Novel ini kelanjutan dari Novel. " Cinta Gadis Tangguh Dari Desa."
Luna Haifa Adhitama putri sulung dari Kavindra Adhitama dengan Freya Pratiwi Adhitama. Luna mempunyai adik kembar yang bernama Aryan Zaidan Adhitama dan Aryana Zaidah Adhitama.
Luna seorang Dokter spesialis Anak. Karena pembawaannya yang lembut dan ramah. Dia menjadi Dokter yang diidolakan sama semua pasiennya.
Pada saat dia pergi ke rumah kumuh yang sudah menjadi kebiasaannya satu bulan sekali. Membantu orang-orang yang disana untuk memberikan perobatan gratis disana.
Dia bertemu dengan anggota TNI yang juga lagi membantu menyalurkan bantuannya ke orang-orang yang ditinggal di bawah Jembatan.
Akankah Luna mengenali salah satu dari anggota TNI tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15 BINTANG KECILKU
SELAMAT MEMBACA !!!
Rombongan keluarga besar Perusahaan Adhitama tiba di Villa.
"Wah tempatnya sangat enak sekali!" seru salah satu dari karyawan itu.
Mereka menganggukan kepalanya setuju dengan ucapan teman mereka.
"Selamat datang di Villa acara ulang tahun Perusahaan tahun ini, kami panitia sudah membagi Villa untuk semua orang. Silahkan di lihat daftar Villanya itu juga sudah menurut Divisi masing-masing!" seru panitia acara.
Karyawan langsung membubarkan diri sambil melihat papan untuk pembagian Villanya. Untuk keluarga intinya juga sudah disiapkan satu Villa khusus buat mereka.
"Runa! Sini dengan Mommy, Sayang!" panggil Kayla kepada anak kecil berusia tiga tahun itu. Runa berlari menuju ke Kayla, dia sudah nggak takut lagi dengan keluarga besar Adhitama. Menurutnya mereka semua orang baik.
Mereka masuk ke dalam Villa. Luna, Yana dan dua bocil tidur dalam satu kamar, Arya, Irfan dan Axel satu kamar, Freya dan Vindra satu kamar, Zayan dan Kayla satu kamar, Bayu dan Ghea satu kamar. Opa Buyut nanti akan ditemani salah satu laki-lakinya.
Sore harinya karyawan Perusahaan Adhitama bersantai karena malam nanti akan diadakan barbequean diVilla masing-masing, untuk lomba besok pagi sampai malam dan malam disambung dengan kegiatan pembagian hadiah. Panitia juga mengundang grub dangdut terkenal untuk memeriahkan malam puncak ulang tahun Perusahaan.
********
Keluarga kecil Andrian baru selesai makan malam.
Mereka berkumpul di depan TV.
"Jadi Benar yang dikatakan Bunda, Bang? Kalau Abang akan dipindah tugaskan Ke Jakarta?" tanya Ares bakal kesepian kalau Nathan pindah ke Jakarta.
"Ya, Dek. Nggak apa-apa, Dek. Aku malah senang jadi bisa ikut tinggal di rumah Opa dan bisa melihat mereka berdua," Jawab Nathan dengan tersenyum.
Ares setuju tapi dianya yang kesepian. "Ya sih, Bang. Jadi ada yang memperhatikan kesehatannya Opa dan Oma tapi aku kesepian disini," ucap Ares yang kelihatan sedih.
"Heleh, Dek. Biasanya juga kamu keluyuran sendiri dengan teman-temanmu. Gaya-gayaan kesepian saja," ujarnya sambil tersenyum miring, seolah nggak percaya dengan keluhan sang adik.
Ares mendengus kesal, lalu menjawabnya dengan cepat, "Ini beda, Bang! Kalau sama teman itu kan diluar rumah. Maksudku tadi kalau kayak sekarang gini, Bang. Bisa sharing pekerjaan, sharing pengalaman tapi kalau, Abang sudah ke Jakarta kan jadi sepi. Sharing sama Ayah kadang nggak nyambung, Bang hehehehe. Sorry, Ayah," ucap Ares dengan tanpa dosa sambil mengatupkan kedua tangannya kepada ayahnya. Sedangkan kedua orang tuanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
Beginilah keseruan keluarga Andrian kalau sedang berkumpul.
Nathan/ Kapten William sedang menata bajunya ke dalam koper besar, dan barang-barang yang sekiranya dibutuhkan disana. Dia ingin melihat bagaimana reaksi keluarga yang berada di Jakarta.
"Hmmm... Akhirnya kita akan bertemu Bintang kecilku, bagaimana kabar dan wajah kamu yang sekarang. Kita sudah lama nggak ketemu, terakhir ketemu waktu kita masih sekolah menengah," ucap lirih Nathan dengan tersenyum bahagia.
Setelah selesai berberes, Nathan langsung tidur. Besok dia akan pergi ke Jakarta setelah mengambil surat dinas pindah tugasnya.
Keesokan harinya di Villa Bandung sudah ramai sekali dengan kehebohan karyawan yang akan mengikuti lomba. Arya dan keluarganya juga ikut menyaksikan kehebohan itu. Panitia juga merancang lomba untuk anak-anak juga.
Ada lomba individu dan ada lomba kelompok di setiap Divisi.
Diantaranya Individu :
- lomba berjalan dengan sendok yang diatasnya ada kelerengnya.
- Lomba memindahkan belut ke ember.
- Lomba meniup balon sampai pecah.
- Lomba makan kerupuk.
- Lomba lempar bola.
Kelompok :
- Lomba berjalan dengan kaki diikat.
- Lomba memindahkan air menggunakan gelas yang berada di mulut.
- Lomba Memindahkan belut secara bergantian dan masih banyak lomba lainnya.
Tes tes tes
"Selamat pagi untuk seluruh keluarga besar Adhitama, serta para karyawan beserta segenap anggota keluarganya. Terima kasih untuk semua yang sudah bersedia hadir dan berkumpul bersama dalam acara ulang tahun Perusahaan Adhitama. Acara yang pertama kita akan isi dengan lomba individu dan kelompok. Untuk kelompok kami bagi per Divisi ya, boleh dari karyawan atau keluarganya boleh ikut. Untuk yang ikut segera mendaftar ke panitia. Eh ada yang lupa untuk anak-anak juga ada lomba dan tentu saja ada hadiah yang menarik!" seru ketua panitia.
Prok prok prok
Tepuk tangan menggema di halaman Villa.
"Ayo yang pertama lomba memindahkan belut ke ember! Ayo siapa yang mau daftar kategori anak, dewasa cewek dan cowok. Ayo...ayo siapa yang mau ikutan segera daftar ke panitia!" ucapnya lagi.
Di sebelah tempat berkumpulnya keluarga Adhitama.
"Kakak! Aku mau ikut boleh?" tanya Rena yang sudah berbinar wajahnya ingin ikut dalam perlombaan itu.
"HAH!! Memangnya, Dek Rena! Nggak takut dan geli dengan belut, Dek!!?" kaget Yana mendengar ucapan Rena.
Rena menggeleng kepalanya, "Ya sudah ayo, kakak daftarkan ya!" ajak Yana menggandeng tangannya Rena untuk mendaftarkan dirinya. Rena sudah menjalankan terapi dua kali, alhamdulillah dia sudah percaya diri dan mimpinya masih sih tapi sudah jarang kambuhnya.
Lomba segera di mulai dari anak-anak dulu.
Yana dan keluarganya bisa melihat Rena sudah bersiap di barisan peserta yang ikut lomba. Ada sepuluh anak yang ikut.
"Kak Rena! Semangat!!" teriak Runa dengan bertepuk tangan.
"Bagaimana para peserta sudah siap untuk memindahkan belut dari ember ke ember yang lainnya?" tanya panitia lomba.
"Siap..!" jawab seluruh peserta.
"Baik dalam hitungan ketiga mulai ya. Kalian berlari ke ember yang sudah diisi belut dan kembali lagi di masukan ke ember masing-masing ya. Kalian mengerti?"
"Mengerti!" teriak semua peserta.
Sedangkan di tempat keluarga Vindra tersenyum melihat keantusiasan Rena dalam menjawab pertanyaan Panitia lomba, dia bersemangat sekali.
"Alhamdulillah, Rena sudah bisa berinteraksi dengan banyak orang dan rasa percaya dirinya sudah mulai tumbuh kembali, bahkan sudah lebih baik dari sebelumnya," ucap Freya.
"Ya, Dek! Lihat wajahnya sudah ceria dan nggak takut dikerumuni banyak orang. Alhamdulillah ya, Dek. Kasian dia, anak sekecil itu harus menanggung beban setelah meninggalnya kedua orang tuanya," jawab Kayla yang duduk di sebelahnya Freya.
"Kakak..Kak Rena semangat. Ayo...ayo...ayo hahahaha!" seru Runa menyemangati Rena tapi kadang tertawa karena belut yang dipegang peserta lain jatuh ke tanah. Sedangkan Rena tenang dan tangannya pintar banget memegang belutnya.
"Ayo...ayo...ayo peserta kecilku. Wah peserta no lima semangat dan ketenangannya perlu dikasih tepuk tangan. Dia sudah memindahkan tiga ekor belut dari sepuluh ekor. Ayo semangat lagi !"seru panitia juga dengan kehebohannya sendiri melihat keseruan anak-anak dalam memindahkan belut.
"Ayo tinggal lima menit lagi. Hahahaha peserta no tujuh masih menangkap belut yang jatuh ke tanah. Ayo kita hitung mundur untuk mengakhiri lombanya. Tiga...dua...satu stop perlombaan telah berakhir.
Dan pemenangnya adalah no lima yang sudah memindahkan tujuh ekor belut!" seru panitia lagi.
Siapa ya kira-kira peserta no limanya..?"