NovelToon NovelToon
Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Radia Adawiyah

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi adalah kisah Alya, seorang gadis yang lembut dan taat, yang harus menerima takdir dijodohkan dengan Zidan (seorang pemuda yang dikenal bebas dan jauh dari nilai-nilai agama). Tapi di tengah perbedaan itu, Alya berusaha menjalani semuanya dengan sabar dan tetap berpegang pada prinsipnya. Sementara itu, tanpa disadari, kehadiran Alya perlahan mengubah Zidan menjadi dekat dengan Agama.

Novel ini mengisahkan bahwa cinta sejati bukan hanya tentang perasaan, tetapi tentang proses saling memperbaiki, mendekat kepada Allah, dan menerima takdir dengan penuh keikhlasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Radia Adawiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Ujian di Tengah Persiapan

Sejak hari lamaran itu, kehidupan Alya berubah perlahan. Hari-harinya kini dipenuhi dengan persiapan menuju pernikahan. Tidak ada kemewahan yang berlebihan, hanya kesederhanaan yang ingin dijaga agar tetap penuh keberkahan.

Di ruang tengah, Alya duduk bersama Uminya dan adiknya. Sedangkan Abinya sudah pergi ke pesantren milik mereka. Di depan mereka terdapat beberapa kain dan catatan kecil.

“Yang ini bagus, Nak. Warnanya lembut,” ucap Umi sambil menunjukkan pilihan warna.

Alya tersenyum kecil.

“ Yang sederhana saja, Umi. Yang penting nyaman dan tidak berlebihan.”

Umi menatap putrinya dengan bangga.

Di sudut ruangan, Faris memperhatikan Ummi dan kakaknya . Ia tidak banyak bicara, namun matanya sesekali tertuju pada Alya. Sebenarnya dia merasa bahagia… tapi juga ada sesuatu keraguan yang belum ia pahami sepenuhnya

...****************...

Di tempat lain, suasana terasa sangat berbeda.

Zidan duduk di sebuah kafe tempat dia bersama teman-temannya biasanya nongkrong. Musik terdengar keras, gelas minuman beradu, dan tawa mengisi ruangan.

“ Jadi lo serius nikah sama cewek itu ? ” tanya salah satu temannya.

Zidan hanya menjawab singkat,

“Iya.”

Temannya tertawa kecil.

“ Gila sih lo Zid… dari semua cewek yang bisa lo dapet, malah pilih yang ‘alim’ begitu. ”

Zidan diam.

“ Gue yakin… palingan juga lo nggak bakal lama. Atau jangan-jangan Lo cuman main main sama dia "

Ia berhenti sejenak, lalu tersenyum licik.

“ Gue cuma pengen lo buktiin sesuatu Zid, Lo benaran serius suka sama cewek itu atau cuman penasaran doang ?”

Zidan menatap temannya tersebut dan hanya bisa terdiam.

Lalu temannya yang bernama Raka sedikit mendekat, suaranya dipelankan, tapi cukup jelas.

“ Gimana kalau kita bikin seru sedikit ?”

Zidan mengernyit.

“ Maksud lo ? ”

Temannya tersenyum tipis.

“ Gue taruhan sama lo.”

Beberapa teman lain mulai memperhatikan.

“ Kalau lo beneran bisa nikahin dia… ”

Ia berhenti sejenak, lalu menatap Zidan lurus.

“ Gue kasih lo 50 juta. ”

Suasana meja seketika berubah.

Beberapa langsung tertawa.

Beberapa hanya tersenyum, menunggu jawaban.

Zidan terdiam.

Kalimat itu terdengar seperti candaan.

Tapi entah kenapa… terasa nyata.

“ Gimana, Zid ? ” Tanya Raka.

Zidan memutar gelas di tangannya perlahan.

Seharusnya ia menolak atau seharusnya ia pergi.

Tapi…

“ Yaudah, deal ya . Jangan ingkar janji Lo ya ! ” jawabnya .

Tawa langsung pecah di meja itu.

“ Gila ! Zidan akhirnya ikut juga ! ”

“ Siap-siap duit cair nih Zid ! ”

Namun Zidan tidak ikut tertawa. Ia hanya diam.

Tatapannya kosong.… tapi pikirannya penuh.

Malam itu, Zidan pulang lebih cepat dari biasanya. Ia duduk di tepi ranjang kamarnya, menatap ponsel di tangannya. Nama Alya masih tersimpan di sana. Namun tidak ada pesan.

Dan memang… tidak boleh ada.

Zidan menghela napas pelan.

“ Cuma jalanin aja… ” gumamnya lirih.

Tapi untuk pertama kalinya… kata-kata itu tidak terasa ringan.

Sementara itu, di rumahnya, Alya baru selesai sholat dan sedang duduk sambil berdoa di atas sajadahnya . Tangannya terangkat, berdoa dengan khusyuk.

“ Ya Allah… jika ini memang jalan terbaik, maka mudahkanlah… dan jagalah hati kami…”

Doanya lembut dan lenuh harap.

Ia tidak tahu… bahwa di luar sana, seseorang yang akan menjadi pendampingnya…....

sedang terjebak dalam keputusan yang salah.

Sedangkan di ruang lain, Faris sedang duduk didekat jendela sambil murajaah hafalan Al-Qur'annya. Namun tiba tiba ia menatap langit malam dengan diam. Perasaannya belum tenang, bahkan setelah dia baca Al-Qur'an, padahal biasanya setelah membaca Al-Qur'an hatinya akan selalu tenang .

“ Kenapa ya… Hatiku kerasa resah dan gelisah ” gumamnya pelan.

“ Aku ngerasa ada yang nggak beres…”

Namun ia belum tahu…

bahwa apa yang ia rasakan…

akan segera menjadi kenyataan.

Hari-haripun terus berjalan. Persiapan semakin dekat. Senyum mulai sering terlihat.

Namun tanpa mereka sadari…...

di balik semua itu, ujian sedang berjalan pelan. Dan kali ini…

bukan ujian yang terlihat, melainkan ujian yang tersembunyi.

1
Ate Ida Rustono
aalur ceritanya bagus
Radiatul Adawiyah: Terimakasih banyak atas komentar baiknya🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!