membuat Aisha membelalakkan matanya
"Ih nggak juga," elak Aisha "Orang aku lagi mikirin keadaan Bunda,"
"Hm aja,"
Azma bangkit dari tempat duduknya dan hendak beranjak keluar namun pertanyaan Aisha menghentikannya "Mau kemana kak?"
"Mau makan, laper," jawab Azma lalu melanjutkan langkahnya
"Pantesan nggak ada yang mau sama Kak Azma, orang dianya cuek banget," gumam Aisha lalu melanjutkan membaca bukunya
***
Keesokan paginya Aisha, Azma, dan Azmi pamit pada Zilia dan Farah sebab mereka akan pulang hari ini
"Kalian nggak boleh berantam ya, kalau sampai aku dengar kalian berdua sering berantem entar pas pulang aku jadiin geprek kalian," kata Aisha disertai kekehan pelan
"Sadis amat, masa dijadiin geprek sih?" kata Zilia merajuk
"Iya nih, mending jadiin Chiken aja," timpal Farah membuat Zilia mendelik ke arahnya
"Lo aja yang jadi chiken, gue nggak mau," kata Zilia menolak pernyataan Farah
"Udah, baru aja aku ngomong tadi udah dilanggar aja," kata Aisha membuat mereka tertawa
"Yaudah kalau gitu aku, kak Azma sama kak Azmi berangkat dulu ya, jaga diri baik baik, jangan berantem!" nasehat Aisha
"Haha iya iya, ibu negara," kata Farah dengan terkekeh
"Yaudah kita berangkat dulu, Asslamualaikum," pamit Azmi dan Aisha bersamaan
"Waalaikumsalam, hati hati," kata Zilia sambil melambaikan tangannya begitupun dengan Aisha
Aisha menyandarkan punggungnya dikursi sambil memejamkan matanya, tiba tiba bayangan Naufal kembali melintas di benaknya dengan cepat ia menghapus pikirannya itu
"Kak, kalau udah sampai bandara kasih tau Aish, ya," ucap Aisha lalu tak lama kemudian ia tertidur
***
Puk... puk...
"Hey, bangun dek udah sampai," kata Azma berusaha membangunkan Aisha dengan menepuk nepuk pipinya itu
Aisha mengerjapkan matanya beberapa kali setelah dirasa kesadarannya terkumpul barulah Aisha turun dari mobil travel itu
"Kak keberangkatannya masih lama?" tanya Aisha pada Azmi
"Lumayan satu jam lagi," kata Azmi "Kenapa gitu dek?" tanya Azmi
"Aku mau ke toilet dulu," cicit Aisha
"Oalah, yaudah sana gih ke toilet dulu, ntar malah di kebablasan di pesawat," kata Azmi sembari terkekeh
Aisha langsung ngecir mencari toilet di bandara, tak lama waktu yang ia butuhkan untuk mencari toilet setelah itu ia langsung saja masuk ke toilet, lima belas menit kemudian ia kembali ke tempat dimana Azma dan Azmi berada
"Aish ayo buruan, kita harus chek out dulu," kata Azma membuat Aisha mengangguk paham
Setelah itu mereka memasuki ruang tunggu, sampai giliran mereka menaiki pesawat, mereka bertiga memasuki pesawat dan mengambil tempat duduk mereka masing masing, Azma dan Azmi duduk bersebelahan dan Aisha berada di kursi depan kedua kakaknya dekat jendela
Aisha terdiam menatap landasan pesawat, sebentar lagi ia akan meninggalkan negara ini dan pulang ke tanah kelahirannya bertahun tahun ia tinggal disini bersama sahabat sahabatnya membuat momen indah yang akan selalu ia rindukan, jujur berat baginya untuk pulang sekarang
Lalu ia memejamkan matanya dengan posisi kepalanya menghadap ke luar jendela, tiba tiba seseorang menghampirinya dan duduk di sebelahnya
Merasakan ada pergerakan pada kursi disebelahnya Aisha refleks membuka matanya dan menoleh ke arah samping dan matanya langsung membulat dengan sempurna "K-kak Naufal,"
***
Usai dari acara tunangan Hasan, Naufal segera pergi ke rumah Rafi tatapan nya menyiratkan kesedihan, jika ditanya apakah Naufal masih mengharapkan Aisha? maka jawabannya adalah tidak! lalu kenapa harus sedih?
Karena Aisha menyukai Fauzan dan kelihatannya Fauzan juga suka sama Aisha dan masalahnya kenapa harus dengan kakaknya? Jika hal itu memang terjadi maka akan membuat Naufal semakin sulit karena dalam hati kecilnya ia masih menyimpan rasa untuk Aisha
Sesampainya di rumah Rafi, Naufal segera mengetuk pintu rumah itu dan keluarlah Rafi dengan wajah menyebalkannya itu
"Assalamualaikum," ucap Naufal
"Waalaikumsalam, apa?" tanya Rafi to the point
"Nggak ada cuma main aja," jawab Naufal seadanya, Rafi hanya ber oh ria lalu mempersilahkan Naufal masuk dan duduk
"Kapan lo datang ke London?" tanya Rafi
"Kemarin,"
"Habis dari mana lo? Cakep bener?" tanya Rafi
"Dari acara pernikahannya Hasan, emang lo nggak diundang apa?" Naufal berbalik nanya
"Astaghfirullah! Gue lupa!" ucapnya sembari menepuk keningnya sendiri
"Gue siap siap dulu, terus pergi ke sana, dan lo jagain rumah gue takutnya ada yang gusur," ucap Rafi lalu berlari menuju kamarnya
Sedangkan Naufal hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sahabatnya yang tak pernah berubah sejak dulu
Lalu ia membuka dan mengecek ponselnya ada satu notif dari seseorang, Naufal pun segera membukanya
...~ Zizah...
Azizah
Assalamualaikum Kak Naufal, maaf ganggu, Zizah cuma mau ngasih tau kemarin berkas kakak ketinggalan di rumah Zizah, jadi Zizah antar ke rumah takutnya itu berkas penting
Naufal
Waalaikumsalam, Iya Zah, makasih udah di antar kerumah tapi Kakak lagi nggak dirumah
Azizah
Ohh, emang kakak lagi dimana?
Naufal
Kakak lagi di London Zah
Azizah
Ohh, Yaudah Kak, Zizah cuma mau ngasih tau itu aja
Naufal
Iyah makasih, jaga kesehatan jangan lupa makan calon wife
Azizah
Ihh, Kak Naufal jangan panggil Zah calon wife
Naufal
Hahaha, iya iya yaudah makasih ya Zah
Azizah
Iya sama sama
Naufal tersenyum sendiri membaca pesan terakhir dari Azizah, ya gadis itu adalah Azizah sahabatnya Aisha dan tepat saat Azizah wisuda, Naufal segera mengkhitbahnya karena ia sudah mulai merasa nyaman dengan Azizah dan setahun kemudian Naufal memutuskan untuk mengkhitbah gadis itu
Semua keluarganya setuju kecuali Ayahnya, dan Ayahnya bersikeras untuk menjodohkan Naufal dengan anak temannya dan tentu hal itu ditolak keras oleh Naufal karena sekarang hatinya sudah mulai terisi dengan nama Azizah
Keesokan paginya Naufal pergi ke bandara untuk pulang ke Indonesia, setibanya di bandara Naufal segera chek out dan memasuki pesawat setelah ia menemukan kursinya Naufal melihat ada seorang perempuan tengah tertidur tanpa banyak pikir lagi ia segera menempati kursinya
Karena merasa terganggu perempuan itu membuka matanya dan menoleh ke arahnya dan hal itu membuat Naufal terkejut dalam diamnya namun ekspresinya tidak menunjukkan bahwa ia tengah terkejut melihat Aisha
"K-kak Naufal," lirih Aisha
'Aisha,' batin Naufal
jangan lupa mamour ke novelku yah penantian cinta sejati