NovelToon NovelToon
Malaikat Pelindung

Malaikat Pelindung

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:81.1k
Nilai: 4.7
Nama Author: Sariyah

Arifah yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar seringkali mendapatkan kenakalan teman-temannya bahkan gurunya sendiri pernah sesekali mempermalukannya.

Puncaknya, Aska sebagai saudara kandung Arifah tidak memberitahunya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal karena kecelakaan sebuah pesawat. Tidak sampai disitu, Aska sebagai keluarga satu-satunya yang ia punya pun juga pergi meninggalkannya. Belum lagi menghadapi anak angkat Mami yang ternyata seseorang yang datang hanya untuk mengambil keuntungan dari keluarganya.

Lalu mampukah Arifah berdamai dengan takdir yang telah digariskan? Dan apakah dengan hadirnya malaikat pelindung disisinya mampu membuatnya menjadi pribadi kuat dan tangguh?

Saksikan kisah selengkapnya ya, jangan lupa like dan vote juga. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sariyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 15 CEO

"Jadi kapan waktunya?" tanya Arifah dengan senyum mengembang diwajahnya.

"Tunggu saja." Ucapnya. Jawaban ini membuat Arifah kecewa.

"Apakah aku boleh melihat wujud aslimu?" Tanya Arifah lagi dan lagi.

"Tentu."

Wuushh..

Si kucing imut dikelilingi kabut putih tebal dan berputar-putar. Kabut itu pun semakin tinggi dan membesar.

Arifah yang melihat apa yang ada dihadapannya seperti mimpi, ia mengucek matanya berkali-kali, jantungnya berdetak lebih kencang. Reflek ia langsung menjauh dari kabut itu.

Tidak berapa lama terlihatlah seseorang dengan sayap dan jubah berwarna putih.

"Inilah wujud asliku." Ucap Putri yang mengagetkan Arifah.

Arifah yang baru saja tersadar berusaha mendekat.

"Jadi seperti ini wujud aslimu?"

"Ya." Jawab Putri

"Apa para malaikat selalu menggunakan tudung diwajahnya?"

"Tentu, kami tidak ingin menunjukkan wajah kami pada manusia. Karena kami makhluk suci dan bersih. Apa kamu takut melihatku?" Ucap Putri.

"Tidak, kamu ini malaikat pelindung yang diutus untukku, aku tidak akan takut." Ucap Arifah yang sudah berkeringat dingin.

"Bisakah kamu merubah dirimu menjadi kucing lagi?" Lanjutnya.

"Tentu saja!" Jawab putri.

Wuushhh..

Kabut tebal kembali berputar mengelilingi seluruh tubuh Putri. "Miauu"

Arifah yang melihat Putri telah berubah menjadi seekor kucing terduduk lemas sembari memegang dadanya. "Aku lebih senang jika kamu seperti ini saja. Apa orang lain dapat melihatmu?" Tanya Arifah lagi.

"Tidak, manusia lain tidak dapat melihatku kecuali dirimu meskipun aku telah berubah menjadi seekor kucing." Jelas Putri

Arifah masih terdiam kaku melihat kenyataan yang ada dihadapannya. Disisi lain ia senang, tapi disisi lainnya ia merasa sedang bermimpi.

***

Sesampainya dikantor Aska keluar dari mobil menuju ruangannya menggantikan posisi Papi. Semua karyawan yang ada disana memberinya hormat, tak jarang pula beberapa karyawan wanita yang berpapasan dengannya memuji ketampanan yang dimilikinya.

Selama ini Aska tidak pernah menjejakkan kakinya dikantor Papi. Usai menyelesaikan kuliahnya Aska berjuang dengan para pencari kerja lainnya dengan mengikuti berbagai tes dan wawancara. Sampai akhirnya sebuah perusahaan menerimanya menjadi karyawan.

Semenjak Aska sudah bekerja Mami dan Papi menarik ATM miliknya. Itu semua dilakukan karena kedua orang tuanya tidak ingin Aska menjadi anak yang manja. Ia pun menjalani hari-harinya berangkat bekerja dengan menaiki bus. Sebenarnya bisa saja Aska pulang pergi naik taksi namun biaya taksi sangat mahal jadi untuk menghemat uangnya ia harus naik bus.

Bertahun-tahun Aska bekerja akhirnya berhasil membeli sebuah mobil dan rumah, rumah itu tidak begitu besar. Tapi Aska sangat bersyukur karena perjuangannya membuahkan hasil. Ia tidak perlu susah payah menunggu atau mengejar bus lagi.

Sampainya didepan pintu Aska membaca tulisan "Ruang CEO - ASKA KISWANA WIJAYA." *C*epat sekali mereka menggantinya, membatin. Aska memegang handle pintu dan membukanya, ia membiarkan pintunya terbuka lebar. Perlahan Aska memasuki ruangan Papi dan duduk dikursi kebesarannya.

"Selamat pagi Pak." Tiba-tiba terdengar suara seorang wanita didepan ruangannya.

"Pagi!" Jawab Aska yang tengah sibuk dengan beberapa foto diatas meja kerjanya.

"Aska!"

Aska yang mendengar namanya disebut menoleh kearah wanita itu. "Viona..!" Ia terperangah tak percaya. Aska lalu bangkit dari kursinya dan mendekati Viona sembari mempersilahkannya masuk.

"Jadi Aska Kiswana Wijaya adalah kamu?" Tanya Viona yang baru saja duduk disofa.

"Ya!" Ucap Aska sembari tersenyum. "Apa kamu bekerja disini?"

"Ya, aku baru saja diterima bekerja dikantor ini satu bulan yang lalu."

"Lalu apa posisimu?" Tanya Aska lagi.

"Aku sebagai sekretaris Ayah mu, tapi karena Ayah mu sudah tiada jadi.." Belum sempat Viona meneruskan kata-katanya. Ia merasa lidahnya kelu. Kedua tangannya memegang tangan kanan Aska. "Maafkan aku, aku turut berduka atas kepergian kedua orang tuamu." Lanjutnya, ia merasa bersalah.

"Tidak apa." Jawab Aska dengan tangan kirinya menimpa kedua tangan Viona.

"Boleh aku minta satu permintaan?" Tanya Aska menatap Viona lekat.

"Apa saja." Ucapnya sembari membalas tatapan Aska tak kalah lekat.

"Aku sudah kehilangan kedua orang tuaku, maukah kamu selalu mendampingiku?" Aska masih menatap lekat Viona

Viona tersenyum dengan yang baru saja diucapkan Aska. Ia sangat senang mendengarnya, apalagi sekarang mereka berada satu kantor dan setiap hari akan selalu bertemu. Viona mengangguk membalas pertanyaan Aska.

Aska sangat bahagia, ia ingin segera menikahi gadis itu meskipun mereka bersahabat namun Aska tidak memperdulikannya.

"Ah ya ada beberapa berkas yang harus kamu tanda tangani." Ucap Viona yang mengingat map yang ia bawa.

Ada banyak map ditangan Viona, Aska pun membukanya satu per satu. "Baiklah, aku akan mempelajarinya."

"Kalau begitu aku pamit keruanganku dulu, ada banyak sekali pekerjaan yang harus aku selesaikan." Viona pamit keluar ruangan Aska, namun Aska menarik tangannya hingga terduduk disofa kembali.

"Minggu depan aku ingin bertemu dengan keluargamu." Ucap Aska

Viona tertawa sembari menyentil hidung Aska. "Bukankah kamu sudah sering bertemu keluargaku?"

"Iya, tapi pertemuan kali ini berbeda."

"Oh ya, katakan apa yang membedakannya." Ucap Viona sembari memangku dagunya dengan sebelah tangannya

"Kejutaan.." Ucap Aska sembari menjulurkan lidahnya kearah Viona.

"Sudah, pergilah dari ruanganku sekarang. Kerjakan pekerjaanmu dengan baik!" lanjut Aska dan mengambil map dimeja dan duduk dikursi kebesarannya

Jadi seperti ini jika seseorang sedang berada diatas? Batin Viona. Tanpa menunggu lagi Viona berlalu pergi dari ruangan Aska.

Tanpa memperdulikan kepergian Viona, Aska sibuk dengan tumpukan map dimejanya. Ia memperlajari setiap map yang ia buka satu per satu dan hanya butuh waktu sebentar saja ia sudah dapat memahaminya.

Kemampuan dan kecerdasan yang dimiliki Aska sudah tidak diragukan lagi, itulah mengapa Papi mempercayakan posisinya pada Aska.

Waktu menunjukkan jam makan siang, Aska berencana mengajak Viona makan siang bersama.

"Sudah makan?" Tanya Aska tanpa basa basi menghampiri meja Viona.

Viona yang masih bergelut dengan laptopnya menengadahkan wajahnya melihat Aska. "Belum Pak!" Jawab Viona ketus

"Aku sangat lapar, temani aku makan." Rengek Aska sembari memegangi perut sixpacknya.

"Maaf Pak, tapi Saya tidak biasa makan diluar. Saya selalu bawa bekal dari rumah." Jawab Viona fokus kembali dengan leptopnya.

"Panggil aku Pak saat bertemu klien saja. Aku sangat risih dengan panggilanmu barusan itu!" Jelas Aska kesal dengan melipat kedua tangannya diatas dada.

"Tapi Pak ini masih jam kerja." Elak Viona.

Aska memegang sandaran kursi Viona dan mengancamnya dengan berbisik, "Jangan membantah, atau kamu mau aku pecat?"

Viona yang tidak tahan dengan kesombongan Aska menatap Aska tajam, setajam pisau silet. "Kamu mengancam ku heh? Aku tidak takut!"

Karena kesal, Aska mencubit kedua pipi Viona lembut.

"Auu.. Sakit.." Viona meringis kesakitan karena ulah Aska yang mencubit kedua pipinya.

"Jadi, ayo temani aku. Kalau tetap tidak mau juga aku akan cium pipimu itu."

Wajah Viona bersemu merah mendengar apa yang barusan diucapkan Aska, namun ia tidak mau terlalu terbawa suasana. "Oh jadi seperti ini kalau uang kamu sudah sangat banyak?" Ucap Viona sembari berdiri dan berkacak pinggang.

"Jadi menurutmu uangku sangat banyak?" Ucap Aska sembari memegang dagunya.

Viona memutar bola matanya. Ia mengambil bekal didalam tasnya kemudian menarik Aska masuk kedalam ruang CEO.

Sesampainya diruangan itu mereka duduk disofa dan Viona membuka bekalnya kemudian menyuapi Aska. "Kamu sangat lapar bukan? Kamu harus makan yang banyak."

Aska sama sekali tidak diberikan kesempatan bicara, Viona terus menerus menyuapi Aska sampai bekalnya habis tak tersisa.

"Selesai!" ucap Viona berlalu pergi meninggalkan Aska, mulutnya masih penuh makanan.

Ahh Viona kamu semakin membuatku jatuh cinta, batin Aska.

Viona kembali kemeja kerjanya, ia tersenyum puas hari ini karena telah berhasil membuat Aska kesal.

.

.

.

Hari ini up sedikit, dan telat tiga hari karena sakit. Tapi hari ini bener-bener diusahain biarpun agak muter-muter ini kepala 😩

Jadi bantu like ya, like kalian itu bikin aku makin semangat.

1
Novellette (akun thor hiatus)
bc lg judulnya" Pacarku super Idol " cr aja dikolom pencarian dn bc juga karyaku judulnya, "Wu lan zhang" cek diprofilku maaf gak sopan ttp sukses
Novellette (akun thor hiatus): tunggu,ya
total 2 replies
Novellette (akun thor hiatus)
udh mampir
Irena Marsha
stlh skian lama,terucap juga..lanjuut thor. 😁😁
🍬🧀Kara
Terus berkarya Thor😘
Author Rie: makasih yakk 💪
total 1 replies
Kohaku
mantab
Author Rie: makasih 😊
total 1 replies
YouTrie
Ok lanjut..support buat author..
Author Rie: maaciw budhe 🤗
total 1 replies
Ria Diana Santi
Wah, selamat!🥳🥳🥳 Sukses terus!
Author Rie: aamiin, maaciw 🤗
total 1 replies
alisha
rate 5 dan vote
Author Rie: maaciw 🤗
total 1 replies
Anindyta
semangat terus ya thorr
jangan lupa jaga kesehatan jugaa
like nya sudah mendarat
Yuniarti Muskan Sanir: udah habis ya Thor ??
total 2 replies
Yuniarti Muskan Sanir
lanjut
ͼӈªȋϩȧ
semangat up
Syl_Vien
RYU hadir ka👍🥰

lanjut dan semangat selalu💪😍💜
Ria Diana Santi
Semangat up-nya Thor.
Ferly Ina
6 like mendarat 🤗🤗
🍬🧀Kara
Dukungan mendarat
Semangat tuk karyanya ya kak 🤗❤️
HIATUS
Like it 💕 semangat thor 💪 salam dari novel Cinta Beda Status Sosial 😘
HIATUS
Like 💞like 💞 like 💞
HIATUS
Like it 💕
HIATUS
Jempolll 👍
HIATUS
Like thor ❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!